Sejarah Pembangunan Masjid Istiqlal
Sebab, tepat di seberang bekas benteng tersebut telah berdiri Gereja Kathedral. Bung Karno ingin agar kelak dunia bisa menyaksikan, inilah simbol kerukunan dan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Adapun lokasi usulan Bung Hatta tersebut, kelak menjadi tempat berdirinya Hotel Indonesia, gedung pencakar langit tertinggi se-Asia pada zamannya.
Maka, dimulailah kerja pembangunan Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961. Ini seiring dengan pembangunan Monas. Sehingga, dalam bayangan Sukarno, para tamu negara atau turis yang datang ke Jakarta bisa melihat landmark Ibu Kota RI ini dari udara. Di zaman Sukarno pula, bandar udara internasional Jakarta dipindah dari Kemayoran ke Halim Perdanakusuma.
Sebagai seorang insinyur, Presiden Sukarno tahu betul pentingnya simbol-simbol bersemayam dalam rancang bangunan. Karena itu, dia menetapkan menara Masjid Istiqlal mesti setinggi hampir 70 meter atau setara 6.666 cm. Ini menyimbolkan jumlah ayat suci Alquran. (jeha)
Baca juga :
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


