Para Budak yang Mengakhiri Daulah Ayyubiyah di Mesir
Untuk mempertahankan kekuasaan Daulah Ayyubiyah Sultan Malik Al-Saleh memberikan kebebasan dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kaum Mamalik Bahri untuk mencapai prestasi dan kedudukan tinggi dalam jabatan militer Daulah Ayyubiyah.
Oleh karena itu, Mamalik Bahri mempergunakan kesempatan tersebut untuk menyusun suatu kekuatan sehingga mereka menjadi kelompok militer yang terorganisir.
Hal tersebut dilakukan untuk menyaingi kekuatan militer asal suku Kurdi yang sudah ada sebelumnya yang dibentuk oleh Sultan Malik Al-Kamil.
Ketika Malik Al-Saleh berusaha hendak merebut kekuasaan dari Sultan Malik AlKamil, dia dibantu tentara dari budak-budak Turki, sebaliknya Sultan Malik Al-Kamil didukung oleh tentara asal Kurdi. Tetapi kemenangan tetap berada di tangan Sultan Malik Al-Saleh.
Setelah Sultan Malik Al-Saleh meninggal (1249), ia digantikan oleh Turansyah. Tetapi Turansyah tidak menyukai kaum Mamalik al-Bahri sehingga ia membentuk pasukan militer sendiri. Maka kaum Mamalik Bahri pun tidak menyukainya karena mengabaikan peran mereka.
Oleh karena itu, pada tahun 1250 M Mamalik Bahri di bawah pimpinan Baybar dan Izuddin Aibak melakukan kudeta terhadap Daulah Ayyubiyah sehingga Turansyah terbunuh.
Baik Malik Al-Saleh maupun Turansyah tidak mempunyai anak laki-laki yang ada hanya seorang bekas budak wanita yang bernama “Syajar Ad-Duur” yang sudah dimerdekakan dan dinikahi oleh Sultan Malik Al-Saleh.
Ketika mereka hendak membaiatnya menjadi Sultan, kaum Muslimin menolaknya karena bertentangan dengan tradisi. Bahkan Khalifah Abbasiyah ketika itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau rakyat Mesir tidak mempunyai anak laki-laki untuk menjadi raja maka beritahu segera supaya kami dapat mengirimkan anak laki-laki yang akan menjadi raja”
Untuk mengatasi hal tersebut Izuddin Aibak menikahi “Syajar Ad-Duur”.
Dengan demikian, Izuddin diangkat menjadi Sultan Daulah Mamalik di Mesir menggantikan Daulah Ayyubiyah sebelumnya. (jeha)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


