Ketika Umar Menyuruh Gubernur Menggembala Kambing

Dengarkan Artikel Ini

“Baiklah. Tetapi, saya minta waktu sebentar untuk ganti baju,” jawab Ayyadh bin Ghanam.

“Tidak perlu. Ikutlah denganku sekarang, sebagaimana aku mendapatimu saat bertemu ini,” kata Muhammad.

Dengan sedikit bertanya-tanya, sang gubernur pun menyanggupi. Keduanya berangkat ke Madinah untuk menemui Khalifah Umar.

Sampai di tujuan, mereka menghadap sang amirul mukminin. Demi melihat gubernur Mesir ini, pandangan mata Umar menahan amarah. Wajahnya memerah, menyiratkan perasaan tidak suka.

“Lepas baju itu!” perintah Khalifah Umar kepada Ayyadh bin Ghanam.

Kemudian, Umar menyuruh Muhammad untuk mengambilkan sebuah jubah yang terbuat dari bulu hewan ternak. Tidak hanya itu, sang khalifah juga menginstruksikannya mengumpulkan sekawanan kambing serta sebatang tongkat.

Semua itu lalu diberikannya kepada gubernur Mesir ini.

“Pakailah baju bulu ternak ini. Ambil tongkat ini. Kemudian, pulanglah ke Mesir dengan menggembalakan kambing-kambing ini! Dan berilah minum kepada orang-orang yang kau temui di jalan!” demikian perintah Umar kepada Ayyadh bin Ghanam.

“B-baik, ya Amirul mukminin,” jawab sang gubernur.

Di pintu keluar, Ayyadh terdengar menggerutu: “Sungguh, saya lebih baik mati daripada tampil begini.”

Mendengar gerutuannya, Khalifah Umar dengan keras berkata, “Mengapa engkau tidak senang dengan pekerjaan seperti ini? Ayahmu dahulu dikenal sebagai ghanam karena ia menggembala kambing. Tahukah engkau? Apa kau kini merasa lebih baik daripada ayahmu!?”

Sejak peristiwa ini, sosok Ayyadh bin Ghanam berubah drastis. Pribadinya kemudian menjadi sangat tawaduk. Ia menjadi gubernur yang dicintai rakyat Mesir. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca