Habib Syech : Berkah Sholawat, Maksiat Minggat

Bandar Lampung — 1miliarsantri.net : Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat dan memperbanyak majelis-majelis shalawat. Dengan banyaknya majelis shalawat dan lantunan-lantunannya, kemaksiatan dan hal-hal negatif bisa dihilangkan. “Insyaallah berkat shalawat, maksiat minggat,” tegas Habib Syech saat hadir pada Bandarlampung Bershalawat di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, Jumat (08/09/2023) malam. Untuk lebih menguatkan kegiatan majelis shalawat, ia mengungkapkan keinginannya untuk sering datang ke Lampung. Ia berharap ke depan bisa berkunjung ke seluruh kabupaten dan kota di Lampung untuk bersama-sama bershalawat kepada Rasulullah SAW. Habib Syech pun mengungkapkan kerinduan kepada Lampung karena sudah lama tidak hadir ke Sai Bumi Ruwa Jurai ini. Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mempelopori kedatangannya ke Lampung untuk mensyiarkan shalawat sebagai bentuk kerinduan pada Rasulullah. “Saya doakan semua yang hadir akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad, berziarah ke tempat Nabi Muhammad, mendapatkan syafaat Nabi Muhammad, dibanggakan Nabi Muhammad. Dengan memandang wajah beliau walau dalam mimpi-mimpi, atau dengan ziarah ke tempat beliau di Madinah Munawwarah,” imbuhnya. Jika majelis-majelis shalawat ramai seperti pada acara tersebut, maka menurut Habib Syech, Rasulullah akan senang dan bangga. Ia pun menyampaikan terimakasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah menjadi sebab kehadirannya di Lampung. “Saya datang ke sini juga sebabnya dari pada Nahdlatul Ulama. Yang juga mempelopori majelis di malam hari ini. Semua kepengurusan Nahdlatul Ulama ada di sini,” lanjutnya. Habib Syech pun mendoakan kepengurusan NU Lampung ke depan akan dapat berkiprah dengan baik dan lebih maju. “Mudah-mudahan dapat memimpin dengan baik, dan insyaallah NU ke depan tambah maju, tambah baik, dan tambah berkah,” katanya. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung H Puji Raharjo mengatakan bahwa warga Nahdlatul Ulama adalah pecinta Rasulullah. Sebagai pencinta Rasul maka warga NU harus meneladani Rasulullah dalam keseluruhan aspek kehidupan. Di antaranya menurutnya warga NU harus terus menjaga bangsa dan negara dan mewujudkan kemaslahatan bersama. “Mari kita jaga Kota Bandar Lampung ini. Mari kita jaga provinsi Lampung ini, dan Mari kita jaga Indonesia kita ini, menjadi Indonesia aman, damai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pintanya. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersatu dan kompak dalam melewati tahun politik dan pesta demokrasi di dalamnya. Dengan kebersamaan dan kesatuan, maka semua akan dapat dilewati dengan lancar dan sukses. (tri) Baca juga :

Read More

Kecantikan Dyah Petak Membuat Kepincutnya Raden Wijaya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak pernah mendengar nama Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit ini dikenal memiliki drama kisah cinta yang sangat menarik diikuti. Ia memiliki lima orang istri, empat di antaranya merupakan anak dari Kertanagara, raja terakhir Kerajaan Singasari. Satu istri merupakan hasil durian runtuh dari ekspedisi di Kerajaan Singasari, dimana sebelum runtuh Kerajaan Singasari di bawah kekuasaan Kertanagara melakukan perluasan ke Semenanjung Melayu. Ekspedisi ini dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu. Kepulangan pasukan yang ternyata tak tahu Kerajaan Singasari sudah lenyap membawa persembahan raja dari Melayu. Dua putri dari Raja Melayu memang sengaja dipersembahkan ke Raja Singasari. Namun karena Singasari sudah lenyap, Raden Wijaya pun akhirnya mengawininya tanpa sepengetahuan istri lainnya, sedangkan satu lagi yakni Dara Jingga dinikahi oleh pemimpin pasukan ekspedisi. Sosok Dyah Petak, putri dari Raja Melayu yang dinikahi Raden Wijaya memiliki paras cantik jelita. Kecantikannya konon mengundang nafsu sang Raja Majapahit ini hingga pernah mencumbunya di sebuah bangunan suci pura. Naskah kuno Kidung Panji Wijayakrama sebagaimana dituliskan Slamet Muljana pada bukunya ”Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit”, mengisahkan bagaimana persaingan antara istri dan selir Raja Raden Wijaya. Kala itu Raden Wijaya memang memiliki seorang istri yang menjadi permaisuri yakni Tribhuwana. Tetapi di sisi lain sang raja juga tercatat memiliki empat selir dengan persaingan antar istri cukup keras. Kidung Panji Wijayakrama menyatakan bahwa Dyah Dara Petak dianggap sebagai istri tertua. Perempuan bergelar Indreswari ini memanaskan persaingan perempuan yang jadi istri – istri sang raja. Suatu ketika Dyah Dara Petak diterima dalam pura dan bercumbu – cumbu dengan sang raja Raden Wijaya di dalam pura, ia disebut Sri Tinuheng Pura. Sudah pasti bahwa Dyah Dara Petak memiliki persaingan dengan putri Gayatri yang terkenal sebagai kekasih Sri Baginda Raden Wijaya, putri bungsu raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Tetapi putri Tribhuwana yang telah dikawin Raden Wijaya lebih dahulu. Persaingan itu pun juga tampak pada Dyah Dara Petak, putri Melayu, yang lebih pandai mengambil hati Raja Kertarajasa. Dyah Dara Petak alias Indreswari dijadikan istri tertua, meski status sebenarnya adalah selir. Dari sudut ini, dapat dipahami mengapa raden Kala Gemet dapat naik tahta Kerajaan Majapahit, meksipun menurut Kidung Rangga Lawe, baik Tribuwana maupun Gayatri masing-masing mempunyai putra yakni Kuda Amrata dan Cakradakusuma. Persaingan antara istri raja untuk memperoleh hak atas tahta bagi keturunannya juga dikenal dalam wiracarita Ramayana antara istri raja Dasarata dari Ayodya, Dewi Kekayi yang menang dalam persaingan ini. Akibatnya, sang Rama dan Laksmana tidak mendapat hak atas tahta kerajaan, bahkan dibuang ke hutan untuk menghindarkan pemberontakan. Kuda Amrata dan Cakradakusuma, menurut Kidung Rangga Lawe, masing-masing dijadikan pangeran (raja) Kahuripan dan Daha. Pada Negarakertagama pupuh 48/1 sendiri, Raja Kertarajasa atau Raden Wijaya meninggalkan seorang putra dan dua orang putri. Putranya bernama Jayanegara, sedangkan nama dua putrinya tidak disebutkan. Hanya dinyatakan bahwa mereka lahir dari prawararajapthny anupama, yang satu menjadi rani jiwana atau rani Kahuripan, yang lain rani Daha atau Kediri. Pada kitab Pararaton, rani Kahuripan bergelar Bhreng Kahuripan, rani Daha bergelar Bhreng Daha. Bhreng Kahuripan dalam piagam disebut Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani, sedangkan di Negarakertagama pupuh 4, rani Daha disebut Rajadewi Maharaja. Suaminya ialah raja Wengker bernama Wijayarajasa. Jelas sekali bahwa Rani Kahuripan kawin dengan Sri Kertawardhana. Dari perwakinan itu lahir prabu Hayam Wuruk, baik rani Daha maupun rani Kahuripan masih hidup ketika Prapanca menjadi pembesar urusan agama Buddha di Kerajaan Majapahit. (mif) Baca juga :

Read More

MAN ICP Sabet Emas Ajang Kompetisi Sains Madrasah dan MYRES

Kendari — 1miliarsantri.net : Madrasah Aliayah Negeri Insan Cendekia Pekalongan (MAN ICP) menorehkan prestasi pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2023 pada 2-7 September 2023 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan (ICP), Abimanyu Rahmawan Hidayat menyabet Emas untuk kategori bidang Biologi Terintegrasi. Malam penganugerahan sekaligus penutupan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) Tingkat Nasional Tahun 2023 ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Ri Prof. Dr. H. Nizar Ali Mewakili Menteri Agama RI, Nizar Ali menyampaikan kompetisi yang dilaksanakan berjenjang mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional ini menjadi pengalaman tiap pribadi. Pengalaman itulah, yang akan membentuk karakter atau pribadi yang tangguh, unggul dan penuh perjuangan yang sungguh-sungguh. Proses pengalaman inilah modal utama sukses di masa depan. “Jangan lelah berproses, jangan capek, jangan berhenti menempa diri menjadi pribadi yang baik, berkarakter, berperilaku mulia,” pesan Nizar dalam sambutannya. Bagi MAN ICP, ini adalah prestasi yang kesekian kalinya diraih untuk ukuran sekolah yang masih dianggap baru berusia delapan tahun. “Untuk ukuran sekolah yang masih relatif muda, baru berusia delapan tahun, tentu ini sebagai sebuah kebanggan sekaligus pemicu danpemacu untuk terus bertahan dan bahkan meningkatkan kualitas baik bagi anak didik, guru, maupun institusi,” ujar Kepala Madrasah MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam. Bagi Abim, demikian Abimanyu akrab disapa, kompetisi dan prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa. “Berjuang mulai dari tingkat kota hingga bisa mencapai tingkat nasional dan akhirnya membawa pulang medali emas, semua terbayarkan disini,” ujar Abim siswa kelas XII asal Wonogiri didampingi ibu kandungnya Sarwiyanti. Pada event MYRES, MAN ICP juga memperoleh Juara 1 Medalis Emas pada kategori Ilmu Keagamaan. Pemenangnya adalah Khalila Anisykurlillah dan Asyla Khisan. Keduanya siswa XII yang melakukan penelitian dengan judul “Al Bisyru : Perancangan Aplikasi Generalized Anxiety Disorder (GAD) Berdasarkan Tinjauan QS. Al-Ra’ad Ayat 28”. “Keberhasilan Tim MYRES menjadi juara 1 medali Emas ini sebagai prestasi yang pertama kalinya berhasil menyumbangkan medalis Emas pada kompetesi bidang penelitian”, ujar Tapsirudin, guru pembimbing Khalila dan Asyla. (bay) Baca juga :

Read More

Rusia Luncurkan Skema Percontohan Perbankan Syariah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rusia telah meluncurkan perbankan syariah untuk pertama kalinya sebagai bagian dari program percontohan selama dua tahun. Percobaan yang dimulai pada 1 September ini merupakan yang pertama kalinya undang-undang Rusia secara resmi mendukung keuangan Islam. Mengutip Islam Channel, Rusia memiliki populasi muslim sekitar 25 juta jiwa. Hal ini dipandang sebagai langkah penting bagi Rusia dan dapat membuka jalan bagi adopsi perbankan syariah yang lebih luas di negara ini. Pada 4 Agustus, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memperkenalkan perbankan syariah untuk menilai “kelayakannya”. Program percontohan ini berlangsung di empat republik dengan mayoritas penduduk Muslim – Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, dan Dagestan. Jika program ini terbukti berhasil, Rusia akan memperkenalkan peraturan baru ini ke seluruh negeri. Para analis mengatakan, ekonomi Rusia semakin beralih ke Timur karena permusuhan dengan Barat setelah invasi mereka ke Ukraina. Peluncurkan perbankan syariah di Rusia dipandang sebagai cara untuk menarik investasi asing dari Timur Tengah dan negara-negara Muslim lainnya ke Rusia. Menurut pemberi pinjaman terbesar di Rusia, Sberbank, pasar keuangan syariah diperkirakan akan tumbuh dengan cepat baik di Rusia maupun di seluruh dunia. Senior VP Sberbank Oleg Ganeev memprediksi pasar keuangan syariah akan tumbuh sebesar 40% dan mencapai $7,7 triliun pada tahun 2025. Perbankan syariah berbeda dengan perbankan biasa karena mengikuti aturan-aturan berdasarkan hukum Islam. Prinsip-prinsip ini melarang riba dan bunga yang dianggap tidak adil. Sebaliknya, bank-bank Islam bekerja lebih seperti mitra dengan nasabah mereka, berbagi keuntungan dan risiko. Pendekatan ini berbeda dengan keuangan konvensional, yang sangat bergantung pada transaksi berbasis utang. Bank-bank Islam juga menghindari investasi pada hal-hal yang dapat merugikan masyarakat, seperti alkohol atau perjudian. Sikap etis ini mencerminkan prinsip-prinsip Syariah dan mempromosikan praktik keuangan yang bertanggung jawab. Elemen penting lainnya dari perbankan syariah adalah tidak mengizinkan transaksi berisiko, seperti bertaruh di pasar saham. Hal ini memastikan uang setiap orang aman, mengurangi risiko, dan mencegah krisis keuangan, yang membedakannya dari keuangan konvensional. Rusia menawarkan program dukungan negara untuk pembiayaan hipotek dan usaha kecil dan menengah. Inisiatif-inisiatif ini mengandalkan pinjaman berbunga, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah. Undang-undang baru ini berusaha untuk mengatasi beberapa keterbatasan ini dan memberikan landasan untuk pengembangan keuangan syariah lebih lanjut. Perbankan syariah di Rusia muncul setelah krisis keuangan 2008 ketika bank-bank menghadapi masalah likuiditas. Kemudian, pada 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea, negara-negara Barat memberikan lebih banyak tekanan pada bank-bank Rusia melalui sanksi. Perbankan syariah mendapatkan lebih banyak daya tarik karena Rusia berusaha untuk menjalin hubungan dengan wilayah-wilayah mayoritas Muslim. Pendapatan energi Rusia telah melindungi negara ini dari dampak penuh dari sanksi-sanksi Barat saat ini setelah invasi ke Ukraina. Namun, negara ini sangat ingin mengurangi ketergantungannya. (fat) Baca juga :

Read More

Daftar Tunggu Haji di Malaysia Hingga 150 Tahun

Kuala Lumpur — 1miliarsantri.net : Executive Director of Group Finance Tabung Haji Malaysia, Mustakim Mohamad mengungkapkan masa tunggu keberangkatan jamaah haji Malaysia per tanggal 1 September 2023 mencapai 149 Tahun. Estimasi tahun keberangkatan ini hingga 1594 H/2169 M, dengan jumlah jamaah daftar tunggu mencapai 3.901.215 orang. Tabung Haji disebut melayani pendaftaran haji setiap hari, bisa mendaftar dimana dan kapan saja. Tabung Haji memiliki beberapa saluran pendaftaran haji. “Kini mendaftar haji dapat dilakukan dimana saja selama 24 jam/7 hari seminggu melalui melalui web, bank-bank Islam, konter Tabung Haji (TH), ATM, bahkan melalui telepon melalui Tabung Haji Contact Center,” terang Mustakim dalam rilis nya yang diterima 1miliarsantri.net, Jumat (08/09/2023). Ia menjelaskan syarat pendaftaran pun hanya membuka deposit Tabung Haji. Setoran awal di rekening minimal 1.300 ringgit atau setara Rp 4.258.886, serta tidak pernah menggunakan Tabung Haji sebelumnya. Dilansir di tabunghaji.gov.my, kuota haji resmi negara-negara yang termasuk anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), termasuk Malaysia telah ditentukan pada 1988 di Amman, Jordan. Saat itu, Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota haji setiap negara pada kadar 0,1 persen dari jumlah penduduk negara pengirim jamaah haji. Sehingga, kuota resmi haji Malaysia adalah sebanyak 31.600 orang, berdasarkan statistik populasi Malaysia saat ini. “Jumlah kuota jamaah haji Malaysia sendiri pada tahun 1444 H/2023 ini berjumlah 32.600 orang, termasuk 1.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi,” lanjut Mustakim. Informasi ini ia sampaikan dalam sambutan kunjungan pemerintah Indonesia ke Lembaga Tabung Haji Malaysia, Senin (04/09/2023) lalu. Adapun pihak yang berangkat ke Negeri Jiran ini adalah Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Auditor BPK Ahmadi Nur Supit menyampaikan agenda kunjungan ini selain sebagai langkah mencari praktik terbaik. Utamanya ini dalam kriteria Pemeriksaan Kinerja atas Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 1444 H/2023 M. Dalam kegiatan itu diselipkan pula agenda saling berbagi (sharing session), terkait penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan keuangan haji sebagai objek benchmarking. Ahmadi juga menjelaskan, karena terkait dengan penyelenggaraan haji, maka pihaknya mengajak Kemenag dan BPKH sebagai lembaga yang menyelenggarakan ibadah haji tersebut. Ia menilai, penyelenggaraan haji di kedua negara mempunyai sistem yang berbeda. Untuk Indonesia, biaya penyelenggaraan haji masih dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikelola setiap tahun, serta hasil dari nilai manfaat yang dikelola BPKH. Tidak hanya itu, terkait kontrak layanan di Tabung Haji dilakukan perjanjian dengan penyedia layanan di Arab Saudi sudah 3-5 tahun sebelumnya. Sedangkan untuk kontrak perjanjian Indonesia dengan penyedia layanan di Arab Saudi, dilakukan pada saat tahun berjalan. “Apakah dimungkinkan kita dapat melakukan perjanjian seperti itu? Nanti kita akan cari solusinya, maka itu BPK memfasilitasi pertemuan ini. Ke depannya, pengalaman yang didapat dari Tabung Haji ini bisa memberikan suatu yang positif dan akan menjadi contoh pada perbaikan haji ke depan,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

KH Anwar Iskandar : Terlalu Berlebihan BNPT Awasi Rumah Ibadah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menanggapi wacana pengawasan rumah ibadah yang digulirkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Rycko Amelza Dahniel. “Saya kira pemerintah jangan terlalu jauh masuk ke dalam urusan-urusan yang menjadi otoritas dari pengurus masjid, ya. Bahwa pemerintah punya agenda untuk menangkal paham intoleran, ya wajib, ya memang perlu. Tetapi kalau harus kemudian dilakukan dengan cara mengawasi, apalagi sampai masuk ke dalam wilayah-wilayah itu, menurut saya itu berlebih-lebihan,” terang Anwar Iskandar, Jumat (08/09/2023). Kiai Anwar menyarankan, pemerintah perlu kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah, misalnya, yang memang punya doktrin tentang Islam Wasatiyah, yang akan mengajarkan kepada pengurus-pengurus takmir masjid-masjid yang dimiliki itu untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Islam Wasathiyah. “Tetapi kalau memang ditengarai ada bukti bahwa di dalam masjid itu ada khatib atau ada pengurus yang memang mengajarkan ajaran-ajaran intoleran, ya orangnya saja diambil. Jangan karena ada tikus kemudian dibakar lumbungnya. Tapi intinya saya tidak setuju kalau sampai terlalu jauh seperti itu,” tegasnya. Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada Senin (04/09/2023), Kepala BNPT RI Rycko Amelza Dahniel mengusulkan mekanisme moderasi beragama di rumah ibadah saat menanggapi pernyataan anggota Komisi III DPR RI H Safaruddin yang menyinggung adanya karyawan PT KAI yang terpapar paham radikalisme beberapa waktu lalu. Safaruddin juga mengatakan terdapat sebuah masjid yang berada di kawasan Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, yang kerap kali konten dakwahnya mengkritik pemerintah. “Di Kalimantan Timur itu ada di Balikpapan itu Pak, itu masjidnya Pertamina tapi tiap hari mengkritik pemerintah di situ Pak,” ungkap Safaruddin. (wink) Baca juga :

Read More

Ciri-ciri Orang Lalai Dalam Melakukan Sholat

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Shalat adalah tiang agama Islam. Setiap Muslim wajib mendirikan shalat minimal 17 rakaat dalam lima waktu setiap harinya. Keutamaan ibadah tersebut didapat bila kita tidak lalai dalam shalat. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ma’un ayat 4 yang berbunyi, “Celakalah orang yang shalat”. Seruan ini ditujukan bagi mereka yang lalai dalam shalat. Lalu, apa ciri-ciri dari orang yang lalai dalam shalatnya? Imam Ibnu Qayyim menyebut sejumlah ciri orang yang lalai dalam shalat, yaitu. Aa Gym mengatakan, ciri pertama ini dimiliki orang munafik yang menganggap shalat adalah beban dan berat dijalankan. “Ketika orang lain tidak mengetahui dia cenderung tidak mau shalat dan dia suka ingin diketahui oleh orang lain bahwa dia melaksanakan shalat,” kata Aa Gym dalam salah satu kajiannya. Padahal, Allah Ta’ala mencintai orang yang shalat di awal waktu, “ash-shalatu’ ala waqtiha”. Gerakan yang dilakukan dengan cepat tidak dengan tu’maninah sehingga tidak ada kenikmatan dalam menikmati bacaan juga gerakan shalat. Semakin panjang bacaan Imam ketika shalat maka lamunan dan perencanaan dalam pikirannya akan semakin panjang. Sehingga mengingat hanya Allah semakin sedikit. (yus) Baca juga :

Read More

Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Lembaga Tabung Haji Malaysia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia melakukan kegiatan studi banding ke Lembaga Tabung Haji Malaysia. Kunjungan yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ini bertujuan mencari praktik terbaik, sebagai kriteria Pemeriksaan Kinerja atas Pelaksanaan Ibadah Haji 1444 H/2023 M. Selain untuk tujuan itu, Auditor BPK RI Ahmadi Nur Supit menyebut kunjungan ini juga mengagendakan sesi berbagi (sharing session), terkait penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan keuangan haji sebagai objek tolak ukur atau benchmarking. “Kami mengagendakan benchmarking ke Lembaga Tabung Haji Malaysia, sebagai sharing session terkait penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan keuangan haji sebagai objek benchmarking,” ujarnya dalam keterangan yang diterima 1miliarsantri.net Jumat (08/09/2023). Mengingat kegiatan ini berkaitan dengan penyelenggaraan haji, maka pihaknya mengajak Kemenag dan BPKH sebagai lembaga yang menyelenggarakan ibadah. Penyelenggaraan haji di kedua negara ini disebut mempunyai sistem yang berbeda. Untuk Indonesia, biaya penyelenggaraan haji masih dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikelola setiap tahun dan hasil dari nilai manfaat yang dikelola BPKH. Tidak hanya itu, terkait kontrak layanan di Tabung Haji dilakukan perjanjian dengan penyedia layanan di Arab Saudi sudah 3-5 tahun sebelumnya. Sedangkan untuk kontrak perjanjian Indonesia dengan penyedia layanan di Arab Saudi, dilakukan pada saat tahun berjalan. “Apakah dimungkinkan kita dapat melakukan perjanjian seperti itu? Nanti kita akan cari solusinya, maka itu BPK memfasilitasi pertemuan ini. Ke depannya, pengalaman yang didapat dari Tabung Haji ini bisa memberikan suatu yang positif dan akan menjadi contoh pada perbaikan haji kedepan,” sambungnya. Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Subhan Cholid, menyampaikan pada penyelenggaraan haji Tahun 1444H/2023M ini ada kesamaan yang menimpa jamaah saat berada di Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Pemerintah Indonesia dan Malaysia pun disebut sudah berdiskusi panjang terkait kejadian di Masyair ini. Ia berharap dengan pertemuan ini dapat dicari solusi, agar kejadian yang menimpa jamaah haji ini tidak terulang kembali. “Arab Saudi sudah terlena karena pada tahun 2022, yang jamaahnya hanya 46 persen dan tidak ada masalah sama sekali. Sehingga pada musim haji tahun 2023 ini dinilai akan sama dengan kondisi jamaah tahun 2022, yang akhirnya mereka lalai untuk melalukan mitigasi,” tukas Subhan. Terkait istitha’ah kesehatan, pihaknya akan belajar dengan Malaysia yang angka kematian jamaahnya tergolong kecil. Di musim haji tahun depan, Kemenag berencana akan merubah pola keberangakatan jamaah. “Yang ini kami perlu belajar dengan Malaysia. Konon angka kematiannya itu kecil, karena pemeriksaannya ketat sejak di Tanah Air. Tahun ini (Indonesia) pemerikasan kesehatan akan dilakukan sebelum pelunasan dan akan segera dibahas oleh DPR. Jadi yang tidak lolos kesehatan tidak diizinkan pelunasan biaya haji,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Pelaksanaan Haji 2024, Nigeria Mendapatkan Kuota 95 Ribu Jamaah

Riyadh — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan persiapan haji 2024 dengan alokasi kuota jamaah. Nigeria telah mendapatkan 95 ribu kuota jamaah. Nigeria diberikan kuota dalam jumlah besar karena kemampuannya untuk menghabiskan alokasi yang sama yang dikeluarkan pada tahun 2023. Ketua Komisi Haji Nasional (NAHCON) Alh. Zikrullah Hassan mengumumkan alokasi kuota jamaah haji tahun 2024 saat melakukan pertemuan dengan kepala badan jamaah haji negara dan pimpinan operator tur di Abuja, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (04/09/2023). Dengan keluarnya alokasi nasional, Alh. Hassan mengisyaratkan bahwa komisi haji kemudian menyetujui alokasi 71 ribu kuota jamaah ke 36 negara bagian. Adapun rinciannya yaitu Kaduna 6.004; Kano 5.934; Sokoto 4.996; Kebbi 4.752; Katsina 4.513 dan FCT 4.368. Di Barat Daya, Lagos mendapat bagian terbesar sebesar 3.517; Osun 1.764; Oyo 1.386; Ogun 1.191; Ondo 491 dan Ekiti memiliki alokasi daftar 246. Demikian pula Edo memiliki 412; Lintas Sungai 67; Saya 199; Delta 64; Bayelsa 58; Anambra 15 sedangkan Enugu mendapat 14 slot jamaah. Abia dan Akwa-Ibo tidak mendapat alokasi. Hasan mengungkapkan, calon jamaah haji harus memperkirakan tingginya biaya haji 2024 yang wajar mengingat sifat nilai tukar mata uang asing yang berfluktuasi terhadap mata uang lokal. Hassan mencatat, meskipun penyelenggaraan ibadah haji akan ditentukan oleh nilai tukar dolar, biaya pameran udara dan layanan di Arab Saudi juga akan memainkan faktor utama dalam keseluruhan biaya haji 2024. “Otoritas Saudi telah mengumumkan bahwa penerbitan visa bagi calon jamaah haji akan ditutup 40 hari sebelum tanggal Arafah. Dia juga mengingatkan pengelola haji bahwa era keterlambatan masuk dan konsesi kepada VIP telah berakhir,” terangnya. Ibadah haji 2024 akan berbeda dari sebelumnya karena dimensi baru yang diperkenalkan. Untuk ibadah haji tahun depan, penerbitan visa akan ditutup 40 hari sebelum Arafah. Berbeda dengan tradisi kami di mana kami akan mengeluarkan visa untuk VIP beberapa hari ke Arafah. “Dengan alokasi kuota jamaah ke negara bagian, maka persiapan telah dimulai. Karena itu, kami masih mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi selama haji terakhir di bidang terbatasnya ruang dan kekurangan makanan di Muna, kami telah menulis pengaduan resmi yang meminta pengembalian dana dan permintaan maaf,” tutupnya. (dul) Baca juga :

Read More

Indologi, studi mengenai India, dirintis oleh ilmuwan Muslim bernama al-Biruni.

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : George Sarton dalam magnum opus-nya, Introduction to the History of Science, memuji sosok al-Biruni. Ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M itu dipandangnya turut meletakkan tonggak penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan, serta merintis era modern. “Semua pasti sepakat bahwa al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” tulis profesor Harvard University itu. Tokoh ini bernama lengkap Abu Rayhan Muhammad bin Ahmad al-Biruni. Ia lahir pada tahun 362 H/973 M di Beruniy, sebuah distrik region Asia tengah. Pada masa itu, daerah tersebut termasuk wilayah Negeri Khwarazmi—kini Republik Uzbekistan. Salah satu peran penting al-Biruni terletak pada upaya merintis Indologi. Sebutan ini mengacu pada kajian ilmiah mengenai Anak Benua India. Saat berusia 44 tahun, al-Biruni mendampingi Sultan Mahmud Ghazni dalam ekspedisi ke Anak Benua India. Kala itu, raja tersebut baru saja mendirikan ibu kota baru bagi negerinya, Ghaznawiyah, di Kabul (kini Afghanistan). Kepergian sang sultan ke India tentunya bertujuan meneguhkan ekspansi wilayahnya. Bagaimanapun, al-Biruni memiliki agenda yang agak berbeda. Saintis tersebut menggunakan kesempatan ini untuk melakukan studi lapangan mengenai masyarakat dan kebudayaan India. Ia juga mulai belajar menguasai Sanskerta, yakni bahasa kebanyakan masyarakat setempat. Perjalanan selama beberapa tahun itu membuahkan karya, Kitab fii Tahqiq maa li’l Hind min Ma’qulatin fil ‘Aql aw Mardhula (Kajian atas Hal yang Disampaikan Masyarakat India, Baik Rasional Maupun yang Tertolak). Dengan menulis buku ini, al-Biruni membuka jalan bagi Indologi sebagai sebuah studi keilmuan baru. Ia tetap menegakkan kaidah-kaidah ilmiah dalam menyelidiki kebudayaan setempat. Dalam arti, subjek masyarakat didekatinya tanpa menaruh prasangka terlebih dahulu (free of prejudices). Karena itu, kecenderungannya selalu objektif dan imparsial dalam menulis. Dalam menulis buku tersebut, al-Biruni menerapkan metode kronologis. Ia pun mengkritik cara sejumlah cendekiawan India pada masanya yang kurang begitu tertarik pada penulisan sejarah yang rasional, objektif, dan merujuk pada urutan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa historis. “Sayangnya, orang-orang India tidak begitu memerhatikan urut-urutan (peristiwa) sejarah. Mereka kurang hati-hati dalam menghubungkan secara kronologis, misalnya, suksesi kepemimpinan raja-rajanya. Saat dicecar mengenai informasi atau gagap menjelaskan (mengenai sebuah peristiwa masa lalu –Red), mereka cenderung akan mendongeng,” tutur al-Biruni dalam karyanya, Kitab fii Tahqiq maa li’l Hind, seperti dinukil dari MS Khan dalam artikelnya, “Al-Biruni and the Political History of India” (1976). Para peneliti pada era modern memuji al-Biruni. Sebab, dirinya begitu teliti dalam memilah antara yang fakta dan yang fiksi ketika mempelajari kultur masyarakat India. Ketelitian itu tentu lebih jelas ketika sang sarjana Muslim melakukan riset non-humaniora, semisal fisika, astronomi, atau matematika. Karena itu, banyak sejarawan mengakuinya sebagai peletak dasar metode ilmiah. Menurut al-Biruni, metode yang tepat untuk menulis historiografi, di samping kronologi, adalah komparasi. Peradaban India pun dibandingkannya dengan peradaban atau kebudayaan lain yang pernah dipelajarinya, semisal Yunani Kuno, Persia pra-Islam, Kristen, atau Yahudi. Dalam pengamatannya, kebudayaan India tidak jauh berbeda dengan beberapa tradisi tersebut. Umpamanya, panteisme yang ditemukan dalam kepercayaan Hindu, juga tampak indikasinya dalam tradisi Yunani. Fenomena kasta yang diterapkan masyarakat India ditemukan pula polanya dalam Persia. Keduanya meyakini bahwa manusia terbagi ke dalam strata sosial sejak lahir. Tentunya, al-Biruni tidak melewatkan topik sumbangsih peradaban India bagi khazanah ilmu secara global. Contohnya, sistem angka India, anka, yang dibaca secara deretan—dari kiri ke kanan. Ia menilai, sistem numeral itu jauh lebih praktis dibandingkan sistem bilangan Romawi. Selama mengikuti misi Sultan Mahmud di India, al-Biruni tidak meninggalkan kegiatan penelitiannya dalam bidang sains alam. Ia menemukan berbagai metode untuk, antara lain, mengukur ketinggian matahari serta keliling dan radius bumi. Astronom yang juga ahli geografi tersebut juga memperkenalkan pembagian jam ke dalam perhitungan 60-an (sexagesimal), yakni menit dan detik. Sebagai fisikawan, dirinya selalu mengandalkan eksperimen. Misalnya membuktikan berat jenis benda-benda walaupun dalam beberapa hal teorinya masih cenderung mendukung Aristotelian. Al-Biruni merupakan seorang ilmuwan multitalenta (polymath) yang penuh dedikasi. Mahmud mengistimewakannya di antara para cerdik cendekia di lingkungan istana. Salah satu karyanya adalah Al-Qanun al-Mas’udi. Buku yang ditulisnya dalam bahasa Arab itu menghimpun berbagai pemikirannya tentang ilmu falak, geografi, dan teknik sipil. Seperti tampak pada judulnya, buku tersebut dipersembahkannya untuk reputasi sang raja Ghaznawiyah. Sebagai balasan, sang sultan memberikannya koin perak sebanyak bobot yang bisa diangkut seekor gajah. Akan tetapi, hadiah itu ditolaknya dengan halus seraya menyebutkan kebaikan-kebaikan yang sudah diperolehnya dari negara. Pada 1030 M, Sultan Mahmud meninggal dunia. Kedudukan penguasa ini digantikan oleh pangeran yang bernama Muhammad. Dalam masa pemerintahan raja-baru tersebut, al-Biruni menyelesaikan sebuah karyanya untuk bidang geologi, Al-Jamahir fii Ma’rifat al-Jawahir. Beberapa bulan sebelum wafat, sarjana ini menerbitkan buku tentang ilmu medis, Kitab al-Sadala fi’l Thibb. Menurut Riaz Ahmad dalam “Al-Biruni: A Great Muslim Scientist, Philosopher and Historian (973-1050 AD)”, jumlah karya yang dihasilkan al-Biruni di sepanjang hayatnya mencapai 180 judul. Dari total tersebut, sebanyak 103 judul diterbitkan pada masa hidupnya. Terlepas dari itu, pada 1948 M sekelompok peneliti menghimpun 15 naskah peninggalan al-Biruni perihal astronomi dan matematika ke dalam buku Rasa’il al-Biruni. Sang saintis terus menginspirasi di lintas zaman. Banyak pihak merayakan legasinya. Pada 1986, sebuah kawah di bulan dinamakan “9936 al-Biruni.” Gugusan pulau di dekat Antartika pun diberi nama Kepulauan Biruni. Di Iran, tanggal kelahiran sang “guru banyak ilmu”, 4 September, ditetapkan sebagai hari persatuan insinyur survey. Al-Biruni berpulang ke rahmatullah pada 1050 M di Ghazna. Dirinya meninggalkan banyak maslahat untuk dunia menuju era modern. (yus) Baca juga :

Read More