Sosok Raden Ayu Srimulat Yang Namanya Diabadikan Sebagai Grup Lawakan

Dengarkan Artikel Ini

Ia turun ke pelosok, ke pusat keramaian membawakan secara live lagu yang sedang ngetop.

Di pentas wayang orang ia tampil di kelompok Srikuncoro.

Selain itu, ia juga pernah membintangi film Sapu Tangan (1949), Bintang Surabaja (1951), Putri Sala (1953), Sebatang Kara (1954) dan Radja Karet dari Singapura (1956).

Teguh Srimulat.
Yang merupakan suami terakhir sekaligus suami yang bepengaruh dalam hidup Srimulat.

Sukses di panggung, Srimulat kurang berhasil dalam berumahtangga.

Tiga kali pernikahannya selalu kandas.

Pada tahun 1947 di Purwodadi, Grobogan, Srimulat satu panggung dengan Orkes Keroncong Bunga Mawar dari Solo.

Gitaris orkes tersebut bernama Kho Tjien Tiong, dikenal dengan nama Teguh Slamet Rahardjo.

Keduanya saling terpikat.

Sehabis pentas di Purwodadi mereka resmi berpacaran.

Usia mereka terpaut jauh.

Teguh jejaka berusia 21 tahun sementara Srimulat berusia 39 tahun.

Pada 8 Agustus 1950, R.A.Srimulat menikah dengan Teguh Slamet Rahardjo, Kho Djien Tiong, yang berusia 24 tahun.

Pada saat yang sama dibentuk rombongan kesenian keliling bernama Gema Malam Srimulat.

Gema Malam Srimulat adalah sebuah kelompok kesenian yang menyuguhkan gabungan antara lawak dan nyanyi terutama lagu tembang langgam Jawa dan keroncong.

Penyanyinya waktu itu antara lain Kusdiarti, Suhartati, Ribut Rawit, Maleha, Rumiyati, dan Srimulat sendiri sedangkan Teguh menjadi pemain gitar dan biola.

Sebelum memasuki tahun 1957, Gema Malam Srimulat berganti nama menjadi Srimulat Review.

Memasuki 1957 namanya berubah lagi menjadi Aneka Ria Srimulat.

Salah satu momen bersejarah bagi Srimulat dan Teguh adalah keputusan mereka pindah ke Surabaya dari Surakarta sekitar Peristiwa G 30 S.

Suatu malam pada 1965, tak lama sebelum geger 30 September, Srimulat berbisik di telinga Teguh Slamet Rahardjo, suaminya.

Sebentar lagi bakal ada ontran ontran.

Pak Jenderal meminta kita untuk berhati hati.

Sebaiknya kita tidak pulang dulu ke Solo untuk waktu cukup lama, kata Srimulat, dikutip Sony Set dan Agung Pewe dalam bukunya, berjudul Srimulat, Aneh yang Lucu.

Saat itu Srimulat sudah dua tahun hijrah dari Solo ke Surabaya.

Tak hanya para pelawak dan awak Srimulat yang boyongan ke Surabaya, tapi juga berikut semua anggota keluarganya.

Boyongan Srimulat besar besaran ini juga merupakan ide dari Srimulat.

Melihat situasi politik di Solo makin panas, Srimulat merasa kelompok mereka harus pindah.

Situasi negara sedang gonjang ganjing.

Sebaiknya seluruh anak panggung dan artis kita pindah ke Surabaya, Srimulat menyampaikan usulnya ke Teguh.

Teguh tentu saja kaget bukan kepalang mendengar ide istrinya.

Memindahkan belasan orang saja sudah sulit, apalagi memindahkan puluhan anggota Srimulat.

Tapi Srimulat terus meyakinkan Teguh.

Jika mereka tak pindah ke Surabaya, aku takut mereka akan jadi korban.

Ketika itu, gesekan antara kelompok kelompok kiri dengan lawan lawan politiknya makin sering terjadi.

Masing masing kelompok berusaha menarik sebanyak mungkin pendukungnya ke kubunya.

Lembaga Kebudayaan Rakyat, Lekra yang punya hubungan dekat dengan Partai Komunis Indonesia, PKI terus mendesak mereka agar bergabung dengan Lekra.

Srimulat dan Teguh yang memang tak tertarik dengan politik tidak mau terseret dalam perkubuan itu.

Untuk melindungi grup Srimulat, mereka mencari perlindungan ke militer.

Kebetulan Srimulat memang dekat dengan sejumlah perwira militer.

Kedekatan yang kadang bikin Teguh sendiri tak habis pikir.

Kedekatan Srimulat dengan para perwira itu pula yang membuat pertunjukan grup Srimulat pada masa masa tegang itu sering dijaga tentara.

Hijrah Srimulat ke Surabaya itu lah yang menyelamatkan kelompok itu.

Kota Soerabaja bagi kelompok Srimulat sangat berjasa.

Srimulat meninggal dunia pada tahun 1968.

Sepeninggal dirinya, Aneka Ria Srimulat dilanjutkan oleh Teguh dengan berfokus sebagai grup lawak. (fq)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca