Kisah Anak Sultan Agung Bangun Keraton Baru, Terdapat Kejadian Kekurangan Beras
“Beberapa pejabat tinggi yang tidak mau turut membantu dalam pekerjaan itu disuruhnya … ikat dan dibaringkan di paseban, dijemur dalam panas matahari,” ujar Dr HJ de Graaf, mengutip catatan Belanda.
Pejabat dijemur itu tentu untuk memuluskan pelaksanaan pembangunan keraton. Pada 1658, pembangunan Segarayasa dilanjutkan lagi.
Amangkurat I mendatangkan orang-orang dari Karawang untuk memperluas Segarayasa. Gara-gara orang Kerawang dikerahkan untuk perluasan Segarayasa, mereka tidak menanam padi. Alhasil timbul kekurangan beras.
Pada 1661, perluasan Segarayasa belum juga selesai, sehingga dikerahkan 300 ribu orang. Pekerjaan ini dilakukan karena pada bendungan air itu jebol pada musim hujan 1661.
Bendungan besar disapu banjir. sawah-sawah juga diterjang banjir. Lagi-lagi, terjadi kekurangan beras.
Pengerjaan bendungan dilakukan lagi setelah jebol itu. Rupanya, anak Sultan Agung ini menginginkan istana yang dikelilingi laut buatan, sehingga ia bisa bermain perahu di danau itu.
Pada 1663 dilakukan penggalian lagi. Setelah jadi, danau itu selain dipakai untuk hiburan bermain perahu, juga berguna untuk pertahanan.
Ada jembatan di atas danau yang mengeleilingi keraton itu. Jembatan itu menghubungkan wilayah luar dengan keraton.
Pada 1666, istana raja (Prabayasa) dikompleks keraton baru di Plered yang dibangun anak Sultan Agung itu terbakar. Maka, dilakukan pembangunan ulang.
Tak ada cerita masih ada pejabat dijemur lagi atau tidak di masa pembangunan ulang ini. Juga tak ada cerita kekurangan pangan lagi.
Pada 1889, sisa-sisa bangunan keraton Plered digunakan untuk membangun pabrik gula oleh Rouffaer. Bahan dasar keraton Plered itu masih dikenali: batu bata disisipi batu alam putih di sana-sini. (mif)
Baca juga :
- LPPTK BKPRMI Kabupaten Bekasi Gelar Silaturahmi Pembinaan Unit LPPTK
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


