Kisah Pangeran Diponegoro Menendang Komandan Pasukan Keraton Yogyakarta di Depan Sultan
“Sultan, cabutlah. Undanglah Wironegoro,” kata Diponegoro.
Ketika Wironegoro menghadap, Hamengkubuwono IV langsung memarahinya. Wironegoro dianggap telah berbohong jika pengangkatan 60 pemungut pajak sudah disetujui para pangeran dan bupati, termasuk Diponegoro.
Wironegoro hanya bisa menunduk. Ketika Hamengkubuwono IV meminta suratnya dikembalikan, Wironegoro menjawab bahwa surat sudah dikirim ke Residen, tak mungkin ia mengambilnya.
“Bagaimana menjawabnya? Dalam kitab juga berbunyi demikian, nasi kalau sudah ditelan ya sudah salam. Kalau raja sudah berkata, tidak dapat dikembalikan ucapannya,” kata Wiroguno.
Mendengar kelancangan itu, Diponegoro marah. Ia lalu menjewer telinga Wiroguno dan kemudian menendangnya dengan keras.
“Hai, kau Mukidin. Caramu menasihati dari kitab yang kau sembunyikan, kau lebih bisa. Orang banyak tidak ada yang mengetahui, baik-buruk kamu yang tahu,” bentak Diponegoro.
Diponegoro pun meminta ketegasan dari hamengkubuwono. Jika keputusan pengangkatan pemungut pajak itu berasal dari Sultan itu terjadi karena sudah tertulis di lauh mahfud. Tapi jika itu atas ide orang lain, setan yang melakukannya.
Hamengkubuwono IV mengulang kembali jawabannya yang sudah diberikan kepada Diponegoro sebelumnya. Bahwa pengangkatan pemungut pajak itu merupakan ide dari Danurejo dan Wiroguno yang katanay sudah disetujui Diponegoro.
“Itu sudah jelas kalau setan membuat rencana, kitab sebagai pelindung,” kata Diponegoro.
“Kalau kau masih berani, mengenai kitab itu aku ingin mengetahui,” kata Sultan Hamengkubuwono IV kepada Wiroguno mengenai kitab rujukan Wiroguno. Wiroguno diam seribu bahasa. (mif)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


