Kecemburuan Permaisuri Majapahit Terhadap Ibunda Raden Patah
Untuk pengetahuan ilmu pemerintahan ia banyak belajar dari Arya Damar yang saat itu masih mengikuti keyakinan lama. Dalam Serat Kandaning Ringgit Purwa disebutkan Raden Patah dengan Arya Damar sempat berselisih paham.
Tumbuh sebagai remaja gagah yang haus pengetahuan, Raden Patah dan Raden Kusen, yakni putra Arya Damar, memutuskan mengembara untuk menuntut ilmu.
Keduanya berlayar ke Jawa. Setiba di Jawa keduanya bertemu dengan Sunan Ampel dan memutuskan berguru di Ampeldenta Surabaya. Raden Patah kemudian menikahi putri Sunan Ampel, yakni Dewi Murtoshimah. Sedangkan Raden Kusen yang kelak diangkat sebagai Adipati Terung oleh Raja Majapahit, menikah dengan Nyai Wilis, cucu Sunan Ampel.
Dari seorang adipati, Raden Patah yang didukung kekuatan Wali Songo pada akhir abad ke-15 kemudian mendirikan Kesultanan Demak, yakni Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Dalam perjalanannya Kesultanan Demak berani melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, yakni bahkan berani berselisih hingga mengakibatkan runtuhnya Majapahit.
Keruntuhan Majapahit membuat Kesultanan Demak semakin jaya. Seiring dengan pergantian kekuasaan itu, Islam berkembang pesat. Sebagai sultan atau raja Demak, Raden Patah bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabudurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. (hud)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


