Mimbar Rasulullah di Masjid Nabawi yang Selalu Dirindukan
Mimbar yang menjadi saksi perjalanan dakwah Islam, disinilah tempat yang penuh berkah karena mimbar ini terekam semua suara Nabi Muhammad yang menyentuh hati, membakar semangat untuk senantiasa menjadi umat yang berakhlak, berilmu dan bermanfaat.
Mengunjunginya dapat membayangkan bagaimana orang-orang sholeh terdahulu berkumpul, bersatu demi tujuan mulia, rasanya ingin kembali ke masa Nabi Muhammad, menjadi salah satu jamaahnya.
Lokasi Mimbar Nabi Muhammad SAW
Ketika mengunjungi Raudhah akan terlihat sebuah tempat yang tinggi, disitulah mimbar rasulullah berdiri tepat di bagian barat Raudhah.
Mimbar itu memiliki ketinggian sekitar 5 meter. Di bagian pintu masuk mimbar ada tertulis kalimat tauhid, “La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah.”
Tempat Nabi Muhammad berkhotbah ini memiliki 2 anak tangga dengan lapisan karpet, pintu kayu dan pagar berlapis emas.

Perkembangan Mimbar di Masjid Nabawi
Setelah berpulangnya Nabi Muhammad, mimbar di Masjid Nabawi tetap dilestarikan oleh para khalifah: Abu Bakar, Umar dan Utsman dengan sedikit perubahan.
Pada masa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan dari Dinasti Umayyah, mimbar yang tadinya hanya 2 anak tangga kemudian dibangun dengan 6 tangga yang mudah dipindah dan ada tempat duduknya.
Kemudian masa Abbasiyah dan Mamluk, mimbar dibuat indah dengan menghias ukiran yang lebih indah tanpa mengganti nilai simboliknya.
Selanjutnya pada masa Utsmaniyah (Ottoman) mulai ada pergantian bahan pada mimbar. Mimbar diganti dengan marmer dan dihias ukuran islami tapi tidak menghilangkan bentuk asli mimbar.
Dan pada masa para raja Saudi ini mimbar yang digunakan di Masjid Nabawi merupakan replikasi bentuk asli dengan desain yang modern. Sedangkan mimbar asli Nabi Muhammad disimpan sebagai bangunan bersejarah dan sakral.
Merindukan Mimbar dan Keteladanannya
Ziarah ke Masjid Nabawi tidak lengkap tanpa berdoa di Raudhah dan menatap mimbar Rasulullah.
Di sanalah terasa betapa Islam dibangun dengan cinta, ilmu, dan amanah. Mimbar itu mungkin tak lagi digunakan oleh Nabi, tapi suaranya masih menggema dalam hati yang rindu dakwah penuh kelembutan.
Mari kita terus menjadikan mimbar Rasul sebagai inspirasi dalam tutur, sikap, dakwah, dan hidup kita sehari-hari.(***)
Referensi
- https://share.google/SCd4DTpReQYTTcftD
- https://share.google/i49OAsP2dfrJ65vQF
- https://share.google/1cdBjcD6uJFIBdIQQ
- https://share.google/mcI2VLoJjfgB8zllZ
Penulis : Iftitah Rahmawati
Foto Ilustrasi AI
Editor : Toto Budiman, Iffah Faridatul Hasanah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


