Ini Sebenarnya Pesan Yang Disampaikan Dari Tembang Lingsir Wengi Ciptaan Sunan Kalijogo

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Jika anda sering menonton tayangan film horor Indonesia, seringkali terdengar backsound atau pemeran tersebut melantunkan sebuah tembang yang sering disebut dengan Lingsir Wengi. Kekuatan mistik tak henti-hentinya dikaitkan dengan lagu Lingsir wengi. Bahkan dipercaya bisa memanggil makhluk gaib. Orang-orang menjadi marah atau kesal saat lagu yang populer di film horor ini dimainkan. Karena menurut mereka lagu ini menyebabkan munculnya makhluk ghaib. Siapapun yang mendengar tembang Lingsir Wengi pasti akan merinding. Apalagi saat tembang ini dinyanyikan saat suasana sunyi dengan angin dingin berhembus di malam hari serta didukung dengan lingkungan sekitar yang agak angker atau sepi dan dalam kondisi gelap. Ternyata tembang Lingsir Wengi ini diciptakan oleh Raden Mas Said atau yang dikenal dengan panggilan Sunan Kalijaga. Ketika diciptakannya lagu ini, Kanjeng Sunan Kalijogo menjadikan nya sebagai lagu perlindungan dari bencana seperti gangguan makhluk gaib pada malam hari. Termasuk gangguan sihir dan tenung. Isi liriknya hanya berisi doa-doa agar selamat, terhindar dari segala penyakit dan marabahaya. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kuntilanak atau makhluk halus lainnya seperti kepercayaan masyarakat selama ini. Pada zaman Wali Songo, Sunan Kalijaga melantunan Lingsir Wengi setelah shalat Tahajud. Lagu tersebut digunakan sebagai media dakwah oleh Sunan Kalijaga pada masa lampau. Lingsir Weng biasanya dinyanyikan setelah shalat Malam yang mengandung banyak doa kepada Tuhan. Kemudian para pengikut Sunan Kalijaga mempopulerkan lagu Lingsir Wengi secara turun temurun. Para ibu-ibu atau orang tua zaman dahulu menembangkan lagu lingsir wengi ini sambil menidurkan anak-anak mereka. Apalagi jika anak masih terjaga di malam hari dan sudah larut malam. Sebab jika dinyanyikan dengan suara sayup-sayup, alunan nada dari lingsir wengi ini akan menimbulkan rasa ngantuk. Namun setelah film Kuntilanak dirilis, banyak yang menganggap Lingsir Weng sebagai lagu mantra setan. Semakin lama lagu karya sunan Kalijaga ini dianggap mistis, sehingga mengundang setan atau kunitlanak untuk datang. Lirik Lagu Lingsir Wengi : Lingsir wengi(Saat menjelang tengah malam) Sepi durung biso nendro(Sepi belum bisa tidur) Kagodho mring wewayang(Tergoda dengan bayangmu) Angreridhu ati(Di dalam hati) Kawitane(Awal mulanya) Mung sembrono njur kulino(Cuma bercanda terus terbiasa) Ra ngiro(Tidak menyangka) Yen bakal nuwuhke tresno(Kalau bisa menjadi cinta) Nanging duh tibane(Kalau sudah saatnya) Aku dhewe kang nemahi(Aku sendiri akan mengalami) Nandang bronto(Jatuh cinta) Kadhung loro(Terlanjur sakit) Sambat, sambat sopo?(Mengeluh, mengeluh sama siapa?) Rino wengi(Siang malam) Sing tak puji ojo lali(Yang tak puji-puji yang lupa) Janjine(Janjinya) Mugo biso tak ugemi(Semoga bisa tak diingkari) Lingsir wengi(Saat menjelang tengah malam) Sepi durung biso nendro(Sepi belum bisa tidur) Kagodho mring wewayang(Tergoda dengan bayangmu) Angreridu ati(Di dalam hati) Kawitane(Awal mulanya) Mung sembrono njur kulino(Cuma bercanda terus terbiasa) Ra ngiro(Tidak menyangka) Yen bakal nuwuhke tresno(Kalau bisa menjadi cinta) Nanging duh tibane(Kalau sudah saatnya)

Read More

Islam di Indonesia Mendapat Perhatian Dunia Barat Dan Disegani Negara Arab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dunia barat dan hampir sebagian besar penduduk muslim dunia tidak memandang remeh masyarakat muslim di Indonesia. Belakangan, pengakuan terhadap kualitas Islam Indonesia mulai lebih apresiatif. Penilaian ini diungkapkan pengamat Islam asal Boston University Amerika, Robert W. Hefner. Ada geliat menarik dalam perkembangan dunia global dalam melihat Islam, umat Islam dan studi Islam di Indonesia dalam dua dekade terakhir. “Yang dulu di sebagian dunia barat, dan sebagian besar dunia muslim Indonesia dianggap agak pinggiran, sekarang semakin banyak orang tahu bahwa Indonesia yang mayoritas muslim punya khazanah intelektual. Tradisi organisasi massa muslim yang terus terang saja yang paling bagus di seluruh dunia, apalagi kalau menyangkut pendidikan Islam,” ungkapnya. Dalam forum peluncuran buku “Filsuf Membumi dan Mencerahkan: Menyemai dan Menuai Legacy Pemikiran Amin Abdullah” oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hefner menilai kualitas lembaga pendidikan Islam milik negara (UIN) dan Muhammadiyah bahkan telah bersaing di dunia internasional. “Kesan saya bahwa perguruan tinggi seperti UIN, IAIN, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah memang luar biasa, exceptional. Jadi tidak seperti yang dibayangkan kemarin dulu bahwa Indonesia meskipun mayoritas muslim adalah umat pinggiran atau bahkan disebut sinkretis,” imbuhnya. Kesan tersebut dia peroleh setelah melancong ke berbagai selama 15 tahun terakhir dalam aktivitasnya sebagai seorang antropolog dan pekerja akademik. “Yang saya amati 15 tahun terakhir ini adalah sebuah perubahan mendasar bahwa di luar negeri, di negara-negara Barat di mana Islamic Studies diselenggarakan, diantaranya Turki, Mesir, Maroko, ada sebuah pengakuan bahwa sebetulnya kualitas cendekiawan muslim Indonesia tidak kalah. Bahkan dengan negara-negara mayoritas muslim yang lain ada semacam revitalisasi yang luar biasa,” terangnya. Muhammadiyah sendiri menurut Hefner juga memainkan peranan penting dalam mengubah wajah Islam Indonesia di dunia internasional, baik melalui lembaga pendidikan tinggi yang dimiliki, maupun lewat para aktor intelektualnya seperti Prof. Amin Abdullah, mantan Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah tahun 1995-2000. Prof. Amin Abdullah, menurutnya tidak saja berhasil mengusahakan revitalisasi gagasan pendidikan dan filsafat Islam yang berguna bagi perkembangan studi tersebut di Indonesia namun juga berhasil mengaktualisasikannya lewat penciptaan kurikulum yang mengedepankan interkoneksi berbagai disiplin ilmu pengetahuan dengan prinsip-prinsip maqashid syariah. “Saya setuju, sangat setuju dan sangat menghargai upaya orang Muhammadiyah sejak dulu, dan upaya-upaya yang dilakukan terutama oleh Pak Amin Abdullah selama 15 tahun terakhir untuk menafsirkan kembali maqashid syariah yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun sejak As Syatibi agar dia bisa hidup dan diterapkan secara efektif baik dari segi teoritis maupun segi pendidikan tinggi Islam yang dikembangkan,” pungkasnya. (rid)

Read More

Gus Yahya : Tradisi Tabaruq Qur’an Hanya Ada di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) membuka Rapat Kerja Nasional Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (Rakernas JQHNU) di Hotel Sahid Jakarta, Jumat (28/07/2023). Dalam kegiatan tersebut, Gus Yahya hadir didampingi Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho Muhammad, Ketua Umum Pimpinan Pusat JQHNU KH Saifullah Ma’shum, dan Wakil Ketua MPR RI yang seorang penghafal Qur’an H Jazilul Fawaid. Sebelum secara simbolis membuka Rakernas JQHNU, Gus Yahya menyampaikan sambutan sekaligus sejumlah arahan untuk organisasi tempat berkumpulnya para pembaca dan penghafal Al-Qur’an ini. Gus Yahya mengungkap terdapat tradisi membaca Al-Qur’an untuk mengawali sebuah acara, dan tradisi itu hanya ada di Indonesia. Bahkan, ayat-ayat Al-Qur’an dibaca dan diharapkan dapat menjadi washilah untuk menyelesaikan berbagai macam urusan. Inilah yang menjadikan JQHNU sangat dibutuhkan eksistensinya. “Satu hal yang jelas bahwa jamiyah ini (JQHNU) dibutuhkan. Terutama karena sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat untuk bertabaruk (mengambil barokah) kepada Al-Qur’an. Dalam berbagai macam urusan, tidak lepas tabaruk kepada Al-Qur’an,” terang Gus Yahya. Ia mengaku sudah sangat sering mengikuti berbagai kegiatan Islam di kancah internasional, terutama di Timur Tengah. Tetapi di belahan dunia yang pernah dikunjungi Gus Yahya itu tak pernah ada acara yang diawali dengan tilawatil Qur’an. “Tradisi itu sudah sangat mengakar di Nusantara. Di sini mau apa saja pasti tIlawatil Qur’an dulu. Mau diskusi, seminar, selamatan bayi, memberangkatkan mayit, mau ijab kabul, semua tabaruk dengan Al-Qur’an. Itu hanya di sini. Di tempat lain, saya nggak pernah lihat,” jelas Gus Yahya. Tradisi tersebut sudah sangat mendalam dan mengakar di negeri ini, termasuk khatmil Qur’an atau mengkhatamkan pembacaan Al-Qur’an. “Tabaruk dengan khatmul Qur’an itu juga saya kira hanya di Nusantara. Kita punya tradisi kuat sekali. Dalam segala hajat masyarakat harus selalu diperlukan selamatan dan itu bertabaruk dengan khatmul Qur’an,” tuturnya. Karena tradisi yang sangat kuat itulah, di tengah-tengah masyarakat Indonesia ada sekelompok orang yang profesional di bidang membaca Al-Qur’an. “Kurang lebih profesional di dalam soal sebagai qari di berbagai acara maupun sebagai penghafal yang mengkhatamkan Qur’an. Kelompok profesional ini ada di dalam JQHNU ini,” pungkasnya. (wink)

Read More

Zaitun Berkhasiat Cegah Stroke

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Al-Quran menyebut zaitun sebanyak tujuh kali. Dalam surat At-Tin ayat 1-4 disebutkan, “Demi buah ara dan zaitun, demi Gunung Sinai, demi kota keamanan ini. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Rasulullah pun menganjurkan untuk memanfaatkan minyak zaitun karena memiliki banyak khasiat dan dikeluarkan dari pohon yang diberkahi. Dalam sebuah hadist yang diterima dari Abi Darda, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR Abu Dawud). Anjuran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam akan minyak zaitun diamini oleh dunia kedokteran. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialisasi Hematologi Onkologi Medik, Prof dr Zubairi Djoerban, menyebut minyak zaitun atau olive oil memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah stroke dan serangan jantung. Menurut Prof Zubairi, sebuah penelitian ilmiah membuktikan orang yang mengonsumsi minyak zaitun setengah sendok makan per hari risiko Cardiovascular Disease 15 persen lebih rendah dan Coronary Heart Disease 21 persen lebih rendah. “Berkaitan dengan stroke, dari sebuah peninjauan kepada 841.000 orang, terungkap bahwa minyak zaitun adalah satu-satunya sumber lemak tak jenuh tunggal yang berkaitan dengan penurunan risiko stroke dan penyakit jantung,” terang Prof Zubairi, Jumat (28/07/2023) kemarin. Kemudian, dari riset lainnya pada 140.000 peserta, mereka yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko stroke yang jauh lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi. Prof Zubairi menerangkan, minyak zaitun memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats) yang tinggi, atau asam oleat, di atas 70 persen. “Asam lemak tersebut membantu menurunkan kolesterol LDL, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah,” tambahnya. Selain itu, lanjutnya, asam oleat juga dapat membantu mengurangi kadar penanda peradangan yang penting seperti C-reactive protein (SRP). Di mana peradangan kronis ini dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung, diabetes, hingga alzheimer. Lebih lanjut Prof Zubairi mengungkapkan ada tiga senyawa fenolik utama dalam extra virgin olive oil yang bersifat antioksidan kuat serta dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Artinya, minyak zaitun tak hanya bermanfaat meminimalisir risiko stroke dan penyakit jantung saja. Tapi juga membantu menurunkan berat badan, menekan risiko diabetes tipe 2, mengurangi risiko kanker, mengobati rematik, dan sebagai antibakteri. “Jadi (mungkin) untuk Anda yang menggunakan margarin, mentega, dan mayones bisa menggantinya dengan konsumsi minyak zaitun. Tentunya dibarengi dengan pola hidup sehat lainnya seperti olahraga teratur,” saran Prof Zubairi. (yus)

Read More

Sertifikat Naskah Hikayat Aceh Diserahkan ke Perpusnas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menerima sertifikat Memory of the World dari Unesco untuk naskah Hikayat Aceh yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of the World. Penetapan naskah kuno yang diusulkan oleh Perpusnas bersama Perpustakaan Universutas Leiden, Belanda, tersebut dilakukan pada 18 Mei Lalu. “Bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke-43 tahun ini, Perpusnas mendapatkan kado yang istimewa karena naskah Hikayat Aceh ditetapkan sebagai Memory of the World oleh Unesco. Tentu ini sebuah usaha yang tidak mudah karena harus melaksanakan joint nomination dengan Belanda,” ujar Syarif di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (27/07/2023). Ia berharap dengan ditetapkannya naskah Hikayat Aceh sebagai warisan dunia, semakin banyak masyarakat yang mengetahui naskah yang lahir pada masa keemasan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-15 tersebut. Naskah tersebut, kata dia, bukan hanya menceritakan tentang kejayaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Penyerahan sertifikat penetapan Memory of the World dilakukan Plt Kepala ANRI yang juga Ketua Komite Nasional Memory of the World Indonesia Imam Gunarto kepada Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas Nurcahyono. Imam mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berkomitmen melestarikan warisan dokumenter Indonesia. Menurut dia, keberhasilan Indonesia mendapatkan pengakuan atas dokumen sejarah di mata dunia harus dapat menyadarkan berbagai pihak untuk melestarikan dan membuka akses terhadap warisan dokumenter tersebut untuk masyarakat. “Warisan dokumenter adalah jendela dan lorong waktu ke masa lalu untuk menjalani masa kini dan untuk merancang masa depa serta khasanah pengetahuan informasi, cerita, dan pengalaman yang mencerminkan perjalanan peradaban bangsa,” terang dia. Selain naskah Hikayat Aceh, Komite Nasional Memory of the World Indonesia yang bertanggung jawab mengkoordinasikan dan mengawasi implementasi program Unesco Memory of the World di Indonesia, mengajukan dua naskah yang juga berhasil mendapat pengakuan. Dua naskah tersebut adalah arsip pidato Presiden Sukarno pada Sidang Majelis Umum PBB tahun 1960 berjudul “To Build the World Anew” dan arsip Dokumentasi Pertemuan Pertama Gerakan Non Blok. Tiga warisan dokumenter Indonesia ditetapkan sebagai Memory of the World dalam Sidang ke-216 Dewan Eksekutif Unesco di Paris, Prancis, yang berlangsung pada 10—24 Mei 2023. (rid)

Read More

14 Abad Lalu, Alquran Telah Jelaskan Fenomen Sungai di Dalam Lau

Jakarta — 1miliarsantri.net : Di dalam buku Alquran dan Sains yang ditulis KH Ahmad Sarwat dan diterbitkan Rumah Fiqih, Publishing, 2021 dijelaskan di dalam Alquran ada ayat-ayat yang sejalan dengan sains. Akan tetapi, sebagian ayat-ayat tersebut masih harus dipikirkan lebih lanjut karena sepintas nampak kurang sejalan dengan sains modern. Ada juga beberapa ayat yang sejalan dengan sains modern. Sehingga dapat menjadi hujjah yang menguatkan kebenaran Alquran. Salah satu di antaranya adalah penemuan sungai di bawah laut, sementara Alquran telah menjelaskannya 14 abad yang lalu. KH Ahmad Sarwat dalam bukunya menjelaskan, temuan sungai di bawah laut ini tidak terlepas dari kisah tentang seorang ahli oseanografer dan ahli menyelam terkemuka dari Prancis. Namanya Jacques Yves Cousteau. Pada suatu hari, ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, Jacques Yves Cousteau tiba-tiba menemukan kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Seolah ada dinding atau membran yang membatasi air laut dan air tawar di bawah laut itu. Fakta dan penemuan Jacques Yves Cousteau itu dikaitkan dengan Alquran yang sejak 14 abad yang lalu telah menyebutkan fenomena adanya sungai air tawar di bawah laut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ۞ وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. (QS Al-Furqan Ayat 53) Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama pada Surat Al Furqan Ayat 53. Dijelaskan bahwa ayat tersebut berisi tanda kekuasaan Allah yang keempat, yaitu Dia yang membiarkan dua macam air mengalir berdampingan, yang satu tawar dan segar. Sedangkan yang lain asin dan pahit, seperti yang terjadi di muara sungai-sungai besar. Walaupun berdekatan, rasa airnya tidak bercampur seolah-olah ada dinding yang membatasi di antara keduanya, sehingga yang satu tidak merusak rasa yang lainnya. Walaupun menurut pandangan mata, kedua lautan itu bercampur, namun pada kenyataannya air yang tawar terpisah dari yang asin dengan kekuasaan Allah. Menurut para ilmuwan, Allah telah menciptakan pemisah air laut dan sungai walaupun air sungai terjun dengan derasnya dari tempat tinggi. Barzakh (pemisah) ini berfungsi menghalangi kedua air untuk tidak saling menghapus ciri-cirinya. Air laut asin dan air tawar seolah-olah sudah ada dinding pembatas di antara keduanya sehingga tidak bercampur aduk. Manusia dapat menentukan pilihannya karena baik air asin maupun tawar ada gunanya. Pada 1873, para pakar ilmu kelautan Inggris (dengan kapal Challenger) menemukan perbedaan ciri-ciri laut dari segi kadar garam, temperatur, jenis ikan atau binatang, dan sebagainya. Setiap jenis air berkelompok dengan sendirinya dalam bentuk tertentu, terpisah dari jenis air yang lain betapapun ia mengalir jauh. Air Sungai Amazon yang mengalir deras ke laut Atlantik sampai batas 200 mil, masih tetap tawar. Mata air di Teluk Persia mempunyai ikan-ikan yang khas dan masing-masing tidak hidup kecuali di lokasinya. Laut yang dimaksud adalah lautan yang memenuhi sekitar tiga per empat bumi ini serta sungai yang ditampung oleh tanah dan yang memancarkan mata air, serta sungai-sungai besar yang kemudian mengalir ke lautan. Barzakh (pemisah) adalah penampungan air yang terdapat di bumi itu dan saluran-saluran bumi yang menghalangi air laut bercampur dengan air sungai sehingga tidak mengubahnya menjadi asin. Keadaan air asin yang merambah atau mengalir dari lautan ke batu-batuan di dekat pantai, namun ia tidak bercampur dengan air tawar yang merambah atau mengalir ke laut dari daratan. Posisi aliran sungai yang lebih tinggi dari permukaan laut, memungkinkan air tawar yang relatif sedikit menembus air laut yang asin, tetapi tidak berbaur total. (rid)

Read More

Otoritas Palestina Serahkan Pengajuan Ke Mahkamah Internasional

DenHaag — 1miliarsantri.net : Otoritas Palestina menyerahkan pengajuan tertulis ke Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mendapatkan pendapat hukum tentang sifat pendudukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza. Penyerahan tersebut dilakukan dalam pertemuan di Den Haag antara Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Riyad Al-Maliki dan Panitera ICJ Philippe Gautier. Al-Maliki menegaskan, pengajuan tersebut merupakan implementasi dari resolusi Majelis Umum PBB dan keputusan ICJ. Langkah itu adalah bagian dari tindakan diplomatik dan hukum yang dipimpin oleh Otoritas Palestina untuk menjaga hak-hak warga Palestina dan melindungi mereka dari kejahatan yang dilakukan oleh Israel, kekuatan pendudukan ilegal. “Fakta-fakta ini mengarah pada kesimpulan langsung bahwa pendudukan kolonial Israel dan aneksasinya atas tanah Palestina, diskriminasi rasial dan apartheid terhadap rakyat Palestina dan penolakan sistematis terhadap hak-hak rakyat kami yang tidak dapat dicabut adalah ilegal,” kata Al-Maliki, dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (27/07/2023). Pengajuan tersebut bertujuan meminta pertanggungjawaban penjahat perang Israel dan mengangkat kekebalan mereka dari penuntutan. Al-Maliki mengatakan, pengajuan tersebut menyajikan bukti dan fakta yang tak terbantahkan dari kebijakan dan praktik ilegal Israel, serta menggambarkan kejahatan dan penderitaan yang menimpa rakyat Palestina selama beberapa dekade sejak peristiwa Nakba 1948. (pri)

Read More

Kecantikan Gayatri Yang Bisa Memikat Raden Wijaya Raja Majapahit

Surabaya — 1miliarsantri.net : Raja Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya resmi menikahi Gayatri Rajapatni sebagai istri ketiganya. Pernikahan itu digelar setelah Raden Wijaya ditahbiskan sebagai raja pertama di Majapahit. Gayatri sendiri akhirnya sepakat menerima pinangan Raden Wijaya di usianya yang masih 19 tahun. Bahkan, konon disebutkan kecantikannya setara dengan Ratu Alexandria (Mesir) Cleopatra. Keduanya sepakat untuk menikah begitu Wijaya diangkat sebagai Raja Majapahit. Dalam keadaan normal, tentunya kedua orang tua Gayatri akan mencarikan jodoh yang cocok untuknya. Namun, situasi sekarang jauh dari normal. Sebagaimana dikutip dari “Gayatri Rajapatni: Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit”, Gayatri kini yatim piatu, dan negeri mereka Singasari baru saja hancur-lebur karena perang saudara dan serangan bangsa asing. Maka, sangat tepat pilihan untuk menerima bentuk pernikahan lain yang masih lumrah; bukan melalui perjodohan, kawin lari, atau main culik, melainkan pernikahan yang didasari pilihan pribadi. Dan keduanya saling suka sama suka. Bagi Gayatri, suaminya haruslah seseorang yang berasal dari kelas sosial ksatria seperti halnya para leluhurnya, dan juga seorang penguasa yang memiliki kepribadian dan visi yang kuat seperti ayahandanya. Mpu Triguna, seorang penyair pada masa itu, dengan jitu menyarikan bagaimana kecocokan pasangan dalam perkawinan ditentukan sesuai dengan kasta-kasta yang ada dalam masyarakat Jawa. Mpu Triguna mencatatkan bagaimana hubungan antara Raden Wijaya dan Gayatri istri ketiganya setelah Tribhuwana dan Dara Petak, yang tak kalah cantik serta berusia masih muda. ”Aku tak perlu bicara tentang perkawinan rakyat jelata karena mereka saling bersanding atas kesepakatan bersama. Ketika yang-kaya menikahi yang-kaya, harta-emas, permata dan perak-pun harus jadi mahar. ”Seorang guru agama harus menikahi gadis brahmana. Namun, bagi seorang penguasa/kasta ksatria, yang harus ditebus adalah keperkasaan dan kemauan untuk bertempur dengan gagah berani.” Di mata Gayatri, tak seorang pun mampu memberikan contoh lebih baik seorang pemimpin yang berani kecuali kekasihnya, Raden Wijaya hingga akhirnya pada 10 November 1293, upacara penasbihan Raden Wijaya sebagai raja diselenggarakan secara sekuler, menyusul upacara penyucian beberapa hari sebelumnya yang digelar secara religius. Upacara ini menandai kelahiran kerajaan baru Majapahit, yang utamanya terdiri dari negeri Kediri dan Singhasari, serta Pulau Madura, dengan Majapahit sebagai Ibu Kotanya. Raden Wijaya kini menyandang nama resmi kerajaan Kertarajasa Jayawardhana. Selanjutnya, ia menerbitkan sebuah prasasti yang menjelaskan bahwa nama yang disandangnya secara tak langsung mengacu pada program-program kerajaannya: Untuk memulihkan dan memajukan negeri yang telah dirusak oleh para pencoleng, untuk menghancurkan musuh dengan trisula (lambang kemenangan Wijaya); serta untuk memperbaiki kehidupan ekonomi dan kehidupan beragama, demi kepentingan seluruh rakyat. la juga mengumumkan siapa saja bakal menjadi penasihat utamanya dan bagaimana provinsi-provinsi Majapahit akan dikelola. Adapun bagi Gayatri, peristiwa besar dalam hidupnya adalah saat Wijaya menikahinya beberapa minggu setelah naik tahta. Melihat masalah-masalah yang dihadapi Majapahit, sebetulnya Gayatri sudah puas dengan upacara perkawinan sederhana saja. Namun, Raden Wijaya memberitahu Gayatri ia akan menggelar pesta perkawinan penuh ‘sebagai penghormatan atas mempelai mudanya yang cantik’. Ia pun telah menakar keuntungan politik yang akan diperoleh dari mengundang sebanyak-banyaknya rakyat yang lelah berperang, untuk ikut serta dalam perayaan cinta dan keluarga yang diadakan secara besar-besaran. (yan)

Read More

Susu Kambing Merupakan Minuman Favourite Rasulullah SAW Konon Bisa Atasi Nyeri Persendian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat beranggapan penyakit persendian terjadi seiring dengan bertambahnya usia atau penuaan. Faktanya, penyakit sendi atau persendian juga bisa terjadi karena kurangnya konsumsi makanan tinggi kalsium. Penyebab lain dimungkinkan karena banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Desca Medika Hertanto, mengungkapkan rahasia meminimalisir terjadinya nyeri sendi dan pegal linu. Tenaga medis sekaligus kreator digital ini menyarankan masyarakat untuk aktif berolahraga, seperti jogging atau angkat beban. Menurut dr Desca, olahraga secara teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40 persen. Kemudian, selain olahraga, dr Desca juga menganjurkan untuk menjaga asupan makanan. “Kita sangat perlu menjaga asupan gizi tinggi kalsium dan makanan bergizi tinggi protein seperti ikan dan susu, mencukupi vitamin D, hindari merokok dan minuman alkohol, serta kafein berlebih,” ungkap dr Desca kepada 1miliarsantri.net, Kamis (27/07/2023). Ia pun menyarankan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dengan mengonsumsi susu kambing. “Kita bisa memilih susu kambing untuk mengatasi nyeri sendi dan pegal linu. Karena susu kambing memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi dari susu sapi,” lanjut dr Desca. Umat Islam mengetahui bahwa Rasulullah selalu memilih jenis makanan dan minuman yang sehat. Salah satu minuman favoritnya adalah susu kambing. Selain memberi kesehatan, seperti mengatasi penyakit sendi, susu juga penuh dengan keberkahan. Firman Allah SWT dalam surat An Nahl ayat 66 menyebutkan, “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya” (QS. An Nahl: 66). (rin)

Read More