Saat Nabi Yunus AS Lari dari Kaumnya
Ketika ia sadar dirinya di dalam perut seekor ikan, ia menyangka dirinya telah mati, maka ia gerakkan anggota badannya, dan ia lalu sadar bahwa dirinya masih hidup. Ia lalu menyungkurkan diri bersujud kepada Allah dan berkata, “Wahai Rabb, aku bersujud kepada Engkau di tempat yang belum pernah seorang pun pernah bersujud kepada-Mu di dalamnya.”
Para ulama berselisih tentang durasi Nabi Yunus berada di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari. Ada pula yang menyebut 40 hari.
Pada akhirnya, Allah memerintahkan ikan besar itu memuntahkan Nabi Yunus ke pinggir pantai. Di sana, Allah menumbuhkan sebuah pohon labu, yang dengan buahnya itu sang nabi mendapatkan makanan dan minuman. Perlahan, kondisinya yang amat lemah menjadi lebih kuat.
“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu” (QS ash-Shaaffaat: 145-146).
Allah lalu memerintahkan Nabi Yunus untuk kembali kepada kaumnya. Sang nabi juga diberi tahu bahwa kini mereka telah bertobat.
“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu” (QS. ash-Shaaffaat: 147-148). (jeha)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


