Kejahatan Kemanusiaan: Israel Lakukan Pembantaian dan Penghancuran Sistematis Terhadap Rumah-Rumah di Gaza

Militer Zinonis Lakukan Pemboman Terhadap Hunian Dan Tempat Penampungan Pengungsi Warga Gaza Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Hingga Sabtu 13 September 2025 militer zionis israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan dengan melakukan pemboman terhadap menara hunian, rumah dan tempat penampungan pengungsi. Serangan udara zionis israel gencar dilakukan dan menyasar Menara Hunian Al-Noor dan bangunan lain di dekat bekas kantor pusat Radio dan Televisi di Tel al-Hawa. Tindakan agresi itu cerminan penghancuran yang lebih luas yang semakin intensif dalam beberapa minggu terakhir. 350 Ribu Penduduk Gaza Mengungsi Mengutip SAFA Press Agency dilaporkan sebanyak 1.600 rumah tinggal dan 13.000 tenda telah dihancurkan, menyebabkan lebih dari 350.000 penduduk mengungsi dari permukiman di timur ke Gaza tengah dan barat. Puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat kebijakan biadab, pembersihan etnis sistematis dan pemindahan paksa terhadap rakyat Palestina di Kota Gaza oleh pemerintahan Benyamin Netanyahu, meskipun dunia internasional telah mengutuknya. 142 Negara Setujui Pembentukan Negara Palestina Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menggelar voting yang hasilnya menyepakati resolusi mendukung terbentuknya negara PALESTINA merdeka. Sebanyak 142 negara mendukung resolusi itu, 10 negara menolak dan 12 negara abstain. Baca Juga : Robot Militer Israel Bawa 5 Ton Bahan Peledak, Gaza Hancur Jadi Puing-Puing Dalam pernyataan pers, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina mengatakan bahwa 142 negara memberikan suara untuk mendukung resolusi tersebut, sementara 12 negara abstain, dan 10 negara tidak setuju.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : SAFA Press Agency – Palestina Press Agency, UNITED NATIONS Foto : SAFA Press Agency – Palestina Press Agency, UNITED NATIONS dan Tangkapan Layar YouTube

Read More
masjid terbesar di dunia

Wow Ini Daftar Masjid Terbesar di Dunia! No 1 Paling Indah!

1Miliarsantri.net – Menjelajahi masjid-masjid terbesar di dunia selalu jadi pengalaman yang istimewa. Bukan hanya soal ukuran yang megah, tapi juga tentang sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur Islam yang begitu memukau. Makanya tidak heran, kalau masjid selain menjadi tempat ibadah, juga menjadi tempat wisata religi untuk menenangkan diri. Tapi yang menjadi pertanyaan, di mana masjid-masjid yang indah di dunia itu? Memangnya selayak apa untuk dikunjungi? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan berikan 10 daftar masjid tebesar di dunia dengan keindahan arsitektur dan penuh sejarah. Siapa tahu, setelah kamu kenal daftar nama-nama masjid ini, suatu saat bisa mengunjunginya! 1. Masjidil Haram, Mekkah – Arab Saudi Masjid paling suci bagi umat Islam ini jelas menempati posisi pertama. Terletak di kota Mekkah, Masjidil Haram adalah tujuan jutaan muslim setiap tahun saat melaksanakan ibadah haji. Dibangun sejak abad ke-7 oleh Nabi Muhammad ﷺ, masjid ini terus diperluas hingga kini mampu menampung lebih dari 1 juta jamaah dengan luas area mencapai 356.800 m². 2. Masjid Nabawi, Madinah – Arab Saudi Masjid terbesar kedua di dunia sekaligus tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad ﷺ. Dibangun pada abad ke-7, Masjid Nabawi kini bisa menampung 1 juta jamaah dan berdiri di atas lahan seluas 400.500 m². Payung-payung raksasa di pelatarannya menjadi salah satu ciri khas yang selalu memukau jamaah. 3. Masjid Imam Ali, Najaf – Irak Berada di kota Najaf, masjid ini menjadi tempat makam Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad ﷺ. Dibangun pada abad ke-10, masjid ini dapat menampung hingga 700 ribu jamaah dengan luas 94.000 m². 4. Masjid Faisal, Islamabad – Pakistan Masjid nasional Pakistan ini dibangun tahun 1986 dengan dana dari Raja Faisal Arab Saudi. Desainnya unik, memadukan arsitektur modern dengan sentuhan Islam klasik. Masjid Faisal mampu menampung sekitar 300 ribu jamaah. Baca juga: 5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah 5. Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko Diresmikan pada 1993, Masjid Hassan II terkenal dengan menara tertinggi di dunia, yaitu 210 meter. Arsitekturnya yang indah berpadu dengan pemandangan Samudra Atlantik, membuatnya menjadi salah satu masjid paling ikonik. Kapasitasnya mencapai 105 ribu jamaah. 6. Masjid Istiqlal, Jakarta – Indonesia Kebanggaan umat Islam di Indonesia ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Dibangun pada 1978, Masjid Istiqlal bisa menampung hingga 120 ribu jamaah di area seluas 9,5 hektar. Desain modern dengan kubah raksasa menjadi daya tarik utamanya. 7. Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi – UEA Diresmikan tahun 2007, masjid ini menjadi simbol kemegahan Uni Emirat Arab. Arsitekturnya memadukan gaya Islam dari berbagai negara, lengkap dengan karpet terbesar di dunia dan lampu gantung kristal megah. Kapasitasnya sekitar 41 ribu jamaah. Baca juga: Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu! 8. Masjid Badshahi, Lahore – Pakistan Dibangun pada tahun 1673 oleh Kaisar Mughal Aurangzeb, masjid ini adalah warisan bersejarah yang indah. Dengan gaya arsitektur Mughal klasik, Masjid Badshahi mampu menampung hingga 100 ribu jamaah. 9. Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Istanbul – Turki Masjid ini populer dengan sebutan Blue Mosque karena interiornya dihiasi ribuan keramik berwarna biru. Dibangun pada abad ke-17, masjid ini memiliki enam menara megah dan mampu menampung sekitar 10 ribu jamaah. 10. Masjid Ulu Cami, Bursa – Turki Dibangun pada abad ke-14, masjid ini menjadi ikon kota Bursa. Dengan 20 kubah dan dua menara, Ulu Cami menampilkan kombinasi arsitektur Seljuk dan Ottoman. Kapasitasnya sekitar 5 ribu jamaah. Baca juga: Benarkah Anak Muda Harus Hijrah Digital? Ini Bukan Sekedar Tren Tapi Kewajiban! Dari Mekkah hingga Istanbul, masjid-masjid terbesar di dunia bukan hanya tempat ibadah, tapi juga bukti nyata perkembangan arsitektur Islam dari masa ke masa. Setiap masjid punya cerita unik, mulai dari sejarah pembangunan hingga desain yang mencerminkan budaya setempat. Masjid-masjid ini sekaligus menjadi bukti bahwa Islam adalah agama dengan peradaban yang kaya, penuh nilai sejarah, seni, dan kebudayaan yang terus hidup hingga kini. Semoga nanti kita sama-sama bisa menikmati keindahannya sambi lalu beribadah, ya! Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
kosmetik halal

Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu!

1Miliarsantri.net – Dunia kecantikan terus berkembang, dan salah satu tren besar yang semakin dilirik banyak orang adalah kosmetik halal. Tidak hanya soal keyakinan agama, tapi juga karena alasan etika, kesehatan kulit, dan transparansi produk. Banyak konsumen kini mulai lebih peduli dengan apa yang terkandung dalam skincare maupun makeup mereka. Nah, buat kamu yang penasaran bahan apa saja yang sering dipakai dalam kosmetik halal, berikut ulasan tentang 8 bahan utama dalam kosmetik halal yang wajib kamu tahu. Bukan hanya aman, tapi juga penuh manfaat untuk kulit dan rambut. 1. Aloe Vera Aloe vera alias lidah buaya sudah lama jadi primadona dalam dunia kecantikan. Teksturnya yang dingin membuat kulit terasa lebih segar, sekaligus membantu meredakan iritasi dan kemerahan. Selain itu, aloe vera juga kaya akan hidrasi sehingga cocok dipakai pada lotion, serum, maupun krim wajah. Pastinya, lidah buaya termasuk bahan halal yang ramah untuk kulit sensitif. 2. Argan Oil Dikenal sebagai liquid gold, minyak argan berasal dari biji pohon argan yang tumbuh di Maroko. Kaya akan Vitamin E dan asam lemak, argan oil mampu melembapkan kulit secara mendalam, membuat kulit lebih kenyal, sekaligus memberi kilau sehat pada rambut. Tak heran banyak produk halal, dari serum hingga hair oil, menggunakan bahan istimewa ini. Baca juga: Mau Menjelajah Dunia Sendirian? Gunakan Tips Solo Traveling ini Agar Aman dan Menyenangkan 3. Glycerin Nabati Glycerin dikenal sebagai humektan, yaitu bahan yang menjaga kelembapan kulit dengan cara mengikat air. Dalam kosmetik halal, yang digunakan adalah glycerin dari tumbuhan, bukan hewani. Fungsinya bisa bikin kulit tetap lembut, kenyal, dan terhidrasi maksimal. Kamu bisa menemukannya di body lotion, facial wash, hingga krim wajah. 4. Saffron Saffron bukan hanya bumbu dapur mahal, tapi juga bahan kecantikan premium sejak berabad-abad lalu. Dengan kandungan antioksidan tinggi, saffron membantu mencerahkan kulit, mengurangi flek hitam, dan memberi efek glowing alami. Selain itu, sifat anti-inflamasi saffron juga baik untuk kulit berjerawat. Baca juga: Estetika Halal: Mengapa Produk Muslim-Friendly Kini Juga Soal Gaya 5. Green Tea Siapa sih yang nggak kenal manfaat teh hijau? Dalam dunia kecantikan, green tea berperan penting sebagai pelindung kulit dari radikal bebas, mencegah tanda penuaan, dan menenangkan kulit yang meradang. Banyak toner, masker, dan krim halal menggunakan ekstrak green tea untuk hasil kulit lebih sehat. 6. Shea Butter Shea butter berasal dari biji pohon shea dan dikenal sebagai bahan pelembap yang luar biasa. Diperkaya dengan vitamin A dan E, shea butter membantu melindungi minyak alami kulit serta menjaga elastisitas. Kamu bisa menemukannya dalam lip balm, hand cream, hingga hair conditioner. Cocok banget buat pemilik kulit kering. 7. Madu Selain enak dimakan, madu punya manfaat besar untuk kecantikan. Madu dikenal sebagai antibakteri alami sekaligus pelembap. Dalam kosmetik halal, madu sering digunakan untuk masker wajah karena bisa membersihkan pori-pori sekaligus memberi kilau sehat pada kulit. Untuk rambut, madu juga membantu melembutkan dan memberi efek berkilau alami. 8. Jojoba Oil Minyak jojoba sangat mirip dengan minyak alami kulit manusia, sehingga mudah diserap tanpa membuat wajah berminyak. Cocok untuk semua jenis kulit, termasuk berminyak dan berjerawat. Jojoba oil bisa mengontrol produksi sebum, melembapkan, sekaligus mengurangi tanda-tanda penuaan. Baca juga: Antara Gaya dan Syariat! Pandangan Ulama’ Terhadap Trend Model Baju Muslim Terbaru Kosmetik halal bukan hanya soal kepatuhan agama, tapi juga pilihan hidup yang lebih sehat dan etis. Produk halal biasanya lebih bersih, transparan, dan minim bahan kimia keras. Selain itu, banyak produk halal yang ramah lingkungan serta cocok untuk kulit sensitif. Dunia kecantikan memang luas, tapi kini semakin mudah menemukan produk halal yang sesuai kebutuhan. Mulai dari aloe vera yang menenangkan, saffron yang mencerahkan, hingga jojoba oil yang multifungsi, semua bisa jadi bagian dari rutinitas kecantikan halal kamu. Semoga informasinya bermanfaat! Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi Sumber artikel: https://www.halaltimes.com/8-essential-halal-cosmetic-ingredients-every-beauty-enthusiast-should-know/

Read More

Rahasia UMKM Go Digital: Dari Bertahan Hidup Jadi Mesin Cuan Tak Terbendung

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak lama menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun memasuki era digital, peran UMKM ditantang untuk tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mengambil bagian dalam arus perdagangan global. Transformasi digital kini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Pemerintah menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada promosi lewat media sosial, melainkan harus menembus rantai pasok, sistem produksi, hingga traceability system untuk memenuhi standar ekspor internasional. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, baru sekitar 40% UMKM yang mengadopsi teknologi digital secara menyeluruh. Targetnya, angka itu naik menjadi 60% pada 2025, sehingga kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 8%. Kebijakan Pemerintah dan Inovasi Lapangan Pemerintah menggabungkan regulasi dengan kemitraan swasta melalui platform digital berbasis public-private partnership. Platform ini tidak hanya menyediakan akses teknologi, tetapi juga bimbingan teknis dan saluran pemasaran daring. Program “UMKM 100% Go Digital” membagi proses transformasi menjadi empat fase: Selain itu, inkubator seperti Wiranesia menawarkan mentor, e-learning, hingga akses ke investor agar usaha kecil bisa naik kelas. Peluang Global: Data dan Realitas Digitalisasi membuka pintu ekspor yang sebelumnya sulit ditembus UMKM. Dengan sistem rantai pasok digital, produk makanan, kerajinan, hingga fesyen lokal bisa masuk ke pasar internasional. Potensinya sangat besar. Pasar e-commerce B2B global diperkirakan mencapai USD 47,5 triliun pada 2030. Jika dimanfaatkan dengan baik, UMKM Indonesia bisa menembus pasar global tanpa harus melalui perantara besar. Perkembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS, e-wallet, hingga micro-lending mempercepat arus transaksi dan memperkuat arus kas. Hal ini membuat UMKM lebih tangguh menghadapi fluktuasi permintaan pasar. Contoh konkret sudah muncul. Startup Zarfix menggunakan teknologi AI dan Web3 untuk membantu pelaku ekonomi kreatif. Sementara di tingkat komunitas, mahasiswa UNNES mendampingi UMKM Desa Bogorejo agar mampu memasarkan produk lewat digital dan menerima pembayaran via QRIS. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan penjualan. Analisis: Antara Harapan dan Tantangan Secara ilmiah, digitalisasi UMKM dapat dipandang sebagai variabel penting dalam memperkuat daya saing nasional. Namun, keberhasilan transformasi digital tidak bersifat otomatis. Ada beberapa kendala serius: – Kesenjangan literasi digital: tidak semua pelaku UMKM memiliki kapasitas memanfaatkan teknologi. – Keterbatasan infrastruktur internet: akses di wilayah pedesaan masih jauh dari ideal. – Kebutuhan pembiayaan berkelanjutan: investasi digital tidak bisa hanya mengandalkan subsidi sementara. Dengan demikian, keberhasilan UMKM Indonesia menjadi pemain global bergantung pada tiga faktor utama: kebijakan konsisten, pendampingan berkelanjutan, dan ekosistem digital yang inklusif. Jika ketiganya terpenuhi, UMKM bisa menjadi aktor ekonomi global yang kompetitif, bukan sekadar “penonton” dalam era perdagangan digital. Namun, jika hanya berhenti pada retorika, transformasi digital berisiko menjadi jargon tanpa substansi. Penulis: Glancy VeronaEditor: Abdullah al-MustofaIlustrasi: AI Generated

Read More

Pulau ‘Kunti-Ciletuh Geopark’ Keindahannya Menarik Hati, Apa Kabarnya Kini?

Pulau Indah Dan Mempesona Kini Tertutup Bagi Wisatawan Sukabumi – 1miliarsantri.net: Pulau Kunti (Kuntilanak-red) merupakan nama sebuah tanjung kecil yang berada di kawasan Ciletuh Geopark-Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Spot wisata yang indah untuk menikmati panorama, snorkeling, dan melihat terumbu karang. Meskipun namanya terdengar menyeramkan, Pulau Kunti masuk dalam kawasan konservasi dan tidak boleh dimasuki manusia untuk menjaga ekosistem dan mendukung status geopark-nya. Ciletuh Geopark yang menyimpan indah dan mistisnya Pulau Kunti kembali mendapatkan predikat “GREEN CARD” untuk status keanggotaan UNESCO Global Geopark, bersama Geopark Caldera Toba dan Geopark Rinjani. Keistimewaan Pulau Kunti Pulau Kunti di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sukabumi, bukan sekadar destinasi wisata biasa—ia menyimpan jejak geologi purba, legenda lokal, dan pesona alam yang memikat. Berikut beberapa keunikan yang membuatnya istimewa: Warisan Geologi Purba, Pulau Kunti sebenarnya bukan pulau, melainkan tanjung yang terbentuk dari proses subduksi lempeng tektonik jutaan tahun lalu. Batuan di sana berusia sekitar 55–65 juta tahun, menjadikannya salah satu geosite utama di Geopark Ciletuh. Fenomena Alam Yang Mistis, “Kunti” berasal dari gema suara mirip tawa Kuntilanak yang muncul saat ombak besar menghantam rongga-rongga batuan. Suara ini menyerupai tawa kuntilanak, sehingga memunculkan kesan mistis yang melekat pada namanya. Pemandangan Eksotis dan Ekosistem Laut, Pulau ini menawarkan terumbu karang yang indah dan air laut jernih, cocok untuk snorkeling dan diving. Di sekitarnya terdapat satwa eksotis seperti elang Jawa dan rusa, menjadikannya bagian dari kawasan suaka margasatwa. Akses Menantang dan Petualangan Seru, Untuk mencapainya, pengunjung harus menempuh jalur ekstrem dengan tanjakan dan turunan curam sejauh ±40 km dari pusat Sukabumi. Namun, pemandangan sepanjang perjalanan dan di lokasi sangat memuaskan bagi pencinta alam dan petualangan. Jika tertarik berkunjung ke Pulau Kunti berada di ujung semenanjung area Gunung Badak, kawasan Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng, dengan keindahan pasir putih, serta deretan karang sisa lava gunung api, persiapkan rencananya dengan matang, selamat berlibur.** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa UNESCO Global Geopark dan Tangkapan layar YouTube AMANRUPIGOY

Read More

Proyeksi Ekonomi 2025: Indonesia di Ambang Lonjakan atau Ancaman?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Indonesia memasuki 2025 dengan rasa campur aduk: ada optimisme yang tumbuh, tapi juga kekhawatiran yang tak bisa diabaikan. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 4,7%–5,0%. Angka ini terdengar menjanjikan, tapi jalan menuju ke sana tidak sepenuhnya mulus. Ada rintangan global, ada pekerjaan rumah dalam negeri, dan ada harapan besar dari masyarakat yang menanti bukti nyata. Proyeksi: Antara Optimisme dan Realitas Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan ekonomi tumbuh 4,93% pada 2025. Namun, angka ini masih sedikit di bawah ambang psikologis 5%. Penyebabnya? Konsumsi rumah tangga yang melambat dan biaya produksi yang terus tertekan. Citibank bahkan lebih berhati-hati, menaruh prediksi di 4,7%, sembari menekankan risiko geopolitik dan harga komoditas global yang tidak stabil. Di tengah bayang-bayang itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis. Baginya, target mendekati 5% masih mungkin, asal reformasi fiskal, insentif investasi, dan kebijakan moneter berjalan sesuai jalur. Awan Kelabu di Langit Global Ekonomi Indonesia memang tidak hidup di ruang hampa. Proteksionisme dagang, perang tarif, dan gangguan rantai pasok masih menghantui ekspor andalan seperti sawit, batu bara, dan nikel. Di sisi lain, rupiah rentan bergejolak. Jika melemah terlalu tajam, daya beli masyarakat bisa tertekan, sementara industri padat karya menghadapi margin yang makin tipis. Inflasi diperkirakan tetap di kisaran 2%–3,5%, tetapi harga pangan dan energi bisa tiba-tiba melonjak. Semua ini membuat stabilitas ekonomi terasa rapuh, meski angka di atas kertas terlihat stabil. Jawaban dari Pemerintah dan Dunia Usaha Bank Indonesia sudah menyiapkan langkah: menurunkan suku bunga acuan untuk merangsang kredit. Bahkan ada harapan pertumbuhan bisa tembus 5,1% jika sinergi kebijakan moneter-fiskal benar-benar jalan. Pemerintah pun berfokus pada belanja infrastruktur yang lebih selektif, insentif pajak bagi industri padat karya, dan penyederhanaan perizinan lewat Online Single Submission (OSS). Targetnya jelas: investasi lebih cepat masuk, lapangan kerja lebih luas terbuka, dan ketimpangan antarwilayah bisa dikurangi. Transformasi digital juga jadi kata kunci. Pemerintah ingin penetrasi internet 4G/5G menjangkau hampir seluruh kota besar dan daerah tertinggal pada akhir 2025. Bonus Demografi: Harapan Besar, Tantangan Serius Indonesia punya modal yang jarang dimiliki negara lain: 70% penduduk berada di usia produktif. Tapi bonus demografi ini bisa berubah jadi beban bila tidak dikelola dengan baik. Pendidikan vokasi, pelatihan berbasis teknologi, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas harus dipacu. Tanpa itu, generasi muda bisa terjebak dalam lingkaran pengangguran dan pekerjaan informal. Ekonomi Hijau: Antara Tren dan Kebutuhan Di tengah kekhawatiran global soal iklim, Indonesia mulai menapaki jalur ekonomi hijau. Dari energi terbarukan hingga industri sawit berkelanjutan, sektor ini dianggap bisa menjadi motor baru pertumbuhan. Bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekspor, menyerap tenaga kerja, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Pertanyaannya, apakah komitmen ini akan konsisten, atau sekadar retorika di panggung politik? Sinergi, Transparansi, dan Konsistensi Tahun 2025 bisa menjadi titik balik. Jika pemerintah, BUMN, dan UMKM mampu bekerja sama dengan pendekatan bottom-up, maka jalan menuju lonjakan besar semakin terbuka. Namun jika transparansi proyek diabaikan, regulasi tumpang tindih, dan sinergi hanya sebatas wacana, maka jalan yang dilalui Indonesia akan tetap terjal. Kuncinya sederhana tapi sulit: implementasi nyata, inovasi berkelanjutan, dan komitmen kolektif. Pada akhirnya, masyarakat akan menilai bukan dari janji, melainkan dari perubahan yang mereka rasakan di meja makan, di tempat kerja, dan di biaya hidup sehari-hari. Penulis: Glancy VeronaEditor: Abdullah al-MustofaIlustrasi: AI Generated

Read More

Ekonomi Hijau Indonesia: Janji Manis, Bisnis Besar, atau Sekadar Fatamorgana?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Kata “ekonomi hijau” semakin sering muncul di ruang publik Indonesia. Ia terdengar dalam pidato pejabat, presentasi korporasi, bahkan kampanye politik. Namun, pertanyaan mendasar tetap menggantung: apakah ekonomi hijau benar-benar menjadi arah baru pembangunan, atau sekadar jargon yang indah di atas kertas? Indonesia sejatinya memiliki modal besar. Potensi energi terbarukan mencapai 3.700 GW dari surya, hidro, hingga panas bumi. Ditambah lagi, ekosistem mangrove seluas 3,3 juta hektare yang berfungsi sebagai paru-paru dunia sekaligus benteng pesisir. Semua ini menjadikan Indonesia kandidat kuat untuk tampil sebagai pemain utama dalam ekonomi hijau global. Janji Hijau di Atas Kertas Pemerintah sudah berulang kali menunjukkan komitmennya. Pada 2025, ditandatangani investasi jumbo senilai US$22 miliar (Rp358,4 triliun) dengan mitra internasional untuk mengembangkan Green Sustainable Industrial Zones. Proyek ini mencakup pembangunan PLTS skala besar di Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang, serta masuknya investasi di bidang elektronik, semikonduktor, pusat data, hingga hidrogen hijau. Di atas kertas, semua terlihat menjanjikan. Apalagi kementerian terkait telah menggandeng IDSurvey dan Baznas untuk memperkuat verifikasi serta transparansi proyek. Prinsip ESG (environmental, social, governance) pun diwajibkan menjadi standar setiap pembangunan. Namun publik bertanya: apakah semua komitmen itu akan terwujud di lapangan? Ataukah akan bernasib sama seperti jargon pembangunan lain yang menguap bersama pergantian agenda politik? Keteladanan dari Sektor Keuangan Sektor keuangan, dalam hal ini Bank Syariah Indonesia (BSI), mencoba memberikan teladan. Hingga Juni 2025, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp72,8 triliun, dengan porsi Rp15,3 triliun khusus untuk proyek hijau. Menariknya, mereka juga meluncurkan inovasi “zakat hijau”: mengintegrasikan dana zakat untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa ekonomi hijau tidak harus selalu bertumpu pada investasi asing atau megaproyek, tetapi juga bisa tumbuh dari inisiatif finansial domestik yang kreatif. Peluang di Tengah Tantangan Indonesia sudah mulai membuktikan sebagian potensinya. Salah satunya lewat rencana ekspor listrik ke Singapura, yang memanfaatkan energi terbarukan di Sumatra tanpa mengorbankan kebutuhan domestik. Proyek kabel bawah laut disiapkan agar ramah ekosistem laut, sebuah kompromi antara kepentingan bisnis dan kelestarian. Namun, tantangan tetap mengadang. Regulasi masih tumpang tindih, kapasitas verifikasi terbatas, dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang sulit dipenuhi tanpa kepastian fiskal. Sektor UMKM, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam transisi ini, justru sering tertinggal karena minim akses kredit hijau dan pelatihan teknologi ramah lingkungan. Investor pun berhitung hati-hati. Tanpa kepastian hukum dan insentif yang konsisten, komitmen ESG berisiko berhenti di tahap uji coba. Antara Visi dan Realitas Ekonomi hijau jelas menyimpan peluang besar. Ia bisa menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus penyerap tenaga kerja. Tapi, sebagaimana pengalaman pembangunan di masa lalu, kuncinya bukan sekadar visi, melainkan konsistensi eksekusi. Transparansi dana, keberanian politik, serta sinergi lintas sektor akan menentukan apakah ekonomi hijau di Indonesia menjadi bisnis masa depan yang nyata, atau hanya retorika indah untuk meredam kritik. Pada akhirnya, publik akan menilai bukan dari pidato dan perjanjian internasional, melainkan dari seberapa jauh kebijakan hijau ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Penulis: Glancy VeronaEditor: Abdullah al-MustofaIlustrasi by AI

Read More

Presiden Prabowo Bertemu Presiden Emirat Arab Bahas Dinamika Global dan Hubungan Bilateral

Pertemuan Presiden RI dengan Presiden Emirat Arab MBZ Membahas Isu-Isu Terkini Eskalasi Geopolitik Timur-Tengah Abu Dhabi – 1miliarsantri.net: Bertempat di Presidential Flight, Abu Dhabi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto disambut oleh Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) dalam pertemuan mempererat jalinan kerja sama Indonesia dan PEA. Presiden Prabowo dan Presiden MBZ dalam pertemuan tersebut selain membicarakan hubungan bilateral kedua negara, mereka juga membahas su-isu terkini, termasuk eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam pertemuan penuh rasa persaudaraan tersebut, kedua pemimpin negara saling menyampaikan apresiasi atas hubungan erat yang telah terjalin antara Indonesia dan PEA, dan juga berdiskusi dan saling bertukar pandangan terhadap dinamika yang terjadi. Kerja Sama Indonesia dan PEA Menghadapi Tantangan Global Mengutip PRESIDENRI.GO.ID Pembahasan kedua pemimpin tersebut juga mebahas upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan global yang terjadi. Kedua pemimpin menekankan pentingnya kerja sama antarnegara, khususnya di kawasan Timur Tengah dalam memperkuat kolaborasi internasional demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Kedua pemimpin sepakat Negara-negara di kawasan Timur Tengah harus bersatu untuk menghadapi dinamika geopolitik. Mitra Strategis Presiden PEA-MBZ dan Presiden RI saling memberikan penghargaan, sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara, PEA berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia. Presiden Prabowo yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menyampaikan hal senada, “PEA sebagai sahabat sekaligus mitra strategis Indonesia. Pertemuan singkat namun produktif tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi langsung antarpemimpin dalam menghadapi tantangan global.”** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto : BPMI Setpres/Cahyo

Read More

3 Teknologi Pendidikan yang Mengubah Cara Santri Belajar di Era Digital

Bogor – 1miliarsantri.net : Di tengah gempuran arus digital, dunia pesantren tak lagi terpaku pada cara belajar tradisional. Kitab kuning masih dibaca, halaqah tetap berjalan, tapi kini ditemani teknologi pendidikan yang memperkaya cara santri menyerap ilmu. Transformasi ini bukan soal mengganti nilai-nilai lama, tapi soal beradaptasi dan memperkuat pendidikan dengan alat baru di era digital. Di banyak pesantren dan sekolah berbasis Islam, teknologi pendidikan mulai menjadi bagian dari proses belajar. Dari platform e-learning, video pembelajaran, sampai kecerdasan buatan (AI), semuanya membuka peluang baru bagi santri untuk belajar lebih luas dan mendalam. Berikut tiga teknologi pendidikan yang paling terasa dampaknya dalam dunia santri dan pendidikan Islam secara umum: 1. Platform E-Learning: Belajar Tanpa Batas Waktu dan Tempat   Dulu, proses belajar santri hanya terjadi di kelas atau halaqah. Kini, lewat platform e-learning seperti Google Classroom, Moodle, atau bahkan platform buatan pesantren sendiri, santri bisa mengakses materi kapan pun. Beberapa pesantren modern seperti Gontor, Al Hikam, atau Daarut Tauhiid sudah mulai mengembangkan sistem pembelajaran daring sendiri. Santri bisa mengulang materi tafsir, mendownload kitab dalam bentuk PDF, atau mengikuti ujian secara daring. Bahkan, jadwal kajian dan penugasan bisa dikontrol lewat ponsel. Hal ini tidak hanya membantu dalam fleksibilitas belajar, tetapi juga membentuk kemandirian belajar bagi santri. Mereka belajar mengatur waktu, memilih materi sesuai kebutuhan, dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri. 2. Video Pembelajaran dan Konten Edukatif: Ulama di GenggamanDi era YouTube dan TikTok, belajar agama tidak hanya dari pengajian langsung. Banyak ustaz, kiai, bahkan pesantren kini aktif membagikan ceramah pendek, penjelasan istilah kitab, hingga tips menghafal Al-Qur’an dalam bentuk video. Contohnya, channel seperti Santri Gayeng, Ustadz Adi Hidayat, atau Buya Yahya banyak diakses oleh pelajar dan santri di seluruh Indonesia. Mereka menyampaikan materi secara ringkas, menarik, dan mudah diakses, cocok untuk generasi yang visual dan cepat bosan membaca panjang-panjang.        Konten ini tidak menggantikan pengajian langsung, tapi menjadi pendamping belajar yang sangat membantu, terutama saat santri belajar mandiri atau mengulang pelajaran di luar jam kelas. 3. Kecerdasan Buatan (AI): Asisten Belajar yang Siaga 24 Jam Mungkin terdengar futuristik, tapi AI sudah mulai masuk ke dunia pendidikan. ChatGPT, misalnya, bisa membantu menjelaskan ulang materi, meringkas kitab, atau menjawab pertanyaan secara instan. Tentu saja, santri tetap perlu bimbingan guru agar tidak salah paham, tapi teknologi ini bisa jadi penolong awal saat belajar mandiri. Beberapa startup edtech di Indonesia bahkan sedang mengembangkan aplikasi belajar Islam berbasis AI yang bisa menyesuaikan materi dengan tingkat pemahaman siswa.       Yang paling menarik, AI juga bisa digunakan untuk membuat soal latihan otomatis, menerjemahkan istilah Arab ke bahasa Indonesia, bahkan membaca teks dari gambar kitab. Baca juga : edutekno/aplikasi-ruangguru-solusi-edukasi-yang-dikemas-dalam-platform-digital/ Jangan Lupa: Teknologi Adalah Alat, Bukan Tujuan  Semua kemajuan ini sangat membantu, tapi tetap harus diiringi akhlak dan pemahaman. Santri tetap harus menjaga adab belajar, tidak menggantungkan segalanya pada mesin, dan tetap menghormati  guru sebagai sumber utama ilmu. Teknologi tidak boleh membuat manusia malas berpikir. Justru dengan alat-alat canggih ini, santri bisa lebih efisien, lebih terarah, dan lebih produktif, selama digunakan dengan niat dan cara yang benar.            Transformasi digital di dunia santri bukan ancaman, tapi peluang. Dengan hadirnya e-learning, konten edukatif, dan kecerdasan buatan, cara belajar jadi lebih dinamis dan menyenangkan. Generasi santri hari ini bukan hanya penerus ilmu agama, tapi juga pionir perubahan yang mampu berdiri di dua kaki: iman dan teknologi. Di tangan para santri yang berakhlak dan berpikiran terbuka, teknologi tak lagi menakutkan. Ia menjadi sahabat dalam menuntut ilmu dan alat untuk menebar kebaikan. (***) Penulis: Salwa Widfa Utami Foto Ilustrasi AI Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah

Read More

Meneladani Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

Gresik – 1miliarsantri.net : Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah untuk menyempurnakan agama Islam. Banyak perjuangan yang dilakukan beliau dalam menyiarkan ajaran islam. Berbagai perlawanan dari kaum Kafir Quraisy menentang ajaran yang dibawa nabi. Mereka lebih percaya dengan bangunan yang diciptakan sendiri, yaitu berhala. Tetapi Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyerah dalam perjalanannya. Begitu luas kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Sampai beliau, tidak ada sedikit niat untuk membalas perilaku buruk dari orang-orang disekitarnya. Tabiat baik yang selalu dilakukannya patut kita contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sebagai manusia, seringkali kita melakukan kesalahan dan tidak bisa meniru secara penuh tabiat nabi. Namun kita perlu mengenal sifat-sifat yang dimiliki nabi dan membiasakan sejak dini dalam keseharian. Mengenal Sifat-sifat Nabi Muhammad Begitu banyak sifat baik yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, namun yang paling utama dan sering diperdengarkan ada empat. Menurut H. Tuaini (Kanwil Kemenag Kalteng, 2023) sifat-sifat terpuji nabi yang dapat dijadikan suri tauladan, yaitu: Shiddiq (Jujur) Shiddiq berarti jujur, kejujuran Nabi Muhammad dalam berdagang, membuatnya menjadi orang terpandang. Beliau selalu menyatakan kondisi barang yang dijual kepada pembeli, tanpa menutup kecacatan sedikitpun. Sehingga akad jual beli terjadi dengan penuh kejujuran dan tidak ada kerisauan antar penjual dan pembeli. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, jika kita melakukan kesalahan mengolah data dalam bekerja, maka harus segera melakukan perbaikan dan mengakui kesalahan atas perbuatan yang telah dilakukan. Jangan sampai menutupi kesalahan dan menimbunnya sampai berlarut-larut. Karena kebohongan sekali, dapat menuntut kebohongan lainnya. Apalagi sampai menyalahkan teman disekitarnya. Pentingnya kejujuran dalam bertindak, sehingga orang akan terbiasa berperilaku jujur dan menindak sesuatu yang salah atau kebohongan. Amanah (Dapat Dipercaya) Dapat dipercaya atau amanah, nabi dipercaya untuk menyiarkan agama islam pada zaman jahiliyah. Pada saat itu, masyarakat masih menyembah berhala dan masih mempercayai benda-benda mati tersebut memiliki roh atau kekuatan. Datangnya misi islam yang dibawa nabi, tentunya mendapat perlawanan dari masyarakat. Karena mereka sudah terbiasa dengan ajaran yang mereka anut, tiba-tiba muncul ajaran baru. Nabi tidak tinggal diam, beliau terus menyebarkan agama islam dari cara yang sembunyi-sembunyi sampai bisa secara terang-terangan dan memiliki banyak pengikut. Sehingga nabi dapat dipercaya dalam menyelesaikan misinya. Contoh saat ini, jika kita diberi amanah sebagai panitia dalam perayaan Maulid Nabi oleh atasan, maka kita jalankan tugas yang diberikan sampai tuntas. Jangan sampai kabur dari tanggung jawab yang telah diterima. Jika terdapat halangan, maka bisa didelegasikan kepada rekan lainnya, namun kontrol tanggung jawab tetap dipegang. Sehingga mencerminkan sifat dapat dipercaya. Fathonah (Cerdas) Cerdas arti dari fathonah, kecerdasan nabi terlihat sejak kecil. Beliau berpikir kritis, tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Meskipun beliau memiliki kecerdasan, namun tidak pernah sombong atas apa yang bisa dilakukannya. Kesuksesannya dalam berdagang tidak lepas dari kecerdasan beliau dalam strategi perdagangan. Giat belajar dan haus akan ilmu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, untuk meneladani sifat ini. Tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas emosional. Jadi belajar mengatur emosi dan menyalurkannya dalam sesuatu yang positif. Berpikir kritis dan berdiskusi tentang sesuatu yang pernah dilihat atau dibaca juga dapat dilakukan untuk mengasah kecerdasan seseorang. Baca juga : pentingnya-evaluasi-diri-seorang-muslim-kunci-meningkatkan-iman-dan-amal/ Tabligh (Menyampaikan) Tabligh yaitu menyampaikan, ini berkaitan dengan penyampaian firman Allah. Nabi Muhammad mendapat wahyu dari Allah melalui malaikat jibril, mengenai ajaran islam. Setelah nabi mendapatkan wahyu tersebut, dibagikan kepada umat islam pada masa itu. Jadi apa yang diperintah Allah, kebenaran ajaran Allah, selalu nabi sampaikan kepada umatnya. Pada zaman sekarang ini, seperti seorang guru yang menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Ia mengajarkan sesuatu yang benar dan menjelaskan sesuatu yang salah agar tidak dilakukan. Ini juga bisa kita lakukan, jika mendapatkan kebenaran ilmu dan disebarkan kepada teman-teman sekitar untuk melakukan hal yang baik. Jadi sifat-sifat nabi yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari yaitu shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Meskipun sifat utama yang dimiliki Nabi Muhammad SAW terpaparkan empat. Namun kita patut meneladani sifat-sifat lainnya yang dimiliki nabi, seperti adil, rendah hati, bijaksana, dan masih banyak lagi. Meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ adalah jalan mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghidupkan cahaya iman dalam keseharian kita. Dengan kelembutan tutur kata, keteguhan sabar, dan kasih sayang kepada sesama, beliau telah menunjukkan bahwa akhlak adalah inti dari keimanan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu mengikuti jejaknya, menebarkan kebaikan di mana pun berada, dan kelak digolongkan sebagai umat yang mendapat syafaatnya. Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.(***) Penulis : Zubaidatul Fitriyah Editor : Iffah Faridatul Hasanah Sumber foto : AI Sumber : Kanwil Kemenag Kalteng, (2023) ‘Empat Sifat Teladan Nabi Muhammad SAW untuk Dicontoh’, 7 Oktober. Tersedia di: https://kalteng.kemenag.go.id/kanwil/berita/519768/Kabag-TU-Empat-Sifat-Teladan-Nabi-Muhammad-SAW-Untuk-Dicontoh- (Diakses: 29 Agustus 2025).

Read More