Perbedaan Sifat Dua Pemimpin Muda Mataram

Dengarkan Artikel Ini

Orang-orang yang menentang pemindahan ibu kota kerajaan ia ikat lalu ia jemur. Untuk membangun danau, ia kerahkan 300 ribu orang untuk bekerja secara paksa.

Setahun setelah Amangkurat I menduduki tahta, Pangeran Alit pada 1647 mencoba mengkudetanya. Adik Amangkurat I ini baru berusia 19 tahun.

Pangeran Alit seharusnya mengawasi pembangunan ibu kota baru, tetapi malah melakukan pemberontakan. Banyak pengikut Pangeran Alit yang sudah dibunuh oleh Amangkurat I.

Ketika Pangeran Alit datang kepadanya untuk memenuhi undangannya, Amangkurat I melemparkan kepala para pengikutnya kepada Pangeran Alit. “Beginilah tampang orang-orangmu yang ingin mengangkatmu sebagai raja,” kata Amangkurat I.

Amangkurat I pun meminta Pangeran Alit menyerahkan semua anak buah. Tak puas dengan langkah itu, para kiai dan santri yang mendukung Pangeran Alit dibasmi habis. Hamka menyebut ada sekitar 7.000 kiai-santri yang dibunuh.

Amangkurat I meninggal pada 1677, digantikan oleh Amangkurat II, memerintah selama 31 tahun. Ia meninggal di pelarian, ketika keratonnya direbut oleh Trunojoyo. (mif)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca