Kisah Umar bin Khattab Ketika Memimpin di Yerusalem
Umar bin Khattab kemudian menjelaskan bahwa hal itu adalah amanah Nabi Muhammad SAW. “Nabi kami mengatakan siapa yang menyakiti Ahlul Dzimmah (ahli kitab yang berada dalam perlindungan umat Islam), maka dia akan menjadi lawanku di pengadilan di hadapan Allah SWT” lanjut Umar kala itu.
Umar bin Khattab pun memproklamirkan perlindungan bagi seluruh penduduk Kristen, Yahudi, Ortodoks di wilayah Palestina saat itu.
Perjanjian yang dikenal dengan sebutan Umariyya Covenant itu kemudian ditandatangani dan distempel oleh Umar bin Khattab.
Usai kesepakatan, Umar pun berniat mendirikan salat karena sudah masuk waktunya. Spontan Sophronius menawarkan Umar untuk salat di dalam gereja tersebut. Namun tawaran tersebut ditolak Umar.
“Seandainya saya salat di gereja ini, maka generasi yang datang akan membangun masjid di sini dan gereja Anda akan dihancurkan. Tidak. Saya akan salat di luar” jelas Umar akan penolakannya.
Umar pun kemudian pergi ke luar gereja dan mencari tempat untuk salat. Hingga akhirnya Umar bin Khattab mendirikan salat di bawah naungan pohon. Tempat Umar salat itu pun kemudian dibangun masjid Umar, tepat di halamannya gereja.
Di masa ini Khalifah Umar bin Khattab menunjukkan makna toleransi dan kemenangan yang sebenarnya. Kebesaran Islam menerangi jiwa kepemimpinan Umar hingga direfleksikan dari caranya memperlakukan wilayah jajahan. (yan)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


