GUSJIGANG: Warisan Sunan Kudus Untuk Santri Milenial Sukses di Era Digital

Dengarkan Artikel Ini

Ayat ini adalah seruan untuk mencintai ilmu, baik ilmu agama maupun umum. Dari semangat ngaji ini, lahirlah ilmuwan muslim seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Al-Biruni, yang menjadikan Islam berjaya dalam ilmu pengetahuan.

Teladan mengaji juga telah dipraktekan oleh santri yaitu Ahmad Fuadi. Dia merupakan santri yang haus akan ilmu sampai kuliah ke Amerika dan Eropa.

Ahmad Fuadi ini terkenal sebagai penulis islami best seller, salah satu karyanya Negeri 5 Menara, bahkan karyanya difilmkan.

Banyak orang terinspirasi kehidupan seorang santri dari karya beliau. Bahwa nilai-nilai islam bukan hanya tekstual namun penerang hidup ketika menghadapi ujian.

Santri milenial harus meneladani semangat ini, belajar tanpa lelah, berpegang pada ilmu pengetahuan, agar mampu memberi solusi bagi umat dan bangsa.

GANG – Pandai Berdagang, Berdikari dan Memberdayakan

Santri hidup di era dimana AI sudah menggerogoti pekerjaan manusia. Dampaknya pengangguran dimana-mana.

Di sisi lain muncul peluang kerja baru di dunia digital. Disitulah santri bisa menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Berdagang mengajarkan diri untuk mandiri tidak bergantung kepada orang lain dan bisa membantu banyak orang dengan keadilan serta kejujuran. Yang diteladankan oleh Nabi Muhammad yang juga seorang saudagar sukses.

Mungkin nggak mudah untuk membangun usaha. Tapi ada sosok inspiratif yang bisa menjadi penyemangat santri untuk berwirausaha.

Dia adalah sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf. Saat hijrah ke Madinah, ia memulai dari nol tanpa membawa harta. Dia diberikan harta, malah ditolak dan hanya meminta untuk ditunjukkan letak pasar.

Dalam beberapa bulan dia sukses berdagang dan sampai akhir hayatnya mampu menginfakkan harta untuk mendukung perjuangan Islam.

Di dunia digital ini banyak peluang bisnis yang bisa santri milenial eksplorasi seperti influencer yang mempromosikan produk halal, reseller produk pesantren, affiliate produk UMKM hingga mendirikan startup berbasis syariah.

Berdagang bukan hanya untuk cari untung, tapi untuk berbagi, menguatkan umat, dan menjadikan ekonomi sebagai ladang pahala.

Karakter GUSJIGANG dari Sunan Kudus memperkuat jati diri santri yang bisa menjadi idaman di masyarakat sebagai sosok yang berakhlak, berintelektual dan berduit.

Dan pastinya GUSJIGANG itu bukan hanya warisan untuk dikenang melainkan untuk dilestarikan karena dengan “Gus” mampu dicintai karena akhlaknya. Dengan “Ji” mampu dihormati karena ilmunya. Dan dengan “Gang” mampu menginspirasi dengan semangat bisnisnya. (***)

Penulis : Iftitah Rahmawati

Foto Ilustrasi AI

Editor : Toto Budiman, Faridatul Hasanah


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca