Mengusir Kesepian, Bung Karno Memelihara 50 Burung Gelatik
Ingit tidak bisa menerima jawaban Bung Karno itu. Kata Inggit, “Seseorang tidak bisa membohongi dengan sorotan matanya yang menyiar, kalau ada orang lain mendekat.”
Bagi Inggit, tak mungkin anak perempuan dekat dengan bapaknya, di masa itu. Anak perempuan lebih dekat kepada ibunya.
“Hati-hatilah Sukarno, supaya mendudukkan hal ini menurut cara sepantasnya,” tegas Inggit.
Rasa cemburu Inggit terbukti pada 1940 ketika Bung Karno mengutarakan niatnya untuk menikahi Fatmawati yang usianya menginjak 17 tahun. Inggit marah, dan memilih untuk dicerai saja jika Bung Karno nekat menikah lagi.
Hubungan Bung Karno dan Inggit semakin memburuk. Hal itu membuat Bung Karno semakin kesepian. Ia lalu mencari kesibukan dan memelihara 50 burung gelatik yang dibeli dengan harga sangat murah.
Burung-burung itu dimasukkan ke dalam sangkar yang besar. Tiap hari Bung Karno bermain dengan burung-burungnya itu di sela kesibukan lain yang ia buat untuk menghilangkan kesepian.
Tapi kesenangan ini pun, kata Bung Karo, tidak bisa memuaskan hatinya. Ia lalu melepas kembali burung-burung gelatik itu.
“Aku tidak sampai hati melihat makhluk yang dikurung dalam sangkar,” kata Bung Karno.
Pada masa kanak, Bung Karno pernah menjatuhkan sarang burung yang ada di pohon jambu di pekarangan rumah di Mojokerto. Telur-telur di sarang itu pecah.
Ayah Bung Karno marah karena hal ini, karena ia sudah mengajari Bung Karno mengenai perlunya menyayangi semua makhluk. (yan)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


