Indonesia Uzbekistan Memilik Sejarah Yang Tak Terlupakan

Dengarkan Artikel Ini

Khruschev saat itu nyaris menyerah dan meminta Bung Karno mengganti permintaannya. ”Temukan makam Imam Bukhari atau saya tidak pernah ke Moskow,” tegas Bung Karno.

Imam Bukhari memiliki nama asli Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari, seorang ulama besar dan salah seorang ahli hadis yang termasyhur. Namun bagi pemimpin negara berhaluan komunis, nama Imam Bukhari sangatlah asing.

Setelah mengerahkan banyak tenaga, makam Imam Bukhari ditemukan di desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand yang sekarang menjadi ibu kota Uzbekistan. Pemerintah Uni Soviet pun meminta makam Imam Bukhari dipugar untuk menyambut kedatangan Presiden Soekarno.

Setelah permintaanya terpenuhi, Bung Karno bersedia mengunjungi Uni Soviet. Kunjungan kali ini Soekarno mampir berziarah ke makam Imam Bukhari.

Menurut Israil, muazim Masjid Imam Bukhari, menjelang kedatangan Bung Karno pada 1956, kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno.

Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukan dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.

“Presiden Soekarno merangkak menuju makam lalu memanjatkan doa dan dilanjutkan sholat serta membaca Al-Quran,” kata Israil.

Keterangan tersebut diperkuat Muhammad Maksud, penjaga makam Imam Bukhari, bahwa atas jasa Presiden Soekarno, komplek makam Imam Bukhari kini dipugar hingga terlihat sangat megah seperti saat ini. Sehingga, komplek makam seluas 10 hektar ini menjadi wisata bagi umat Islam di dunia setelah makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca