Sejarah Alquran Braille di Indonesia

Dengarkan Artikel Ini

Pada 2021, LPMQ kemudian menyempurnakan buku perdoman membaca Alquran braille. Buku itu disebut pedoman membaca dan menulis Alquran Braille khusus untuk teman-teman tunanetra. Dua tahun berselang, LPMQ juga masih berusaha untuk memudahkan para tunanetra untuk belajar Alquran braille. Untuk itu, LPMQ membuat buku panduan membaca Alquran Braille yang disebut Iqro’ bil-kitabah al-Arabiyah an-Nafirah disingkat Iqro’na.

“Ini (Iqro’na) adalah panduan praktis membaca Alquran braille yang didedikasikan untuk penyandang disabilitas sensorik netra Muslim Indonesia,” imbuhnya.

Ia mengatakan, Iqro’na merupakan panduan praktis layaknya buku Iqro untuk mereka yang normal. Dia menjelaskan, para tunanetra sangat menyambut baik dengan adanya Iqra khusus untuk membantu mereka membaca Alquran.

Tidak sampai di situ, Aziz mengungkapkan, LPMQ sedang proses menyusun Tajwid Alquran Braille. Hal ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan yang sebelumnya sehingga tunanetra juga bisa membaca Alquran dengan baik dan benar.

“Kita tahu dalam membaca Alquran itu harus dengan tajwid, makanya kita menyusun perdoman Tajwid Alquran,” urainya.

Azis mengatakan, semua yang dilakukan LPMQ ini dalam rangka menunaikan amanat Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Disebutkan bahwa negara harus hadir, harus memberikan layanan, dan harus menyiapkan literasi keagamaan termasuk kitab suci dalam hal ini tentunya kitab suci Alquran braille untuk teman-teman tunanetra. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca