Kisah Orang yang Murtad di Awal Islam

Dengarkan Artikel Ini

Maka, ia pun mendengarkan semua pengaduannya tersebut serta mengakomodasikan untuk dicarikan jalan keluar yang terbaik baginya. Setelah itu ia mengutus seseorang untuk memanggil Jablah agar menghadapnya

Umar bertanya. “Hai Jablah, benarkah anda telah memukul seorang lelaki dari bani Fazaroh ketika ia sedang tawaf di sekeliling Ka’bah? “Tanya Khalifah Umar kepada Jablah.

Dengan angkuh Jablah menjawab, “Benar Amirul Mukminin. Memang benar saya telah memukul hidung lelaki itu karena ia dengan sengaja telah menginjak kain ihram saya, hingga akhirnya terlepas dari tubuh saya. Kalau seandainya saja bukan karena kemuliaan Ka’bah baitullah aku sudah saya tebas batang lehernya! “.

Lalu Umar berkata, “Baiklah, karena anda telah melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain, maka sebaiknya minta maaf kepadanya, dan kalau tidak saya akan memerintahkan kepadanya untuk menuntut balas atas perbuatan anda tersebut. Karena bagaimanapun anda tidak boleh berbuat sewenang-wenang terhadap sesama muslim!”

Jablah terkejut dan balik bertanya, “Apa yang akan anda lakukan terhadap saya, hai Amirul mukminin?” Umar menjawab, saya akan menyuruh lelaki dari bani Fazaroh yang pernah anda cederai untuk memukul hindung anda.”

Betapa terkejutnya Jablah mendengar ucapan Khalifah Umar bin Khathab itu saya bertanya. “Ya Amirul mukminin, bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi? anda sendiri telah mengetahui, bahwa saya ini adalah seorang pembesar dari negeri Syam, sedangkan lelaki itu hanyalah rakyat jelata.

Dengan tegas Khalifah Umar berkata kepadanya. “Ketahuilah olehmu hai Jablah sesungguhnya Islam itu telah mempersatukan anda sebagai seorang pembesar suatu kaum dengan lelaki tersebut yang hanya rakyat jelata. Sebenarnya antara anda dengannya tidak ada keistimewaan apa-apa, kecuali keimanan dan ketakwaan.”

Namun Jablah menyambutnya dengan jawaban yang tidak menyenangkan, “Saya mengira bahwa saya akan menjadi lebih mulia dan dihormati setelah saya memeluk agama Islam. Akan tetapi, pada kenyataannya saya malah lebih diabaikan dari sebelumnya.”

Khalifah Umar mulai kesal dan berkata kepadanya. “Sudahlah, anda jangan banyak berkomentar! Kalau anda tetap bersikeras untuk tidak minta maaf kepada lelaki itu, maka saya akan suruh dia untuk menuntut balas kepada anda.”

Tetapi, Jablah tetap bersikeras dan tidak mau minta maaf kepadanya, hingga akhirnya ia berkata.

“Kalau Amirul mukminin tetap memaksa saya untuk meminta maaf kepadanya maka saya akan pindah kepada agama Nasrani”

Lalu Khalifah Umar menjawab. “Kalau anda berpindah ke agama Nasrani, maka dengan sangat terpaksa sekali saya akan tebas batang leher anda karena sebelumnya anda telah mengikrarkan dengan suka hati untuk masuk ke dalam agama Islam, dan seandainya sekarang anda akan berpindah agama, maka saya akan memerangi anda,” kata Umar.

Ketika melihat keseriusan dan ketegasan sikap Khalifah Umar tersebut, Jablah merasa takut dan ciut juga hatinya. Lalu ia berpikir sejenak dan berkata.

“Baiklah akan saya pikirkan terlebih dahulu hal ini secara masak-masak malam ini,”

Sebenarnya pada saat itu sudah berkumpul para pengawal Jablah dan beberapa orang lelaki dari bani Fazaroh di luar rumah Khalifah Umar yang masing-masing siap membela dan mempertahankan kehormatannya, hingga dikawatirkan akan terjadi pertumpahan darah antara kedua kelompok tersebut. Telah mendengar ucapan Jablah itu maka Umar pun menyuruh mereka untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu ketika malam telah menyelimuti bumi dan para penduduk kota Makkah telah lelap dari tidurnya, Jablah beserta beberapa orang pengawalnya mengendap-endap untuk dapat melarikan diri menuju ke negeri Syam. Dan ketika adzan subuh telah dikumandangkan, ternyata Jablah dan rombongannya telah melarikan diri dari kota Makkah menuju ke negeri Syam.

Sesampainya di negeri Syam, 500 orang pengikutnya pergi ke kota konstantinopel sekarang kita mengenalnya dengan sebutan kota Istambul untuk menemui kaisar Heraklius. Di hadapan kaisar Romawi tersebut Jablah beserta para pengikutnya menyatakan masuk ke dalam agama Nasrani. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca