Penyebar Agama Islam di Afrika Didominasi Orang-orang Indonesia
Rasool juga mengatakan tokoh Muslim lainnya di Afrika Selatan adalah Imam Abdullah bin Qadir bin Abdul Salam Al-Sufi. Ia memiliki kontribusi terhadap perjuangan melawan pendudukan Inggris.
Kemudian, dia dipenjarakan di Pulau Robben yang sama di mana mendiang Presiden Nelson Mandela diasingkan. Imam Al Sufi itu menulis Alquran dengan tulisan tangannya sendiri di sana.
Komunitas Muslim di Afrika Selatan juga mendapatkan dampak yang positif setelah Pemilu pertama yang benar-benar demokratis di Afrika Selatan dimenangkan Nelson Mandela. Umat Muslim di sana memperoleh hak-hak politik dan sosial mereka.
Pengaruh mereka meluas lebih jauh ke dalam tatanan masyarakat, sebagai penghargaan atas partisipasi dan pengorbanan mereka dalam perjuangan melawan pendudukan pada tahun 1960-an, 1970-an hingga 1980-an. Hal ini tercermin dari bobot relatif komponen Islam dalam pembentukan pemerintahan pertama setelah transisi demokrasi di Afrika Selatan pada tahun 1994.
Saat itu, ada lebih dari empat menteri Muslim dan 10 duta besar Muslim yang mewakili Afrika Selatan di luar negeri. Beberapa undang-undang status khusus bagi umat Islam, yang berasal dari hukum Islam, juga telah disetujui.
Umat Islam di Afrika Selatan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk tatanan masyarakat Muslim dan non-Muslim sejak awal masuknya Islam dan penyebarannya. Bahkan hingga tahap pemberantasan rezim pendudukan dan apartheid di Afrika Selatan.
Direktur Yayasan Imam Harun, Qasim Khan, menyampaikan, salah satu simbol masa perjuangan yang paling menonjol bersama dengan masyarakat lainnya adalah Imam Abdullah Harun. Ia lahir pada tahun 1924 di lingkungan selatan Cape Town.
Imam Harun melakukan perjalanan ke Makkah untuk menerima ilmu-ilmu Islam. Ia dianggap sebagai salah satu simbol perjuangan Islam melawan rezim apartheid.
Partisipasi umat Islam di Afrika Selatan, dalam perjuangan melawan apartheid, telah melampaui skalanya. Sebab, meski minoritas di Afrika Selatan, umat Muslim memberikan dampak yang begitu besar.
Sehingga sampai saat ini tidak ditemukan tindakan diskriminasi maupun kekerasan terhadap umat Islam di Afrika Selatan. Ini karena rasa hormat dan penghargaan atas jasa besar mereka, dan juga karena keluhuran akhlak yang mereka tampilkan. (yan)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


