Perjanjian Hudaibiah Memiliki Dampak Yang Sangat Besar

Dengarkan Artikel Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Perjanjian Hudaibiah antara kaum kafir Quraisy dan Muslim memiliki dampak yang sangat besar. Secara umum perjanjian ini menunjukkan diakuinya keberadaan kaum Muslimin di Madinah dan ini merupakan kemenangan tersendiri bagi kaum Muslimin.

Seperti dikutip dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah SAW disarikan dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, Sekaligus dengan adanya perjanjian tersebut dapat menghalangi keangkuhan dan kezaliman kaum musyrikin yang selalu berupaya menyerang kaum Muslimin.

Di sisi lain, dengan adanya perjanjian tersebut, membuka peluang yang sangat besar bagi kaum Muslimin untuk melancarkan dakwahnya yang selama ini banyak disibukkan peperangan-peperangan bersama kaum Quraisy.

Dan nyatanya kemudian hal tesebut terbukti, di mana kaum muslimin sebelum perjanjian tersebut berjumlah tak lebih 3.000 orang, namun dua tahun setelah perjanjian tersebut pada peristiwa Fathu Makkah pasukan kaum Muslimin sudah berjumlah 10 ribu orang.

Adapun pasal yang menyatakan bahwa penduduk Makkah yang kabur ke Madinah harus dikembalikan oleh Rasulullah SAW ke Makkah, sedangkan penduduk Madinah yang kabur ke Makkah tidak dikembalikan, sepintas perjanjian tersebut menguntungkan kaum musyrikin.

Namun jika diamati dengan seksama, hal tersebut ternyata dapat dipahami. Karena orang yang beriman tidak mungkin akan kabur ke Makkah untuk minta perlindungan, maka jika ada yang kabur, pastilah dia orang kafir yang telah nyata kekafirannya. Untuk orang seperti itu, tidak ada ruginya bagi kaum Muslimin jika mereka kabur dari Madinah.

Sedangkan kaum Muslimin di Makkah jika dia hendak kabur, maka Madinah bukanlah satu satunya tujuan untuk itu. Bumi Allah SWT amatlah luasnya, maka dia dapat mencarinya selain Madinah.

Hal itu kemudian terbukti, ada seorang sahabat yang bernama Abu Bashir kabur dari Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah SAW berdasarkan perjanjian tersebut tidak menerimanya, maka beliau menyerahkannya kepada dua utusan Quraisy yang menjemputnya.

Tetapi di tengah perjalanan Abu Bashir berontak, tidak bersedia kembali ke Makkah, dua orang utusan Quraisy tersebut dibunuh olehnya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca