Cakraningrat IV, Raja Madura yang Ditakuti Raja-Raja Tanah Jawa dan VOC

Dengarkan Artikel Ini

Cakraningrat IV menganggap bahwa jasanya memberinya hak atas Jawa Timur. Dia bersekutu dengan pemimpin Surabaya dan keturunan Surapati yang masih menguasai sebagian Jawa Timur. Dia juga berhenti mengirim upeti beras dan membayar bea pelabuhan Jawa Timur ke VOC. VOC mencoba berunding dengan dia bulan Juli 1744 tetapi ditolak.

Pada Februari 1745 VOC menyatakan Cakraningrat makar. Cakraningrat IV angkat senjata dan menyerang Madura Timur. Mula-mula pasukan VOC kewalahan, tetapi arus berbalik. VOC Belanda dengan tenaga penuh dan tiada lagi perlawanan dari masyarakat Jawa mengerahkan seluruh kekuatan nya (tentu saja dibantu oleh pasukan-pasukan dari berbagai Kerajaan atau Kadipaten di Jawa) sehingga Cakraningrat dipukul mundur dari seluruh kekuasaannya di pulau Jawa.

Akhirnya Cakraningrat terpaksa lari ke Banjarmasin. Cakraningrat IV bersama Sasradiningrat, Ranadiningrat, Raden Ayu Roman, Raden Ayu Sugih dan Raden Ayu Demis meloloskan diri dari Sembilangan menuju Arosbaya dengan tujuan mengungsi ke Banjarmasin.

Baru menjelang akhir tahun 1745 Cakraningrat IV berhasil ditangkap di Banjarmasin, saat ia sedang berusaha mencari perlindungan pada armada Inggris yang ada di wilayah tersebut. Cakraningrat dibawa ke Batavia, kemudian dibuang ke Tanjung Harapan (Belanda: Kaap de Goede Hoop) di Afrika Selatan tahun 1746.

Karenanya, ia mendapat julukan rakyat sebagai Panembahan Siding Kaap, menjadi nama jalan di Bangkalan daerah Mlajah. VOC memutuskan puteranya untuk menjadi penggantinya, sebagai Cakraningrat V. Dengan kekalahan Cakraningrat IV, ikut campur Madura di Jawa berakhir. (rus)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca