Ini Sebab Komunis Mendapat Tempat di Grobogan
Pada 1893 proyek irigasi di Grobogan akan dimulai lagi, tetapi lagi-lagi terhenti. Alasannya, Grobogan belum memerlukan irigasi, karena sudah tidak ada lagi paceklik di Grobogan.
Anggaran irigasi sebesar tiga juta gulden yang sudah disetujui Gubernur Jenderal Hindia Belanda dianggap terlalu besar untuk mengatasi kekeringan di Grobogan. Sebagai gantinya, penduduk Grobogan diberi bibit singkong.
Pemerintah kolonial berharap para petani menanam singkong pada musim kemarau, sehingga Grobogan tak akan mengalami kesulitan pangan. Komunis mendapatkan sasaran propaganda di rakyat miskin Grobogan.
Ketika terjadi pemberontakan komunis di Semarang pada 1926-1927, ada 43 orang Grobogan yang ditangkap pemerintah kolonial. Komunis yang masuk Grobogan lewat Sarekat Islam rupanya telah memiliki kader militan.
Mereka yang ditangkap itu kemudian dibuang ke Boven Digoel. Orang-orang yang dibuang ke Boven Digoel itu dicatat sebagai propagandais dan anggota Sarekat Rakyat. (jeha)
Baca juga :
- Relawan Kemanusiaan Gempa Flores-NTT ‘Ahmad Zaki Ali’ Wafat Saat Salurkan Bantuan
- Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini
- Hujan Jakarta Hari Ini Mengguyur Cempaka Putih, Pengendara Diminta Waspada Jalan Licin
- Masjid Pantai Bali Kembali Jadi “Bumi Perkemahan”, Hadirkan Konsep Masjid Out of The Box
- MTs & SMP Islam Al-Huda Rawasapi Bersama RW 09 Jatimulya Gelar Upacara HUT RI ke-81
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


