Hizbul Wathan Membentuk Karakter Jenderal Sudirman

Dengarkan Artikel Ini

Di sana, pernah Hardjomartono dan kawan-kawan berbincang dengan Sudirman. “Wahai para pemuda Muhammadiyah! Ada dua pilihan penting dalam kehidupan yang kita jalani saat ini. Pertama, iskhariman, yakni hidup yang mulia. Yang kedua, musyahidan, yakni mati syahid. Kalian memilih yang mana?” kata Hardjomartono menirukan perkataan Sudirman waktu itu.

“Kalau memilih iskhariman, bagaimana syaratnya?” kata seorang kawan.

“Kamu harus selalu beribadah dan berjuang untuk agama Islam,” jawab Sudirman.

“Bagaimana kalau musyahidan?” timpal Hardjomartono.

“Kamu harus berjuang melawan setiap bentuk kebatilan dan berjuang untuk memajukan Islam.”

“Jadi, semua harus berjuang?” sambung yang lain.

“Kedua pilihan itu seimbang,” jelas Sudirman, “maka kita akan mendapatkan semua kalau mau. Salah satu musuh penghalang saat ini adalah penjajahan. Agar pemuda mendapatkan kemuliaan, maka harus bersiap untuk berjuang, siap syahid untuk mendapatkan kemerdekaan. Para pemuda harus berani untuk jihad fisabillilah.” (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca