Sosok RA Kartini yang Memiliki Hobi Gemar Membaca

Dengarkan Artikel Ini

Dari karya Multatuli inilah muncul kesadaran kuat RA Kartini untuk membela pribumi. Ada kalimat yang ia sukai dari buku karya Multatuli, yaitu:

“Tugas manusia adalah memanusiakan manusia”. Dan “Bertambah orang Jawa bekerja, bertambah banyak laba didapat oleh mereka (pembesar-pembesar dan sebagainya), oleh pemerintah, oleh nasion”.

Lalu mengapa ia tak suka buku Java karya PJ Veth? Ia kecewa dengan isi buku itu yang menurutnya membahas sisi negatif orang Jawa. Ia menolak untuk membaca buku yang menimbulkan kekecewaan.

Buku-buku yang ia baca adalah buku-buku yang memunculkan kesadaran baru. Bukan berarti semua buku Barat bagus. Tidak.

Buktinya, ia tidak suka dengan pandangan dalam buku Moderne Vrouwen. Ini buku Prancis yang diterjemahkan dari bahasa Prancis itu.

RA Kartini mendapat kecocokan pemikiran dalam buku Moderne Maagden karya Marcel Prevost. Ini juga buku Prancis yang telah diterbikan dalam bahasa Belanda.

“Karena penemuan-penemuan kembali banyak hal yang memang telah aku pikirkan, rasakan, dan alami,” tulis Kartini 23 pada Agustus 1900.

RA Kartini juga cukup antusias membaca sejarah Revolusi Prancis, selain sejarah Yunani dan Romawi. Ia menjalankan prinsip kebebasan, persamaan, dan persaudaraan dalam kehidupannya sehari-hari.

Hasil dari membaca buku sejarah Prancis, RA Kartini menjalankan prinsip bebebasan, persamaan, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Tentang ini, ia pernah bercerita lewat suratnya tertanggal 18 Agustus 1899.

Ia juga menyukai buku Buddhisme karya Fielding. Juga menyukai biografi Pundita Ramabai. Ramabai Sarasvati meruoakan pembaharu sosial di India dan belum menikah ketika berusia 22 tahun. (her)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca