Kisah Sunan Kalijogo Nyamar Jadi Marbot Masjid dan Menemukan Emas di Kullah Masjid

Dengarkan Artikel Ini

Tapi Sunan Bonang tidak pergi dalam satu-dua hari lalu kembali. Sunan Bonang baru kembali setahun kemudian.

Tempat Raden Said menjaga tombak pendek pemberiannya sudah berubah menjadi hutan. Sunan Bonang mengucapkan sesuatu, pepohonan itu lenyap dari pandangannya, dan terlihat Raden Said sedang menjaga tombaknya.

Tapi, Sunan Bonang tidak menyapa Raden Said. Ia segera pergi lagi, baru setahun kemudian datang lagi.

Raden Said tetap masih ada di lokasi menjaga tombak pendek. Raden Said benar-benar teguh memegang amanah Sunan Bonang.

Sunan Bonang pun menerimanya sebagai murid. Ia mengajari Raden Said ilmu tentang cara berbakti kepada Sang Pencipta. Setelah cukup, Sunan Bonang meminta Raden Said pergi.

Raden Said pun pergi mencari tempat untuk bertapa. Selama setahun ia menjadi pertapa di pinggir kali.

Ia selalu bersemedi tiap malam. Ia akan menceburkan diri ke kali jika kantuk menyerang. Ia kemudian dikenal sebagai Kalijaga.

Selesai bertapa, guru kakek Sultan Agung itu pergi ke Cirebon dengan cara menyamar. Ia menjadi marbot masjid, yang bertugas mengisi kulah masjid.

Kulah adalah bak air yang volumenya memenuhi syarat untuk bersuci. Kulah berasal dari bahasa Arab, qullah.

Arti kulah, menurut KBBI: ukuran banyaknya air yang menggenang yang dapat digunakan untuk mencuci dan berwudu (dua kulah ialah banyaknya air yang menurut ukuran 1,25 hasta panjang, lebar, dan tinggi). Arti pertama di KBBI adalah: tempat menyimpan air yang dibuat dari batu; bak air.

Sunan Gunungjati sangat kagum pada ketekunan marbot itu. Suatu malam, saat kulah sudah kosong, Sunan Gunungjati mengisinya dengan emas.

Menjelang Subuh, Sang Marbot kaget ketika hendak mengisi kulah, ternyata kulahnya penuh dengan emas. Ia lalu memakai emas itu untuk melapisi dasar kulah.

Saat Sunan Gunungjati hendak mengambil wudhu, ia melihat emasnya sudah dipakai untuk dasar kulah. Ia pun berkesimpulan bahwa marbot itu adalah Sunan Kalijaga. Dan akhirnya Sunan Gunungjati mengambilnya sebagai menantu. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca