Perpustakaan Bayt Al Hikmah Bukti Islam Menguasai Pendidikan, Berdiri Pada Masa Khalifah Al-Ma’mun

Dengarkan Artikel Ini

Usaha penerjemahan buku berbahasa asing ke bahasa Arab sudah ada sejak zaman pemerintahan Abdullah Al-Muqaffa. Namun, puncak pencapaiannya baru berjalan lebih teratur dan meluas pada pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun.

Mengutip buku Kelestarian Bidang Penterjemahan yang diedit oleh Hasuria Che Omar dan Rokiah Awang, pembangunan Bayt Al Ḥikmah berdampak pada pesatnya gerakan penerjemahan buku-buku bahasa asing, seperti Greek dan Parsi ke bahasa Arab.

Gerakan penerjemahan berbagai buku ke bahasa Arab bertujuan agar masyarakat Islam bisa memahami ilmu pengetahuan dari berbagai sumber walaupun mereka tidak mahir dalam bahasa asing tersebut.

Tokoh yang saat itu banyak melahirkan banyak buku terjemahan antara lain adalah Al-Masajuwaih, Al-Baktisyu’, dan Al-Hunain Ishak yang merupakan seorang Kristian.

Tak hanya itu, ada banyak pula rakyat jelata yang turut andil dalam bidang penerjemahan buku di Bayt Al Ḥikmah. Tokoh-tokoh itu contohnya Musa Syakir Al-Munajjim atau Muhammad, Ahmad, dan Al-Hasan.

Para penerjemah bukanlah melakukan pekerjaan ini tanpa imbalan apa pun, melainkan digaji oleh khalifah saat itu. Hunai Ishak saat itu mendapatkan upah dari Khalifah Al-Ma’mun emas seberat buku-buku yang ia terjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Selain itu, khalifah Al-Ma’mun juga mendorong golongan hartawan untuk memberikan upah dan hadiah kepada penerjemah yang menyumbangkan karyanya. Saat itu, anak-anak Musa Al-Munajjim membayar para penerjemah sebanyak 500 dinar sebulan. (yus)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca