Mengenang Presiden Pelukis yang Fenomenal, Penyampai Gerakan Demokrasi

Dengarkan Artikel Ini

Karyanya dikoleksi Keluarga Cendana, menteri-menteri kabinet Orde Baru dan Orde Reformasi, tokoh-tokoh nasional, kalangan pengusaha dan rekan-rekan seniman.

Selain lembaga-lembaga bergengsi seperti Museum Purna Bhakti Pertiwi, Balai Senirupa DKI, Dinas Kebudayaan DKI, TIM, LBH, Wisma Seni Nasional, Bentara Budaya, PT. Coca Cola, Museum Neka Ubud-Bali, Yayasan Pengembangan Bisnis Indonesia.

Ia salah satu pelukis aliran ekspresionis yang terkenal dengan berbagai aktivitas lintas seni dan kebudayaan di Indonesia.

Hardi mengawali kariernya pada 1970 di Ubud, Bali. Ia melukis bersama W. Hardja, Anton Huang, kemudian kuliah di Akademi Seni Rupa Surabaya. Tahun 1971-1974, Hardi kuliah di STSRI ASRI Yogyakarta, berlanjut tahun 1975-1977 kuliah di De Jan Van EYC Academie di Maastricht, Belanda.

Dalam bidang senirupa Hardi berguru kepada Daryono, Fadjar Sidik, Widayat, Prof. Hans Seur, Prof. Pieter De Fesche, Nyoman Gunarsa, dan Drs Sudarmadji.

Untuk mengenang pelukis Hardi, akan diadakan diskusi kebudayaan yang bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada Rabu 3 Januari 2024, pukul 15.00-18.00 WIB.

Adapun pembicara yg akan menjadi pemantik diskusi adalah, Aidil Usman (Ketua Komite Senirupa DKJ), Bambang Asrini Wijanarko (Kurator Senirupa), Fanny J Poyk (Novelis) & Yusuf Susilo Hartono (Kritikus Seni) dengan moderator, Amien Kamil. (Iin)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca