Sebanyak 11 Masjid di Istanbul Buka Kelas Kebugaran untuk Jamaah Lansia

Dengarkan Artikel Ini

Diketahui, tingkat pekerja perempuan di Turki kurang dari setengah jumlah pekerja laki-laki yang tercatat secara resmi, sehingga membuat mereka sangat rentan terhadap gaya hidup sedentary atau tidak banyak bergerak di luar.

Menurut data Kementerian Kesehatan setempat, lebih dari separuh perempuan Turki memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, dibandingkan dengan sekitar satu dari tiga laki-laki.

Direktur departemen fisioterapi dan rehabilitasi di Universitas Istanbul Galata, Serap Inal, defisit kebugaran perempuan ini ditemukan di banyak negara.

“Penduduk di lingkungan tertinggal di Istanbul melakukan olahraga lebih sedikit dibandingkan penduduk di distrik yang lebih kaya. Di negara di mana jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun meningkat hampir dua kali lipat dalam 25 tahun menjadi lebih dari 10 persen, memiliki sesi olahraga di masjid adalah ide yang bagus,” sambungnya.

Pun begitu, ia menyarankan untuk membawa para perempuan keluar dan berolahraga di udara segar.

Sementara imam masjid, Bulent Cinar, merasa senang masjidnya kini lebih dari sekadar tempat ibadah, sehingga menarik jamaah yang sadar kebugaran dari masjid-masjid tetangga.

“Setelah kami melakukan latihan ini, kualitas shalat mereka meningkat,” kata imam tersebut.

Dia pun berharap dapat memiliki “instruktur perempuan” yang memimpin latihan di musala perempuan, dan mendesak agar inisiatif ini diperluas ke 90.000 masjid di Turki.

“Setelah kami melakukan latihan ini, kualitas shalat mereka meningkat. Mereka bergerak lebih mudah. Mereka diremajakan.” pungkasnya. (zen)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca