Kloter Pertama Emberkasi Surabaya Tiba Dan Langsung Melakukan Sujud Syukur

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebanyak 450 jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) pertama Emberkasi Surabaya tiba di Bandar Udara Internasional Juanda, Selasa sore (04/07/2023). Kebanyakan jamaah ini berasal dari Bangkalan. Setiba nya dan setelah turun dari pesawat, para jamaah langsung melakukan sujud syukur. Jamaah haji dengan rincian 223 jamaah pria, 227 jamaah wanita, dan 5 orang petugas pendamping haji tersebut tiba dengan Menggunakan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 747-400 dari maskapai Saudia Airlines dengan kode penerbangan SV 5048 rute Jeddah-Surabaya. “Alhamdulilah, kami turut merasakan rasa haru dan bahagia yang sama karena dapat menjadi bagian dari pelaksanaan pelayanan angkutan haji. Selamat datang kembali tanah air kepada jemaah kloter pertama embarkasi Surabaya,” ujar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, Selasa (04/07/2023). Sisyani menambahkan, mulai Selasa ini menjadi awal dimulainya pelayanan penerbangan kepulangan atau debarkasi selama satu bulan ke depan hingga 4 Agustus 2023. Di hari pertama pelayanan debarkasi Bandara Juanda akan melayani tiga penerbangan sekaligus. Kloter berikutnya yang dijadwalkan mendarat pada hari ini adalah kloter kedua pada pukul 16.56 WIB dan kloter ketiga pada pukul 18.28 WIB. “Ada perbedaan rencana kedatangan dari yang kami sampaikan sebelumnya karena menyesuaikan ketersediaan slot trafik di Bandara Raja Abudulaziz, Jeddah,” ucapnya. Sama seperti angkutan embarkasi, Sisyani menjelaskan ada sebanyak 88 kloter pada angkutan debarkasi haji yang akan dilayani Saudi Arabia sebanyak 84 kloter dan sisanya sebanyak 4 kloter dilayani Garuda Indonesia. “Untuk fasilitas pelayanan atau airport handling, pihaknya telah menyiapkan 6 parking stand untuk pesawat haji yaitu nomor 4, 5, 7, 8, 10, dan 11,” ujarnya. Selain itu, kata Sisyani, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan stakeholder agar mempersiapkan dan memastikan pelayanan maksimal kepada jemaah mulai dari proses pendaratan pesawat hingga jemaah menuju Asrama Haji menggunakan bus. “Kami telah berkordinasi bersama ground handling dan maskapai agar jemaah yang menggunakan kursi roda maupun jamaah yang membutuhkan bantuan khusus lainnya dapat difasilitasi dengan baik,” imbuhnya. Salah satunya adalah penyediaan Invalid Passenger Lift (IPL) yang fungsinya sebagai lift untuk penumpang dengan kebutuhan khusus saat turun dari pintu pesawat, sehingga tidak perlu turun melalui tangga manual. “Mohon doa dan dukungan semoga kami dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah hingga debarkasi selesai nanti,” pungkas Sisyani. (har)

Read More

Emil : Ada Indikasi Penggalangan Dana Al Zaytun Untuk NII

Bandung – 1miliarsantri.net : Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyoroti soal dugaan penggalangan dana di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut nya ada indikasi penggalangan dana di Al Zaytun digunakan untuk membiayai aktivitas kelompok Negara Islam Indonesia (NII). “Ada (indikasi terkait NII). Belum sedetail itu, tapi arahnya penggalangan dananya ke arah sana (NII),” terang Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, Senin (3/7/2023). Ridwan Kamil menyatakan hal itu masih sebatas indikasi. Ia pun mendorong masyarakat melapor apabila ada dugaan perputaran uang dari aktivitas yang melanggar hukum, sehingga bisa diproses. “Kalau diduga ada perputaran uang yang ilegal dari kegiatan yang melanggar hukum, itu juga agar segera dibekukan, sehingga menghindari perputaran uang ilegal ini mendanai hal-hal yang merongrong negara,” tambahnya. Ridwan Kamil memastikan penanganan polemik Al Zaytun masih berjalan di tingkat pemerintah pusat. Karenanya, ia meminta masyarakat dan juga para ulama bersabar menunggu penanganan yang dilakukan pemerintah. “Masyarakat tenang, forum ulama juga tenang, bahwa tindakan tegas sedang berlangsung,” kata dia. Sebelumnya Ridwan Kamil membentuk tim investigasi Al-Zaytun yang melibatkan berbagai unsur. Tim investigasi ini mengumpulkan informasi dan data, serta melakukan klarifikasi seputar kontroversi Al-Zaytun dan pimpinannya, Panji Gumilang. Hasil investigasi tim yang dibentuk Gubernur Jabar itu sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (den)

Read More

Keistimewaan Doa Sapu Jagad

Surabaya – 1miliarsantri.net : Secara umum doa sapu jagat adalah doa yang memiliki banyak keutamaan dan merupakan doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, doa tersebut bertujuan meminta kebaikan dunia dan akhirat. . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201). Anas bin Malik mengatakan :“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690). Ada doa yang yang dianjurkan untuk banyak di baca pada hari tasyrik ini yaitu doa yang kita kenal dengan doa “sapu jagat”. Dalam do’a di atas terdapat beberapa faedah di antaranya adalah: Do’a ini disyari’atkan untuk dibaca di segala kondisi, dan terdapat kondisi-kondisi tertentu di mana do’a ini dipanjatkan seperti: Ketika thawaf dan berada di antara ar-Rukun al-Yamani dan al-Hajar al-Aswad [HR. Abu Dawud]; Ketika selesai menunaikan rangkaian ibadah haji sebagaimana ditunjukkan dalam teks ayat sebelumnya; Ketika ditimpa musibah sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَىْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ ». قَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِى بِهِ فِى الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِى فِى الدُّنْيَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيقُهُ – أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ – أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ». قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ. “Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seorang sahabat yang telah kurus bagaikan anak burung (karena sakit). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kamu berdo’a atau meminta sesuatu kepada Allah?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a/meminta kepada Allah, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa kamu tidak mengucapkan, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim). Kata Rabb merupakan seruan/panggilan yang mengandung pengakuan dari hamba terhadap rububiyah Allah karena Dia-lah semata yang memelihara segala urusan hamba-Nya, Dia-lah yang memperbaiki seluruh perkara dunia dan akhirat mereka, Dia-lah semata yang memberikan taufik, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Ucapan ini menunjukkan betapa butuhnya hamba kepada Allah, mereka tidaklah mampu mengurus diri mereka tanpa adanya bantuan dari Allah, tidak ada yang mampu menolong dan memperbaiki segala urusan mereka kecuali Allah (al-Mawahib ar-Rabbaniyah hlm. 124). Dengan demikian, ketika bermunajat dengan mengucapkan panggilan ini, seorang hamba seyogyanya menghadirkan hati akan makna rububiyah Allah karena hal ini akan menimbulkan rasa khusyuk, khudlu’ (ketundukan) dan hamba akan merasakan manisnya bermunajat kepada Allah; Menginginkan kebaikan duniawi semata adalah ciri bagi mereka yang bercita-cita rendah karena pada ayat sebelumnya, Allah menyebutkan perihal golongan yang meminta kebaikan di dunia tanpa meminta kebaikan di akhirat, dan Allah pun menegaskan di akhirat kelak tidak akan ada bagian kebaikan bagi mereka. فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ “Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. al-Baqarah : 200). Patut dicatat, terkabulnya keinginan duniawi pun bersifat terbatas, Allah hanya akan memberikan kebaikan di dunia dengan sesuatu yang Dia kehendaki dan hanya diberikan kepada mereka yang diinginkan Allah. مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ “Barangsiapa yang menginginkan balasan yang segera, maka kami akan menyegerakan balasan itu untuknya di dunia dengan apa yang kami kehendaki, bagi siapa yang Kami inginkan” (QS. Al-Isrâ`: 18). Berkebalikan dengan poin 2, dalam Islam, mereka yang bercita-cita tinggi tentu akan lebih mendahulukan untuk meminta kebaikan di akhirat; Kebaikan di dunia yang dimaksud dalam ayat di atas mencakup seluruh keinginan duniawi, baik berupa kesehatan, rumah yang lapang, istri yang cantik, reseki yang melimpah, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang mewah, pujian dan selainnya (Tafsir Ibn Katsir 1/343). Sedangkan kebaikan di akhirat tentulah yang dimaksud adalah al-jannah (surga) karena mereka yang tidak dimasukkan ke dalam surga sungguh telah diharamkan untuk memperoleh kebaikan di akhirat (Tafsir ath-Thabari 1/553). Termasuk juga di dalamnya adalah rasa aman dari rasa takut ketika persidangan di hari kiamat dan kemudahan ketika segala amalan dihisab (Tafsir Ibn Katsir 1/342). Ucapan وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ merupakan permintaan hamba agar dilindungi dari siksa neraka sekaligus menunjukkan bahwa dirinya memohon segala sebab agar dirinya dijauhkan dari siksa neraka dipermudah oleh Allah, yaitu dengan menjauhi segala bentuk keharaman, dosa dan meninggalkan perkara yang syubhat (samar hukumnya) (Tafsir Ibn Katsir 1/342). Ucapan ini juga mengandung permohonan agar Allah tidak memasukkan hamba ke dalam an-naar (neraka) karena maksiat yang telah dikerjakannya, untuk kemudian dikeluarkan dengan adanya syafa’at (Tafsir al-Qurthubi 1/786). Betapa jauhnya kedudukan dan keutamaan antara kedua golongan tersebut (golongan yang menginginkan kebaikan akhirat dan golongan yang menginginkan kebaikan duniawi semata) karena pada ayat selanjutnya Allah menggunakan isim isyarah lil ba’id (kata tunjuk untuk sesuatu yang jauh), yaitu أولئك dalam firman-Nya, أُولئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَاب “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya” (QS. al-Baqarah : 202). Meski lafadznya ringkas namun kandungan do’a ini mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering memanjatkan do’a ini, dan bahkan Anas radhiallahu ‘anhu mengatakan do’a ini adalah do’a yang paling banyak dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Bukhari dan Muslim). Demi meneladani beliau, di setiap permintaan yang dipanjatkan kepada Allah, Anas mesti menyelipkan do’a ini dan beliau pun mendo’akan kebaikan bagi para sahabatnya dengan do’a ini (Fath al-Baari 11/229). Diperbolehkan bagi hamba untuk memanjatkan…

Read More

Statemen Panji Dinilai Berbelit-belit Dihadapan Awak Media

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang hadir memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Senin (03/07/2023). Panji hadir di gedung Bareskrim mulai pukul 14.52 dengan pengawalan ketat sejumlah pendukung nya. Panji menjalani pemeriksaan selama 7 jam lebih. Panji Gumilang hadir memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terlapor untuk dimintai klarifikasi-nya terkait laporan polisi dugaan penistaan agama. Akibat pengawalan yang ketat tersebut menimbulkan kericuhan saling dorong dan awak media dilarang mendekat ke Panji Gumilang untuk meminta komentar. Sehingga tak sepatah kata pun keluar dari mulut Panji Gumilang saat ditanya oleh sejumlah awak media yang telah menunggu sedari pagi. Justru terdengar teriakan dari pengawalnya yang mengatakan bahwa Panji Gumilang datang diperiksa hanya sebagai saksi. Pemeriksaan selesai sekitar pukul 23.20 dan tampak para penasehat hukum Panji keluar dari ruang penyidik disusul kemudian oleh Panji beserta pendukung yang ikut masuk ke ruang penyidik Bareskrim. Dihadapan awak media, Panji menyampaikan sudah menjawab semua pertanyaan penyidik. Sebanyak 30 pertanyaan disampaikan pihak penyidik dan sudah dijawab semuanya sebagaimana perlunya. “Sudah saya jawab semua pertanyaan itu dan semua sudah terjawab, jadi tidak perlu lagi ada yang dipertanyakan,” ucap Panji dihadapan media di Gedung Bareskrim Polri, Senin malam (03/07/2023). Ketika ditanya apakah sudah siap menyandang status tersangka, Panji menampik dan meminta agar segera diberi jalan supaya bisa keluar dari gedung Bareskrim karena sudah lelah. Seluruh awak media terlihat kecewa dengan penyampaian Panji yang dinilai berbelit-belit dan memberikan seputar pertanyaan tentang dirinya sendiri tanpa menyebut materi pertanyaan lain nya. Awak media yang sudah menunggu dari pagi di gedung Bareskrim Mabes Polri harus menelan pahit atas jawaban Panji, terlebih tindakan berlebihan dari para pengawal nya yang beradu fisik dengan awak media. Sementara itu Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Raharjo Puro, menyampaikan bahwa sebanyak 28 pertanyaan seputar penyidikan yang dilakukan atas pimpinan Al Zaytun tersebut. Djuhandani menyebut akan menaikkan status pemeriksaan menjadi penyidikan dan ada dugaan unsur pidana didalam nya. “Semua pertanyaan sudah kami ajukan, dan status pemeriksaan penyelidikan akan naik menjadi penyidikan,” ungkap Djuhandani. (fq)

Read More

Panji Anggap MUI Ingin Mendirikan NII

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, mengirimkan rentetan serangan pernyataan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Panji Gumilang menuding MUI telah menamankan kebencian terhadap dirinya dan Al Zaytun dan juga menyebut MUI lah yang sebenarnya ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). “Majelis ulama ini sudah menanam kebencian terhadap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang dan Al Zaytun. Banyak hal-hal yang diungkapkan, pendidikannya baik namun pimpinanya.., ini namanya memisahkan gula dengan rasa manisnya, pekerjaan majelis ulama,” ucap Panji Gumilang saat diwawancarai di kanal Youtube Al Zaytun Official, Ahad (25/06/2023) Setelah pertemuan di Gedung Sate Bandung, menurut dia, MUI juga memberikan konferensi pers. Namun, menurut Panji, semua yang dikatakan MUI bohong. “Karena setelah acara itu, Majelis Ulama memberikan konferensi pers, berbicara macam-macam, telah mengajukan ini, itu bohong. Kalau menamakan ulama bohong, bagaimana juga akhlaknya?,” sambungnya. Dia pun menjelaskan, tentang arti ulama. Menurut dia, ulama itu adalah cendikia. Karena itu, dia menyebut MUI sebagai Majelis Cendikia Indonesia. “Ulama itu cendikia, dan nama itu Majelis Cendikia Indonesia. Tapi diklaim ulama itu sekan-akan cendikia muslim, sehingga berhak mengugkap hal-hal yang keislaman, sehingga seakan-akan Tuhan,” kata Panji Gumilang. Karena itu, menurut Panji, yang pantas menjadi teladan itu adalah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Karena, menurut dia, ICMI tidak melakukan klaim “Yang pantas diteladani itu adalah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Jadi, tidak ada itu mengklaim semuanya, kemudian dibawa kepada nilai-nilai khusus, kemudian disempitkan lagi urusan fikih, kemudian urusan halal-haram, kemudian urusan fatwa, menfatwai Al Zaytun sesat, Al Zaytun pimpinannya komunis, bukan itu, sudah menyalai nama,” jelas Panji. Untuk diketahui, dalam video wawacara yang ditayangkan di kanal Youtube al Zaytun Official itu, Panji Gumilang juga menuduh MUI lah yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dan di MUI ada teroris. “Kalau ini dipelihara kacau Indonesia ini. Jangan-jangan ini yang akan mengklaim membuat negara Islam. Karena didukung oleh orang lingkungan, cerita tentang KW 9 NII ini,” ujarnya. Dia pun mengutip, pepatah Arab yang mengatakan, man ahabba syai’an aktsara min dzikrihi. Artinya, barang siapa yang mencintai sesuatu, pastilah ia banyak menyebutnya. “Siapa yang mencintai sesuatu, sering mengungkapkan nama itu. Yang mengungkapkan itu ya MUI, ya orang-orang yang mendukungnya,” ucapnya. Panji Gumilang menambahkan, masalah NII sudah selesai di Indonesia dan pimpinannya sudah menginstruksikan kepada warganya untuk kembali ke Ibu Pertiwi, ke NKRI. “Al Zaytun tidak bisa dikait-kaitkan dengan itu. Justru yang ada teorris itu di Majelis ulama. Itu jangan dibuang, jangan ditipu, masak masyarakat Indonesia mau ditipu. Teroris di pusat dan di daerah, jumlahnya sudah mencukupi bahwa itu banyak, karena lebih dari dua sudah banyak,” kata Panji. (wink)

Read More

Curhatan Petugas Safari Wukuf Dalam Menangani Jamaah Haji Lansia

Makkah – 1miliarsantri.net : Pelaksanaan Ibadah haji telah selesai setelah dilakukan nya Wukuf di Arafah. Banyak kisah suka dan duka yang dialami para jamaah haji selama menjalankan Rukun Islam ke-5 di kota suci ini. Namun di balik sukses rangkaian ibadah haji tersebut, ada nama yang tidak boleh dilupakan. Mereka adalah Dokter Leksmana dari RSPAD dan Rudiyanto, perawat RS Haji Jakarta. Dua sosok inilah patut dijupuki sebagai pahlawan wukuf jamaah haji lansia. “Kami diminta mendampingi jamaah lansia dan mereka yang berkebutuhan khusus untuk safari wukuf. Kami mendapat briefing singkat jelang puncak haji. Ketika jamaah datang, kami kaget dengan kondisi mereka, lansia dengan beragam permasalahan (kesehatan) nya,” terang dr Leks, panggilan akrab dr Leksmana kepada media, Senin (03/07/2023). Tentu ini bukan tugas mudah. Tidak semata karena lansia yang harus diurusnya, tapi tugas ini juga menuntut dedikasi, komitmen, dan pengorbanan yang besar juga. Tahun ini adalah kesempatan pertama dr. Leks tergabung sebagai petugas haji. Ini juga menjadi kesempatan perdananya untuk menunaikan ibadah haji. Berat awalnya, karena hanya bisa bersafari dalam momen wukuf di Arafah, serta harus melewatkan kesempatan mabit (menginap) di Muzdalifah. Namun, semua itu harus diambilnya karena tugas yang diamanahkan harus diemban dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Terbayang, ceramah para pembimbing ibadah, tentang kisah Rasululah SAW yang mengizinkan pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muttalib untuk tidak bermalam di Mina karena beliau punya tugas memberi minum dan air di kota Makkah. “Karena ini sudah menjadi tugas kami, ya kami siap saja. Kami mendapat tugas untuk melayani jamaah lansia di momen puncak haji, kami laksanakan. Haji mabrur urusan Allah. Mudah-mudahan apa yang kami laksanakan mendapat ridla Allah,” imbuhnya. Tim safari wukuf terdiri atas beberapa unsur. Selain dokter dan perawat yang tergabung di PKP3JH, ada pembimbing ibadah dan petugas layanan lansia. Mereka tinggal di hotel transit guna melayani jamaah lansia sejak 26 Juni – 1 Juli 2023. “Kami tempatkan para lansia itu di kamar masing-masing. Kami lalu menggelar rapat koordinasi antar petugas layanan untuk menyusun program yang harus dilakukan,” ujarnya. “Para lansia butuh diayomi dan ditemani, tidak bisa dibiarkan. Maka kami membuat program untuk mereka. Alhamdulillah kita laksanakan dan dapat membantu jamaah lansia,” kenangnya. dr Leks mencontohkan kisah salah satu jamaah lansia, Zainal Arifin (nama samaran). Dia datang dengan sikap apatis dan low impact. Sehari-hari hanya di tempat tidur, mengisolasi diri. Bahkan, tidak jarang, Kakek Zainal buang kotoran di tempat tidurnya. “Ini kita rawat dan dampingi. Kita suapin makannya, kita ajak bicara, kita ajak ikut senam pagi dan ibadah bersama. Alhamdulillah, lama-lama timbul kemauan untuk berinteraksi yang baik. Banyak jemaah yang ketika baru datang kondisnya begitu, saat pulang komunikasinya bagus, makannya oke, dan bisa bercanda,” ujarnya. Dr Leks menambahkan, kebersamaan selama beberapa hari cukup berkesan dan menganggap mereka sebagai keluarga dan mereka juga menganggap sebagai anak. Para petugas melayani jamaah lansia, ajak makan dan bicara. “Mereka ingin didengar. Kami dampingi dan ajak mereka berinteraksi, selain memberikan layanan kesehatan juga psikologi,” sambungnya. Hal senada dikisahkan Rudiyanto, perawat RS Haji Jakarta yang tergabung dalam PKP3JH. Menurutnya, sejak awal ikut seleksi dan diberi amanah menjadi petugas, dia menegaskan komitmennya untuk berkhidmah melayani jamaah haji. “Allah berkehendak lain. Ada 10 tim PKP3JH di mana ada 6 perawat di dalamnya, mendapat tugas khusus merawat lansia. Sebelumnya, kami bertugas di Seksus Haram hingga 12 jam, bahkan saat peralihan sift bisa sampai 18 jam. Tapi itu memang tugas sehingga kami tidak keberatan,” sebutnya. “Basic saya adalah perawat, pernah mempelajari masalah penanganan lansia. Alhamdulillah itu bisa menjadi modal,” sambungnya. Rudy, panggilan akrabnya, bercerita tentang tugas yang harus dilakukan tim safari wukuf jamaah lansia dan disabilitas. Mereka harus memandikan jamaah yang memang sudah tidak bisa melakukannya secara mandiri. Mereka juga menyuapi makannya, membersihkan semuanya, mulai dari pakaian hingga kamar dan lainnya. “Ada yang datang tidak membawa pakaian kecuali yang dikenakan. Untung PPIH siapkan kerudung dan mukena. Mereka sangat senang saat semua perangkat yang ada dikasihkan ke mereka. Bahkan, saking senangnya, mereka mau kasih uang, tapi kita tidak menerima dan menjelaskan bahwa semua ini adalah tugasnya,” kenangnya. Rudy mengaku sejak awal kedatangan, dirinya juga memberikan perhatian khusus kepada Pak Zainal (91 tahun) karena mengalami dehidrasi berat. Jamaah lansia itu dikasihnya elektrolit, disuapi makan, meski hanya sesuap – dua suap. “Saya mandikan. Kadang BAB nya ke mana-mana. Alhamdulillah, fase itu sudah terlewati semua,” ucap Rudy. “Kami sangat emosional saat berpisah. Karena kedekatan yang sudah terjalin. Meski singkat, tapi ini mengikat kedekatan,” sambungnya dengan mata berkaca. Selain memandikan serta membersihkan kamar dan pakaian, lanjut Rudy, tim Safari Wukuf juga harus mengenakan rutin mengganti panpers lansia. Selain itu, mereka punya program sarapan bersama. Giat bersama ini penting untuk menumbuhkan semangat bersosialisasi. Tim Safari Wukuf juga menggelar senam lansia. “Kebetulan di Hotel 409 ada petugas dengan basic psikioterapis. Kami gelar senam lansia dan ini cukup memupuk kebersamaan,” katanya. Program lainnya adalah ibadah bersama, terutama saat Magrib dan Isya. Setelah itu, disampaikan tausiah oleh pembimbing ibadah, Ustad Khalilurrahman. Makan malam juga digelar bersama. Sebanyak 129 jamaah lansia dan disabilitas ini dibawa dengan lima bus dan satu coaster pada 9 Zulhijah 1444 H atau 27 Juni 2023. Mereka didampingi 55 petugas untuk menjalani safari wukuf di Padang Arafah. Setelah itu, mereka kembali ke hotel transit. Untuk ibadah lontar jumrah, pelaksanaannya diwakilkan oleh tim Safari Wukuf dan sebagian yang lain diwakilkan oleh petugas kloter. Sementara Tawaf Ifadlahnya diwakilkan oleh tim petugas kloter sekembalinya mereka ke kloternya masing-masing. “Intinya kita sering kumpulkan mereka untuk diajak bicara. Mereka butuh perhatian. Kami coba beri sentuhan dengan hati ikhlas. Sehingga mereka merasakan getarannya dan terasa juga buat kami. Mereka menetaskan air mata, menyampaikan terima kasih dan saling mendoakan,” tutupnya. (dul)

Read More

Bareskrim Polri Undang Panji Gumilang

Jakarta – 1miliarsantri.net : Terkait polemik yang muncul dan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan telah melayangkan surat panggilan kepada Panji Gumilang, pengasuh Ponpes Al Zaytun. Rencananya, Panji Gumilang dipanggil untuk memberikan klarifikasi pada Senin (3/7/2023) hari ini. “Rencana yang bersangkutan kemarin kita panggil untuk hadir di hari Senin kami undang klarifikasi. Itu saja sementara,” ujar Djuhandani kepada media, Ahad (2/7/2023). Menurut Djuhandani, pihaknya belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan bakal hadir memenuhi panggilan polisi atau tidak. Karena pihaknya juga belum mendapat konfirmasi kehadiran dari pihak Panji Gumilang. Panggilan itu sendiri, berkaitan dengan sejumlah laporan polisi terhadap pengasuh Ponpes Al Zaytun tersebut. “Hanya undangan saja sudah disampaikan,, mengenai kepastian hadir atau tidak nya masih menunggu jawaban,” terang Djuhandani. Sementara itu, pihak Bareskrim Polri tetap akan melakukan gelar perkara pada Selasa (4/7/2023) lusa. Gelar perkara akan dilakukan dalam menentukan penanganan kasus dugaan penistaan agama terhadap pengasuh Ponpes Al Zaytun. Bareskrim Polri sendiri telah menerima dua laporan polisi yang ditujukan kepada pengasuh Ponpes Al Zaytun. “Mudah-mudahan dari hasil gelar perkara tersebut apakah perkara tersebut bisa naik ke penyidikan atau tidak, mudah-mudahan nanti diputuskan hari Selasa (4/7/2023),” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto beberapa waktu lalu. (lis)

Read More

Kesaktian Syekh Muhammad Bisa Merubah Wujud Menjadi Ayam

Serang – 1miliarsantri.net : Cerita kesaktian Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman dalam menyebarkan agama Islam di seputar Pantai Utara Banten, dari dulu hingga sekarang sangat melegenda. Sosok ulama ini mampu berubah menjadi ayam jago untuk mengelabuhi musuh-musuh nya. Kesaktian Syekh Muhammad Sholeh diperoleh setelah menjadi santri dan menimba ilmu kepada Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati (Sultan Syarif Hidayatullah) yang menjadi pemimpin Cirebon. Setelah mendapat ilmu agama dan kanuragan, Syekh Muhammad Sholeh diminta untuk berdakwah sekaligus mencari putra Sunan Gunung Jati yakni Maulana Hasanudin yang pergi ke Banten dan sudah lama tak kembali lagi ke Cirebon. Saat itu kawasan Banten di berada dalam Kerajaan Pajajaran yang masih beragama Hindu dan dipimpin oleh Prabu Pucuk Ulum dengan pusat pemerintahannya berada di Banten Girang. Dalam perjalanannya, Syekh Muhammad Sholeh akhirnya berhasil menunaikan tugas dari Sunan Gunung Jati, yakni menemukan Maulana Hasanudin. Syekh Muhammad Sholeh bertemu dengan Maulana Hasanudin di Gunung Lempuyang di kawasan Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Kecamatan Bojonegara. Dalam pertemuan itu, Maulana Hasanudin menyatakan menolak untuk segera kembali ke rumahnya di Cirebon dengan alasan ingin mensyiarkan agama Islam di daerah Banten yang saat itu sebagian besar masyarakatnya memeluk agama Hindu. Hingga akhirnya Syekh Muhammad Sholeh ikut menetap di Bojonegara, Serang, Banten dan berdakwah menemani Maulana Hasanuddin. Selanjunya Maulana Hasanudin mengangkat Syekh Muhammad Sholeh untuk menjadi pengawal sekaligus penasehat dengan julukan Cili Kored. Julukan itu disematkan karena Syekh Muhammad Sholeh berhasil mengembangkan pertanian dengan mengelola sawah untuk hidup sehari-hari dengan julukan sawah si derup yang berada di Blok Beji. Akan tetapi syiar agama Islam yang dilakukan Maulana Hasanudin dan Syekh Muhammad Sholeh ditentang penguasa Kerajaan Pajajaran, Prabu Pucuk Umun. Itu karena Maulana Hasanudin dan Syekh Muhammad Sholeh berhasil menyebarkan agama Islam sampai bagian Selatan Gunung Pulosari (Gunung Karang) dan Pulau Panaitan Ujung Kulon, Banten. Prabu Pucuk Umun pun menantang Maulana Hasanudin untuk bertarung dengan cara mengadu ayam jago dan sebagai taruhannya jika kalah akan dipotong lehernya. Uji kesaktian yang disampaikan Prabu Pucuk Umun lalu diterima Maulana Hasanudin yang kemudian bermusyawarah dengan pengawalnya Syekh Muhamad Soleh. Hingga ahirnya disepakati yang akan bertarung melawan Prabu Pucuk Umun adalah Syekh Muhamad Sholeh yang bisa berubah menyerupai bentuk ayam jago seperti halnya ayam jago biasa. Hal ini terjadi karena kekuasaan Allah SWT. Pertarungan dua ayam jago tersebut berlangsung seru namun akhirnya ayam jago milik Maulana Hasanuddin yang memenangkan pertarungan dan membawa ayam jago tersebut kerumahnya. Ayam jago tersebut berubah menjadi sosok Syekh Muhammad Sholeh sekembalinya di rumah Sultan Maulana Hasanudin. Akibat kekalahan adu ayam jago tersebut Prabu Pucuk Umun pun tidak terima dan mengajak berperang Sultan Maulana Hasanudin. Namun akhirnya pasukan Prabu Pucuk Umun pun dapat dikalahkan dalam perperangan dan mundur ke selatan bersembunyi di pedalaman Rangkas yang sekarang dikenal dengan Suku Baduy. Usai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktivitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M dalam usia 76 tahun. Sebelum wafat, dia berpesan kepada santrinya jika wafat dimakamkan di Gunung Santri, Serang, Banten. Di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri Syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani dalam menyiarkan agama Islam. (aam)

Read More

PP Muhammadiyah Meminta Pemerintah Tegas Terhadap Al Zaytun

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas terhadap Pondok Pesantren Al Zaitun, Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Di samping itu, Muhammadiyah juga meminta agar seluruh prosesi dan kegiatan Al Zaitun yang menyimpang untuk segera ditertibkan. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Natsir mengatakan mayoritas muslim memiliki pandangan agar segera ada tindakan yang tegas terhadap berbagai pandangan yang tidak sejalan dengan ajaran agama Islam. “Organisasi Islam yang direpresentasikan oleh MUI bahkan Kementerian Agama itu sudah maupun dengan koridor kehidupan berbangsa.Harus segera ada tindakan tegas terhadap mereka,” tandas Haedar kepada media, Sabtu (01/07/2023). Karena pemerintah Jawa Barat sudah menyerahkan ke pemerintah pusat soal pondok pesantren ini, maka pihaknya percaya Menkopolhukam sesuai dengan tugas yang diemban, maka Mahfud MD akan bertindak tegas, adil dan merawat ketertiban bersama. Sehingga keresahan terkait Al Zaitun tidak terus berlanjut. Haedar juga berharap kepada seluruh masyarakat agar jangan bertindak sendiri-sendiri yang kemudian menjadikan bangsa ini terpecah belah. Haedar percaya pemerintah akan mampu menyelesaikan masalah ini dengan tegas dan obyektif. “Soal ini jadi saya percaya kita akan bisa menyelesaikan masalah ini dengan tegas dan obyektif,” tegasnya. Terkait dengan ajaran yang menyimpang di Pondok Pesantren Al Zaitun, Muhammadiyah meminta untuk segera ditertibkan. Haedar meminta agar pemerintah menertibkan seluruh prosesi pandangan dan apa yang terjadi dalam ekosistem yang ada. Muhammadiyah meminta agar seluruh ajaran di Al Zaitun bisa menjadi pulih dan kemudian menjadi pondok pesantren yang lazim di seluruh Indonesia. Di mana bisa menjadi pondok pesantren yang mengajarkan ajaran agama yang benar berdasarkan Alquran dan sunnah nabi. Di samping menjadi pondok pesantren yang juga mengembangkan pandangan-pandangan yang tawasut moderat dan tidak menyimpang dari berbagai hal termasuk kebangsaan. “Saya yakin nanti dalam polanya akan ketemu soal bagaimana detilnya,” pungkasnya. (ram)

Read More

Mashariq Dituding Sebagai Kesalahan Pelayanan Haji

Makkah – 1miliarsantri.net : Mashariq jadi sasaran protes Kementerian Agama dalam kasus keterlambatan jatah makan untuk jamaah haji RI 2023. Sebelumnya, jamaah haji Indonesia menghadapi beberapa masalah teknis signifikan setidaknya sejak Rabu lalu (28/6/2023). Selain keterlambatan kedatangan bus penjemput dari Muzdalifah ke Mina yang membuat para jamaah berjemur di panas terik Saudi berjam-jam, ada pula isu katering yang datang amat lambat atau bahkan tak datang sama sekali. Anggota Tim Pengawas Pelaksanaan Ibadah Haji DPR Mufti Anam mengungkap ada beberapa jamaah di maktab di Mina yang tak mendapat makanan. “Soal makan, ada beberapa maktab yang sampai sekarang belum dapat makan. Kemarin ada maktab yang dapat makan pagi, tapi siang dan sore enggak dapat,” ujarnya kepada media, Sabtu (30/6/2023). Dalam siaran pers Kemenag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menyebut hal itu terkait kelambanan Mashariq dalam menyiapkan layanan jamaah haji di Muzdalifah dan Mina. “Kita sudah sampaikan protes keras ke Mashariq terkait persoalan yang terjadi di Muzdalifah. Kita juga meminta agar tidak ada persoalan dalam penyediaan layanan di Mina,” tegas Hilman di Mina, Sabtu (30/06/2023). “Kita akan terus kawal ini, agar Mashariq bergerak lebih cepat dalam penyiapan layanan bagi jamaah haji,” lanjutnya. Apa itu Mashariq? Dikutip dari Arab News, Mashariq merupakan kependekan dari Motawif Pilgrims for Southeast Asian Countries Co. Dia merupakan perusahaan yang menyediakan “layanan haji lengkap” untuk 130.000 jamaah dari Indonesia, Malaysrunei, Singapura, Thailand, dan Filipina selama musim haji 2023. Perusahaan ini adalah spesialis dalam menyediakan paket haji dan umrah, dan bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi setiap tahun “untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelangganEhsan A. Bouges, seorang pejabat di perusahaan tersebut, mengatakan bahwa perusahaan itu dibagi menjadi beberapa unit untuk mengawasi berbagai urusan haji. “Program ini terdiri dari kelompok unit, dan masing-masing unit memiliki peran, seperti unit makanan, unit pengendalian keramaian Jamarat (tempat melempar jumrah), unit perumahan Mekkah, unit perumahan tempat suci, unit urusan masyarakat, (dan) pengelompokan, transportasi, penerimaan, dan unit keberangkatan,” urainya. SubkontrakSejauh ini, berdasarkan penelusuran di situs Kemenag, belum ada detil kerja sama antara Kemenag dengan Mashariq. Meski begitu, Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh), di situsnya, mengungkapkan Mashariq menunjuk PT Hati Barokah Investama (HBI) sebagai operator penyedia makanan bagi jamaah haji dan umrah di Arab Saudi. Penunjukkan itu dilakukan saat Pameran Haji dan Umrah di Jeddah pada Selasa (10/1/2023). Direktur Utama PT HBI Sugiri mengaku akan menghadirkan berbagai produk katering unggulan yang sudah dikenal oleh jamaah Indonesia maupun Asia yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci. “Produk unggulan tersebut merupakan makanan kemasan siap saji masa kini dengan desain praktis dan higienis yang dapat bertahan hingga 1 tahun pada suhu ruangan tanpa bahan pengawet,” kata dia, Kamis (12/1). Sugiri menyebut, produk unggulan itu dinamakan ‘MakanKu’. Produk yang memiliki 200 varian rasa dan telah bersertifikasi Halal MUI, BPOM serta ISO:22000 serta memenuhi standar Food HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). PT HBI sendiri merupakan induk dari PT Halalan Thayyiban Indonesia Tbk. (PT HATI) yang merupakan bagian dari Wong Solo Grup. (dul)

Read More