Masjid Al-Utsmani, Masjid Tua di Jombang Yang Didirikan Ratusan Tahun Lalu
Di awal pembangunan, bangunan masjid terbuat dari batu bata, gamping, dan santan kelapa sebagai perekat pengganti semen. Tepi pintu dan jendela masih terbuat dari kayu serta bagian tengah berupa tralis besi yang ditata rapi.
Pagar samping bagian luar pun masih nampak jelas sangat kokoh terbuat dari kayu jati. Di teras masjid terdapat beduk model lama.
“Dulu masjid ini digunakan untuk mengaji tasawuf oleh KH Usman beserta santrinya. Bahkan Kiai Hasyim Asy’ari pernah ngaji di sini,” terangnya.
Ia menambahkan, saat ini kegiatan masjid tetap digunakan untuk syi’ar Islam dengan kegiatan shalat lima waktu, ngaji kitab kuning dan kegiatan santri. Di bagian utara masjid ada komplek asrama santri bernama Ribath Ustmani yang diasuh oleh KH Fatkhullah beserta istri. KH Fatkhullah merupakan keturunan dari KH Soihah jika diurutkan ke atas.
“Masjid ini tidak dipakai Jumatan, hanya untuk ngaji dan shalat lima waktu,” katanya.
Dikatakan, masa kecil hingga remaja pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhammad Hasyim Asy’ari hidup di sekitar Masjid Al-Utsmani. Dikarenakan secara nasab, Kiai Hasyim bersambung ke Kiai Usman. Garis nasab tersebut terpampang di makam Kiai Usman yang berada di sisi timur Masjid Al-Utsmani.
“Makam Kiai Usman ada di timur Masjid Al-Utsmani. Leluhur Kiai Hasyim. Bangun makan di oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setiap hari ada peziarah,” pungkasnya. (tin)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


