Astronot Pertama Wanita Arab Saudi

Riyadh – 1miliarsantri.net : Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah menerima kedatangan empat peserta misi pribadi kedua Axiom Space yang lepas landas dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Amerika Serikat pada Ahad 21 Mei 2023. Salah satu kru adalah Rayyanah Barnawi. Dia astronaut Arab wanita pertama dan juga peneliti sel induk. Ia didampingi oleh sesama spesialis misi Arab Saudi Ali Alqarni, astronaut laki-laki kedua dari Arab Saudi yang pergi ke luar angkasa. Keduanya adalah orang Arab Saudi pertama yang melakukan perjalanan dengan roket sejak seorang pangeran Saudi meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery pada 1985. Mereka bergabung dalam perjalanan itu dengan dua warga negara AS, komandan Peggy Whitson dan pilot John Shoffner. Whitson adalah pensiunan astronaut NASA yang kini bekerja untuk Axiom. Barnawi, ilmuwan biomedis berusia 34 tahun, berencana menghabiskan hari-harinya di orbit untuk melakukan penelitian sel punca dan kanker payudara. “Ini menunjukkan bagaimana ruang menyatukan semua orang. Saya akan menjalani pengalaman ini secara maksimal,” tutur dia, seperti dikutip laman Engineering and Technology, Selasa (23/5/2023). Dia mengatakan, menjadi astronaut wanita Arab Saudi pertama yang pergi ke luar angkasa adalah suatu kehormatan besar yang sangat ia sukai. Eksperimen Barnawi akan didasarkan pada beberapa pekerjaan yang telah dia lakukan selama sembilan tahun terakhir sebagai teknisi laboratorium penelitian di Program Rekayasa Ulang Sel Punca dan Jaringan Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal di Riyadh. Selama berada di stasiun luar angkasa, para pengunjung baru akan melakukan lebih dari 20 eksperimen sains dan teknologi, termasuk pengaruh luar angkasa terhadap kesehatan manusia dan teknologi penyemaian hujan. Para tamu ISS itu akan memiliki akses ke sebagian besar stasiun saat mereka melakukan eksperimen, memotret Bumi, dan mengobrol dengan anak-anak sekolah di rumah, mendemonstrasikan bagaimana layang-layang terbang di angkasa saat dipasang ke kipas. Para astronaut akan menghabiskan lebih dari sepekan di ISS sebelum kembali ke rumah dengan pendaratan di lepas pantai Florida. “Tujuan kami adalah memberi manfaat bagi seluruh umat manusia melalui sains. Kami berharap misi ini akan menginspirasi para gadis dari berbagai latar belakang untuk memajukan pengalaman manusia,” kata Mishaal Ashemimry, seorang insinyur ruang angkasa Arab Saudi-Amerika dan penasihat Komisi Luar Angkasa Saudi. Pilot pesawat tempur Saudi Ali al-Qarni mendedikasikan kunjungan tersebut kepada semua orang di rumah. “Misi ini bukan hanya untuk saya dan Rayyanah. Misi ini juga untuk orang-orang yang memiliki ambisi dan impian,” katanya Penerbangan bernilai jutaan dolar ini merupakan penerbangan pribadi kedua ke stasiun luar angkasa yang diselenggarakan oleh Axiom Space. Tahun lalu, mereka mengirim tiga pengusaha ke sana, dengan pensiunan astronaut NASA lainnya. (har)

Read More

Sebanyak 4.505 Jamaah Asal Jawa Barat Gagal Berangkat

Bekasi – 1miliarsantri.net : Sebanyak 4.505 jamaah calon haji tahun 2023 asal Propinsi Jawa Barat, dinyatakan gagal berangkat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam. Menurutnya terdapat berbagai alasan yang menyebabkan jamaah calon haji batal berangkat seperti sakit hingga meninggal. Namun, ada juga yang memilih menunda ibadah haji karena tidak mendapatkan izin. “Banyak faktor kenapa batal berangkat haji tahun ini. Ada yang sakit, ada yang meninggal, ada juga karena tidak diizinkan oleh dinas, sehingga harus menunda keberangkatan,” terangnya. Namun, pihak nya memastikan kuota haji untuk Jawa Barat tetap dimaksimalkan. Ribuan jamaah calon haji yang batal berangkat itu posisinya langsung digantikan jamaah cadangan. “Kuota tersebut akan tertutup oleh jamaah cadangan. Jumlah jamaah cadangan itu bisa menutupi kekosongan kuota. Insya Allah kuota jamaah yang ada di Jabar itu dimaksimalkan,” sambungya. Sebagaimana diketahui, rangkaian ibadah haji tahun ini sudah mulai dilaksanakan. Sejak Selasa (23/5) pagi, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi sudah menerima kloter 1 dan kloter 2 jamaah calon haji asal Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur. “Jamaah calon haji akan dilakukan pengecekan dokumen dan kesehatan terakhir sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah. Setelah semua persyaratan lolos, mereka akan mendiami asrama tersebut kurang dari sehari dan akan langsung berangkat menuju Arab Saudi melalui Bandara Soekarno-Hatta,” tutupnya. (yus)

Read More

Dua Bus Rombongan Calhaj Pamekasan Kecelakaan, Banyak Sopir terindikasi Mengonsumsi Narkoba

Surabaya – 1miliarsantri.net : Bus pengangkut rombongan calon jamaah haji Emberkasi Surabaya asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (24/5/2023). Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Abdul Halim, bus rombongan yang mengalami kecelakaan tersebut bernomor rombongan 5 dan 6. “Penyebabnya karena sopir bus ngerem mendadak sehingga ditabrak oleh bus yang ada di belakangnya,” kata Halim dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Rabu sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Semua jamaah yang ada di dua bus tersebut selamat. “Hanya bus mengalami pecah kaca dan bagian depan penyok,” kata dia. Akibat kejadian itu, semua penumpang yang berada di dua bus tersebut dialihkan ke bus yang mengangkut rombongan untuk kelompok terbang (kloter) 4 yang baru kembali mengantarkan rombongan jamaah haji dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Halim menambahkan, jamaah asal Pamekasan yang berada dalam rombongan bus nomor 5 dan 6 itu tergabung dalam kloter 6 jamaah haji emberkasi Surabaya. “Karena bus pengangkut rombongan kloter 4 sudah lebih dahulu tiba di Surabaya, maka kami minta agar kembali lagi untuk mengangkut jamaah yang busnya terlibat kecelakaan tersebut,” terang Halim Sementara itu, di tempat berbeda, dua dari 27 sopir bus pengantar calon jamaah haji asal Pamekasan, Jawa Timur, terindikasi positif mengonsumsi obat-obatan terlarang jenis narkoba. Panitia penyelenggara haji setempat terpaksa mengganti kedua sopir tersebut. “Ini diketahui setelah kami melakukan tes urine kepada semua sopir bus pengantar calon haji,” tutur dr Sarah, juru bicara tim dokter kesehatan calon jamaah haji asal Pamekasan saat dihubungi 1miliarsantri.net, Rabu (24/05/2023). Dokter umum yang bertugas di Puskesmas Kowel ini lebih lanjut menjelaskan, tim kesehatan haji Pamekasan telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seribu lebih calon jamaah haji dan melakukan tes urine kepada 27 sopir bus pengangkut jamaah. Dari 27 sopir bus yang diperiksa itu, dua di antaranya diketahui positif mengonsumsi obat-obatan terlarang narkoba. “Karena itu, tim kesehatan langsung meminta agar kedua sopir tersebut diganti,” ujarnya. Selain menyarankan untuk mengganti kedua sopir bus tersebut, tim kesehatan haji Pamekasan juga melaporkan hasil tes urine tersebut ke Polres Pamekasan. Dr Sarah menjelaskan, satu di antara dua sopir yang terdeteksi positif narkoba itu memiliki riwayat pernah dirawat di rumah sakit. Apabila yang bersangkutan mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, tes urine akan mendeteksinya positif. “Terlepas temuan positif itu karena mengonsumsi atau karena efek obat-obatan dari dokter saat di rumah sakit, keduanya tetap berefek sedasi,” kata dia. Sedasi merupakan suatu keadaan terjadinya penurunan kepekaan terhadap rangsangan dari luar karena ada penekanan sistem saraf pusat yang ringan dan kondisi tersebut berpotensi menghasilkan penurunan tingkat kesadaran sehingga menimbulkan rasa mengantuk dan menghilangkan rasa cemas tanpa kehilangan komunikasi lisan. “Karena ada efek samping yang bikin sedasi, jadi kami menyarankan untuk mengganti kedua sopir bus pengangkut calon haji tersebut,” lanjut dr Sarah. Secara terpisah, Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana membenarkan adanya temuan dua sopir pengangkut calon jamaah haji yang dinyatakan positif mengonsumsi obat-obatan. Satuan Narkoba Polres Pamekasan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kabupaten Pamekasan tahun ini mendapatkan kuota 1.445 untuk penyelenggaraan ibadah haji reguler tahun 2023. Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan Abdul Halim, total jumlah itu terdiri atas 582 calon jamaah haji lunas tunda, 490 sesuai urutan porsi, 294 prioritas lansia, dan cadangan sebanyak 79 orang. (sah)

Read More

Syekh Quro Penyebar Agama Islam Pertama di Tanah Sunda

Karawang – 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat Jawa Barat, terutama Kabupaten Karawang, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Syekh Quro, yang memiliki nama asli Syekh Hasanuddin atau Syekh Qurotul Ain atau Syekh Mursahadatillah. Beliau adalah salah satu ulama penyebar agama Islam pertama di tanah Sunda sekitar abad 15, makam nya terletak di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bukti adanya makam Syekh Quro Karawang di Pulo Bata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Karawang, diperkuat lagi oleh Sunan Kanoman Cirebon yaitu Pangeran Haji Raja Adipati Jalaludin saat berkunjung ke tempat itu, dan beliau memberikan surat pernyataan Putra Mahkota Pangeran Jayakarta Adiningrat XII. Dalam sejarah diceritakan mengenai penyebaran Islam di Karawang bermula ketika Syekh Quro mendirikan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Quro, yang memiliki arti tempat untuk belajar Alquran pada tahun 1418 M atau 1340 Saka. Di Pesantren inilah pertama kali dibangun sebuah masjid di Karawang yang sekarang menjadi Masjid Agung Karawang. Syekh Quro adalah penganut Mahzhab Hanafi yang datang ke Karawang bersama para santrinya yakni, Syekh Abdul Rohman, Syekh Maulana Madzkur, dan Nyai Subang Larang. Syekh Quro kemudian menikah dengan Ratna Sondari putri dari Ki Gedeng Karawang, dari pernikahan itu lahirlah seorang putra yang bernama Syekh Akhmad, yang menjadi penghulu pertama di Karawang. Syekh Quro memiliki seorang santri yang berjasa dalam menyebarkan ajaran Agama Islam di Karawang yaitu bernama Syekh Abdulah Dargom alias Syekh Darugem bin Jabir Modafah alias Syekh Maghribi keturunan dari Sayyidina Usman bin Affan RA yang kelak disebut dengan nama Syekh Bentong alias Tan Go. Syekh Bentong memiliki seorang istri yang bernama Siu Te Yo dan mereka mempunyai seorang putri yang diberi nama Siu Ban Ci. Ketika usia anak Syekh Quro dan Ratna Sondari sudah beranjak dewasa, Syekh Quro menugaskan santri–santri yang sudah cukup ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam seperti, Syekh Abdul Rohman dan Syekh Maulana Madzkur, untuk menyebarkan ajaran Islam ke bagian selatan Karawang, tepatnya ke Kecamatan Telukjambe, Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru sekarang. Sedangkan anaknya Syekh Quro dengan Ratna Sondari yang bernama Syekh Ahmad, ditugaskan oleh sang ayah meneruskan perjuangan menyebarkan ajaran Agama Islam di Pesantren Quro Karawang atau Masjid Agung Karawang sekarang. Sedangkan sisa santrinya yang lain yakni Syekh Bentong ikut bersama Syekh Quro dan Ratna Sondari istrinya pergi ke bagian Utara Karawang tepatnya ke Pulo Bata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang sekarang, untuk menyebarkan ajaran Islam dan bermunajat kepada Allah SWT. Di Pulo Bata Syekh Quro dan Syekh Bentong membuat sumur yang bernama Sumur Awisan, yang sampai saat ini sumur tersebut masih dipergunakan. Syekh Quro akhirnya meninggal dan dimakamkan di Pulo Bata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang. Sebelum meninggal Syekh Quro berwasiat kepada santri – santrinya. “Ingsun Titip Masjid Langgar Lan Fakir Miskin Anak Yatim Dhuafa”. Sepeninggal Syekh Quro, perjuangan penyebaran Islam di Pulo Bata diteruskan oleh Syekh Bentong sampai akhir hayatnya Syekh Bentong. Makam Syekh Quro Karawang dan Makam Syekh Bentong ditemukan oleh Raden Somaredja alias Ayah Djiin alias Pangeran Sambri dan Syekh Tolha pada tahun 1859 Masehi atau pada abad ke – 19. Raden Somaredja alias Ayah Djiin alias Pangeran Sambri dan Syekh Tolha ditugaskan oleh Kesultanan Cirebon untuk mencari makam Maha guru leluhur Cirebon yang bernama Syekh Quro. (fil)

Read More

Para Tokoh Penggagas Lahir nya Boedi Oetomo

Surabaya – 1miliarsantri.net : Pergerakan Budi Utomo merupakan organisasi yang dibentuk oleh beberapa mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indiische Artsen) pada 20 Mei 1908 di Jakarta. Sejumlah tokoh penggagas dan pendorong terlahirnya Budi Utomo, di antaranya adalah Dr Soetomo, Seoradji Tirtonegoro, dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Lahirnya Budi Utomo juga tidak lepas dari peran dr. Wahidin Soedirohusodo. Untuk mengampanyekan gagasan mengenai bantuan dana bagi pelajar berprestasi yang tidak mampu sekolah, dr. Wahidin Soedirohusodo kerap berkeliling kota-kota besar di Jawa. Berikut ini adalah tokoh penggagas dan pendorong lahirnya Budi Utomo yang dikutip dari laman Kebudayaan Kemdukbud dan beberapa sumber lainnya. Pada awal pembentukan organisasi, Soetomo menjadi ketua Budi Utomo. Kemudian susunan kepengurusan organisasi dirombak dalam Kongres Pertama Budi Utomo pada Oktober 1908. Dalam kongres tersebut, ketua Budi Utomo yang ditetapkan adalah Tirtokusumo yang saat itu adalah bupati Karanganyar. Pada 27 Desember 1961 Soetomo ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pada awal pembentukan organisasi, Soelaiman menjadi wakil ketua Budi Utomo. Setelah Kongres Pertama Budi Utomo, jabatan wakil ketua organisasi ini diduduki oleh dr. Wahidin Sudirohusodo. Kemahirannya itu dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan awal Budi Utomo melalui tulisan-tulisannya. Gondo Soewarno menegaskan agar Budi Utomo menjadi pelopor bagi Algemeen Javaancshe Bond (Persatuan Seluruh Jawa). Ia adalah pendiri sekaligus penggerak organisasi Budi Utomo yang sangat dekat dengan Soetomo. Saking dekatnya, ketika Goenawan meninggal pada 1929, Tjipto menyebut bahwa Soetomo telah kehilangan “dalang”-nya. Raden Angka termasuk di antara tokoh intelektual yang tidak terjun ke kancah perjuangan dan pergolakan politik. Semasa hidupnya, Raden Angka mengabdikan diri sebagai dokter rakyat dan pendidik. Pada masa revolusi fisik, M Saleh bahu-membahu bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan dengan caranya yakni sebagai dokter di Probolinggo, Jawa Timur. Ia memiliki peran penting dalam melakukan pendekatan dengan bupati-bupati untuk mendukung organisasi Budi Utomo. Usulan tersebut disampaikan Soeradji dan Soetomo kepada dr. Wahidin Soedirohoesodo saat mengunjungi STOVIA. Kemudian, nama Boedi Oetomo atau Budi Utomo dipilih dan dijadikan nama resmi perkumpulan para pelajar STOVIA. Dalam organisasi Budi Utomo, ia berperan sebagai komisaris (Pembantu Umum) bersama komisaris-komisaris lainnya. (fq)

Read More

Sholat Tahajud Para Sahabat

Jakarta – 1miliarsantri.net : Sebagian orang mungkin tidak pernah menyangka bahwa keajaiban sholat tahajud terbukti bukan sekadar isapan jempol. Banyak hikmah dan fadilah yang diperoleh seorang hamba saat berkhalawat dengan Tuhannya. Kisah Tahajud yang dilakukan para Sahabat dan beberapa orang Saleh ditulis dengan indah dalam buku Mukjizat Sholat Malam karangan Sallamah Muhammad Abu Al Kamal. Salah satu yang dilakukan oleh Umar bin Khattab misalnya, saat hendak melakukan tahajud, Umar bin Khattab kerap membangunkan anggota keluarganya sambil membacakan ayat Alquran Surat Thaha ayat 132. وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” Umar, seorang khalifah yang memiliki kekuasaan yang membentang dari jazirah Arab hingga ke Mesir kerap menyibukkan malam-malamnya dengan tahajud. Dia bahkan berkata, “Sekiranya bukan karena tiga hal, aku tidak ingin hidup lebih lama, yaitu berjihad di jalan Allah, bersusah payah pada malam hari, dan berkumpul dengan orang banyak untuk mendapat nasihat-nasihat terbaik, seperti mengambil buah-buah terbaik.” Berbeda pula dengan Umar bin Abdul Aziz, salah satu penguasa Muslim paling sukses di zamannya pun tak kendor sholat tahajud. Kesaksian tahajud Umar disampaikan istrinya, Fathimah binti Abdul Malik, kepada Al Mughirah ibn Hakim. “Hai Mughirah, saya tahu bahwa kadang-kadang di antara manusia ada orang yang lebih rajin sholat dan puasa daripada Umar. Akan tetapi, saya tidak pernah melihat orang yang dekat kepada Tuhannya seperti kedekatan Umar. Setelah sholat Isya pada akhir waktu, dia merebahkan diri di atas tempat sujud. Dia berdoa dan menangis hingga tertidur. Kemudian, dia bangun, lalu berdoa dan menangis hingga tertidur. Demikian seterusnya hingga Subuh.” ( Al Zuhd karya Ibn Hanbal). Umar bin Abdul Aziz punya mushala khusus di tengah rumahnya. Tidak seorang pun boleh memasukinya. Di sana, pada akhir malam dia mulai bermunajat hingga terbit fajar. Fathimah pun pernah dibuat sedih saat mendapati Umar sedang gundah usai membacakan sebuah ayat pada malam ketika dia sholat. “Pada hari itu, manusia seperti anai-anai bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” Sang Amirul Mukminin pun menjerit. “Oh betapa buruknya keadaanku pada Subuh ini. Kemudian, dia duduk dan merebahkan diri. Dia mulai bersikap dingin kepada istrinya. Umar bin Abdul Azis melanjutkan perkataannya. “Celaka aku! Bagaimana aku pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihamburkan.” Dia pun jatuh seperti mayat hingga terdengar suara azan Subuh. Fathimah, istrinya, kerap berderai air mata saat mengingat kejadian itu. (tah)

Read More

Jamaah Haji Indonesia Kloter 1 Sudah Siap Disambut Petugas PPIH

Jakarta – 1miliarsantri.net : Keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi Kloter pertama, keseluruhan akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah) pada Rabu 24 Mei 2023. Setidaknya ada 16 kloter yang akan datang pada 24 Mei 2023. Sebanyak 6.383 jamaah yang berangkat dari delapan embarkasi, yaitu: Jakarta – Pondok Gede (JKG), Jakarta – Bekasi (JKS), Solo (SOC), Makassar (UPG), Aceh (BTJ), Kualanamu/Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB). “Kloter pertama Embarkasi Jakarta – Pondok Gede atau JKG 01 akan tiba perdana di Madinah pada pukul 06.20 waktu Arab Saudi (WAS). Disusul SOC 01 pada pukul 09:15 WAS, UPG 01 pukul 10.20 WAS, dan BTJ 01 pukul 11:20 waktu Arab Saudi,” kata Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid dalam keterangan Pers nya, Selasa (23/05/2023). Subhan menambahkan, persiapan sudah dilakukan empat hari sebelum kedatangan jamaah. Petugas PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah, sudah tiba di Arab Saudi sejak 20 Mei 2023. Ada dua sektor di Daker Bandara yang secara bergiliran akan memberikan layanan 24 jam dalam menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Sementara di Madinah, ada lima sektor wilayah perhotelan, satu sektor Bir Ali, dan satu sektor khusus Masjid Nabawi yang juga siap memberikan pelayanan, pembinaan, dan pelindungan kepada jamaah. Saat ini sudah disiapkan 91 hotel di Madinah yang tersebar pada lima sektor. Ada 11 perusahaan yang sudah kontrak di bawah naungan Naqabah (Organda Saudi). Ada 8 – 10 bus yang disiapkan untuk mengantar setiap kloter yang tiba di Madinah, disesuaikan dengan jumlah rombongan. Satu rombongan antara 40-45 jemaah. “Mereka akan menempati Hotel Grand Plaza Badr Al-Maqam dan Al-Madinah Concorde di Sektor 1, serta Abraj Taba Company di Sektor 2,” terang Subhan. Berikut data 19 Kloter yang akan tiba di Madinah pada 24 Mei 2023: Jamaah haji Indonesia sebelum nya akan berada di Madinah sekitar sembilan hari. Mereka akan menjalani ibadah Arbain. Yaitu, salat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi dan beberapa kegiatan lain nya. Selama di Madinah, jamaah juga akan mendapat layanan katering, tiga kali makan sehari. Subhan memastikan bahwa PPIH Arab Saudi telah melakukan kontrak kerja sama dengan 21 perusahaan penyedia katering jamaah haji Indonesia. Mereka diharuskan menyediakan layanan katering bercita rasa masakan nusantara. “Kita sudah lakukan konsolidasi dengan 21 dapur katering beserta para juru masaknya. Kita teguhkan komitmen mereka untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah. Sudah dilakukan juga demo menu jemaah bercita rasa Indonesia,” pungkasnya. (punk)

Read More

Berbagai Petuah Karya Syekh Nawawi al Bantani Yang Selalu Menguatkan Keimanan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Para alim ulama dari masa ke masa hingga sekarang ini selalu menghadirkan nasihat-nasihat maupun petuah-petuah yang memberikan penyegaran serta menambah keimanan. Tak sedikit dari mereka menuliskan berbagai petuah bijaknya dalam berbagai karya. Buah penanya lalu menjadi “abadi” lantaran dibaca dan bahkan dirujuk masyarakat luas dari generasi ke generasi. Syekh Nawawi al-Bantani lewat karya nya Al-Futuhat al-Madaniyah fii asy-Syu’ab al-Imaniyah memuat banyak hikmah yang mengajarkan kepada masyarakat tentang penguatan akidah dan akhlak karimah. Tak hanya berupa penjelasan atas ayat-ayat Alquran dan hadis, kitab ini kaya akan kisah inspiratif. Dengan begitu, pembaca menjadi mudah mafhum akan pentingnya iman yang kokoh dalam mengarungi kehidupan. Terlebih lagi, penjelasan Syekh Nawawi sangat kental akan nuansa tasawuf yang menyentuh hati. Wajar saja, karena di antara rujukan kitab ini adalah An-Niqayah karya Imam as-Suyuthi serta Futuhat Makkiyah karya Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi. Keduanya merupakan sosok yang amat dihormati, khususnya di kalangan salik tasawuf. Bagian awal kitab Al-Futuhat al-Madaniyah menjelaskan tentang ubudiyah, baik yang wajib maupun sunah dan hikmah di dalamnya. Ibadah tambahan merefleksikan eksistensi manusia sebagai pelengkap ciptaan Illahi. “Maka seharusnya Anda melaksanakan ibadah sunah, sebab itu adalah asal Anda,” tulis Syekh Nawawi. Adapun ibadah wajib adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Kewajiban merefleksikan kondisi Sang Pencipta yang harus ada (wajibul wujud). Melaksanakan ibadah wajib berarti mengakui keberadaan Allah, Zat Yang Maha Esa, kekuasaan-Nya, dan mengokohkan keimanan kepada-Nya. Syekh Nawawi kemudian menjelaskan sebanyak 78 hal yang wajib ada sebagai wujud keimanan. Semuanya merupakan refleksi dari rukun iman dan rukun Islam, serta sifat-sifat mulia yang menjadi bagian dari laku tasawuf. Contoh perangai sehari-hari termaktub dalam hal wajib nomor ke-17: “memenuhi semua akad yang dibuat.” Pergaulan sehari-hari tak lepas dari janji yang harus dipenuhi, seperti akad jual-beli, atau akad pernikahan yang dilakukan seorang pemuda yang hendak menggenapkan agamanya. Misal lainnya, adalah pentingnya memiliki sifat malu—ini dijelaskan pada poin nomor ke-19. Seorang Mukmin mengetahui bahwa Allah senantiasa mengetahui dan selalu melihat segala gerak yang dilakukannya. Orang beriman akan malu kepada Allah karena semua yang dikerjakannya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan. “Menyayangi semua makhluk” juga menjadi bagian dari keimanan, seperti yang dijelaskan pada poin nomor ke-21. Sifat objek kasih sayang bukan hanya pada orang-orang seiman, tetapi siapapun dengan berbagai latar belakang. Semuanya berhak mendapatkan kasih sayang untuk mewujudkan kehidupan harmonis dalam kebersamaan. Kasih sayang juga menggambarkan pandangan kesatuan manusia dengan alam sekitar tempat mereka menjalani kehidupan. Dengan menyayangi alam, kehidupan menjadi lestari. Makhluk menjalani kehidupan di alamnya tanpa ada yang terganggu. Keseimbangan alam terjaga sehingga keanekaragaman hayati terhindar dari kepunahan. Seperti tampak pada judulnya, Al-Futuhat al-Madaniyah juga menjabarkan perihal kehidupan madani, baik dalam konteks keumatan maupun kebangsaan. Syekh Nawawi dalam karyanya ini menjelaskan beberapa akhlak yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Misalnya, mengemban kekuasaan dengan adil—tercantum pada poin ke-50. Dai asal Tanara, Banten, itu menegaskan, seorang pemimpin harus membuat keputusan dengan benar agar maslahat di tengah masyarakat. Menurut ulama kelahiran tahun 1813 Masehi tersebut, penting itu menghindari hawa nafsu yang hanya membawa seorang pemimpin pada kepentingan segelintir dan mengabaikan kemaslahatan luas. Kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat kelak. Masyarakat pun akan menilai, apakah pemerintahan berjalan dengan baik atau tidak. Allah juga akan mengganjar seorang amir yang amanah dengan pahala atau bahkan siksaan—bila ia berkhianat. Termasuk akhlak berbangsa adalah patuh kepada pemimpin (ulil amr). Meskipun pemimpin itu adalah seorang budak buruk rupa, masyarakat wajib menaatinya, selama apa yang diperintahkan adalah kebaikan. Dalam menjelaskan poin ke-51 ini, Syekh Nawawi menuliskan kisah seorang non-Muslim memasuki sebuah daerah. Ketika itu dia melihat masyarakat ramai berkerumun untuk menyaksikan pemimpin mereka datang. Orang tersebut ikut berkumpul. Ketika itu dia tercengang, karena pemimpin yang dimuliakan itu dulunya dia kenal sebagai budak. Sejak itu, dia menyadari bahwa Allah dengan kuasa-Nya mampu membolak-balik keadaan manusia. Dia kemudian mengikrarkan keimanan kepada Allah dan Rasulullah SAW. Secara tersirat Syekh Nawawi menjelaskan bahwa iman tak sekadar tertanam dalam hati atau sebatas kata-kata manis. Lebih dari itu, keyakinan harus terwujud dalam laku-kata yang terpuji, yang tidak menyakiti hati orang lain, mendukung kemajuan hidup, dengan dasar keimanan yang kokoh. Meski ditulis oleh intelektual yang hidup pada abad ke-19, kitab ini tetap menyuguhkan solusi yang relevan atas persoalan akhlak dan kepribadian Muslimin kini. Al-Futuhat al-Madaniyah menyegarkan pemahaman kita tentang aplikasi keimanan dalam kehidupan sehari-hari, dalam laku-kata kepada sesama makhluk, termasuk di dalamnya alam tempat semua makhluk tinggal. Dengan membaca kitab ini, seseorang dapat sedikit memahami akhlak tasawuf yang menjadi ruh pembentuk kepribadian Muslim taat kepada Sang Pencipta. Kitab ini juga mengarahkan pembacanya untuk memahami bagaimana bermuamalah kepada sesama. Yang lebih penting lagi, Syekh Nawawi juga mengajarkan akhlak berbangsa untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang adil, berdaulat, dan makmur. Ini menandakan sang alim mencintai negerinya dan ingin umat Islam di mana pun menjadi bagian dari perubahan kehidupan yang berkembang atau madani.

Read More

10 Kerajaan Islam di Nusantara Yang Pernah Mengalami Kejayaan

Jakarta – 1miliarsantri.net : Muncul nya Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13. Saat itu, muncul nya kerajaan-kerajaan Islam akibat lalu lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok berbaur dengan masyarakat Nusantara. Masuknya agama Islam ke Nusantara lewat perdagangan ini yang kemudian turut membawa banyak perubahan dari sisi budaya hingga pemerintahan. Salah satu penanda perubahan tersebut terlihat dari kemunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Keterlibatan kerajaan Islam di Indonesia ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru Indonesia. Di antara sekian banyak kerajaan Islam tersebut, berikut rangkuman kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia beserta jejak peninggalannya yang masih bisa kita saksikan sampai hari ini. Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu. Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai. Bukti sejarah yang memperkuat Kerajaan Perlak yakni makam salah satu Raja Benoa–negara bagian Kesultanan Perlak–yang terletak di pinggir Sungai Trenggulon. Diyakini, batu nisan pada makam tersebut dibuat pada abad ke-11 M. Kerajaan Ternate berkembang paling masif dibanding kerajaan di Maluku lainnya lantaran sumber rempah-rempah yang begitu besar dan militer yang kuat. Saat itu, banyak saudagar yang datang untuk melakukan perdagangan di Kerajaan Ternate, di samping menyiarkan agama Islam. Setelah Sultan Mahrum wafat, diteruskan oleh Sultan Harun dan kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Baabullah. Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaannya. Usai Sultan Baabulah meninggal pada 1583, tampuk kekuasaan dialihkan pada putranya, Sahid Barkat. Sejarah peradaban Kerajaan Ternate yakni Masjid Sultan Ternate, Keraton Kesultanan Ternate, Makam Sultan Baabullah, dan Benteng Tolukko. Kerajaan yang terletak di Aceh Utara Kabupaten Lhokseumawe ini diketahui merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak yang ada sebelumnya. Cukup banyak bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai. Antara lain makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat pusat kerajaan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Pada masa kejayaan, Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dengan komoditas utamanya lada. Banyak saudagar dari berbagai penjuru negeri yang datang berniaga, sebut saja dari India, Siam, Arab, Persia, hingga Tiongkok. Jejak peninggalan lain yakni ditemukannya dirham atau mata uang emas murni. Pada masa pemerintahan Sultan Malik At-Tahir, Kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan dirham sebagai alat tukar secara resmi. Kerajaan ini runtuh pada 1521 akibat perebutan kekuasaan, perang saudara, dan diserang Portugis. Kerajaan Gowa kemudian mencapai puncak kejayaannya bersama Tallo menghegemoni perdagangan dan militer di timur Nusantara. Usai Gowa mengadopsi Islam sebagai agama resmi pada awal 1600-an, kerajaan kembar ini kemudian mendirikan Kerajaan Islam Makassar dengan raja pertamanya Sultan Alauddin. Kerajaan Islam Makassar ini gemar menyebarkan dakwah Islam. Masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Makassar ini ialah pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin. Tinggal di wilayah maritim membuat sebagian besar masyarakat Gowa bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang. Masyarakat Gowa juga dikenal sebagai pembuat kapal Pinisi dan Lombo, yang hingga kini terkenal hingga mancanegara. Beberapa peninggalan Kerajaan Gowa masih ada yang utuh hingga saat ini dan menjelma menjadi tempat wisata yang dilindungi, seperti Masjid Tua Katangka, Istana Tamalate, Museum Balla Lompoa, Benteng Ford Rotterdam, dan Benteng Somba Opu. Mulanya, masyarakat Malaka belum memeluk Islam. Namun seiring perkembangan Islam menjadi bagian dari Kerajaan Malaka yang ditandai oleh gelar sultan yang disandang oleh penguasa Malaka pada 1455. Sultan Mahmud Syah adalah raja kedelapan sekaligus yang terakhir dari Kesultanan Malaka. Pemerintahannya berakhir akibat serangan Portugis pada 1511. Mahmud Syah sempat memindahkan ibu kotanya ke Bintan, namun kembali diluluhlantakkan Portugis. Peristiwa inilah yang menjadi awal mula invasi militer Eropa ke Nusantara. Peninggalan Kerajaan Malaka yang masih berdiri sampai sekarang antara lain Masjid Raya Baiturrahman Aceh, dan Masjid Agung Deli. Dari sinilah Cirebon tumbuh menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. Kasultanan Cirebon pertama kali didirikan pada 1430 oleh Pangeran Walangsungsang yang dinobatkan sebagai Sultan Cirebon I. Kemudian pada 1479 Sultan Cirebon I menyerahkan jabatan dan kekuasaannya kepada Sunan Gunung Jati yang tidak lain ada keponakannya sendiri dan menjabat sebagai Sultan Cirebon II. Sultan atau penguasa Kerajaan Cirebon selanjutnya adalah Sultan Abdul Karim yang merupakan penguasa Kasultanan Cirebon terakhir sebelum terbagi menjadi dua yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman. Peninggalan Kerajaan Cirebon yang paling terkenal yakni Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Keprabon, Patung Harimau Putih, Bangunan Mande, dan Kereta Kasepuhan Singa Barong, dan Mangkok Kayu Berukir. Kemunculan Kerajaan Demak terjadi pada masa kemunduran Kerajaan Majapahit. Beberapa wilayah kekuasaan Majapahit memisahkan diri. Kerajaan ini tercatat memiliki 5 raja tersohor yang pernah berkuasa, seperti Raden Fatah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Sunan Prawata, dan Arya Penangsang. Pada masa kejayaannya, Kerajaan Demak ini tak tersaingi. Kemunduran Kerajaan Demak dipicu oleh perang saudara antara Pangeran Surowiyoto dan Trenggono yang berujung saling bunuh untuk merebut takhta.Kemudian pada 1554, Kerajaan Demak runtuh akibat pemberontakan Jaka Tingkir yang berhasil mengalihkan pusat kekuasaan ke daerah Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang. Pemimpin yang paling terkenal di Kesultanan Banten adalah Sultan Agung Tirtayasa. Di bawah kekuasaannya, ia banyak memimpin perlawanan terhadap Belanda lantaran VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Islam menjadi pilar bagi Kesultanan Banten dan menempatkan ulama sebagai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Inilah yang membuat tarekat dan tasawuf berkembang di Banten. Tradisi lain yang dipengaruhi perkembangan Islam juga dapat terlihat pada seni bela diri debus. Runtuhnya Kesultanan Banten salah satunya diakibatkan oleh perang saudara. Anak dari Sultan Ageng Tirtayasa, yakni Sultan Haji, berusaha merebut kekuasaan dari tangan sang ayah. Jaka Tingkir merupakan menantu Sultan Trenggono yang diberi kekuasaan di Pajang. Usai merebut kekusaan Demak dari Aria Penangsang, seluruh kekuasaan dan benda pusaka Demak dipindahkan ke Pajang. Jaka Tingkir mendapat gelar Sultan Hadiwijaya dan sekaligus menjadi raja pertama Kerajaan Pajang. Islam yang semula berpusat di pesisir utara Jawa (Demak) dipindahkan ke pedalaman membawa pengaruh yang besar dalam penyebarannya. Semasa pemerintahannya, politik dan agama Islam mengalami perkembangan. Kemudian Jaka Tingkir…

Read More

Buya Yahya : Orang Tua atau Wali Santri Harus Selektif Memilih Pondok Pesantren

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) menyampaikan, para orang tua harus benar-benar selekti dalam mencari pondok pesantren untuk putra atau putri tercinta. Menurut Buya Yahya, ada beberapa rambu yang perlu diketahui para orang tua atau wali santri. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pendidikan agama anak-anak kelak. “Pemilihan pondok pesantren yang tepat menjadi hal krusial. Rambu utama dalam memilih pondok pesantren adalah akidah yang benar yakni ahlus sunnah wal jamaah,” terang Buya Yahya. Akidah yang benar dan berlandaskan pada ahlus sunnah wal jamaah menjadi fondasi yang kokoh dalam pemilihan pondok pesantren. Pemahaman yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW dan generasi salafush shalih sangatlah penting. Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan orang tua adalah jarak antara rumah dan pondok pesantren. Buya Yahya menegaskan, jarak bukanlah masalah yang besar dalam memilih pondok pesantren yang tepat. Dia mencontohkan banyak santri dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri, dan mereka tetap merasa dekat dengan pondok pesantren yang mereka pilih. “Biarpun dekat, orang tua tetangga Pondok Al Bahjah tidak melihat anaknya setiap hari dan tetap mengikuti peraturan, kunjungan hanya dilakukan beberapa bulan sekali. Jadi, baik dekat maupun jauh, tidak ada masalah dengan Al Bahjah karena tidak dapat melihat anak setiap saat,” papar Buya Yahya. Selain itu, sisi penerapan akhlak juga menjadi faktor penting. Buya Yahya menekankan, pondok pesantren yang terlalu longgar dalam penerapan aturan dan peraturan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. “Jika pondok terlalu longgar, anak kita mungkin tidak akan menjadi lebih baik karena peraturan yang ada sebelumnya membantu mereka menjadi lebih baik,” tambahnya. Namun, yang terpenting adalah menjaga kerinduan untuk membawa anak pada kebaikan dan kemuliaan. Jarak yang jauh tidaklah menjadi halangan yang signifikan. “Jangan terlalu memikirkan jarak yang jauh, yang penting anak Anda selamat dan baik. Sekarang, jarak sudah hampir tidak memiliki arti. Semoga Allah memudahkan Anda untuk membawa Putri Anda pada kemuliaan yang sesungguhnya,” tutup Buya Yahya. (wink)

Read More