Perlawanan Budak di Masyarakat Kolonial Batavia
Tapi ia berhasil kabur dari penjara bawah tanah, lalu menjadi buron. Ia kemudian menjadi pimpinan orang-orang Bali merdeka, karena tak ada yang bisa mengalahkanya.
Karena keandalannya ini, ia kemudian direkrut menjadi perwira Kompeni. Itu terjadi setelah Untung Suropati dan kawan-kawannya menyerang benteng Kompeni di Tanjungpura.
Ketika ia mendapat tawaran bergabung di ketentaraan Kompeni, serta-merta ia menyanggupi. Ia ingin membalas dendam kepada Kapten Moor yang telah menjebloskannya ke penjara.
Dalam satu kasus, Untung Suropati tersinggung karena ada perwira Kompeni yang pangkatnay leih rendah darinya tidak menuruti perintahnya. Maka ia pun mengerahkan anak buahnya untuk menyerang perwira itu.
Apalagi, perwira itu juga menyatakan Suropai adalah budak buron. Setelah penyerangan itu, Suropati meminta perlindungan ke Mataram.
Ia berhasil membunuh perwira Kompeni Kapten Tack pada 1686 di Mataram. Kapten Tack merupakan perwira yang menjadi utusan Kompeni menangkap Suropati.
Untung Suropati juga mendapat tugas menyelesaikan urusan utang Raja Mataram, Amangkurat II. Amangkurat II memiliki utang cukup banyak sejak ia naik tahta pada 1677.
Perlawanan Untung Suropati dan kawan-kawannya memang membuat masyarakat kolonial di Batavia cemas. Maka, Kompeni pun membatasi impor budak laki-laki dewasa untuk kategori tertentu.
Budak dari Makassar dan Bali masuk kategori ini, sehingga tidak lagi dibolehkan dibawa ke Batavia. “Setelah 1685, tidak ada budak laki-laki di atas usia 12 tahun dari kedua suku tersebut yang diizinkan untuk dibawa ke Batavia,” ujar Jean Gelman Taylor.
Kompeni lebih cemas lagi setelah Untung Suropati membunuh Kapten Tack. Kesiagaan dilakukan dikota-kota yang ada orang Belandanya. (jeha)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


