Kompeni Bunuh 15 Calon Haji yang Dibiayai Sultan Agung

Dengarkan Artikel Ini

Mereka bukan calhaj biasa. Mereka sekaligus sebagai wakil Sultan Agung untuk menyedekahkan sekitar 6.000 riyal logam ke makam Nabi di Madinah.

Mereka juga mendapat tugas mengusahakan gelar sultan dari Makkah untuk Sultan Agung. Saat itu Sultan Agung masih memakai gelar Susuhunan: Susuhunan Anyokrowati.

Sultan Agung lalu membalas perlakuan Kompeni itu dengan menghukum mati tawanan..Kebetulan yang mendapat hukuman adalah Antonie Paulo.

Antonie Paulo telah diangkat oleh Kompeni sejak 1639 sebagai pimpinan orang-orang Belanda yang ditawan di Matatam. Hukuman mati diberikan sepertinya karena alasan ini.

Sultan Agung membunuh pimpinan tawanan agar Konpeni juga merasakan sakit. Seperti halnya rasa sakit akibat 15 calhaj dibunuh Kompeni.

Kebetulan, Antonie Paulo juga yang membocorkan rencana pengiriman calhaj Mataram menggunakan kapal Inggris. Kebetulan pula ia pernah menghadiahkan cincin kepada Sultan Agung.

Sultan Agung jatuh sakit setelah menerima hadiah cincin itu. Antonie Paulo pun dituduh telah mengirim guna-guna kepada Sultan Agung.

Juga kebetulan, Antonie Paulo telah menolak disunat. Para tawanan yang bersedia disunat akan dibebaskan oleh Sultan Agung, yang menolak akan dibunuh.

Dari 83 tawanan sejak 1832, pada 1641 tinggal 40 orang, termasuk Antonie Paulo, kepala perdagangan Kompeni. Tercatat ada delapan yang sudah disunat.

Antonie Paulo harus menjadi korban akibat tindakan biadab Kompeni membunuh 15 calhaj di atas kapal Inggris. Hubungan Kompeni drngan Sultan Agung pun makin memburuk. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca