Kisah Asal Usul Telaga Sarangan Magetan, Jawa Timur

Dengarkan Artikel Ini

Setelah menemukan mata air, Dia segera berlari merendam tubuhnya di sana. Di tempat lain Nyi pasir telah sampai di rumah dan membawa cukup banyak kayu bakar dari hutan.

Ketika ingin masuk rumah dia melihat ada makanan di dekatnya Dia pun akhirnya memakan separuh telur itu.

Sesaat setelah memakan telur itu Nyi pasir mengalami hal yang sama tubuhnya gatal dan panas ia pun panik dan menyusul suaminya ke ladang untuk meminta bantuan. Namun ia tidak dapat menemukan suaminya di ladang.

Nyi pasir berusaha memanggil-manggil Ki Pasir akan tetapi tidak ada jawaban dia sudah tidak kuat. Nyi pasir pun mencari sumber air untuk merendam tubuhnya sambil mencari keberadaan Ki pasir saat ini.

Sayup-sayup dari arah mata air terdengar suara gemuruh seakan terdapat makhluk besar yang mengamuk di mata air.

Nyi pasir penasaran dan mencoba melihatnya dari balik semak-semak. Nyi pasir terkejut melihat seekor ular naga raksasa yang tengah berenang mengamuk di dalam mata air, tetapi Nyi pasir justru merasa jika ular besar itu adalah wujud dari suaminya.

Di tengah kepanikan Nyi Pasir terperosok dan berguling di dekat mata air dalam sekejap badan Nyi pasir juga berubah menjadi seekor naga lalu masuk ke dalam mata air yang sama dengan suaminya.

Di dalam air Nyi pasir mencari suaminya dan melampiaskan amarahnya karena telah merubah dirinya menjadi wujud ular.

Naga wujud dari Ki pasir pun turut ikut naik pitam dia juga tidak terima jika berubah wujud. Ki pasir pun merasa bahwa alam semesta telah mengutuknya.

Akhirnya Ki pasir mengajak istrinya yang sudah berwujud naga itu untuk menenggelamkan Gunung Lawu dengan cara membuat pusaran air yang besar hingga menyebabkan tanah di sekitar sumber air itu longsor semakin besar dan semakin dalam dan jika dibiarkan maka Gunung Lawu akan segera mengamuk hebat.

Seketika itu Joko Lelung yang pulang dari semedinya mengetahui jika bencana yang sedang terjadi sekarang disebabkan oleh kedua orang tuanya yang telah berubah menjadi naga.

Maka segeralah Joko lelung bersila dan memanjatkan doa, dia berdoa agar alam semesta menundukkan kedua ular naga raksasa itu.

Tiba-tiba kedua naga perwujudan dari ki Pasir dan Nyi Pasir itu bercahaya dan menjadi lebih tenang.

Akhirnya kedua naga itu pun moksa di dalam perairan tersebut. Joko Lelung pun merasa sedih ditinggal kedua orang tuanya.

Bekas dari amukan kedua naga raksasa itu membentuk seperti sebuah Telaga dengan pulau kecil di tengahnya.

Untuk mengenang kebaikan kedua orang tuanya tempat itu akhirnya diberikan nama yaitu Telaga pasir atau sekarang disebut dengan Telaga sarangan. (tri)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca