Sosok Saudah Istri Rasulullah SAW yang Dikagumi oleh Aisyah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Aisyah radhiyallahu anha begitu kagum dengan sifat dari Saudah binti Zamah bin Qois radhiyallahu anha. Aisyah pun berkata ingin sekali meniru Saudah, wanita yang dermawan dan jarang marah. Seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim oleh Erlan Iskandar, Saudah bintu Zamah bin Qois radhiyallahu anha merupakan istri kedua Rasulullah SAW, yang dinikahi setelah meninggalnya Khadijah. Saudah dinikahi Nabi ketika berusia 55 tahun. Istri Nabi itu lebih dari satu. Nabi pun menjadwalkan untuk bermalam bersama para istrinya bergantian. Saat Saudah sudah tua, Saudah pernah memberikan jatah gilirannya untuk Aisyah. Selain itu, Saudah juga jarang marah dan suka berbagi pada sesama. Wajar saja, Aisyah sangat kagum kepadanya. Aisyah berkata, “Aku tidaklah melihat seorang wanita yang ingin sekali aku tiru perilakunya melebihi Saudah binti Zam’ah.” (HR. Muslim) Aisyah pun melanjutkan kekagumannya, “Saudah jarang sekali marah. Saat Saudah sudah tua, ia memberikan jatah gilirannya dikunjungi Rasulullah kepadaku.” Ibnu Sa’ad mengisahkan bahwa suatu hari Umar bin Khattab memberikan sekarung dirham kepada Saudah. Uang sebanyak itu langsung dibagi-bagikan Saudah kepada orang yang membutuhkan. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dikisahkan oleh Aisyah bahwa Saudah sangat semangat menjalankan amal ketaatan saat ibadah haji. Saat singgah di Muzdalifah, Saudah meminta izin kepada Rasulullah, untuk bertolak dan berjalan lebih awal daripada orang-orang kebanyakan mengingat ia adalah orang yang lamban dalam berjalan, karena khawatir berdesak-desakan. Nabi pun mengizinkannya dan Saudah pun begitu bersemangat mengerjakan amal ketaatan. Setelah Nabi meninggal, Saudah terus tetap rajin beribadah. Ia berpuasa, mengerjakan shalat malam dan berbagai ibadah lainnya. Sementara itu, Teguh Pramono dalam bukunya 100 Muslim Terhebat Sepanjang Masa Inspirasi Para Muslim yang Dicatat dengan Tinta Emas menuliskan sebagai seorang istri, Saudah mampu menunaikan kewajibannya dalam rumah tangga bersama Rasulullah SAW, melayani putri beliau, dan mendatangkan kebahagiaan serta kegembiraan di hati Rasulullah SAW. Setelah tiga tahun berjalan, masuklah Aisyah dalam ruma tangga Rasulullah SAW, disusul kemudian istrinya yang lain seperti Hafsah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain. Saudah menyadari Rasulullah SAW tidak mengawini dirinya melainkan karena kasihan melihat kondisinya setelah kepergian suami sebelumnya. Saudah sudah mengetahui niat Rasulullah SAW yang ingin menceraikannya. Namun, Saudah mengetahui Rasulullah SAW tidak akan melakukan hal itu karena merasa hal itu akan menyakiti hatinya. Tatkala Rasulullah SAW benar-benar mengutarakan keinginannya untuk menceraikannya, Saudah merasa sedang mengalami mimpi buruk yang menyisakan dada. Ia merendahkan diri dengan berkata. “Pertahankanlah aku ya Rasulullah! Demi Allah, tiadalah keinginanku diperistri itu karena ketamakan saya. Akan tetapi hanya berharap agar Allah SWT membangkitkan aku pada hari kiamat dalam keadaan menjadi istrimu.” Begitulah Saudah, lebih mendahulukan keridhaan suaminya yang mulia, maka ia berikan gilirannya (tidur) kepada Aisyah untuk menjaga hati Rasulullah SAW. Sementara, ia sendiri sudah tidak memiliki keinginan sebagaimana layaknya wanita lain. Rasulullah SAW pun menerima usulan istrinya yang memiliki perasaan halus tersebut. Tak berapa lama turunlah ayat Alquran an-Nisaa ayat 1‎28. ‎Setelah masuk di rumah tangga Rasulullah SAW yang dijalaninya dengan keridhaan dan ketenangan, Saudah bersyukur kepada Allah SWT yang telah menempatkan dirinya di samping sebaik-baiknya makhluk di dunia. Saudah juga bersyukur kepada Allah SWT karena telah mendapatkan gelar ummul mukminin dan menjadi istri Rasulullah SAW di surga. Akhirnya Saudah wafat pada akhir pemerintahan Umar bin Khattab. (yus) Baca juga :

Read More

Hancurnya Kota Kecil Muslim Miskin di India oleh Buldoser

Haryana — 1miliarsantri.net : Minggu terakhir, Nuh, sebuah kota kecil miskin di negara bagian utara Haryana, India telah menjadi timbunan batu dan puing setelah pihak berwenang menghancurkan ratusan rumah dan toko dengan buldoser. Menurut sensus India 2011, banyak bangunan yang hancur adalah milik umat Islam. Umat Islam merupakan 77 persen dari populasi lokal distrik tersebut. Seperti dilansir Time pada Minggu (13/08/2023), penghancuran dilakukan setelah bentrokan sengit antara umat Hindu dan Muslim pada 31 Juli dan berlanjut selama tiga hari, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai beberapa lainnya. Mereka mulai ketika penduduk Muslim Nuh mulai melempari batu ke kelompok Hindu garis keras yang melewati kota selama prosesi keagamaan, dipicu oleh desas-desus bahwa seorang warga Hindu yang terkenal akan hadir. Situasi meningkat menjadi kerusuhan jalanan, dengan massa yang marah dari kedua komunitas merusak properti dan membakar mobil sebelum pihak berwenang turun tangan. Kelompok masyarakat sipil mengatakan penghancuran di Nuh hanyalah salah satu contoh di antara banyak bagaimana buldoser telah menjadi alat ekstra-yudisial utama yang digunakan oleh politisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu yang berkuasa untuk menghancurkan rumah, bisnis, dan tempat ibadah ribuan umat Islam. Buldoser adalah cara BJP untuk mengelak dari hukum dan institusi demi mewujudkan tujuan (nasionalis-Hindu),” kata Ali Khan Mahmudabad, seorang ilmuwan politik di Universitas Ashoka di Delhi. Di banyak negara bagian yang diatur oleh BJP, terutama di India utara, penghancuran tidak hanya menjadi taktik umum untuk meredam perbedaan pendapat Muslim, tetapi buldoser telah berkembang sebagai simbol nasionalis Hindu. Mereka tampil selama kemenangan pemilihan, dalam parade kendaraan hias di India dan luar negeri, di atas paket keripik, dan di beberapa lagu kebangsaan Hindu. Laki-laki muda bahkan membuat tato simbol di lengan mereka untuk merayakan BJP. “Dalam arti tertentu, itu juga merupakan simbol dari apa yang disebut pendukung BJP sebagai ‘keadilan cepat’,” kata Mahmudabad. Di Nuh, buldoser mulai bekerja setelah Menteri Dalam Negeri Haryana, Anil Vij, mengatakan pada 3 Agustus bahwa buldoser juga bisa menjadi bagian dari tindakan perbaikan terhadap mereka yang terlibat dalam kekerasan. Pihak berwenang kemudian mengatakan lapak dan bangunan semen dibangun secara ilegal, tuduhan yang dibantah oleh banyak warga. Pada hari Senin, pengadilan tinggi Punjab dan Haryana menghentikan penghancuran dan mempertanyakan apakah pemerintah BJP, melalui penggunaan buldosernya, melakukan pembersihan etnis terhadap Muslim Nuh. “Ini adalah satu-satunya contoh di mana pengadilan turun tangan untuk mengatakan ini salah. Yang menunjukkan bagaimana institusi tidak dapat turun tangan untuk mengendalikan pelanggaran partai yang berkuasa,” kata Asim Ali, seorang peneliti politik di Pusat Penelitian Kebijakan di Delhi. (sin/reu) Baca juga :

Read More

Kemenag : Sudah Tarik Qur’an Salah Cetak Al Kahfi ayat 8

Jakarta — 1miliarsantri.net : Masyarakat muslim Indonesia digegerkan dengan viral nya di media sosial (medsos) mengenai potongan foto menunjukkan kesalahan cetak pada lembaran mushaf Al-Qur’an terbitan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Kesalahan cetak itu tepatnya pada ayat 8 surat Al-Kahfi, yaitu kata lajaa’iluuna tertulis lajaahiluuna. Foto yang beredar berupa lembaran Al-Qur’an halaman 294, disertai tanda panah warna biru yang menunjuk tulisan lajaahiluuna pada ayat 8 Surat Al-Kahfi. Pada bagian pojok kiri atas, ada bagian yang warnanya lebih gelap, menunjukkan citra bayangan dan lipatan. Menurut Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Ahmad Fauzin, pihaknya mencatat foto yang sama sudah beredar empat kali. Foto tersebut kali pertama beredar pada April 2022, kemudian viral kembali pada Oktober 2022 lalu. Untuk kali ketiga, foto yang sama menyebar lagi pada Desember 2022 dengan disertai caption, “Pak Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas ini ada Al Qur’an cetakan Kamenag RI, salah cetak di Surat Al Kahfi ayat 8. Huruf ? diganti ?. Saya tanyakan kepada para Kyai, betul bahwa telah terjadi kesalahan cetak. Mohon perhatian panjenengan.” Foto ini kemudian diposting Menkopolhukkam pada Sabtu, 12 Agustus 2023, malam pada akun @mahfudmd disertai keterangan “Ini ada info al-Qur’an salah cetak huruf pd Surat Al Kahfi ayat 8. Seharusnya huruf ‘ain (lajaa’iluuna) tercetak huruf ha’ (lajaahiluuna). Harap dicek. Jika benar maka Kemenag perlu menariknya dari peredaran karena penerbitnya ditash-hih oleh kemenag.” “Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama telah memberikan penjelasan sejak kali pertama foto ini beredar pada April 2022,” terang Ahmad Fauzin kepada 1miliarsantri.net, Minggu (13/8/2023). Menurutnya, Mushaf Al-Qur’an yang di dalamnya ada kesalahan cetak ayat 8 surat Al-Kahfi itu adalah pesanan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) kepada penerbit Mulia Abadi Bekasi. “Mushaf tersebut tidak melalui proses pentashihan di LPMQ. Adapun Surat Tanda Tashih yang tercantum dalam mushaf tersebut adalah Surat Tanda Tashih untuk mushaf Ar-Rahman milik penerbit Mulia Abadi Bekasi,” jelas Ahmad Fauzin mengutip kembali siaran pers LPMQ yang diedarkan pada 13 April 2022. Dijelaskan Ahmad Fauzin, berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an, LPMQ sesuai dengan kewenangannya, sejak April 2022, telah menyampaikan teguran dan peringatan serta memerintahkan untuk melakukan penarikan dan melarang mushaf tersebut untuk diedarkan. “Jika masyarakat masih menemukan mushaf Al-Qur’an yang terdapat kesalahan tersebut, agar segera melaporkannya kepada LPMQ dan mengirimkan mushaf tersebut kepada penerbit Mulia Abadi yang beralamat di Jalan Mughni Raya, No. 107, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Telepon (021) 84904159, WA 0811165370, email: penerbitmuliaabadi@gmail.com, untuk diganti dengan mushaf Al-Qur’an yang sudah benar,” pungkas Fauzin. (fat) Baca juga :

Read More

Inilah Sejarah Telur Asin dan Oreg Tempe Menjadi Bekal Makanan Pasukan Mataram Melawan VOC

Brebes — 1miliarsantri.net : Di Indonesia, terutama di pulau Jawa tentu sudah tidak asing lagi dengan telur asin, makanan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberi garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak) dan biasanya diproduksi dari telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) atau tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain dan memiliki ciri khas cangkang telur yang berwarna kebiru-biruan. Makanan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan lain, misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal. Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas dihampir seluruh wilayah di Brebes, terutama bagian utara. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, “kering” (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat. Telur asin merupakan lauk pauk yang wajib disediakan oleh Warung Tegal (Warteg). Bisa dikata kurang sempurna dan kehilangan ciri khas Warteg nya jika tidak menyediakan telur asin dan oreg tempe. Dua makanan ini memang awet, telur asin bisa tahan hingga kurun waktu mingguan dan oreg tempe juga demikian, karena tempe yang banyak dikonsumsi penduduk Indonesia dimasak kering sehingga bisa tahan mingguan juga. Dan 2 jenis lauk makanan ini yang dikaitkan dengan makanan lunsum prajurit mataram ketika menyerang VOC di Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta. Hal ini berawal dengan ditunjuknya Bupati Tegal Kyai Rangga oleh Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma, Sultan Mataram ketiga yang memerintah dari tahun 1613-1645 sebagai diplomat. Ditunjuknya Kyai Rangga di tahun 1628 M oleh Sultan Agung untuk berdiplomasi ke Batavia dengan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) sempat mengalami kegagalan dan akhirnya terjadi peperangan antara Kesultanan Mataram dengan VOC. Adipati Tegal akhirnya menggerakan rakyat Tegal untuk ikut berperang. Namun hal tersebut suatu keniscayaan karena jarak yang cukup jauh dari Tegal ke Batavia dan belum adanya transportasi darat yang memadai, sehingga jalur laut merupakan alternatif yang baik sebagai moda transportasi yang dipakai pada waktu itu. Tentu saja para pasukan yang berangkat ke Batavia harus menyediakan stok makanan awet yang akan dipilih sebagai bekal untuk dibawa dengan jarak cukup memakan waktu lama dari Tegal ke Batavia. Disitulah telur asin dan oreg tempe dijadikan sebagai bekal makanan praktis dan efektif. Pasca peperangan tersebut, terlebih setelah kemerdekaan tahun 1945, telur asin dan oreg tempe ternyata menjadi menu favourite dan akhirnya menjadi ikon di Warteg. Dirasa kurang sempurna dan kurang lengkap jika warteg tidak menyediakan telur asin dan oreg tempe. Kendati banyak orang dijaman sekarang ini mengetahui telur asin dan oreg tempe ini berasal dari Brebes, namun dijaman sebelum kemerdekaan, wilayah Brebes masih merupakan wilayah Tegal Barat dan belum dibentuk sebagai Kabupaten. Telur asin dan oreg tempe menjadi salah satu makanan favourite rakyat Indonesia terutama mereka yang berada di Pulau Jawa dan sudah mulai merambah pasar Internasional. Bahkan hampir di wilayah Pulau Jawa sudah mulai banyak yang memproduksi telur asin. Bukan hanya menjadi makanan yang awet, namun kandungan protein yang ada di telur asin juga cukup tinggi serta masyarakat bisa mendapatkan dengan harga yang terjangkau. (fq) Baca juga :

Read More

Psikolog Dewi Retno Suminar Berbagi Tips Merubah Anak Yang Punya Kebiasaan Bermain Gadget

Surabaya — 1miliarsantri.net : Penggunaan gawai atau gadget bagi anak-anak di era digital saat ini menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Maka dari itu, tugas orang tua membimbing dan mengkontrol anak agar berselancar di dunia maya secara positif. Penggunaan gadget tetap memungkinkan anak bermain gadget yang bisa membangkitkan rasa ingin tahu terhadap segala hal semakin besar. “Ketika anak sudah haus akan berita, film, dan fasilitas internet lainnya melalui gadget, sementara kontrol diri tidak bisa menghentikannya, hal itu bisa menyebabkan gangguan yang ditandai dengan rasa gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak,” terang Psikolog Universitas Airlangga (Unair), Dewi Retno Suminar, kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (12/08/2023). Kecanduan gadget dapat memunculkan beberapa permasalahan psikologis. Di antaranya terhambatnya interaksi anak dengan orang lain, anak merasa kesepian ketika gadget mati atau sedang tidak berada di tangan, serta mudah marah dan panik saat ketinggalan berita. “Bahkan anak juga bisa stress ketika tahu ada teman seusianya mengabarkan hal-hal yang melebihi dirinya di medsos dan itu bisa menyebabkannya mengalami gangguan FoMo (Fear of Missing Out),” imbuh Retno. Mengenai penggunaan gadget pada anak, Retno menuturkan orang tua tidak bisa menyalahkan gadget-nya. Akan tetapi, dia menekankan yang perlu diperhatikan adalah kontrol terhadap pemanfaatan dari gadget. Maka itu, dia membeberkan beberapa tips untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak. Pertama, harus ada kontrol dan batasan waktu dalam menggunakan gadget. Orang tua dan anak bisa membuat kesepakatan dalam menggunakan gawai. “Bisa dibuat kesepakatan berapa jam anak diperbolehkan bermain gadget. Kalau dia menggunakan gadget melebihi dari separuh waktu di luar jam tidurnya, maka harus dilakukan aktivitas yang tidak melibatkan gadget,” ujar Retno. Kedua, mengalihkan perhatian anak. Ada beberapa aktivitas yang mampu mengalihkan perhatian anak dari gadget. Misalnya permainan tradisional, olahraga ringan, bersih-bersih rumah dan mengatur ruangan, serta membantu memasak dan berkebun bisa menjadi salah satu solusi. “Kegiatan non gadget tersebut secara tidak langsung juga bisa mengembangkan interaksi sosial anak,” tutur Retno. Ketiga, Retno mengingatkan orang tua juga harus memberikan contoh pemanfaatan serta porsi penggunaan gadget yang baik. Orang tua bisa menggunakan punishment dan reward dalam mengontrol anak. “Batasi waktu bermain gadget, hindarkan anak dari aktivitas yang harus berbau gadget, berikan punishment ketika anak melanggar perjanjian batas waktu menggunakan gadget, dan berikan reward ketika anak mampu menaatinya,” pungkas Retno. (har) Baca juga :

Read More

Raja Airlangga Dikatakan Sebagai Keturunan Dewa

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Raja Airlangga meneruskan garis keturunan Kerajaan Mataram Kuno dan membangun kerajaan sendiri di Jawa Timur. Ia dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu dan mendapat gelar unik saat bertakhta di Kerajaan Kahuripan. Gelar tersebut amat panjang yakni Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmmawansa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Kemudian ketika mundur sebagai raja, Airlangga bergelar Aji Paduka Mpunku San Pinaka Chatra nin Bhuwana Pinaka Chatra nin Bhuwana. Gelar panjang Raja Airlangga tentu bukan tanpa makna dan arti. Sri Maharaja adalah sebutan jabatan yang disandangnya, yaitu sebagai raja. Kata Rakai Halu sebagai gelar penguasa wilayah atau daerah lungguh Halu sekaligus dapat diartikan sebagai gelar pejabat tinggi kerajaan, setingkat lebih rendah dari putera mahkota. Gelar Rakai Halu yang disandang pada awal namanya menimbulkan pendapat bahwa sebenarnya dia bukanlah putra mahkota yang dipersiapkan untuk menduduki tahta kerajaan. Dia menjadi raja karena putra mahkota yang sebenarnya yakni putri Raja Dharmamawangsa Teguh telah tewas pada saat peristiwa Paralaya, yaitu perayaan perkawinannya dengan Airlangga. Sri Lokeswara adalah nama lain dari Avalokitesvara, sebutan penguasa dunia di dalam agama Buddha. Adapun penggunaan unsur ajaran Buddha di deretan nama abhiseka Airlangga, yaitu lokeswara dapat dijelaskan bahwa Buddha adalah salah satu awatara dari Dewa Wisnu, yang mengemban tugas tertentu. Sementara kata Dharmmawansa Airlangga adalah nama dirinya. Hal ini menjadi menarik karena nama depan Dharmmawansa juga dipakai oleh lima orang raja yang pernah memerintah di Jawa dan Bali. Raja-raja tersebut adalah Dharmmawansa Teguh, yang memerintah di Jawa Timur sebelum Airlangga. Kemudian Dharmmawansa Airlangga dan Dharmmawansa Marakata Pankaja Sthanottungadewa, yaitu adik dari Airlangga yang memerintah di Bali. Dharmmawansa keempat yang berkuasa adalah Rakai Halu Sri Samarotsaha Karnakencana Dharmmawansa Kirttisi nihajayanatakatungadewa yang namanya tercantum di dalam Prasasti Batu di Surabaya pada 982 Saka. Satu nama terakhir yakni Dharmmawansa Kertawardhana yang memerintah di Bali. Sedangkan kata Ananta berarti tidak berakhir. Nama ini menjadi salah satu gelar Dewa Wisnu yang digambarkan sebagai satu-satunya manusia yang hidup setelah peristiwa pralaya atau penghancuran terjadi. Vikrama diartikan sebagai berani, sedangkan Uttangadewa berarti keturunan dewa yang maha tinggi. Airlangga dianggap sebagai keturunan dewa yang maha tinggi dan kegagahberaniannya tidak pernah berakhir. Nama yang dapat berarti luas apabila dikaitkan dengan tindakan-tindakan kemudian. (tin) Baca juga :

Read More

UIN Walisongo Semarang Dirikan Fakultas Kesehatan

Semarang — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendukung penuh rencana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mendirikan Fakultas Kesehatan. Hal tersebut disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri sekaligus membuka acara Nahdlatul Ulama Health Summit 2023 di Kampys UIN Waliisongo Semarang, Jumat (11/08/2023) “Turut mendukung penuh berdirinya Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo, mengingat masih kurangnya dokter di Indonesia. Harapannya lulusan UIN Walisongo bisa memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia terutama di daerah yang pelosok,” urai Menkes Budi Sadikin Dalam sambutannya Menkes Budi Sadikin mengatakan pandemi sudah berakhir. Langkah selanjutnya adalah metamorfosis kesehatan dan melakukan transformasi di bidang kesehatan. Salah satunya adalah transformasi layanan primer. “Menjaga orang untuk sehat bukan hanya orang sembuh menjadi sakit. Menjaga rakyat kita untuk sehat dan skrinng kesehatan,” katanya. Langkah kedua, lanjutnya, adalah dengan perbaikan fasilitas di rumah sakit. Menurutnya, saat ini rakyat Indonesia mengalami banyak kematian dikarenakan struk, jantung, dan kanker. “Menkes bersama dengan Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Alisa Wahid untuk bersama mengurangi angka stunting di Indonesia,” tegasnya. Berikutnya, digitalisasi kesehatan. Namun menurutnya, kendalanya adalah kurangnya dokter di Indonesia. Dunia kedokteran yang semakin berkembang salah satunya adalah penyembuhan dengan imunitas atau vaksin dengan mendidik imun tubuh untuk lebih kuat. Sementara itu Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq dalam kesempatan tersebut memohon restu para kiai dan ulama untuk UIN Walisongo yang akan mendirikan Fakultas Kedokteran. Keberadaan Fakultas Kedokteran ini menurutnya merupakan penyempurna di UIN Walisongo dalam mewujudkan visi UIN Walisongo wahdatul ulum menyatukan ilmu agama dan sains. “Kontribusi konkrit kami nantinya melalui Fakultas Kedokteran mampu melahirkan insan yang berkualitas di dunia kedokteran, melahirkan dokter yang unggul, humanis, dan beradab. Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo ini untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia,” terang Imam Taufiq. Acara NU Health Summit (NUHS) 2023 ini merupakan perhelatan pertama oleh Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), kegiatan berlangsung Jumat –Ahad (11-13/8/2023). Kegiatan digelar di Auditorium 2 Kampus III Gedung Tgk Ismail Ya’qub UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini merupakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LK PBNU yang diikuti oleh tiga lembaga kesehatan NU yang terdiri atas Perhimpunana Dokter NU (PDNU), Asosiasi Rumah Sakit NU (Arsinu) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan NU (APTIKESNU). Kegiatan ini diikuti kurang lebih 800 peserta yang merupakan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama di Indonesia. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menyampaikan pembangunan Indonesia tidak lepas dari peran kiai Nahdlatul Ulama. Ulama Nusantara memiliki tradisi unik dan tidak ditemukan di tempat manapun. “Ini khasnya Nusantara tidak hanya berkhidmat ilmu dengan mengkaji dan mengajarkan tapi selama berabad-abad juga memikul tanggung jawab untuk mengasuh mengelola umat komunitasnya,” ungkapnya. Meskipun kesehatan rakyat itu merupakan tangggung jawab Menkes, menurut Yahya Staquf, NU melalui LKNU dan PDNU turut berkontribusi dan membantu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Ketua PDNU Niam menyampaikan kehadiran menteri kesehatan sangat penting dalam merancang peran aktif NU untuk bisa berkontribusi dalam bidang kesehatan. “Supaya program-program yang kami rancang benar-benar bersinergi dengan program pemerintah. NUHS memiliki nilai monumental bagi NU yang memasuki abad kedua. Melalui acara ini berupaya mendigdayakan NU dan memberdayakan umat agar sejajar dengan arah perjuangan PBNU,” pungkasnya. (hud) Baca juga :

Read More

Kematian Husnul Khotimahnya Sinead O’Connor

Dublin — 1miliarsantri.net : Wafatnya penyanyi Sinead O’Connor memang mengejutkan banyak pihak. Sosok mualaf yang menganti nama Islam dengan nama Shudaha Sadaqat ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di apartemennya di London pada Rabu (26/07/2023) lalu. O’Connor yang merupakan ibu empat anak itu ditemukan tak bernyawa oleh petugas Polisi Metropolitan London di apartemennya, tak jauh dari Coldharbour Lane di Brixton. Kematian penyanyi berusia 56 tahun itu memicu banjir penghormatan dari para penggemar, orang terkenal, aktivis hak asasi manusia, tetangganya, dan politisi, termasuk Taoiseach Leo Varadkar. Lebih dari 3.000 orang diperkirakan berkumpul untuk mengantarkan Sinead O’Connor ke peristirahatan terakhirnya dan prosesi pemakaman O’connor dilakukan secara Islami. Mereka yang hadir di kota asal Sinead, Dublin, Irlandia, menangis sambil menyanyikan “Nothing Compares to U”. Keluarga penyanyi yang meninggal pada usia 56 tahun itu mengadakan upacara peringatan pribadi pada Selasa (08/08/2023) pagi yang dihadiri oleh Presiden Irlandia, Michael D Higgins; dan perdana menteri Leo Varadkar. Bintang seperti Bono, Edge dan Bob Geldof, juga tampak hadir. Kepala Imam di Pusat Islam Irlandia, Syaikh Dr Umar Al-Qadri, mengatakan kepada Daily Mail bahwa O’Connor akan dimakamkan secara Islami sesuai dengan perpindahan agamanya, merujuknya dengan nama barunya, Shuhada Sadaqat. “Pemakaman jelas pribadi (untuk) keluarga, dan itu adalah upacara yang sangat mengharukan, dan saya rasa itu benar-benar mencerminkan kepribadian Sinead yang indah. Itu sangat spiritual dan mencerminkan identitas Irlandianya serta identitas Muslimnya,” terang Syekh Dr Umar al-Qadri. Dia bersama anggota komunitas Muslim lainnya melakukan sholat jenazah untuk O’Connor. Ia juga mengatakan, O’Connor tidak pernah menjauh dari Allah SWT, tidak seperti orang lain yang memiliki kesulitan dan cobaan dalam hidup mereka. “Dia adalah manusia yang luar biasa, bukan hanya seorang musisi hebat, artis, tetapi yang akan menyentuh hati jutaan orang karena suaranya tetapi juga karena hatinya yang luar biasa. Dia selalu memiliki iman dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan,” kata Syekh Dr Umar al-Qadri. Kematian indah yang disertai dengan pengakuan orang-orang terdekat merupakan salah satu tanda husnul khatimah? Dilansir dari Elbalad, tanda husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa. Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, Tanah Airnya, keluarganya, hingga masyarakatnya. “Dia adalah manusia yang luar biasa, bukan hanya seorang musisi hebat, artis, tetapi yang akan menyentuh hati jutaan orang karena suaranya tetapi juga karena hatinya yang luar biasa. Dia selalu memiliki iman dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan,” kata Syekh Dr Umar al-Qadri. Kematian indah yang disertai dengan pengakuan orang-orang terdekat merupakan salah satu tanda husnul khatimah? Dilansir dari Elbalad, tanda husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa. Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, Tanah Airnya, keluarganya, hingga masyarakatnya. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kesaksian kerabat atau orang-orang di sekitarnya adalah salah satu tanda dari husnul khatimah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَللَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ Artinya: Rasulullah SAW pun bersabda, “Siapa yang telah kalian puji dengan kebaikan, maka telah wajib baginya surga. Dan siapa yang telah kalian cela dengan keburukan, maka telah wajib pula baginya neraka. Kalian adalah syuhadaullahi (para saksi Allah) di muka bumi, kalian adalah syuhadaullahi (para saksi Allah) di muka bumi.” (HR Muslim). Beberapa hari terakhir menjelang kematiannya, O’Connor mengatakan kepada penggemar bahwa dirinya telah menjadi sasaran penguntit. “Ingat, jika manusia bukan merupakan makhluk yang menjijikan, kita semua akan berada di surga,” kata O’Connor, yang terkenal dengan lagu “Nothing Compares 2 U”, dalam cicitannya. O’Connor juga memiliki akun resmi di Instagram, tetapi pesan terakhirnya tampaknya sudah berselang lebih dari enam tahun lalu. Dia mengatakan, “Cintailah kehidupan yang kamu miliki dan syukuri apa adanya!” Dikutip dari AceShowbiz, Senin (31/07/2023), pada 12 Juli lalu, O’Connor juga mengungkapkan tentang penguntitan yang dilakukan oleh seorang wanita. “Ada satu penguntit. Wanita. Kekerasan: sekali lagi, JANGAN PERNAH terlibat dengan siapa pun yang mengaku mengenal saya tanpa bertanya kepada manajemen saya,” ujarnya. Salah satu pengikutnya menjawab, “Ya, saya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Anda. Kedengarannya bukan Anda, sedang mencari alamat email agar saya dapat bergabung dengan grup VIP untuk mendapat tiket.” Beberapa hari kemudian O’Connor juga memperingatkan penggemar tentang pria yang dia yakini mengincar pengikutnya. (gyt/red) Baca juga :

Read More

Dibalik Kemahsyuran Ramalan Jayabaya. Ternyata Terdapat Peran Penting Ulama Dari Persia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bagi kita yang pernah belajar mengenai sejarah atau setidaknya pernah membaca buku tentang sejarah, khususnya sejarah raja-raja Nusantara, pasti tidak akan lupa dengan nama Raja Jayabaya. Raja yang satu ini tidak seperti Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang terkenal karena pernah menyatukan seluruh Nusantara di masa pemerintahannya. Raja atau Prabu Jayabaya terkenal karena ramalannya yang akurat. Konon di balik kemampuannya meramal masa depan Nusantara, ada sosok ulama yang ikut andil didalamnya. Prabu Jayabaya adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157. Seperti raja umumnya memiliki gelar, Jayabaya memiliki nama panjang sekaligus merupakan gelar, yaitu Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Dihimpun dari berbagai sumber, disebutkan bahwa satu dari banyak peningalan Jayabaya adalah Kitab Musyarar atau dikenal juga dengan Serat Jangka Jayabaya. Dalam Kitab Musyarar tertuang ramalan tentang masa depan Nusantara. Apa saja yang diterawang Jayabaya pada abad ke-12 itu? Pertama, Jayabaya pada abad itu sudah meramalkan bahwa suatu saat akan datang bangsa asing ke Nusantara. Kedua, ia juga menyampaikan bahwa akan berdirinya sebuah Negara yang kini kita kenal dengan Indonesia saat ini. Ketiga, Jayabaya meramalkan akan hadirnya sang ratu adil yang akan memerintah negara tersebut dengan penuh keadilan dan kedamaian. Ramalan pertama dan kedua dinilai sudah terpenuhi dengan datangnya penjajah bangsa asing. Dan setelah ratusan tahun Nusantara dijajah, terbentuklah Negara Indonesia. Menarik bahwa sejarawan tidak sepenuhnya meyakini bahwa kitab tersebut ditulis langsung oleh Prabu Jayabaya. Sebab, pada masa Jayanya ada dua pujangga terkenal, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Kedua Mpu ini memiliki karya antara lain Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya. Dalam karya-karya tersebut tidak disebut sama sekali kalau Kitab Musyarar karya Jayabaya. Maka para sejarawan menduga, ada sosok lain yang menjadi pengarang Kitab Musyarar. Sosok itu adalah bernama Ranggawarsita, pujangga besar yang juga ahli ramalan dari Surakarta. Hanya, biasanya Ranggawarsita menyisipkan namanya dalam naskah-naskah tulisannya, sedangkan pada naskah-naskah Ramalan Jayabaya pada Kitab Musyarar bersifat anonim. Dengan problem itu, para sejarawan sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musyarar) karangan Sunan Giri Prapen (Sunan Giri ke-3) yang dikumpulkannya pada tahun Saka 1540, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Kembali ke Kitab Musyarar itu sendiri, Serat Jangka Jayabaya tidak lain adalah sebuah kitab yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. Dalam bait pertama kitab Musyarar yang menuliskan bahwa Jayabaya yang membuat ramalan-ramalan tersebut. Namun yang menarik, dalam Kitab Musyarar dikisahkan bahwa pada suatu hari Jayabaya berguru pada seorang ulama bernama Maolana Ngali Samsujen. Dari ulama tersebutlah, Jayabaya mendapat gambaran tentang keadaan Pulau Jawa sejak zaman diisi oleh Aji Saka sampai datangnya hari Kiamat. Diduga sosok Maolana Ngali Samsujen inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi Prabu Jayabaya dalam membuat ramalan-ramalan jitunya tentang Nusantara. Lalu pertanyaan labuh jauh, siapakah sosok Maolana Ngali Samsujen ini? Sejarawan Agus Sunyoto dalam karya berjudul “Atlas Wali Songo” menjawab bahwa Maolana Ngali Samsujen yang dimaksud tidak lain adalah Syeikh Syamsuddin Wasil. Sosok Syeikh Syamsuddin Wasil, dalam historiografi Jawa, dikenal sebagai ulama besar asal Negeri Ngerum/Rum (Persia). Ia datang ke Nusantara, khususnya Kediri atas permintaan Raja Kediri Sri Maharaja Mapanji Jayabaya. Ia diminta untuk berdakwah membahas Kitab Musyarar yang berisi ilmu pengetahuan khusus seperti perbintangan (ilmu falak) dan nujum (ramal-meramal). Agus menambahkan, naskah Serat Jangka Jayabaya yang muncul pada abad ke-17 yang diyakini masyarakat Jawa sebagai karya Sri Mapanji Jayabaya dalam meramal masa depan Nusantara, berhubungan erat dengan keberadaan tokoh Syeikh Syamsuddin Wasil yang berasal dari Persia itu. Pendapat tersebut juga dikuatkan Soedjpto Abimanyu dalam buku “Babad Tanah Jawi”. Dalam buku ini Soedjpto menyebutkan bahwa Jayabaya mendapat gambaran tentang keadaan Pulau Jawa sejak zaman diisi oleh Aji Saka hingga datangnya hari kiamat kelak. Namun, jauh sebelum terkenal dengan ramalannya, Jayabaya dalam silsilah raja-raja tanah Jawa merupakan salah satu keturunan Batara Wisnu, yang melahirkan raja-raja Jawa. Pada tradisi besar Jawa, nama besar Jayabaya tercatat dalam ingatan masyarakat Jawa. Sehingga namanya muncul dalam kesusastraan Jawa zaman Mataram islam atau sesudahnya sebagai Prabu Jayabaya. Jayabaya disebutkan sebagai titisan Wisnu, negaranya bernama Widarba, yang beribukota di Mamenang. Ayahnya bernama Gendrayana, putra Yudayana, putra Parikesit, putra Abimanyu, putra Arjuna dari keluarga Pandawa. Permaisuri Jayabaya bernama Dewi Sara, yang lahirnya dari Jaya Amijaya. Dimana ini menurunkan raja-raja tanah Jawa, bahkan sampai Majapahit hingga Mataram Islam. Konon, sang raja Kediri ini turun tahta pada usia tua. Ia dikisahkan moksha di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Tempat petilasannnya tersebut dikeramatkan oleh penduduk setempat. (fq) Baca juga :

Read More

Kemenag Hentikan Ijin Usaha 4 Biro Perjalanan Umrah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menghentikan sementara izin usaha empat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sanksi pembekuan izin usaha ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pembekuan Perizinan Berusaha Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah tertanggal 29 Mei 2023. Keempat PPIU yang mendapat sanksi adalah PT. Amana Berkah Mandiri (KMA Nomor 473 Tahun 2023), PT. Arofah Mina (KMA Nomor 474 Tahun 2023), PT. Mubina Fifa Mandiri (KMA Nomor 475 Tahun 2023), dan PT. Arafah Medina Jaya (KMA Nomor 476 Tahun 2023). Melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan, sanksi diberikan setelah dilakukan proses pemantauan, pengawasan dan permintaan keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Permintaan Keterangan (BAPK). Tiga PPIU (PT. Amana Berkah Mandiri, PT. Arofah Mina, dan PT. Mubina Fifa Mandiri), terbukti melakukan pelanggaran berupa gagal memberangkatkan jamaah umrah melewati batas waktu 3×24 jam. Sementara PT. Arafah Medina Jaya, terbukti telah melakukan pelanggaran berupa gagal memberangkatkan jamaah umrah melewati batas waktu 1×24 jam dan gagal memulangkan jamaah umrah melewati batas waktu 1×24 jam. “Keempat PPIU tersebut dikenakan sanksi administratif mulai dari 6 bulan hingga 1 tahun. Atas pelanggaran yang dilakukan serta kerugian yang ditimbulkan kepada jamaah dan masyarakat, PT. Amana Berkah Mandiri, PT. Arofah Mina, dan PT. Mubina Fifa Mandiri dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan perizinan berusaha selama 1 tahun, terhitung dari 29 Mei 2023,” tegas Hilman kepada media di Jakarta, Jumat (11/08/2023)..Hilman menambahkan, untuk PT. Arafah Medina Jaya, sanksi administratif berlaku selama 6 bulan, juga terhitung dari 29 Mei 2023 lalu. Selama menjalani sanksi administratif tersebut, keempat PPIU ini tidak boleh menerima pendaftaran jemaah umrah dan tidak boleh memberangkatkan jemaah umrah. Selain itu, PPIU harus melakukan penjadwalan ulang keberangkatan jemaah umrah, serta mengembalikan biaya bagi jemaah umrah yang membatalkan keberangkatannya. “Selama pembekuan izin berusaha dan penghentian sementara ini pula, user id SISKOPATUH dari keempat PPIU ini akan diblokir,” sambung Hilman. Sementara itu Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin mengimbau kepada seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi agar turut melakukan pemantauan dan pengawasan PPIU di wilayah masing-masing. “Pastikan PPIU tersebut dalam masa pembekuan dan penghentian sementara kegiatannya tidak menerima pendaftaran dan memberangkatkan jemaah umrah, serta larangan atau sanksi-sanksi lainnya yang telah ditetapkan,” terang Nur Arifin. Ia menambahkan, PPIU harus lebih profesional dalam menjalankan usahanya, patuh terhadap regulasi dan mengutamakan pelayanan kepada jemaah umrah. “PPIU harus menjalankan usaha sebaik-baiknya dengan mematuhi regulasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah yang diatur di dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 dan peraturan turunannya. Yang tidak kalah pentingnya, PPIU juga harus makin profesional dalam melayani jemaah umrah. Pelayanan kepada jemaah umrah harus memenuhi standar pelayanan sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2021,” tegas Nur Arifin. Ia juga mengingatkan kembali Program Lima Pasti Umrah. Menurutnya, program tersebut sangat penting bagi para calon jemaah umrah agar terhindar dari penipuan. “Selain memastikan izin PPIU, masyarakat yang akan beribadah umrah juga perlu memastikan visa, hotel, biaya/paket, serta jadwal/tiket. Pastikan pula ada surat perjanjian antara PPIU dengan jemaah umrah,” tutup Nur Arifin. (rid) Baca juga :

Read More