Anggapan Orang Jawa Dahulu, Ikut Garebek (Grebeg) Besar di Demak Disebut Setara dengan Naik Haji
Berbagai jenis kendaraan dari berbagai kota mengangkut, orang-orang yang ikut merayakan Garebek Besar di Masjid Demak,. Mereka seperti jamaah haji melakukan tawaf di Ka’bah, Masjidil Haram.
Mereka juga melakukan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak. Seperti ziarah ke makam Nabi di Madinah.
Garebek Besar diadakan pada tanggal 10 bulan Besar, yaitu bulan menurut kalender Jawa. Sama dengan bulan Dzulhijjah dalam karender Hijriyah.
Pada Garebek Besar 1937 itu, selain menggunakan kereta dan bus, ada pula yang menggunakan sepeda dari Semarang untuk mencapai Demak Jumlah pesepeda ini juga mencapai ribuan.
Saat Garebek Besar diadakan, biasanya ada penyembelihan hewan kurban. Sekain di Demak, Garrbek Besar juga diadakan di Surakarta dan Yogyakarta.
Pada Garebek Besar 1904 di Yogyakarta, ada 2.000 warga yang mfnerima dagung kurban. Ada 25 ekor kambing kurban dan 12 ekor sapi kurban yang dipotong pada saat Garebek Besar di Yogyakarta pada 1904 itu.
Pada 1935 pemerintah kolonial menarik pajak pemotongan hewan kurban. Pimpinan Muhammadiyah bereaksi dengan menyerukan agar tak ada pemotongan hewan kurban karena pengenaan pajak pemotongan ini.
Gambaran Garebek Besar di Demak pada 1937 juga terjadi pada 1924. Untuk mengangkut orang-orang yang akan “naik haji” ke Demak, disediakan kereta tambahan dari Semarang.
Alun-alun Demak penuh dengan tenda. Bukan untuk tempat tidur para jamaah, eh pata pengunjung yang ikut merayakan Garebek (Grebeg) Besar, tapi untuk berjualan.
Masyarakat Jawa memercayai, bagi yang tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke Makkah, cukup menghadiri Garebek Besar di Masjid Demak tujuh kali berturut-turut. Itu sama dengan naik haji. (san)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


