dr. Sukiman Pernah Menjabat Perdana Menteri Indonesia ke-6
Sukiman mendirikan poliklinik yang dalam operasionalnya lebih mengutamakan kemanusiaan yakni membantu masyarakat yang susah dan menderita. Bagi yang mampu tidak ada persoalan, karena mereka dapat membayar, tetapi bagi yang kurang mampu boleh membayar belakangan dan dicicil sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan bagi yang betul-betul tidak mampu diambil kebijaksanaan dengan membebaskan dari pembayaran atau gratis tidak membayar sama sekali.
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Sukiman termasuk salah satu orang yang mengalami perampasan harta benda hingga alat perlengkapan medis yang dimilikinya oleh Jepang. Akibat perampasan tersebut semangatnya sebagai tenaga medis mulai hilang. Terlebih ia tak bisa segera mengganti peralatan medis yang dirampas Jepang. Oleh karena itu, Sukiman lebih banyak mencurahkan perhatiannya dalam bidang politik.
Keaktifan Sukiman dalam bidang politik semakin meningkat seiring perjuangannya bersama umat Islam lainnya untuk mencapai tujuan yaitu Indonesia merdeka. Hingga pada masa Kabinet Hatta, pada 31 Januari 1948 diumumkan mengenai susunan kabinet. Dalam kabinet Hatta ini Sukiman diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri, sedangkan dalam susunan kabinet Hatta kedua Sukiman diangkat menjadi Menteri Negara.
Sementara itu, ketika bentuk negara Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, setelah jatuhnya kabinet Natsir maka Sukiman Wirjosandjojo resmi diangkat menjadi Perdana Menteri Indonesia keenam. (jeha)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


