Masjid Dubai Pearl Terinspirasi dari Mutiara dan Kerang

Dubai — 1miliarsantri.net : Dubai Pearl merupakan konsep masjid yang dirancang sangat modern dan unik oleh LYX Arkitekter dan terinspirasi dari mutiara dan kerang yang menjadi sumber utama kehidupan sepanjang sejarah daerah ini. Bangunan itu diusulkan pada 2018 di Dubai, Uni Emirat Arab. Mengutip The Great Mosques, masjid ikonik Dubai desain “Dubai Pearl” pada dasarnya terinspirasi dari mutiara dan kerang yang merupakan sumber utama kehidupan di masa tua Dubai. Kedelapan gerbang pada masjid itu diilhami dari kepercayaan bahwa ada delapan gerbang menuju surga dalam Islam serta delapan malaikat yang memegang singgasana. Menara itu muncul dari bumi untuk menghilang di langit menjadi bentuk layar. Tujuan dari konsep ini untuk memadukan tradisi lokal UEA, warisan Islam , dan mencerminkan visi modern Dubai. Dari tradisi Lokal, desainnya terinspirasi dari mutiara dan kerang. Seperti yang Anda ketahui, penyelaman mutiara pernah menjadi profesi paling terkenal di Uni Emirat Arab dan merupakan bagian dari budaya UEA yang berusia sekitar 7.000 tahun. Hal itu menyebabkan arsitek membentuk selubung utama masjid sebagai cangkang yang membawa mutiara besar yang membentuk kubah masjid. Itu juga bertindak sebagai skylight di siang hari untuk menerangi ruang shalat utama. Kemudian, itu akan diubah menjadi lentera yang memberi suasana yang menarik ke Dubai Creek di malam hari. Dari segi warisan Islam, delapan gerbang terinspirasi dari kepercayaan, ada delapan gerbang ke surga dalam Islam serta delapan malaikat yang memegang singgasana. Delapan lengkungan gerbang ini akan membentuk cangkang dan akan bergabung menjadi satu untuk disatukan di mihrab tempat imam berdiri untuk memimpin shalat. Kemudian, visi modern Dubai, untuk memadukan tradisi lokal dan simbolisme Islam menjadi bentuk ikon modern adalah sebuah tantangan. Abstraksi ide menjadi solusi yang diikuti para arsitek dalam desain ini. Bentuknya disederhanakan menjadi tiga elemen, cangkang yang membentuk delapan gerbang, mutiara yang berfungsi sebagai kubah dan cahaya langit, akhirnya menara yang muncul dari bumi menghilang ke langit. Hal itu menciptakan bentuk layar yang menyampaikan pesan damai pemuja dan mengubahnya menjadi ikon spiritual yang ditambahkan ke ketenangan Dubai Creek . Proyek ini memiliki luas bangunan 10.000 m² yang terdiri dari masjid utama. Masjid ini dapat menampung 7500 jamaah, blok akomodasi, dan ruang bawah tanah yang meliputi pusat budaya, wudhu, dan parkir. Ada pula museum seluas 3.405 m² dan 460 tempat parkir. (dul)

Read More

Ketika Rasulullah SAW Pernah Menahan Ruku untuk Menunggu Ali Bin Abi Thalib

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menghormati orang yang lebih tua. Sebagaimana hal tersebut merupakan tuntunan agung Rasulullah SAW. عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما مرفوعاً: ليس منا من لم يَرحمْ صغيرنا، ويَعرفْ شَرَفَ كبيرنا Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Āṣ -raḍiyallāhu ‘anhumā- secara marfū, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil di antara kami dan tidak mengetahui kemuliaan orang tua di antara kami.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad) Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ali bin Abi Thalib terburu-buru pergi dari rumahnya untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid Nabi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang lelaki Yahudi tua, yang berjalan menuju arah yang sama. Ali, karena kemuliaan dan keluhuran akhlaknya, berusaha memberikan hormat kepada orang yang lebih tua darinya itu, sehingga ia tidak mau mendahului Yahudi tersebut, walau jalannya sangat lamban. Sesampainya ia masjid, sholat berjamaah sudah dimulai, bahkan Nabi SAW sudah dalam keadaan ruku bahkan hampir berdiri dari ruku nya tersebut. Namun, dengan perintah Allah, Jibril turun, lalu meletakkan tangannya di atas bahu Nabi SAW. Jibril menyuruh beliau menahan ruku nya, agar Ali tidak sampai kehilangan rakaat pertama. Setelah shalat selesai dilaksanakan, yang kemudian dilanjutkan dengan zikir, doa, serta mengajarkan ilmu-ilmu dari Alquran kepada sahabat, beliau berpaling kepada Jibril, lalu bertanya tentang sebab gaib yang membuatnya harus memperpanjang ruku. Jibril menjawab bahwa sangat tidak patut jika Ali bin Abi Thalib kehilangan pahala yang terdapat pada rakaat pertama sholat Subuh, karena sikap hormat yang ditunjukkannya kepada seorang Yahudi tua yang ditemuinya di tengah perjalanan menuju masjid Nabi. Setiap manusia, siapapun dia, memiliki hak untuk dihargai, dihormati dan diperlakukan sesuai kedudukan serta kapasitas dirinya. Ada yang layak dihormati karena ilmunya, seperti halnya para ulama, cerdik cendekia, para guru, ilmuwan, dan sebagainya. Ada yang harus dihormati karena sebab hubungan darah dengannya, misal orang tua, kakak, paman, bibi, serta saudara-saudara lainnya. Ada pula yang dihormati karena sebab usianya, di sini ada orang yang lebih tua, ada yang seusia, ada pula yang lebih muda. Semuanya harus diperlakukan secara proporsional sesuai haknya. Ada pula urutan-urutan prioritas dalam proses hormat-menghormati ini, mana yang paling layak dihormati, mana yang harus lebih dulu dihormati, mana pula yang paling wajib memberi penghormatan dibanding yang lainnya. Misalnya, yang berkendaraan lebih wajib memberi salam kepada yang berjalan kaki. Yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk. Yang sendirian lebih wajib memberi salam kepada yang berkumpul, dan sebagainya. (HR Muttafaqun ‘Alaih). Jika kita menelaah kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat, maka kita akan menemukan nuansa keadilan dalam pergaulan hidup mereka. Setiap orang diperlakukan sesuai dengan kedudukannya, dalam arti dipenuhi haknya, serta diberi keleluasaan untuk menunaikan kewajibannya. Akibatnya, lahirlah proses timbal balik, di mana setiap orang akan berusaha memberikan yang terbaik untuk yang lainnya. Dalam kondisi seperti inilah, konsep persaudaraan yang diungkapkan dalam Alquran dan hadits benar-benar teraplikasikan secara optimal. Sejatinya, apa yang dicontohkan Ali bin Abi Thalib dalam kisah ini, adalah gambaran puncak bagaimana seorang manusia menunaikan hak-hak yang dimiliki manusia lainnya, siapa pun orang tersebut. Di mana yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua. Seorang anak harus menaati orangtuanya. Seorang murid harus memuliakan gurunya. Walau pun ada tuntutan bagi yang lebih tua untuk menghargai, mengayomi, serta memberi teladan yang baik pula kepada yang muda. Sesungguhnya, mudah saja bagi Ali untuk mendahului Yahudi tua tersebut, toh ia hanya seorang Yahudi tua kafir, tidak bisa melihat, serta berjalan bukan untuk ke masjid. Ia pun tidak terkena dosa jika mendahului jalannya. Namun Ali tidak melakukan hal tersebut. Mengapa? Karena beliau tidak ingin mencederai hak orang lain. Biarlah orang lain tidak balas menghormati, biarlah orang lain tidak melihat apa yang dilakukannya, yang penting ia telah menunaikan kewajibannya sebaik mungkin. Sebab, bagaimana pun keadaannya, Yahudi tersebut tetaplah orang yang harus dihargai nilai kemanusiaannya. Inilah yang dinamakan ihsan. Dalam arti, tidak sekadar melakukan yang baik, namun melakukan yang terbaik. Karena sikapnya itu, Ali beroleh bonus luar biasa dari Allah SWT. Betapa tidak luar biasa, Allah SWT sampai memerintahkan Rasulullah SAW untuk memperlama rukunya, sebagaimana Dia perantarakan pesan-Nya kepada Malaikat Jibril. Berkaca dari peristiwa ini, Imam Bakr bin Abdullah Al Mazni mengungkapkan sebuah prinsip hidup terkait hubungan interpersonal. Prinsip ini layak kita jadikan pegangan dalam bergaul. Katanya, Jika engkau bertemu dengan orang yang usianya lebih tua, katakanlah, orang ini lebih dahulu daripadaku dalam hal keimanan dan amal saleh. Ia lebih baik dariku. Jika engkau bertemu dengan orang yang usia lebih mudanya, katakanlah, aku telah mendahuluinya dalam dosa dan kesalahan. Jadi, ia lebih baik dariku. (yus) Baca juga :

Read More

Kemenag Gandeng FOZ Menyusun Peta Jalan Zakat 2045

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktur Pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI, Waryono, mengajak Forum Zakat (FOZ) untuk menyusun Peta Jalan Zakat sampai 2045. Menurutnya, hal ini menjadi ikhtiar dalam menutup peluang ketidaksesuaian peruntukan dana zakat, sekaligus memaksimalkan potensi dan dampak positif zakat terhadap umat Islam di Indonesia dan dunia. “Kita buat pemetaannya untuk zakat ini bagaimana harusnya, menuju tahun emas 100 tahun pada 2045 yang tentunya berdasarkan evaluasi-evaluasi lapangan,” ungkapnya dalam agenda silaturahmi pengurus FOZ di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Rabu (23/08/2023) Menurut Waryono, lembaga berbasis masyarakat memiliki kekahasan tersendiri dalam mengelola dana zakat. Meski ada regulasi yang mengikat kekhasan tersebut. Maka itu, Kemenag mengajak FoZ sebagai representasi gerakan zakat di Indonesia terlibat dalam penyusunan peta zakat. “Kita menyadari bahwa lembaga berbasis masyarakat memiliki kekhasan tersendiri, yang meski dalam kerjanya diatur Undang-Undang (kekhasan tersebut, red) tidak bisa diganti. Maka, kita berharap FOZ sebagai representasi gerakan zakat terlibat dalam penyusunan pemetaan kerja-kerja zakat,” ucapnya. Lebih lanjut, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2016-2020 ini berpesan agar FOZ sebagai asosiasi terus istiqomah menjadi wadah seluruh lembaga zakat demi menguatkan gerakan zakat. “Kedua, gerakan ini kan berbasis kepercayaan. Maka satu-satunya modal utama kita adalah menjaga kepercayaan publik. Ayo kuatkan kepercayaan yang terus menerus berkelanjutan,” katanya. Ketiga, pentingnya keterampilan lembaga dalam mengelola data yang dimiliki. Dia tidak ingin lembaga zakat dalam menjalan program tidak memiliki data, baik data penerima manfaat maupun data program. “Jangan sampai dalam menjalankan program, kita tidak punya data baik penerima manfaat sampai data programnya. Contohnya mahasiswa penerima beasiswa, setelah menjadi alumni, ajak mereka untuk jadi bagian dari gerakan ini. Untuk meneruskan pesan kebaikan agar disebarkan ke teman-temannya,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Waryono, juga mengapresiasi FOZ dalam menguatkan gerakan zakat melalui berbagai program. Salah satunya program pemagangan mahasiswa merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dalam platform kampuszakat.com. “Program tersebut menjadi salah satu pendekatan yang efektif. Menurutnya, nilai strategis magang mahasiswa ini penting untuk dimaksimalkan di seluruh kampus di bawah Kemenag,” tandasnya. Agenda silaturahmi berlangsung secara hangat, dengan dihadiri oleh segenap pimpinan sub direktorat Pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI, dan Pengurus Harian Forum Zakat. Bambang Suherman selaku Ketua Umum FOZ menyambut positif 3 agenda penting yang telah dibahas tersebut dan berkomitmen untuk mengkonsolidasikan 200 anggota FOZ dalam berbagai kolaborasi bersama Kemenag di masa mendatang. “FOZ berkomitmen menguatkan gerakan zakat bersama seluruh Stakeholders, kami telah mempersiapkan berbagai program dan perangkat yang dapat diakses oleh Kemenag secara proaktif untuk mendukung agenda Kemenag secara berkelanjutan,” kata Bambang. Bambang juga menyebut, FOZ juga menyelaraskan berbagai program yang dilakukan OPZ dengan indikator SDGs dan RPJMN. Menurutnya, SDGs telah dideklarasikan oleh UNDP sebagai capaian pembangunan, maka perlu bagi gerakan zakat kita adaptasi sekaligus menjadi syiar. “Selain itu, harapannya ini dapat menjadi kontrol bagi lembaga dalam mengelola dana zakat yang mana lembaga harus melaporkan pengelolaannya ke Sekretariat SDGs,” pungkasnya. (yan)

Read More

Begini Harusnya Cara Rujuk Jika Sudah Jatuh Talak Tiga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rujuk merupakan hal yang bisa saja terjadi setelah perceraian. Namun, ada syarat-syarat tertentu jika seorang suami sudah mengucapkan talak tiga kepada istri. Talak merupakan istilah yang digunakan untuk mengungkapkan keinginan bercerai dengan pasangan. Saat suami mengucap talak satu sampai dua kali, itu berarti keduanya belum benar-benar bercerai. Akan tetapi, jika suami telah menyebutkan talak sebanyak tiga kali, meski dalam satu waktu, maka berarti pernikahan sudah dianggap selesai. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), mengingatkan para suami agar tidak mudah mengucapkan talak. “Talak cerai tiga yang diucapkan sekaligus maka jatuh tiga. Syaratnya yaitu kalimat yang sharih atau benar-benar. Misalnya ‘Engkau aku cerai’, tetapi kalau ‘Engkau aku pulangkan’ tiga kali, itu nggak, belum tentu terlihat niat niatannya,” ujar Buya Yahya melalui Al Bahjah TV, dikutip Rabu (23/08/2023). Jika seorang suami sudah menjatuhkan talak tiga, maka tidak bisa serta-merta langsung bisa rujuk. Ada syarat yang harus dilalui. Rujuk tidak bisa dilakukan kecuali mantan istri telah menikah dengan orang lain, cerai kembali, dan melewati masa iddah. “Lalu bagaimana jika sudah mencerai 3, masih bolehkah rujuk? Jawabannya yaitu tidak boleh, kecuali sang istri sudah menikah lagi dengan orang lain, setelah usai masa iddah dengan suami pertama. Istri menikah dengan orang lain, lalu cerai. Usai melalui masa iddah, barulah mereka bisa kembali ke suaminya dahulu,” terang Buya Yahya. Masa iddah merupakan waktu tunggu untuk memastikan apakah ada kehamilan. Sebab jika ada, status kehamilan anak tersebut akan jelas. Masa iddah juga memberi waktu bagi sepasang suami dan istri merenungkan pilihan mereka. Lamanya masa iddah untuk kasus cerai hidup sendiri adalah tiga kali haid setelah cerai. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam hukum Islam, rujuk dari talak tiga hanya bisa dilakukan selama masa iddah atau setelah istri menikah kembali dan melalui masa iddah untuk kedua kalinya. Sementara, Abu Syuja dalam kitab al-Ghayah wa al-Taqrib, menjelaskan, di antara ketentuan rujuk adalah istri yang dirujuk masih berada dalam masa iddah talak raj‘i, yakni talak satu atau talak dua, bukan dari talak ba’in, baik bain sugra maupun bain kubra. Maka itu, tidak sah rujuk setelah habis masa iddah sebab sudah bain sugra. Jika suami tetap ingin kembali kepada istrinya, maka dia harus melakukan akad baru, sebagaimana akad perkawinan pada umumnya. “Jika seorang suami menalak istrinya dengan talak satu atau talak dua, maka ia berhak rujuk kepadanya selama masa iddahnya belum habis. Jika masa iddah telah habis maka sang suami boleh menikahinya dengan akad yang baru.” demikian Abu Syuja dalam bukunya. Begitu pula jika talak yang dijatuhkan adalah talak tiga atau talak ba’in. Walaupun masa iddah belum habis, maka sang suami tidak bisa langsung rujuk atau menikah dengannya kecuali setelah terpenuhi lima persyaratan. “Jika sang suami telah menalaknya dengan talak tiga, maka tidak boleh baginya (rujuk/nikah) kecuali setelah ada lima syarat: (1) sang istri sudah habis masa iddahnya darinya, (2) sang istri harus dinikah lebih dulu oleh laki-laki lain (muhallil), (3) si istri pernah bersenggama dan muhallil benar-benar penetrasi kepadanya, (4) si istri sudah berstatus talak ba’in dari muhallil, (5) masa iddah si istri dari muhallil telah habis.” demikian pemaparan Abu Syuja dalam kitab al-Ghayah wa al-Taqrib. Seperti halnya istri yang ditalak ba’in, istri yang ditalak dengan talak fasakh dan istri yang ditalak khulu‘ pun tidak bisa dirujuk. Sehingga, sang suami yang ingin kembali kepadanya harus melakukan akad baru. Begitu pula yang ditalak tetapi belum pernah dicampuri, juga tidak bisa rujuk sebab ia tidak memiliki masa iddah. Ketentuan lain, ungkapan yang dipergunakan untuk rujuk bisa ungkapan sharih (jelas dan tegas) atau ungkapan kinayah (sindiran) disertai dengan niat. Contoh ungkapan sharih, “Aku rujuk kepadamu,” atau “Engkau sudah dirujuk,” atau “Aku mengembalikanmu kepada pernikahanku.” Sedangkan ungkapan kinayah contohnya “Aku kawin lagi denganmu,” atau “Aku menikahimu lagi.” Lebih lanjut, Syekh Ibrahim mempersyaratkan agar ungkapan rujuk di atas tidak diikuti dengan ta’liq atau batas waktu tertentu. Seperti ungkapan, “Aku rujuk kepadamu jika engkau mau,” meskipun istrinya menjawab, “Aku mau.” Atau ungkapan, “Aku rujuk kepadamu selama satu bulan.” Kemudian, rujuk tidak cukup dilakukan dengan niat saja tanpa diucapkan. Pun tidak cukup hanya dilakukan dengan tindakan semata, seperti dengan hubungan badan suami-istri. Tetaplah harus ducapkan, bahkan sunnahnya, di hadapan dua saksi. Tujuannya agar terhindar dari fitnah dan keluar dari wilayah perdebatan orang yang mewajibkannya. Kemudian, rujuk juga boleh dilakukan tanpa kerelaan istri. Namun demikian, perlu dipertimbangkan, mengingat salah satu tujuan pernikahan adalah mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan bersama. Jika kerelaan istri diabaikan, bukan mustahil tujuan itu tidak akan tercapai walaupun sudah rujuk. (Iin) Baca juga :

Read More

Mengenang dan Mengenal Sepak Terjang HR Rasuna Said

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak kenal dengan Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau kita kenal dengan HR Rasuna Said. Terlahir di Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang telah menerima penghargaan sebagai pahlawan nasional Indonesia dari pemerintah. Ia merupakan pejuang yang dengan gigih memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, sama seperti perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Kartini. HR Rasuna Said dikenal sebagai sosok yang berkemauan keras dan memiliki pengetahuan yang luas. Pada masa kecilnya, ia telah mengenyam pendidikan Islam di pesantren. Sejak kecil ia sudah aktif di berbagai pengajian. Setelah lulus SD, ia meneruskan ke pondok pesantren Ar-Rasyidiyah di dekat kota kelahirannya. Rasuna Said satu-satunya santri perempuan yang mondok di pesantren tersebut. Ia sangat tertantang dan antusiasme dalam belajar ilmu agama di sini. Memasuki usia remaja, ia pindah ke sekolah agama khusus perempuan di Diniyah Putri Padang Panjang. Namun, ia tak lama menjadi guru. Pada tahun 1930, saat usia 20 tahun, ia keluar dari Diniyah Putri. Rasuna Said merasa kurang cukup untuk malakukan perubahan hanya dengan menjadi guru atau mendirikan sekolah. Ia pun mulai mengikuti organisasi pergerakan untuk memperjuangkan nasib kaum wanita yang saat itu masih terbelakang. Rasuna Said aktif sebagai sekretaris di Sarekat Rakyat (SR). Ia juga terlibat dengan gerakan Islam modern Soematra Thawalib dan mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Ia mulai berorasi di setiap kegiatan soal hak-hak perempuan yang mulai dilupakan. Rasuna Said tak jarang mengritik pemerintah Belanda yang menyebabkan sistem dan budaya perempuan menjadi lemah. Ajakan Rasuna Said mendapatkan dukungan dari pribumi, namun dapat perlawanan dari penjajah Belanda. Merasa terancam akan ada gejolak di masyarakat, pemerintah Belanda mengasingkan Rasuna Said ke Semarang, Jawa Tengah, pada 1932. Saat itu, Rasuna berusia 22 tahun. Meski ditahan di Semarang, semangat perjuangan dan perlawanan Rasuna Said terus menggebu. Ia tetap rajin menulis sebagai kritik kepada penguasa saat itu. Pada tahun 1935, ia berjuang sekaligus sebagai jurnalis. Ia menjadi pemimpin redaksi di majalah Raya. Di Semarang, ia merasa kurang puas dengan sikap tokoh-tokoh PERMI dalam melakukan perlawanan Belanda. Rasuna akhirnya memutuskan pindah ke Medan. Di sini, ia mendirikan sekolah perguruan poeteri saat memasuki usianya yang 27 tahun. Selain lembaga pendidikan, ia juga ia membuat majalah mingguan bernama Menara Poeteri pada tahun 1937. Ia tetap konsentrasi dalam memperjuangkan wanita Indonesia. Slogan koran ini mirip dengan slogan Bung Karno, “Ini dadaku, mana dadamu”. Koran ini selain banyak berbicara soal perempuan, juga ajakan kepada pribumi kesadaran pergerakan, yaitu antikolonialisme. Rasuna Said tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict, yaitu hukum pemerintahan Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang pemerintahan Belanda. Pada masa penjajahan Jepang, Rasuna Said merupakan salah satu pendiri organisasi pemuda Nippon Raya. Dalam karir politiknya, HR Rasuna Said pernah menjabat sebagai DPR RIS dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak tahun 1959 sampai meninggal. Ia wafat di Jakarta 2 November 1965 pada usia 55 tahun. Meninggalkan satu anak dan enam cucu. Atas keberaniannya dalam membela kaum perempuan dengan orasi-orasi dan tulisannya yang tajam, ia diberi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974. Untuk mengenang jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, nama HR Rasuna Said diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. (yan) Baca juga :

Read More

Menristekbud Menerima Kedatangan 4 Arca Kerajaan Singasari dari Belanda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda ke Indonesia disambut bahagia oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menyambut kedatangan empat arca peninggalan Kerajaan Singasari tersebut di Museum Nasional Indonesia, Selasa (22/08/2023). Keempat arca tersebut merupakan bagian dari 472 artefak berharga hasil proses pemulangan kembali atau repatriasi benda sejarah dan budaya dari Belanda ke Indonesia. “Masih dalam semangat kemerdekaan, masyarakat Indonesia patut berbangga atas hasil perjuangan kita bersama selama kurang lebih dua setengah tahun untuk mengembalikan benda sejarah dan budaya milik bangsa ini kembali ke Tanah Air,” kata Nadiem. Upaya repatriasi ini telah dimulai Kemendikbudristek sejak tahun 2021 dan secara resmi disepakati kedua negara pada 10 Juli 2023 lalu. Pemerintah Indonesia dalam seremoni kesepakatan tersebut diwakili oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid. Arca Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha yang telah tiga abad disimpan di Belanda tersebut adalah tahap pertama artefak yang tiba di Indonesia. Kemendikbudristek kini tengah memproses pengembalian satu keris Puputan Klungkung, 132 karya seni Pita Maha, dan 335 koleksi khasanah Puri Cakranegara Lombok. “Pemulangan ratusan benda yang membentuk sejarah peradaban bangsa ini saya harap dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan menambah khazanah ilmu pengetahuan kita. Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya yang senantiasa kita dorong,” sambung Nadiem. Nadiem menambahkan, pihaknya sudah cek langsung kondisi keempat arca Singasari dan mengarahkan tim agar menjaga dan merawatnya dengan baik. Begitupun dengan ratusan benda hasil repatriasi yang secara bergelombang akan dibawa kembali ke tanah air. Hal tersebut ditekankan Mendikbudristek karena selain sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk jangka panjang, dirinya ingin dalam jangka pendek ini masyarakat dapat melihat artefak-artefak berharga tersebut dalam bentuk pameran. Mendikbudristek juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya repatriasi. “Apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada Ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan tim Kemenlu, Pemerintah Kerajaan Belanda, tim repatriasi, dan para petugas yang memastikan benda-benda ini kembali ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Nadiem. (yan) Baca juga :

Read More

Beredar Video di Wilayah Saudi Diterjang Badai Petir Yang Sangat Dahsyat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sejumlah wilayah di Arab Saudi, diantaranya Madinah, termasuk Makkah dan Jeddah, diterjang badai petir yang sangat luar pada hari Selasa. Peringatan hujan deras berlaku hingga pukul 23.00 WAS (Selasa) atau pukul 03.00 WIB (Rabu). Di tengah cuaca ekstrem tersebut, terlihat para jamaah di Masjidil Haram tetap melanjutkan salat mereka. Sebelumnya, Jeddah telah diselimuti badai debu, dengan awan debu tebal memenuhi langit. Sejumlah video beredar di media sosial yang diambil dari Masjidil Haram, Makkah. Dalam video viral tersebut menunjukkan kekuatan angin yang dahsyat, begitu kuatnya arus angin hingga bisa mengangkat penghalang plastik yang berat. Hembusan angin yang sama juga menganggu pergerakan jamaah umrah yang saat itu hendak berjalan mencari tempat berlindung. Ada juga video yang menunjukkan tiang listrik roboh akibat angin kencang dan hujan lebat di Jalan Asfan, timur laut Jeddah. Beberapa tiang listrik condong ke jalan, menggambarkan situasi cuaca yang tidak stabil. Meski situasinya tampak mengerikan, ada momen indah yang viral di tengah kekacauan tersebut. Yakni, saat Masjidil Haram diguyur hujan deras dan badai petir, jamaah umrah tetap melanjutkan salatnya, sehingga tercipta pemandangan spiritual saat mereka salat di bawah guyuran hujan. Pada Selasa pagi, sebagaimana dikutip Gulf News, Rabu (23/08/2023), Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi mengeluarkan peringatan yang merinci kondisi cuaca utama di negara tersebut selama 24 jam ke depan. Badai petir disertai angin aktif diprakirakan terjadi di wilayah seperti Madinah, Makkah, Asir, Jazan, dan Al Baha. Sementara itu, wilayah Najran dan Tabuk diperkirakan akan mengalami angin permukaan yang menimbulkan debu. Hafr Al Batin, AlSaman, dan Rafha melaporkan suhu puncak mencapai 47 derajat Celcius, sedangkan Al Suda mengalami suhu terendah 14 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan melonjak hingga 95 persen. Abdullah Al Osaimi, pakar cuaca ternama, mengatakan pola cuaca ini mengisyaratkan awal musim gugur di bulan Oktober. (yan/dul)

Read More

Al Chaidar : Pemerintah Harus Segera Ambil Alih Managemen Al Zaytun

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pengamat terorisme Dr Al Chaidar berharap manajemen Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun agar segera diambil alih oleh Kementerian Agama RI, menyusul ditangkapnya Panji Gumilang atas dua tuduhan, yakni penistaan agama dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut Al Chaidar, pengurus manajemen Ponpes Al Zaytun juga akan terkena imbas dari penangkapan Panji Gumilang. “Al Zaytun dari segi lembaga pendidikan masih bisa diselamatkan. Sebenarnya bisa diatasi oleh pemerintah dengan mengambilalih manajemen pesantren Al Zaytun kepada Kemenag,” urai Dr. Al Chaidar saat ditemui di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Selasa (22/08/23). Mantan anggota NII ini menuturkan bahwa pengelola ponpes tersebut banyak yang terlibat melakukan perbuatan penistaan agama yang sama parahnya dengan Panji Gumilang. Selain itu juga managemen ponpes Al Zaytun menikmati dana zakat infak dan shodaqoh (ZIS) dari jaringan jamaah NII KW9 untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, para pengurus Al Zaytun yang lainnya diyakini akan segera ikut tertangkap pihak berwajib. “Kasus ini bisa bergulir ke pengurus lainnya karena mereka menikmati kegiatan melawan hukum yaitu mengambil barang ataupun uang, memang harus ditangkap semua pengurusnya. Bahkan menteri dan gubernur Al Zaytun di berbagai wilayah juga harus ditangkap,” tambahnya. Kendati begitu, dia menilai tidak perlu ada deradikalisasi pada siswa atau santri di pesantren tersebut. Memang diakuinya ada ajaran sesat Isa Bugis yang diajarkan bagi santri kelas akhir madrasah aliyah yang akan direkrut. Namun, itu hanya sebagian kecil saja. “Jadi tidak perlu keseluruhan, mungkin hanya kecelakaan saja saat mempraktekan ajaran Isa Bugis, tapi tidak banyak kok ajaran Isa Bugis yg diajarkan di Al Zaytun. Makanya sebaiknya diambil secara keseluruhan, nggak bisa setengah-setengah, itu memang harus diserahkan ke negara atau kemenag,” tuturnya. Sementara itu, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki memastikan bahwa Kementerian Agama terus melakukan pembinaan terhadap pengelola Ponpes Al Zaytun pasca penetapan tersangka Panji Gumilang oleh Mabes Polri. “Kami terus melakukan pembinaan terutama kepada para pengelolanya hari ini, agar kembali kepada semangat mencerdaskan bangsa dan norma yang berlaku,” ujar Wamenag Saiful Rahmat di Jakarta, Selasa (22/08/2023) Dia mengatakan Kementerian Agama bertanggung jawab atas hak pendidikan para santri di Al Zaytun. Saiful menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar bagi masyarakat yang wajib dipenuhi Pemerintah. “Kalau secara pendidikan, Kemenag bertanggung jawab atas memberikan pelayanan kepada para santri agar mereka tetap bisa belajar sebagai hak warga negara,” katanya. Sementara untuk proses pidana yang menjerat Panji Gumilang, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. “Untuk masalah pidananya dan lain-lain itu ke kementerian atau pihak terkait atau aparat kepolisian,” kata dia. Diketahui pada Selasa (22/08/23), Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa dua saksi terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama Panji Gumilang. Pemeriksaan saksi dilakukan setelah sebelumnya penyidik menaikkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan pada Rabu (16/08/23). Hasil gelar perkara penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri tidak hanya mengusut dugaan TPPU saja tapi juga korupsi Dana BOS atas nama Panji Gumilang. Peningkatan status penanganan kasus disepakati dalam hasil gelar perkara yang dilaksanakan oleh penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri pagi tadi. (wink)

Read More

Shofia Annyunari Berbagi Cerita Menarik Selama Mengikuti Kegiatan Belajar di Belgia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Shofia Annyunari, salah satu siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya mempunyai pengalaman menarik selama setahun dirinya belajar di Belgia dalam Program Rotary Youth Exchange 2022. Saat acara Welcome Party Rotary Youth Exchange 2023, Shofi, sapaan akrabnya, menceritakan pengalamannya. “Saya tinggal di Belgia kurang lebih satu tahun, tepatnya 10 bulan,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net Selasa malam (22/08/2023) Shofia tinggal bersama keluarga Bernard, ayahnya bernama Cyril Bernard dan ibunya Marie-amélie Bernadette di sebuah kota kecil sekitar Tournai yang bernama Kain. Selama di Belgia ia bersekolah di College Notre, Dame de La Tombe, Kain. Sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah. Ia hanya perlu waktu lima menit ke sekolah dengan mobil. Shofia berbagi empat hal menarik saat dia berada di Belgia. “Secara materi pelajaran tidak terlalu jauh dibandingkan dengan di Smamda. Tetapi jika dilihat dari cara mengajarnya cenderung ke arah berpikir kritis,” cerita dia. Gadis yang memiliki hobi fotografi ini menjelaskan saat ia mendapat tugas bahasa Prancis tentang lukisan, maka siswa diminta untuk menganalisis berbagai macam teknik, genre bahkan author lain yang terkait dengan lukisan yang dibahas tersebut “Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memakai hijab,” tegasnya. Ia menyiasati dengan memakai daleman ciput yang pas di kepala kemudian memakai wig di atasnya. Terkait ibadah shalat fardhu, ia lebih memilih untuk shalat di rumah sepulang sekolah, karena aturan untuk shalat yang diterapkan di sekolahnya ribet. Di rumah keluarga barunya juga sudah memahami tata cara peribadatan, sehingga Ia bisa menjalankan ibadah di rumah dengan tenang. “Alhamdulillah saya tidak pernah meninggalkan shalat selama di Belgia,” ungkapnya. “Alhamdulillah host family saya sangat pengertian, mereka menyiapkan dan menemani saya saat sahur dan buka,” sambungnya. Puasa Ramadhan di negara Belgia sangat berat dibandingkan di Indonesia karena harus 17 jam berpuasa. Ketika berbuka menunggu sebentar sudah langsung makan sahur. “Saya sangat bersyukur mempunyai host family yang baik, sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, urainya. “Saya masak nasi goreng, pecel dan beberapa masakan Belgia, tentunya juga didampingi host family nya. Selain itu saat Lebaran mereka juga membuat kue kastengel bersama,” imbuhnya. Ia juga mempunyai pengetahuan dan pengalaman baru terkait even tahunan seperti Chirstmas dan Easter. Ia juga berkesempatan melihat carnaval di berbagai kota di Belgia selama 1-2 pekan. Selain itu ia juga diajak jalan-jalan ke negara lain hingga Paris dan Prague. Sebelum kembali ke Tanah Air, ia mendapat penghargaan gelar diploma dari Pemerintah Belgia karena sudah berpartisipasi aktif selama menjadi inbound student di Belgia. Dari pengalaman belajar di Belgia ini, ia bisa mendapatkan banyak hal di antara kemampuan bahasa Inggris yang terasah, kemandirian, menjadi Muslimah sejati yang tahan banting, teman mancanegara, kultur dan kebiasaan baik orang orang di sana. Juga mampu mengadaptasikan diri di segala situasi, menghormati perbedaan yang ada, mencari solusi dengan cepat. “Itulah beberapa hal yang saya alami sendiri, dan akan saya jadikan pelajaran untuk kehidupan saya ke depan,” pungkasnya. (har)

Read More

Pemerintah Saudi Berikan Perpanjangan Visa Bagi Jamaah Umrah Pakistan

Islamabad — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Saudi memberikan perpanjangan visa umroh untuk jamaah Pakistan hingga 90 hari. Selain itu, banyak lokasi di Makkah dan Madinah akan dibuka bagi jamaah Pakistan untuk mempromosikan wisata religi dan berkunjung di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Dr Tawfiq Bin Fawzan Al Rabiah dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Agama Pakistan, Aneeq Ahmed, Selasa (22/08/2023), Para peziarah asal Pakistan yang datang ke Arab Saudi akan difasilitasi selama pelaksanaan ibadah mereka. Sambil memastikan hubungan kerja yang erat antara otoritas Pakistan dan Arab Saudi. Menteri Al Rabiah juga menyampaikan, 100 tempat bersejarah dan keagamaan lainnya sedang dibuka di dua kota suci tersebut untuk mempromosikan wisata religi. Dia menekankan, Arab Saudi berupaya mengurangi biaya haji bagi jamaah haji, karena Pakistan dan Arab Saudi memiliki hubungan persaudaraan. Selama berada di Pakistan, Menteri Al Rabiah juga mengadakan diskusi mengenai banyak isu penting. Otoritas penerbangan sipil kedua negara juga menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa jumlah penerbangan antara kedua negara akan ditingkatkan. Sementara itu, Menteri Agama Pakistan Aneeq Ahmed meminta agar warganya yang berusia di atas 65 tahun yang ingin menunaikan haji dan umrah dikecualikan dari persyaratan biometrik. Dia juga meminta penyediaan lokasi alternatif untuk Rumah Pakistan di Makkah dan Madinah karena adanya perluasan di lokasi dua masjid suci tersebut. Presiden Pakistan Arif Alvi berterima kasih kepada Arab Saudi karena telah membuat pengaturan yang sangat baik untuk ibadah haji tahun ini. Dia berharap hal itu akan mempercepat pembelian Rumah Pakistan di Madinah dari jumlah kompensasi dua Rumah Pakistan yang dibongkar. Dia mengapresiasi kerajaan atas dukungannya yang teguh terhadap tujuan-tujuan penting umat Islam, khususnya sengketa Jammu dan Kashmir, Palestina, dan Afghanistan melalui forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dia memuji kepemimpinan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman untuk normalisasi hubungan dengan Iran. Pakistan berterima kasih kepada kepemimpinan Saudi karena telah membuat pengaturan yang sangat baik bagi para jamaah dari seluruh dunia selama musim haji tahun ini, khususnya warga Pakistan. (gyu/afp)

Read More