Kisah Leluhur Sultan Agung Gagal Jadi Tamtama Demak
Joko Tingkir mengangkat Pemanahan dan Panjawi sebagai pemimpin para tamtama Pajang. Ki Juru Martani tetap menjadi penasihat mereka.
Tanpa sepengetahuan Joko Tingkir, Sutowijoyo yang masih kanak diajukan untuk melawan Adipati Jipang Aryo Penangsang. Ketika Aryo Penangsang tewas di tangan Sutowijoyo, Pemanahan mengaku bahwa diirinya dan Panjawulah yang membunuhnya.
Dengan cara ini, Joko Tingkir mebeoati janji memberi hadiah tanah di Pati dan huran di Mataram. Pemanahan memilih hadiah hutan dan menyerahkan Panjawi untuk memilih Pati yang sudah ramai.
Setelah hutan dibuka menjadi perkampungan Mataram, akhirnya Mataram menjadi wilayah kadipaten di bawah Kerajaan Pajang. Itu terjadi setelah Pemanahan meninggal dunia.
Sutowijoyo diangkat menjadi adipati Mataram oleh Sultan Pajang. Setelah Suktan Pajang meninggal, akhirnta Sutowijoyo menjadi raja Mataram setelah menyingkirkan Adipati Demak Aryo Pangiri yang nerebut tahta dari Pangeran Benowo, putra mahkota Pajang. (jeha)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


