Membawa Pesan Kemanusiaan dan Perdamaian, Peringatan Haul Gus Dur Digelar di Kairo Mesir

Dengarkan Artikel Ini

Sosok nomor dua di Al-Azhar itu juga menyampaikan posisi Al-Azhar yang akan terus konsisten menjaga marwah Islam sebagai agama yang penuh akan cinta kasih dan kedamaian. Hadir pula Rektor Universitas Al-Azhar Syekh Salamah Dawud.

Ia menyampaikan bahwa secara historis, Mesir dan Indonesia telah lama menjadi mitra keilmuan. Baginya, Gus Dur dan Nahdlatul Ulama memiliki posisi yang fenomenal, baik di telinga orang Indonesia maupun di Mesir.

Hal itu dibuktikan melalui banyaknya buku yang mendiskusikan keduanya. Di Mesir misalnya terdapat buku al-Mujaz al-Lathif fi ‘Alaqat Indunisia bi al-Azhar al-Syarif karya Husam Syakir, Jamiyat Nahdlat al-‘Ulama wa Dauruha fi al-Da’wah al-Islamiyah di Indonesia karya Taufiq al-Baidlawi, dan Masirat al-‘Alaqat baina Mishra wa Indunisia.

Haul Gus Dur di Kairo ini diisi dengan dialog terbuka bersama Syekh Usamah Sayyid al-Azhari dan Alissa Wahid. Lalu ada Peluncuran Abdurrahman Wahid Center for Humanity and Islamic Studies (AWCHIS) serta pembacaan Piagam Kemanusiaan dan Perdamaian.

Rentetan Haul Gus Dur dihadiri lebih dari 900 mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir. Acara ini dimulai dengan pembacaan yasin dan tahlil, ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu nasional Biladi-Biladi, Indonesia Raya, dan Mars Ya Lal Wathan. (ris)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca