Menelusuri Penyebaran Islam di Tanah Australia, Ada Jejak Dakwah Muslim Makassar

Dengarkan Artikel Ini

Kini bangunan masjid yang terbuat dari seng tersebut masih bisa digunakan oleh pengunjung dan penduduk setempat. Para penunggang unta biasanya meninggalkan sajadah di masjid tersebut sebagai penghargaan kepada masjid.

Pada dinding masjid tertulis ayat-ayat Alquran, foto Makkah dan tempat suci lainnya. Sementara di luar masjid terdapat pohon kurma yang ditanam oleh para penunggang unta dari Afghanistan pada masa lalu.

Di sana juga ditemukan kereta unta berusia tua. Kereta tersebut dulunya digunakan untuk mengangkut barang-barang ke pedalaman.

Unta digunakan karena dapat bertahan dalam kondisi ekstrem, tidak seperti kuda. Unta dianggap sebagai moda transportasi yang cocok di Australia yang kondisinya ekstrem.

Para penunggang unta mengangkut wol ke pelabuhan, dan mengangkut air ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Mereka juga mengangkut surat, peralatan, dan berdagang pada saat konstruksi kereta api masih dalam masa pengembangan di Australia.

Para penunggang unta juga memainkan peran penting dalam memfasilitasi pembangunan jalur Telegraf Overland pada 1870-1872. Mereka membantu mengangkut peralatan, bahan-bahan dan pasokan. Tanpa layanan yang mereka berikan, pengembangan pedalaman Australia akan tertinggal paling sedikit 50 tahun sampai era perbaikan jalan dan layanan kereta api.

Setelah Australia kedatangan para penunggang unta, datang pedagang asongan dan para penyelam mutiara dari Melayu ke Australia. Kemudian, secara bertahap Australia didatangi orang Albania, Turki dan Muslim lainnya dari berbagai negara. Semuanya itu menjadi bagian dari sejarah awal perkembangan Islam di Australia.

Teuku Chalidin Yacob dalam bukunya Muslim Melayu Penemu Australia terbitan MINA Publishing House 2016 mengatakan Muslim Melayu dari Asia Tenggara juga pernah menginjakkan kaki di Benua Australia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Mereka berasal dari Malaysia, dikenal sebagai orang Melayu yang berprofesi sebagai nelayan mutiara.

Mereka juga menikahi orang-orang Aborigin. Sebagai bukti nyata, terdapat kuburan Muslim Melayu yang berasal dari orang-orang Indonesia, Filipina, Malaysia dan Singapura, di pemakaman Broome, pesisir barat Australia.(ndro)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca