Lomba Agustusan yang diselenggarakan oleh santri Darul Hijrah Salam di HUT Kemerdekaan RI ke 80

Semangat Juang 45 Tersulut dalam Lomba Agustusan Santri Darul Hijrah Salam

Pasuruan – 1miliarsantri.net : Derai tawa, sorak sorai, dan semangat membara mewarnai halaman Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Salam, saat perayaan lomba Agustusan digelar pada 09 – 10 Agustus 2025. Di balik kesederhanaan perlombaan khas 17 Agustus, tersulut semangat juang 45 yang tak kalah hebat dari para pahlawan dahulu. Para santri, dengan jiwa muda dan tekad membara, bukan hanya bersaing untuk menang, tetapi juga menyalakan kembali api nasionalisme. Suasana semarak kemerdekaan menyelimuti Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Salam, saat seluruh santri berkumpul untuk mengikuti rangkaian lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Perlombaan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan simbol perjuangan para santri layaknya para pejuang bangsa merebut kemerdekaan. Di sinilah, makna kemerdekaan dirayakan bukan sekadar seremonial—namun sebagai momen untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai pesantren. Selama dua hari penuh, para santri unjuk kekompakan dan sportivitas dalam berbagai cabang lomba yang telah disiapkan panitia OSDHA yang tentunya di support langsung oleh sekolah dan pondok. Di antaranya adalah : Bola Beracun, Bola Berapi, Estafet, Tarik Tambang, Cerdas Cermat, serta Team Working yang menguji kecerdasan, kekuatan, sekaligus kebersamaan. Sportivitas dan solidaritas ukhuwah islamiyah menjadi lambang pertama yang harus dikedepankan untuk memeriahkan lomba tanpa adanya permusuhan kelak. Sistem kelompok yang sudah dibagikan secara acak di hari-hari sebelumnya menjadi tantangan tersendiri untuk masing masing personal, diharapkannya agar bisa saling bahu membahu untuk meraih kemenangan dan mengerti satu sama lain. Sorak-sorai penonton, tawa, hingga teriakan semangat terdengar di setiap sudut lapangan. Santri dari berbagai kelompok saling mendukung timnya masing-masing, namun tetap menjunjung tinggi nilai ukhuwah Islamiyah dan sportivitas. Tak hanya peserta yang menunjukkan semangat juang, panitia OSDHA pun tampil solid, di balik meriahnya perlombaan, terselip kerja keras para panitia OSDHA yang mempersiapkan segalanya sejak jauh hari. Mulai dari penyusunan konsep lomba, pembagian kelompok, penyediaan peralatan, hingga memastikan jalannya acara tetap tertib dan kondusif. Dukungan para asatidz dan kerja sama lintas divisi menjadikan lomba ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi cerminan manajemen organisasi yang solid. Tujuan  Diselenggarakannya Lomba Agustusan Santri Darul Hijrah “Perlombaan ini bukan sekadar ajang hiburan. Kami ingin para santri merasakan kembali semangat perjuangan, bahwa kemenangan tidak diraih sendirian, melainkan dengan kerja sama dan pengorbanan. Itulah makna kemerdekaan yang ingin kami tanamkan,” ujar Nebuchad Nezar El-Faix, Ketua OSDHA sekaligus ketua panitia.   Yang menarik, lomba kali ini dikemas dengan penuh makna perjuangan. Misalnya dalam tarik tambang, santri berjuang mati-matian menarik tali hingga titik akhir, seolah menggambarkan bagaimana para pahlawan dahulu berjuang mempertahankan tanah air. Begitu pula dalam lomba estafet dan teamworking, semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan. Teriakan takbir menggema jauh di langit menggetarkan seluruh jiwa yang mendengarkannya. Para burungpun ikut ber-tasbih dan berhenti sejenak demi menyaksikan semangat juang mereka yang mencerminkan semangat para pahlawan kemerdekaan melawan para penjajah. Di saat semangat membara untuk meraih gelar juara, banyak hal yang harus mereka jaga seperti, adab dalam berkompetisi, hubungan dengan rekan tim maupun lawan, intinya ditengah kondisi apapun mereka sangat menjunjung tinggi adab, akhlaq, maupun nilai nilai Islamiyah lainnya. Acara ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan dan tahfidz, tetapi juga memiliki jiwa sportivitas dan nasionalisme yang tinggi. Ada dari mereka kolompok yang meraih banyak juara dan ada juga yang tidak meraihnya, tapi itu tidak membuat mereka sombong ataupun berkecil hati apalagi sampai tidak terima. Justu mereka malah memperkuat ukhuwah satu sama lain, toh perlombaan ini juga diselenggarakan untuk itu. Dengan terselenggaranya perlombaan ini, diharapkan santri Darul Hijrah semakin menyadari makna kemerdekaan: bahwa kebebasan tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan. (**) Kontributor Santri : Istighfaril Akbar Hidayatullah Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah

Read More

8 Dekade Pengeboman Hiroshima-Nagasaki, Jepang, Apa Saja yang Masih Terkenang?

Bekasi – 1miliarsantri.net: Perang Dunia II yang ditandai dengan dijatuhkannya bom atom di dua kota Jepang, “Hiroshima dan Nagasaki.” Kejadian ini berlangsung pada bulan Agustus 1945. Artinya, peristiwa ini terjadi tepat 80 tahun yang lalu. Catatan Sejarah menyebutkan bahwa pada 6 Agustus 1945, pesawat B-29  milik Amerika Serikat “Enola Gay”, menjatuhkan bom atom ‘Little Boy’ di Hiroshima yang menewaskan sekitar 140 ribu orang. Tidak berhenti disana, tiga hari kemudian tepatnya 9 Agustus bom kedua dijatuhkan di Nagasaki dan menewaskan lebih dari 75 ribu orang. Akibat kejadian ini, Jepang menyerah tanpa syarat enam hari setelahnya yaitu pada tanggal 15 Agustus 1945 yang secara tidak langsung menandai berakhirnya Perang Dunia Kedua. Hiroshima Bak Neraka 6 Agustus 1945, tepat pukul 80.15 pagi waktu setempat, Amerika Serikat menjatuhkan bom ke salah satu kota di Jepang, yaitu Hiroshima. Tiga hari setelahnya, Amerika Serikat kembali mengebom wilayah Selatan Kota Nagasaki. “Saat itu Hiroshima seperti neraka, dan itu neraka yang diciptakan oleh manusia”. Apa yang terjadi di Hiroshima Setelah Perang Dunia Kedua? Satu tahun setelah memasuki Perang Dunia II tepat pada 7 Desember 1941, serangan mendadak diluncurkan oleh Angkatan Udara Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawaii hingga menewaskan lebih dari 2.400 orang. Beberapa bulan setelah  penyerangan tersebut, Amerika Serikat memulai operasi rahasia di New Mexico dengan menggunakan fisi nuklir untuk menciptakan bom atom pertama di dunia. Tiga tahun kemudian, untuk pertama kalinya Amerika Serikat menjatuhkan bom eksperimental ke Kota Hiroshima akibat dari Jepang yang menolak ultimatum untuk menghentikan perlawanan setelah Jerman menyerah. Berikut pernyataan Harry Truman, Mantan Presiden AS pada saat itu: Beberapa waktu yang lalu, sebuah pesawat Amerika menjatuhkan satu bom di Hiroshima dan menghancurkan musuh. Bom tersebut memiliki kekuatan melebihi 20.000 ton TNT. Itu Adalah bom atom. Akibat penyerangan tersebut, 78.000 dari 350.000 penduduk Hiroshima dinyatakan tewas seketika. Namun, misi pengeboman Amerika Serikat masih berlanjut tiga hari setelahnya, yaitu pengeboman kedua ke Kota Nagasaki yang menambah daftar penduduk tewas sebanyak 40.000 dari 240.000 penduduk. Pada akhirnya, Jepang menyerah dan menyatakan mengakhiri perang di Asia. Delapan Dekade yang Masih Menghantui Bom atom yang menyerang Hiroshima dan Nagasaki, delapan dekade yang lalu, masih menjadi momok menakutkan bagi para penyintas yang berhasil selamat dari serangan bom atom di Jepang tersebut. Beberapa penyintas masih berusia anak-anak pada saat itu, sebut saja yang pertama Keiko berusia 8 tahun, Mikio 13 tahun dan Kenji 6 tahun. Disebutkan oleh Keiko bahwa, pada malam sebelumnya muncul adanya peringatan yang membuat banyak orang terburu-buru menuju tempat perlindungan berkali-kali. “Hari ini mungkin akan terjadi sesuatu, karena itulah, kamu jangan pergi ke sekolah.”ujar ayah Keiko pada saat itu. Ternyata, pernyataan Ayah Keiko terbukti dalam waktu singkat yaitu pukul delapan pagi, pesawat pembom B-29 “Enola Gay” terdengar di atas langit. Nyatanya, Keputusan untuk melakukan pengeboman terhadap Hiroshoma baru dibuat satu jam sebelumnya, dengan lokasi target di Jembatan Aoi, yang berada di pusat kota. Tepat pukul 8.15 pagi, “Little Boy” yang merupakan bom atom itu pun diluncurkan. “Saya sedang sendirian jalan, tiba-tiba saya merasakan ledakan. Semua yang saya lihat, berubah menjadi putih.”Ujar Keiko “Gelombang ledakannya setinggi bangunan dua lantai, dari arah ujung jalan, menuju ke arah saya.”Tambah Kenji Akibat dari kejadian tersebut, korban yang berjatuhan banyak dari kelompok anak-anak sekolah yang akan berangkat ke sekolah pada hari tersebut. “Debu dari ledakan membuat semuanya jadi menghitam. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Sukar dipercaya, kami tersentak.” Mikio menjelaskan Mikio melanjutkan, bahwa pada saat itu kondisi nya adalah kita tidak dapat mengetahui apakah yang di depan saat itu laki-laki atau Perempuan karena semua wajah berantakan. Para penyintas berusaha memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan keluarga, meski ada orang-orang yang berhasil selamat namun tampaknya mereka mulai sekarat. Setelah pengeboman, penderitaan belum berakhir. Ledakan yang dilepaskan pada saat itu ternyata melepaskan sejumlah radiasi beracun yang salah satu akibatnya membuat banyak rambut mulai rontok pada saat menyisir rambut. Kondisi ini menyebabkan orang-orang menjadi tidak berdaya dalam beberapa hari atau minggu setelahnya, bahkan hingga meninggal dunia. Dampak yang belum berakhir setelah Pengeboman Hirosima Nagasaki Setelah Amerika Serikat meluncurkan pengeboman terhadap Jepang, selanjutnya Amerika Serikat menduduki Jepang selama tujuh tahun. Adanya dampak yang muncul setelah pengeboman tersebut, membuat Otoritas AS menyensor semua laporan dari apa yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki. Mesikpun, AS membentuk komisi untuk meneliti dampak medis dari pengeboman itu, namun dibutuhkan waktu puluhan tahun bagi dunia untuk menemukan dampak (pengeboman) terhadap kesuburan, Kesehatan mental dan kesegaran fisik. Namun, tidak adanya langkah lebih lanjut yang dilakukan oleh Amerika Serikat akibat tidak adanya bukti pasti penyakit atau kanker yang muncul akibat kejadian tersebut. Walaupun banyak dari para penyintas menduga tingginya kasus kanker yang dialami adalah diakibatkan oleh ledakan bom tersebut. Keywords: Hiroshima, Nagasaki, Bom Nuklir, 80 Tahun Hiroshima Nagasaki, Perang Dunia II, Dampak Bom Nuklir, Jepang, Amerika Serikat Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Sumber: Kanal Youtube BBC News Indonesia Foto: Ilustrasi AI dan Foto Tangkapan Layar Kanal Youtube BBC News Indonesia Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris

Read More

Kumpulan Kejadian KKN Mahasiswa 2025, dari Pengalaman Buruk Hingga Pembelajaran Berkesan

Bekasi – 1miliarsantri.net : Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatkan selama proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa tinggal di desa-desa dan daerah terpencil, menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Namun, di balik kegiatan ini, banyak cerita unik, mulai dari pengalaman buruk, pembelajaran yang berkesan, hingga momen yang sangat membekas di hati para peserta. Tidak  hanya itu, KKN juga diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa dalam hal mengembangkan soft skills, mematangkan kepribadian dalam rangka menumbuhkan jiwa kebangsaan atau cinta tanah air serta memberikan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Dikutip dari situs kemdiktisaintek.go.id, Perguruan tinggi menjadikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai kegiatan kurikuler yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sekaligus dalam satu rangkaian kegiatan. Berdasarkan hal tersebut maka jelas bahwa rangkaian program KKN ini diselenggarakan secara terencana, terstruktur, bertahap serta dirancang dan dipersiapkan secara matang, dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai perubahan positif yang berkelanjutan, dalam rangka menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat melalui mahasiswa dan masyarakat itu sendiri. Penyelenggaraan KKN ini juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki empati dan kepedulian terhadap permasalahan di masyarakat serta memiliki skill kepemimpinan yang unggul. Maka untuk mendukung hal tersebut, sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia menjadikan program KKN sebagai mata kuliah wajib, sehingga mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti program KKN sebelum menyelesaikan masa studinya di perkuliahan. Namun pada pelaksanaannya, tidak jarang muncul permasalahan baik dari masyarakat maupun mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Pada tahun 2025, diketahui telah terjadi beberapa kejadian pada pelaksanaan KKN di beberapa perguruan tinggi , diantaranya sebagai berikut: Kejadian KKN UGM di Maluku Tenggara Dikutip dari situs ugm.ac.id, kejadian KKN yang melibatkan mahasiswa UGM di Maluku Tenggara itu terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025 di perairan Debut, Maluku Utara pada pukul 15.28 WIT. Insiden kecelakaan ini terjadi pada saat tujuh mahasiswa KKN-PPM UGM yang sedang melakukan salah satu program KKN yaitu pengambilan pasir di Pulau Wahru dalam rangka program Revitalisasi Terumbu Karang dengan Metode Artificial Patch Reef (APR). Keberangkatan mahasiswa dengan menggunakan dua speedboat pada pukul 11.00 WIT ini mengalami kendala akibat gelombang pasang dan angin kencang sehingga menyebabkan salah satu speedboat terbalik. Akibatnya, dua mahasiswa meninggal dunia, sementara lima mahasiswa dikabarkan selamat. Dua mahasiswa UGM yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan ini, Septian Eka Rahmadi salah satu mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi UGM dan Bagus Adi Prayogo, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Untuk diketahui, pelaksanaan KKN UGM ini rencananya berlangsung pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025. Akibat insiden ini Wakil Rektor UGM, Arie Sujito dalam wawancara bersama Kompas TV menyatakan akan melakukan evaluasi dan pembenahan: ’’Peristiwa ini, kita akan evaluasi dari sisi kenapa ini bisa terjadi, bagaimana pembenahan kedepan yang terbaik dan kami terbuka atas input, terbuka atas catatan karena bagaimanapun kita mencintai prinsip kemanusiaan itu, dan tentu kita akan terus membenahi beberapa aspek safety itu. Selama ini sudah kita lakukan tapi peristiwa ini tentu harus menjadi catatan tambahan ulang untuk bisa membenahi mereka lebih baik, saya kira itu,’’ujar Arie Sujito. Kejadian KKN di Lumajang Pelaksanaan KKN di Lumajang menimbulkan polemik di kalangan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Bagaimana tidak? Sebanyak empat sepeda motor mahasiswa dinyatakan hilang akibat digondol pecuri di beberapa Lokasi di Lumajang. Dari empat unit sepeda motor yang hilang tersebut, diketahui tiga diantaranya milik mahasiswa Universitas Jember dan satu milik mahasiswa dari Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shidiq (UIN KHAS) Jember. Para mahasiswa yang awalnya tersebar di 102 desa di Kabupaten Lumajang pada akhirnya ditarik lebih cepat akibat kasus pencurian motor ini. Dilansir dari detik Jatim, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Lumayang, Eko Romadhon menyatakan bahwa setelah diadakan rapat besar dengan penanggung jawab (PIC) dari delapan kampus, pada akhirnya diambil Keputusan untuk menarik mahasiswa lebih cepat dari waktu yang ditentukan sebelumnya. ‘’Mulai hari Sabtu, seluruh mahasiswa dari 8 perguruan tinggi Jember dan Lumayang menarik 1.328 mahasiswa KKN untuk Kembali ke kampus masing-masing dan untuk selanjutnya masih kita pikirkan lagi apakah akan ditempatkan di Lumajang atau tempat yang lain’’Ujar Eko. Tidak hanya itu, buntut dari kasus ini memunculkan aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mendesak Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan ini dilatarbelakangi oleh kasus pencurian empat sepeda motor milik mahasiswa yang terjadi dalam rentang waktu tiga hari di tiga Lokasi yang berbeda, yaitu Kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso dan rumah Kepada Desa Tempet Tengah, Kecamatan Tempeh. Dilansir dari Kompas.com, Ketua Umum HMI Komisariat Lumajang menyatakan bahwa Kapolres Lumajang dinilai telah gagal memberikan rasa aman bagi masyarakat dan peserta KKN di wilayah tersebut.** Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris Sumber: Berbagai Sumber Foto Istimewa : tangkapan layar youtube

Read More

Indonesia Sedang Sakit: Garuda Harus Kembali Terbang Tinggi, Menjaga Langit Nusantara Dengah Gagah Perkasa

Jakarta – 1miliarsantri.net: Republik Indonesia memasuki usia ke-80. Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan besar, baik di bidang ekonomi, politik, maupun sosial. Layaknya seorang manusia, bangsa ini bisa dikatakan sedang “sakit”. Korupsi masih menjadi penyakit menahun di Indonesia, kesenjangan sosial-ekonomi terus melebar, dan arus deras globalisasi kerap menggerus identitas serta jati diri bangsa. Namun, sejarah mengajarkan bahwa setiap kali Indonesia diuji, selalu ada semangat kebangkitan yang muncul. Garuda—simbol negara—tak boleh selamanya terpuruk. Garuda harus kembali mengepakkan sayapnya, terbang tinggi, dan menjaga langit Nusantara dengan gagah perkasa. Indonesia Harus Sembuh, Indonesia Harus Bangkit, dan Garuda Harus Kembali Mengangkasa. Garuda, lambang kebesaran Nusantara, seharusnya terbang tinggi menembus cakrawala, mengepakkan sayapnya dengan gagah sebagai simbol kejayaan bangsa. Namun kini, Garuda itu tampak terikat rantai, dipaksa tunduk, tak berdaya. Bukan karena musuh dari luar, bukan karena badai dari negeri asing, melainkan karena ulah tikus-tikus berdasi yang rakus, yang lahir dan tumbuh dari rahim bangsa ini sendiri. Tikus-tikus itu bukan sembarang tikus. Mereka berdasi, berjas, berpenampilan rapi. Mereka menebar senyum di layar kaca, berpidato lantang tentang rakyat, tentang bangsa, tentang kesejahteraan. Tetapi di balik kata-kata manis itu, mereka menggerogoti dari dalam: anggaran dikorupsi, proyek dipelintir, hukum diperdagangkan, kekuasaan dipakai untuk mengisi perut sendiri. Mereka tak peduli bahwa rakyat kecil menjerit karena harga yang kian melambung. Mereka tak peduli bahwa petani, nelayan, buruh, dan pedagang kecil berjuang setengah mati hanya untuk sesuap nasi. Mereka tak peduli anak bangsa putus sekolah, rumah sakit penuh pasien miskin yang tak mampu bayar. Yang mereka pedulikan hanya satu: menambah pundi-pundi harta, menumpuk kekayaan, memperlebar singgasana kekuasaan. IRONI NEGERI KAYA Inilah ironi negeri yang kaya raya. Indonesia yang mestinya berdiri tegak sebagai bangsa besar, kini tertatih karena tikus-tikus berdasi merajalela. Dari bawah hingga atas, dari desa hingga istana, aroma busuk korupsi menyebar. Mereka bukan hanya mengambil uang rakyat, tetapi juga mencuri masa depan bangsa ini. Garuda yang seharusnya bebas mengepakkan sayap, kini terbelenggu. Ia dipaksa menunduk, terikat oleh rantai rakusnya para pengkhianat bangsa. Ia tidak bisa terbang tinggi, karena di punggungnya duduk tikus kecil yang tamak, seolah-olah dialah penguasa sejati negeri ini. Saudara-saudara, Indonesia sedang sakit. Dan penyakitnya bukan sekadar krisis ekonomi atau politik. Penyakit kita adalah pengkhianatan. Kita sedang dimakan dari dalam oleh segerombolan tikus berdasi yang lebih berbahaya daripada seribu musuh di medan perang. Namun ingatlah, Garuda adalah lambang yang abadi. Ia boleh jatuh, tetapi tidak akan mati. Ia boleh dipaksa tunduk, tetapi pada waktunya ia akan bangkit. Rantai itu bisa diputus, tikus-tikus itu bisa diusir, dan Garuda bisa kembali mengangkasa. Kebangkitan itu hanya mungkin jika rakyat sadar, jika rakyat bersatu, jika rakyat berani berkata cukup! Cukup ditindas, cukup ditipu, cukup digerogoti oleh tikus-tikus berdasi. Bangsa ini tidak boleh terus dibiarkan sakit. Bangsa ini harus sembuh. Garuda harus kembali terbang tinggi, menjaga langit Nusantara dengan gagah perkasa. Dan itu hanya mungkin jika kita semua ikut menjaga, membersihkan negeri ini dari tikus-tikus yang merusak, agar Indonesia benar-benar menjadi rumah yang layak bagi seluruh anak bangsa. HUT RI Ke-80 Tahun 2025: Bangkitlah Jiwanya, Bangkitlah Badannya Delapan puluh tahun sudah bangsa Indonesia berdiri tegak di bawah panji kemerdekaan. Perjalanan panjang penuh luka, peluh, dan air mata telah dilalui. Dari darah para pahlawan, dari doa para ulama, dari keringat para pejuang, Indonesia lahir sebagai bangsa merdeka. Namun, setelah delapan puluh tahun, kita harus bertanya pada diri kita sendiri: apakah bangsa ini benar-benar sudah merdeka dari penjajahan? Ataukah kita masih terikat oleh belenggu yang lebih halus, tetapi jauh lebih berbahaya? Hari ini, di usia ke-80 Republik Indonesia, kita diingatkan kembali pada amanat Proklamasi: merdeka bukan sekadar terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari korupsi, keserakahan, penindasan, dan ketidakadilan. Bangsa ini sedang diuji. Garuda yang seharusnya gagah perkasa masih tertatih karena didera penyakit dari dalam: para tikus berdasi yang rakus, yang menggerogoti tubuh bangsa dari kepala hingga kaki. Bangkitlah jiwanya—bangsa ini harus menyadari bahwa persatuan dan kejujuran adalah senjata utama. Jiwa bangsa tidak boleh lagi tunduk pada kebohongan, manipulasi, dan kepalsuan. Jiwa bangsa harus dibersihkan dari mental penjajahan, dari budaya korupsi, dari sifat serakah yang menghancurkan. Jiwa bangsa harus kembali kepada semangat gotong royong, semangat keberanian, semangat pengorbanan, seperti yang diwariskan para pendiri bangsa. Bangkitlah badannya—bangsa ini tidak boleh hanya kuat dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan. Badan bangsa harus sehat: ekonominya adil, hukumnya tegak, rakyatnya sejahtera, pemimpinnya amanah. Badan bangsa harus tegak berdiri, mampu menghadapi tantangan zaman, dari krisis global hingga perubahan iklim, dari kemajuan teknologi hingga persaingan antarbangsa. Badan bangsa harus menjadi rumah yang kokoh bagi seluruh rakyatnya, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Hari ini, HUT RI ke-80 adalah seruan. Seruan untuk mengobarkan semangat kebangkitan nasional baru. Seruan untuk menghapus ketidakadilan. Seruan untuk membersihkan negeri ini dari pengkhianatan. Seruan untuk menjadikan Indonesia bukan sekadar negeri yang merdeka, tetapi juga negeri yang bermartabat. Bangkitlah jiwanya, bangkitlah badannya!Bangkitlah Indonesiaku, agar Garuda kembali mengangkasa, menjaga langit Nusantara dengan gagah perkasa. Nusantara Baru, Indonesia Maju Penulis : Ki Ageng Sambung Bhadra Nusantara) Foto istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Dari Udara Menjadi Kehidupan: Ma Hawa, Inovasi Air Bersih, dan Inspirasi bagi Santri

Surabaya – 1miliarsantri.net: Di tengah padang pasir yang tandus, ketika air adalah barang langka yang lebih mahal dari emas, lahirlah sebuah terobosan bernama Ma Hawa. Bukan dari sumur, bukan dari laut, melainkan dari udara—sebuah teknologi yang berhasil memanen kelembapan atmosfer untuk menghasilkan air minum murni. Bagi masyarakat Teluk, konsep ini awalnya terdengar seperti kisah fiksi ilmiah. Namun, berkat visi dan kerja keras para insinyur di Abu Dhabi, air dari udara kini menjadi kenyataan—sekaligus menjawab krisis air bersih yang menghantui kawasan gurun. Botol yang Menyimpan Cerita Sains Sekilas, kemasan Ma Hawa tampak sederhana: botol kaca berukuran 250 ml hingga 750 ml. Namun di baliknya, tersimpan perjalanan panjang sains dan teknologi. Udara ditarik masuk, disaring melalui nano-keramik, diubah menjadi uap, dikondensasikan, lalu dimurnikan dengan filtrasi karbon. Setelah itu, disterilisasi menggunakan cahaya UV dan diperkaya dengan mineral esensial. Hasilnya adalah air dengan pH seimbang, bebas natrium, tanpa mikroba, dan diklaim lebih murni daripada air pegunungan. Jawaban atas Krisis Air Global Air bersih adalah isu abadi di kawasan Teluk. Desalinasi memang memberi solusi, tetapi membutuhkan energi besar dan menghasilkan limbah yang merusak ekosistem laut. Di sinilah Ma Hawa tampil sebagai alternatif: air dari udara—sumber daya yang selalu ada, kapanpun dan di manapun. Setiap liter yang dihasilkan berarti mengurangi ketergantungan pada air tanah yang langka dan desalinasi yang mahal. Teknologi ini bukan hanya bisnis, tetapi juga ikhtiar menyelamatkan masa depan. Dari Rumah, Komunitas, hingga Kemanusiaan Keunggulan Ma Hawa tidak berhenti di botol. Mereka menghadirkan berbagai perangkat, dari GENNY untuk rumah tangga yang bisa menghasilkan 30 liter per hari, hingga GEN-L berskala industri yang memproduksi ribuan liter. Bahkan tersedia MOBILE BOX, unit portabel yang bisa dipasang di kendaraan—sebuah solusi praktis di tengah perjalanan gurun. Tak hanya untuk pasar premium, teknologi ini juga dibawa ke daerah pengungsian dan wilayah terdampak bencana melalui kerja sama dengan lembaga kemanusiaan. Dengan satu mesin, sebuah komunitas terpencil bisa memiliki akses air bersih tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam. Menjaga Bumi, Menyelamatkan Kehidupan Ma Hawa tidak hanya memproduksi air, tetapi juga menghadirkan paradigma baru: teknologi berkelanjutan. Energi terbarukan, botol kaca yang bisa dipakai ulang, hingga distribusi yang lebih sederhana—semuanya dirancang untuk memangkas jejak karbon sekaligus mengurangi sampah plastik. Meski belum menjadi solusi total, teknologi atmospheric water generation (AWG) ini adalah tambahan penting dalam portofolio solusi air global. Bagi sebagian orang, Ma Hawa adalah simbol kemewahan baru. Namun lebih dari itu, ia adalah laboratorium berjalan yang menunjukkan bahwa sains dapat mengubah udara menjadi kehidupan. Pelajaran Bagi Santri: Inovasi sebagai Jalan Pengabdian Dari kisah Ma Hawa, santri dapat belajar bahwa inovasi teknologi bukan sekadar alat duniawi, tetapi juga wasilah ibadah dan pengabdian kepada umat. Di tengah krisis global—baik air, pangan, energi, maupun lingkungan—santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi. Beberapa inspirasi yang bisa diangkat dan dikembangkan di pesantren: 1.Teknologi Ramah Lingkungan, Santri bisa meneliti dan mengembangkan alat sederhana berbasis energi terbarukan untuk kebutuhan masyarakat pesantren maupun desa. 2.Riset Kecil untuk Dampak Besar Tak harus besar—mulai dari inovasi penyaringan air sederhana, pengolahan sampah organik di pesantren, hingga teknologi tepat guna untuk pertanian umat. 3.Membangun Ekonomi Kreatif Pesantren Dengan memanfaatkan e-commerce dan media sosial, santri bisa mengembangkan produk halal—mulai dari kuliner, fesyen muslim, hingga karya seni Islami—yang memberdayakan masyarakat sekitar pesantren. 4.Pengembangan Media Dakwah Interaktif Santri dapat merancang podcast, animasi, atau aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yang interaktif, sehingga dakwah tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga partisipatif dan menyenangkan. 5.Pelopor Literasi Data dan Informasi Di era banjir informasi, santri bisa menjadi penjaga filter kebenaran, melawan hoaks dengan riset sederhana, lalu menyajikannya dalam bentuk artikel, infografik, atau video edukasi. 6.Konsultan Etika Digital Santri bisa berperan dalam memberi panduan adab bermedia sosial—bagaimana mengunggah, berkomentar, hingga mengonsumsi konten—dengan dasar nilai-nilai akhlak karimah. 7.Santripreneur Teknologi: Wirausaha yang Membumikan Nilai Qur’ani Santri bisa merintis startup teknologi—dari fintech syariah, aplikasi kesehatan umat, hingga agrotech halal—sebagai bentuk dakwah bil-hal. 8.Santri dan Krisis Energi Dunia: Inovasi Hijau dari Pesantren Mengangkat gagasan pesantren sebagai pusat penelitian energi terbarukan berbasis wakaf, dengan kontribusi santri dalam riset biogas, panel surya, hingga micro-hydro. 9.Internet of Things (IoT) ala Pesantren Menggagas penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, melalui konsep Smart Pesantren, Smart Masjid, dan Smart Farming. 10. Pesantren dan Startup Pendidikan: Menyatukan Kitab Kuning dan Kelas Virtual Menggagas bagaimana santri bisa membangun edtech Islami yang menggabungkan pembelajaran kitab klasik dengan teknologi virtual classroom. Khatimah Bagi santri, ini adalah cermin bahwa inovasi adalah bagian dari jihad intelektual: menghadirkan solusi, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga untuk umat dan kemanusiaan. Seperti seteguk Ma Hawa yang segar dari udara, semoga dari pesantren lahir karya yang memberi kehidupan bagi dunia. Penulis : Abdullah al-Mustofa Editor : Thamrin Humris Sumber : MA HAWA Foto tangkapan layar : MA HAWA

Read More

TNI Bawa Misi Kemanusiaan ke Gaza di Hari Kemerdekaan RI ke-80, 800 Ton Bantuan Untuk Rakyat Gaza

Bukti Persaudaraan Indonesia-Palestina, TNI Terjunkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza di Hari Kemerdekaan Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Sejarah panjang hubungan Indonesia dan Palestina sejak masa persiapan kemerdekaan hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sangatlah istimewa. Selama bulan Agustus, TNI Bawa Misi Kemanusiaan ke Gaza di Hari Kemerdekaan RI ke-80, 800 Ton Bantuan Untuk Rakyat Gaza. Perintah Presiden RI Prabowo Subianto Mengutip Puspen TNI, Atas perintah Presiden Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia melalui Satgas TNI Garuda Merah Putih-II kembali melaksanakan misi operasi bantuan kemanusiaan internasional bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza pada Minggu (17/8/2025). Bantuan untuk rakyat Gaza yang diterjunkan di langit Gaza hari ini diangkut dua Pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31, dengan 66 personel gabungan, dikerahkan di bawah komando Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Puguh Julianto selaku Mission Commander. Solidarity Path Operation-2 (SPO-2) Kedua pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31 yang tergabung dalam Satgas Garuda Merah Putih-II (GMP-II) mendarat di di Pangkalan Udara King Abdullah II (KAIIAB) Yordania. Satgas Garuda Merah Putih-II (GMP-II) kemudian bergabung dalam Operasi Airdrop Multinasional Solidarity Path Operation-2 (SPO-2) di bawah pimpinan Royal Jordanian Air Force (RJAF). Tim selanjutnya melaksanakan persiapan dan packing bundel sebelum melaksanakan dropping bersama negara-negara peserta SPO-2. 17,8 Ton Bantuan Diterjunkan Di Langit Gaza Angka 17,8 Ton dipilih sebagai simbol tanggal dan bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Bangtuan kemanusiaan tersebut diterjunkan di atas langit Gaza dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kolonel Pnb Puguh Julianto selaku Mission Commander, menyampaikan “Momentum Hari Kemerdekaan tidak hanya kita rayakan dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza.” Puguh melanjutkan, bantuan kemanusiaan yang dibawa mencapai total sekitar 800 ton, dengan tahap awal dropping minimal ±45 ton logistik langsung ke Jalur Gaza. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan pokok, makanan siap saji, serta sembako dari BAZNAS, ditambah 1.000 dus makanan instan dari Kementerian Pertahanan RI. BAZNAS telah membuktikan perannya melalui berbagai program nyata. Baru-baru ini, BAZNAS bersama mitra lembaga amal Mesir, Mishr Al Kheir, berhasil menyalurkan tiga truk bantuan kemanusiaan ke wilayah Rafah, Gaza. Bantuan tersebut berisi sekitar 5.000 paket kebutuhan pokok, dari total 8.500 paket yang direncanakan, dengan nilai bantuan yang disalurkan mencapai 122.000 dolar AS. Wujud Kepedulian Bangsa Indonesia Bantuan dari Indonesia yang dibawa TNI dalam Solidarity Path Operation-2 menjadi bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina. Metode air drop digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit ditembus melalui jalur darat. Tugas yang diemban oleh TNI, dengan kehadiran Satgas Garuda Merah Putih-II ini sekaligus menjadi wujud kepedulian bangsa Indonesia di panggung internasional, sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkas Kolonel Pnb Puguh Julianto selaku Mission Commander. Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : TNI.MIL.ID dan @baznasindonesia Foto : dok. TNI.MIL.ID dan @baznasindonesia

Read More

Segenap Redaksi dan Manajemen 1MiliarSantri.Net Mengucapkan ‘Dirgahayu Republik Indonesia’

Jakarta – 1miliarsantri.net: Segenap Redaksi dan Manajemen 1miliarsantri.net dari Jakarta, Surabaya, Bekasi, Sidoarjo, Gresik, Situbondo, Bondowoso dan kota-kota lain di tanah air tercinta mengucapkan “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA ke-80.” Semoga semangat kemerdekaan terus menginspirasi generasi santri dan seluruh rakyat Indonesia untuk membangun negeri dengan ilmu, iman, dan akhlak mulia. SEMANGAT PERSATUAN DAN CINTA TANAH AIR Dalam semangat persatuan dan cinta tanah air, segenap Redaksi dan Manajemen 1MiliarSantri.Net mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Sebuah momen penuh makna bagi seluruh anak bangsa untuk kembali menguatkan tekad dalam membangun negeri, menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan menebarkan semangat kebaikan di tengah masyarakat. Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa, termasuk komunitas santri digital yang tergabung dalam 1MiliarSantri.Net. Sebagai media edukatif dan inspiratif yang mengusung nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan literasi digital, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing global. 1MILIARSANTRI.NET Reborn Melalui berbagai konten jurnalistik, ilustrasi edukatif, dan gerakan literasi media, kami ingin menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi kolektif untuk memperkuat karakter bangsa, memperluas wawasan umat, dan mempererat persatuan dalam keberagaman. Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Tema peringatan tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan beradab. Santri, sebagai bagian penting dari sejarah bangsa, memiliki peran besar dalam menjaga moralitas, pendidikan, dan kemandirian umat. Mari kita jadikan HUT RI ke-80 ini sebagai titik tolak untuk memperkuat peran santri dalam membangun peradaban Indonesia yang unggul dan bermartabat. #Merdeka! #HUTRI80 #1MiliarSantriUntukIndonesia #SantriIndonesiaMenyapaDunia

Read More

Atraksi Tim Akrobatik Jupiter TNI AU di HUT RI ke-80

Jakarta – 1miliarsantri.net: Atraksi Tim Akrobatik Jupiter TNI AU di HUT RI ke-80, semarakkan langit Jakarta dengan manuver udara spektakuler dari Team akrobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara. Sebanyak delapan pesawat KT-1B Woongbee berlatih di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma sejak tanggal 12 Agustus 2025. Persiapan serius dengan latihan yang menguras emosi dan stamina demi suksesnya detik-detik upacara HUT RI ke-80 di atas langit Jakarta dan sekitarnya. Para penerbang TNI Angkatan Udara menggeber formasi-formasi indah sambil mengeluarkan asap merah dan putih, simbol kebanggaan dan persatuan bangsa, dan itu yang dipertontonkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia yang menyaksikan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Manuver Spesial Jupiter Aerobatic Tim Jupiter Aerobatic Team (JAT) dipimpin oleh Flight Leader Letkol Pnb Ari Nugroho Widodo dan Mission Commander Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung. Atraksi ini bukan sekadar tontonan udara. JAT dengan manuver berani, formasi indah, dan asap kebangsaan, menjadi simbol dedikasi dan profesionalisme TNI AU. Ditambah unsur pesawat tempur dan helikopter, aksi ini jelas dirancang untuk menyematkan rasa bangga dan cinta tanah air—di hari kemerdekaan ke-80 bangsa Indonesia. Pesawat KT-1B Woongbee, buatan Korea Aerospace Industries (KAI) Dalam HUT RI ke-80 hari ini 17 Agustus 2025, atraksi akrobatik udara JAT tampil dengan formasi 8 unit pesawat KT-1B Woongbee yang mengeluarkan asap merah dan putih di langit Jakarta, sangat memukau dan luar biasa. Fakta singkat tentang KT-1B Woongbee: Struktur Lengkap Tim Jupiter Aerobatic TNI-AU di HUT RI ke-80 Mengutip halaman Wikipedia Bahasa Indonesia yang diperbarui pada 18 Juli 2025, berikut struktur lengkap terbaru anggota Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU untuk Team Jupiter Saat Ini, yang mencakup posisi Jupiter 1 hingga Jupiter 6: Posisi Nama & Panggilan Jupiter 1 Letkol Pnb Ferdian “Corbie” Habibi Jupiter 2 Kapten Pnb Stefanus “Harrier” Adi Prakoso Jupiter 3 Kapten Pnb Sang Made “Medved” Yogi Arya Prakosa Jupiter 4 Kapten Pnb I Putu Satrya “Bhoma” Kedaton Jupiter 5 Mayor Pnb Pujo “Grackle” Angoro Jupiter 6 Mayor Pnb Bayu “Meerkat” Anugerah Raharjo Putra Peran Masing-Masing Anggota Tim JAT Sesuai Posisi Overall pada pelaksanaan HUT RI ke-80 hari ini Tim JAT tampil memukau dihadapan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia baik secara langsung maupun melalui siaran televisi dan strreaming Youtube SEKRETARIAT PRESIDEN. Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera.”*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto tangkapan layar : SEKRETARIAT PRESIDEN

Read More

HUT RI ke-80 ‘Warga RT.003/007 Jatimulya Kompak Gelar Tasyakuran’

“Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” Bekasi – 1miliarsantri.net: Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik tahun 2025 terasa sangat istimewa di berbagai penjuru tanah air. Ini merupakan HUT RI ke-80 di tahun pertama masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (2024-2029), dengan tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” Sebagai wujud rasa syukur perjalanan panjang Kemerdekaan Indonesia, dalam rangka guyub sesama warga, Pengurus RT.003 / RW.007 Kelurahan Jatimulya kompak menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Sabtu 16 Agustus 2025. Acara yang mendapat apresisasi dan dukungan dari semua warga RT.003 serta Ketua RW.007 dan seluruh tokoh masyarakat serta tokoh agama itu diselenggarakan berkat kerja keras Panitia HUT RI ke-80 RT.003 RW.007, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang merupakan generasi muda di lingkungan, sebagai wujud regenerasi kepemimpinan, dipimpin oleh Cut Diva Nazwa Angita selaku Ketua Panitia. Ketua Panitia dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada semua warga RT.003 RW.007 atas segala dukungan dan partisipasinya sehingga acara Tasyakuran ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Guyub Tua-Muda, Anak-Remaja, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Pimpinan Wilayah Acara tasyakuran dimulakan pada pukul 20.00 WIB, dihadiri sekitar 200-an warga RT.003, juga tamu undangan, ada tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan wilayah. Semua tampak ceria dan penuh rasa syukur. Kegiatan yang dimulai dengan sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan tahlil dan pembacaan do’a serta acara ramah-tamah. Ketua RT.003 Saelan yang akrab disapa Bang Nale mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga dan kerja keras semua panita pelaksana. Nale mengatakan, “Terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua warga, terima kasih kerja keras panitia dan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan.” Diapun mengingatkan, selain tasyakuran, esok hari (17 Agustus 2025) akan digelar aneka lomba untuk anak-anak. Pesan Ketua RW.007 “Jangan Mengkotak-kotakan Warga” Imron Rosadi, Ketua RW.007 dalam sambutannya mengatakan, “Mari kita bersyukur kepada Allah atas anugerah kemerdekaan ini, tak lupa sholawat serta salam untuk baginda kita, junjungan kita, pemberi syafaat Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam.” Diapun melanjutkan, “saya doakan Ketua RT diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, ada satu PR yang perlu diperhatikan, teruslah menjalin silaturahmi dengan warga, juga antar warga.” Imron juga menegaskan PR dan pesan warga, “jangan mengkotak-kotakkan warga yang ada di RT. 003 sebagaimana yang pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya, agar terjalin kerukunan dan kerjasama antar warga sehingga tercipta kesejahteraan dan kebahagiaan bersama.” “Kita patut Bersyukur bahwa anak-anak yang dulu ikutan acara seperti ini, mereka saat itu masih kecil, sekarang mereka telah menjadi panitia dan mendukung apa yang menjadi hajatan lingkungan RT. 003,” pungkas Imron. Pesan Tokoh Masyarakat Sementara itu, Haji Raban Lentera salah satu tokoh masyarakat, salah satu pesannya mengingatkan semua warga, “Bijaklah dalam bermedsos, gunakan HP/gadget seperlunya, hindari hal-hal yang mudharat.” “Syukuran kemerdekaan dan perayaan ini telah berlangsung terus-menerus, ada sumbangan dari kita dan untuk kita warga RT. 003 sebagai bentuk kekompakan,” terangnya. Acara Tasyakuran Kemerdekaan RI ke-80 di wilayah RT.003 diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh tokoh agama, dan dilanjutkan dengan pemotongan simbolis tumpeng yang merupakan kreasi dari ibu-ibu warga RT.003. “Semoga semua pesan dari tokoh masyarakat dan pimpinan wilayah, sertaamanah dari masyarakat dan warga RT.003 RW.007 dapat terakomodir dan dilaksanakan dengan baik oleh Ketua RT dan jajarannya,” tutup Akung pembawa acara.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa dokumentasi 1MILIARSANTRI.NET

Read More

Perut Lapar dan Janin Terancam: Kehamilan di Gaza Jadi Pertarungan Hidup-Mati

Di tenda-tenda pengungsian yang lembap dan sempit, perempuan Gaza mengandung dengan tubuh yang lapar, tanpa gizi, tanpa obat, dan tanpa kepastian apakah bayi mereka akan lahir hidup. Gaza – 1miliarsantri.net: Di sebuah tenda pengungsian yang lembap dan sempit di Gaza barat, seorang perempuan hamil berusia tiga puluhan duduk bersandar lemah. Nafasnya terengah, tubuhnya kian menyusut, dan janin dalam kandungannya nyaris tak bergerak. “Saya tidak makan makanan bergizi sejak awal kehamilan. Berat badan saya turun dari 96 kilo menjadi 75. Saya tidak tahu apakah bayi saya akan lahir sehat, cacat, atau bahkan selamat,” ujarnya dengan suara serak. Ia adalah satu dari ribuan perempuan hamil di Gaza yang berjuang bukan hanya melawan rasa sakit, tetapi juga melawan kelaparan, keterbatasan medis, dan hilangnya hak-hak dasar. Kehamilan di sana adalah pertarungan antara hidup-mati. Dalam kata-katanya sendiri, kondisi mereka adalah “bencana”. Tubuh yang Mengikis Diri Sendiri Selama enam bulan kehamilannya, ia tak pernah mencicipi susu, buah, atau vitamin. Tidak ada pemeriksaan USG, tidak ada akses laboratorium untuk mengetahui kondisi janinnya. Pemeriksaan darah terakhir menunjukkan kadar hemoglobin hanya 8, tanda anemia parah. “Saya pusing setiap hari, tubuh saya terasa mengikis dari dalam. Saya tidak tahu apakah bayi saya masih hidup,” katanya sambil mengusap perutnya yang kian tirus. Situasi ini bukan hanya pengalaman pribadi. Menurut data organisasi kesehatan lokal, lebih dari separuh ibu hamil di Gaza mengalami malnutrisi akut, dengan gejala anemia, pusing, hingga kelelahan kronis. Hal itu diperburuk dengan hilangnya fasilitas rumah sakit akibat pemboman, serta hancurnya rantai pasokan makanan dan obat-obatan karena blokade Israel. Ketakutan Melahirkan dalam Kekosongan Di kamp pengungsian yang menampung lebih dari 350 keluarga, tangisan bayi menjadi simfoni duka yang terus terdengar. Tidak karena rewel biasa, melainkan karena perut kecil mereka kosong. Susu formula langka, harganya melonjak hingga tak terjangkau. “Popok sekarang 600 syikal. Susu tidak ada sama sekali. Bayi-bayi di sini tidak bisa tidur karena kelaparan,” kata sang ibu. Ia menyebut dua pekan lalu seorang bayi meninggal di kampnya akibat tidak mendapat susu. Ironisnya, banyak perempuan hamil kini tak lagi menantikan kelahiran dengan harap, melainkan dengan cemas. “Saya bahkan tidak ingin melahirkan. Apa yang akan saya berikan pada bayi saya? Tidak ada susu, tidak ada popok. Kalau lahir, ia hanya akan menderita,” ucapnya dengan getir. Gaza: Kehidupan yang Dimusnahkan Amina Abdulfattah Hammouda, warga kamp Jabalia, menuturkan pengalaman serupa. Ia menggambarkan tubuhnya “seperti memakan dirinya sendiri” akibat kekurangan gizi. Rania Saleh al-Hourani, pengungsi hamil lain, menambahkan bahwa lingkungan tenda pengungsian sama sekali tidak layak untuk melahirkan. “Tidak ada air bersih, tidak ada tempat aman, tidak ada pelayanan kesehatan. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa melahirkan dengan selamat di sini?” katanya. Bagi banyak perempuan Gaza, hak dasar seorang ibu hamil—ruang aman, makanan bergizi, pemeriksaan medis—telah lenyap. “Seharusnya sembilan bulan ini saya beristirahat di rumah, menyiapkan pakaian bayi, memastikan ada perawatan yang baik. Tapi sekarang saya tinggal di tenda bocor, tanpa makanan, tanpa obat. Seperti tidak ada hak bagi kami,” ungkap seorang ibu dengan getir. Ancaman Generasi yang Hilang Dokter-dokter Gaza memperingatkan bahwa anak-anak yang lahir di tengah perang ini berisiko tinggi mengalami prematuritas, cacat lahir, dan stunting permanen. Kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan berarti generasi Gaza berikutnya sedang tumbuh dengan tubuh rapuh, otak kurang berkembang, dan kesehatan yang terancam seumur hidup. “Setiap kelahiran kini adalah pertempuran antara hidup dan mati,” kata seorang tenaga medis di kota Gaza. “Kekurangan listrik membuat inkubator berhenti berfungsi, tidak ada obat-obatan, dan para ibu datang dalam keadaan anemia berat. Kami hanya bisa berdoa.” Dihantui Pilihan Mustahil Meski penderitaan terus memburuk, sebagian besar perempuan Gaza menolak meninggalkan tanah air. “Kami diusir dari Jabalia ke Gaza barat. Itu sudah cukup. Tapi meninggalkan Gaza ke luar negeri? Tidak mungkin. Lebih baik mati di tanah kami sendiri daripada terusir,” kata sang ibu hamil yang masih tinggal di tenda. Keputusan itu berakar dari keyakinan mendalam akan hak atas tanah air, meski harus membayar dengan penderitaan pribadi. “Selama masih ada zaitun dan za’atar di Gaza, kami tidak akan pergi. Kami akan tetap bertahan,” tambahnya. Kehamilan yang Berubah Jadi Pertarungan Hidup Di banyak belahan dunia, kehamilan adalah masa penuh harapan: mendekorasi kamar bayi, menyiapkan pakaian mungil, mengantisipasi tangisan pertama. Di Gaza, kehamilan berubah menjadi pertarungan hidup-mati. Setiap hari terasa seperti seratus tahun, penuh dengan ketakutan apakah bayi yang lahir akan bernapas, apakah ia akan mendapat susu, apakah ibunya masih akan hidup setelah persalinan. Situasi ini adalah cermin krisis kemanusiaan yang paling telanjang. Ia menunjukkan bahwa perang bukan hanya menghancurkan bangunan dan jalan, tetapi juga merenggut kehidupan paling murni—janin yang bahkan belum lahir. Gaza: Kehidupan yang Dirampas Sebelum Dimulai Di balik dinding tenda bocor dan tanah becek kamp pengungsian, ibu-ibu hamil Gaza terus menunggu hari kelahiran dengan hati yang diliputi cemas. Mereka menanti bukan dalam sukacita, melainkan dalam doa agar bayi mereka bisa sekadar bertahan hidup. “Setiap hari saya berpikir, mungkin lebih baik bayi saya tetap di dalam kandungan daripada lahir ke dunia yang penuh penderitaan ini,” kata sang ibu sambil menatap kosong ke luar tenda. Di Gaza, kehidupan bukan hanya sulit—ia sering kali dirampas bahkan sebelum sempat dimulai. Penulis : Abdullah al-Mustofa Editor : Thamrin Humris Sumber : Kanal youtube Al Jazeera dan Al Jazeera.net Foto tangkapan layar Kanal youtube : Al Jazeera dan Al Jazeera.net

Read More