Konsep Ekonomi Berbagi dan Solusi Masa Depan Kepemilikan di Perkotaan
Konsekuensinya, ekonomi berbagi kadang justru memperlihatkan sisi eksploitatif. Layanan yang awalnya dimaksudkan untuk inklusi berisiko menciptakan kesenjangan baru. Mereka yang memiliki akses digital akan lebih mudah memanfaatkan peluang, sementara kelompok yang tertinggal secara teknologi justru makin terpinggirkan. Kesenjangan ini bukan sekadar kaya dan miskin, tetapi antara mereka yang bisa masuk ke ekosistem digital dengan mereka yang tidak.
Masa Depan Kepemilikan di Kota: Regulasi Jadi Penentu

Arah perubahan tampak jelas: di kota dengan populasi padat, kepemilikan bukan lagi standar utama kesejahteraan. Yang lebih dihargai adalah akses. Bagi generasi muda, kepemilikan penuh atas rumah besar atau kendaraan pribadi tidak lagi menjadi prioritas. Mereka lebih rela membayar layanan sewa mobil sesekali daripada membeli, atau memilih co-living fleksibel daripada memaksakan kredit rumah besar.
Mungkin inilah wajah baru perkotaan: masa depan di mana kata “akses” lebih akrab dibanding “milik”. Namun, pergeseran besar ini membutuhkan regulasi yang bijak. Pemerintah kota dan negara perlu hadir, bukan untuk menghambat inovasi, tetapi memastikan perlindungan konsumen dan pekerja, serta mencegah monopoli oleh segelintir perusahaan teknologi.
Tanpa regulasi adil, ekonomi berbagi bisa menjadi bumerang: merugikan masyarakat, menekan pekerja, dan memperlebar kesenjangan sosial. Sebaliknya, dengan kebijakan tepat, ekonomi berbagi dapat menjadi jalan keluar atas mahalnya biaya hidup di kota besar.
Pada akhirnya, ekonomi berbagi bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi perubahan mendasar dalam cara hidup di perkotaan. Mungkin suatu hari, generasi berikutnya akan lebih akrab dengan berbagi akses ketimbang kepemilikan penuh. Dan di situlah wajah baru kota akan terbentuk, kota yang bertahan bukan karena siapa memiliki paling banyak, tetapi siapa yang paling cerdas memanfaatkan akses bersama. (**)
Penulis: Faruq Ansori
Editor: Toto Budiman dan Glancy Verona
Ilustrasi by AI
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


