MUI dan Seluruh Ormas Islam Sepakat Masjid Tidak Dipergunakan Sebagai Ajang Kampanye Politik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan seluruh ormas-ormas Islam di Indonesia menyerukan dan menyepakati bahwa masjid atau musholla tidak boleh menjadi tempat untuk dukung mendukung pada Pemilu 2024. Kesepakatan ini disampaikan pada Halaqah Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI yang bertajuk: Menjaga Ukhuwah Di Tempat Ibadah yang digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (15/09/2023) lalu. Kesepakatan ini juga terjadi berdasarkan hasil paparan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan perguruan tinggi Islam dan pondok pesantren seluruh Indonesia. Seluruh peserta yang hadir menyampaikan kesepakatan bahwa masjid sebagai tempat ibadah umat Islam harus dijaga oleh segenap komponen dari benda dan barang najis, narasi-narasi yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila serta perbuatan yang sia-sia. Hal ini merujuk pada surat at-Taubah ayat 18: إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” Sementara itu, dalam riwayat Abdullah bin Umar RA berkata, bahwa Rasulullah SAW melihat ludah di dinding masjid sebelah kiblat, maka digaruk dengan tangannya kemudian menghadap kepada sahabatnya sambil bersabda: “Jika seseorang sedang salat maka jangan meludah di depan wajahnya, sebab Allah menghadapi wajahnya jika ia shalat.” (HR Bukhari Muslim). Dalam forum tersebut, juga melahirkan pernyataan bersama yang disampaikan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. Berikut pernyataan bersama sebagaimana berikut: Baca juga :

Read More

Aksi Protes Pemukim Israel di Masjid Al Aqsa Berujung Penganiayaan Jamaah Lanjut Usia

Jerusalem — 1miliarsantri.net : Beberapa media lokal Yerusalem melaporkan pasukan pendudukan Israel menyerang jamaah Muslim secara brutal, Ahad (17/09/2023) pagi. Kejadian ini berlangsung di Bab as-Silsila (Gerbang Rantai), salah satu pintu masuk utama ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Pasukan pendudukan disebut melakukan serangan secara fisik dan memukuli tiga jamaah, termasuk di dalamnya adalah seorang pria lanjut usia dan seorang wanita lanjut usia, di dekat Gerbang Rantai. Penganiayaan dengan kekerasan ini terjadi setelah ketiganya melakukan protes damai terhadap pemukim Israel, yang diketahui meniup terompet di pintu masuk Masjid Al Aqsa. Dilansir di Wafa, Ahad (17/09/2023), insiden tersebut terjadi menyusul pasukan pendudukan Israel yang meningkatkan kehadiran mereka di sekitar Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Mereka berupaya menghalangi jamaah Muslim mengakses halaman masjid dan menghalangi masuknya warga Palestina dan pelajar ke kompleks tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya mereka memfasilitasi masuknya pemukim Yahudi Israel di Rosh Hasanah. Saat fajar, sejumlah jamaah Muslim dilaporkan berkumpul di tempat suci tersebut setelah shalat Subuh. Mereka menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap provokasi dan intrusi pemukim Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa. Insiden ini kembali mengingatkan pada pelanggaran yang sedang berlangsung terhadap kesucian Masjid Al Aqsa, oleh pasukan pendudukan dan pemukim Israel. Kondisi ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan dan kebebasan beribadah bagi Muslim Palestina, di salah satu situs paling suci mereka. Pasukan pendudukan Israel beberapa hari terakhir meningkatkan kehadiran mereka di sekitar Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Sementara Muslim dihalangi, sejumlah pemukim Yahudi Israel memasuki kompleks tersebut dalam kelompok terpisah. Mereka melakukan tur provokatif melalui halaman masjid, menerima penjelasan tentang dugaan keberadaan “Kuil Yahudi”, serta melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu. Departemen Wakaf Islam mengatakan pasukan Israel secara provokatif mengizinkan sejumlah besar pemukim memasuki halaman masjid. Secara bersamaan, mereka menyerang jamaah Muslim dan mencegah mereka yang berusia di bawah 50 tahun memasuki tempat suci tersebut. Dalam pernyataan resmi, mereka juga melaporkan bahwa polisi Israel sedang berupaya mengevakuasi jamaah Muslim dari halaman Al Aqsa. Wakaf Islam, otoritas yang dikelola Yordania yang bertanggung jawab atas situs suci tersebut, telah berulang kali menyerukan intervensi internasional untuk mencegah serangan tersebut. Apa yang dilakukan oleh pasukan Israel dipandang sebagai tantangan langsung terhadap status quo situs suci tersebut, sekaligus sebuah penghinaan terhadap sentimen umat Islam di seluruh dunia. (lia/AP) Baca juga :

Read More

Qonita Aini Menjadi Wisudawan Termuda ITS

Surabaya — 1miliarsantri.net : Qonita Qurratu Aini dinobatkan menjadi wisudawan termuda pada helatan Wisuda ke-128 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (16/09/2023). Tahun ini Qonita berusia 20 tahun 4 bulan. Dia lulus sebagai sarjana di usia yang cukup muda dan nyatanya tak menghalangi mahasiswi Departemen Matematika ITS ini untuk meraih impian nya. Qonita mengatakan, mulai mengenyam pendidikan di bangku sekolah sejak berusia dua tahun sebagai murid Kelompok Bermain (KB). Kemudian, Qonita melanjutkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan waktu pendidikan yang sama seperti siswa lainnya. “Aku sendiri baru ikut program akselerasi ketika di SMA, jadi hanya dua tahun,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/09/2023). Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang ini mengungkapkan, berusia lebih muda dari teman-teman satu angkatan tak pernah menjadi penghalang yang berarti baginya. Ia mengaku selalu mendapatkan dukungan dari orang-orang tercinta, termasuk ketika memutuskan lanjut memilih program studi Matematika di ITS. “Sejauh ini tidak ada kesulitan yang berarti, karena lingkungannya yang selalu suportif,” aku putri dari pasangan Dr Windarto MSi dan Widayati Setyorini SE tersebut. Putri sulung dari dua bersaudara ini mengungkapkan, matematika telah menjadi pelajaran favoritnya sejak di bangku SD dulu. Menariknya, ia juga selalu mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) sempurna di mata pelajaran tersebut. “Hingga atas izin Allah saya diterima (masuk ITS) lewat jalur SBMPTN,” tutur peraih juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ITS cabang 10 Juz tahun 2020 ini. Pada mulanya Qonita berpikir, keilmuan matematika yang dipelajarinya di bangku kuliah akan mirip dengan apa yang ia pelajari saat sekolah dulu. Ternyata lebih dari itu, peminatan dari jurusan matematika sangat luas dan beragam. Qonita sendiri memilih berfokus pada penerapan matematika di bidang ilmu komputer yang juga ia terapkan pada penulisan tugas akhirnya. Lebih lanjut, Qonita juga pernah mengikuti program Bangkit dari Google dengan fokusan machine learning. Melalui program ini, ia dan timnya pun berhasil menciptakan aplikasi CariHerb, aplikasi pendeteksi tanaman herbal yang dijalankan melalui kamera ponsel. Tak tanggung-tanggung, melalui karyanya ini mereka berhasil memperoleh pendanaan dari Google serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tak hanya aktif di dunia akademik, Qonita juga terlibat di berbagai organisasi internal serta eksternal jurusannya. Dirinya yang memiliki ketertarikan di bidang desain dan publikasi, aktif berkecimpung di Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) dan Lembaga Kajian Kerohanian Islam (LKKI) Departemen Matematika ITS sebagai staf Departemen Media dan Informasi. Terlepas dari berbagai kegiatan yang diikutinya, mahasiswi asal Surabaya ini tentu tak lepas dari berbagai kendala. Kerap kali Qonita terkendala dalam membagi waktu di berbagai tanggung jawab yang dimiliki, apalagi ia juga mengambil program fast track jenjang Magister Program Studi Matematika saat sedang menempuh semester akhir sarjana. Namun ternyata rintangan tersebut justru membuat sosok kelahiran 29 Mei 2003 ini terus bersemangat. Dalam mengatur kesibukannya, ia selalu mengutamakan hal yang menjadi prioritas. “Sebenarnya sesimpel mengatur prioritas mana yang perlu dikerjakan lebih dulu, tentukan pekerjaan yang jika dilakukan duluan bisa memudahkan pekerjaan lainnya,” sarannya. Ke depannya, Qonita berencana untuk menyelesaikan kuliah magisternya lebih dulu sebelum berkecimpung di dunia praktisi. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa ITS untuk terus semangat dan memaksimalkan kesempatan belajar selama menjadi mahasiswa. “Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkarya di bidang yang kita minati, bisa jadi kemudahan itu muncul dari berbagai amanah yang kita emban saat menjadi mahasiswa,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Buya Yahya : Rumah Tangga Ingin Harmonis, Hindari Sifat-sifat ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kehidupan yang harmonis, bahagia merupakan dambaan setiap pasangan rumah tangga. Namun, terkadang, ada sifat-sifat jelek yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) memeparkan beberapa sifat jelek yang harus dihindari pasangan rumah tangga. Jika pasangan suami-istri menjauhi sifat itu, maka rumah tangga bisa harmonis. Sifat-sifat itu di antaranya: “Tuntutan dan ekspektasi yang tidak realistis dapat membawa dampak negatif pada rumah tangga. Hindari mengorbankan kesejahteraan keluarga demi memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal,” tutur Buya Yahya dalam ceramahnya di Al Bahjah TV, dikutip Sabtu (16/09/2023). “Berbagi dengan sukarela dan ikhlas akan menguatkan hubungan dalam rumah tangga serta memberikan manfaat lebih besar,” lanjut Buya Yahya. “Sebagai gantinya, kita harus berusaha mandiri dan hanya meminta bantuan saat benar-benar diperlukan, bukan untuk hal-hal yang seharusnya dapat kita atasi sendiri,” ungkap Buya Yahya. “Jiwa berbagi akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam rumah tangga,” tambah Buya Yahya. “Kemandirian adalah pondasi kuat dalam membangun kehidupan rumah tangga yang stabil,” ungkap Buya Yahya. Buya Yahya menegaskan, dengan menghindari tuntutan berlebihan, memiliki jiwa berbagi, menghargai kemandirian, serta menghindari sifat permintaan yang berlebihan, kita dapat membangun rumah tangga yang bahagia, harmonis, dan penuh berkah. “Semua ini adalah langkah-langkah penting dalam meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga,” tutup Buya Yahya. (yan) Baca juga :

Read More

Puncak Peringatan 100 tahun Gontor, Alumni Lintas Marhalah Adakan Nonton Bareng Film Jejak Langkah 2 Ulama

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Para Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor lintas marhalah menginisiasi nonton bareng film “Jejak Langkah 2 Ulama” di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo pada Sabtu 23 September 2023 mendatang. Acara ini sebagai bentuk rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor yang puncaknya digelar pada 27 September 2023 versi tahun Hijriyah dalam bentuk kegiatan Sujud Syukur di Kampus PMDG pusat, Ponorogo, Jawa Timur. Sementara peringatan puncak 100 Tahun Gontor versi kalender Miladiyah atau Masehi dirayakan pada 2026 mendatang. Ketua Marhalah Laviola 2000, David Rusdianto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Panitia Sujud Syukur 100 Tahun Gontor. “Alhamdulillah, kami mendapat kabar dari Panitia Sujud Syukur 100 Tahun Gontor bahwa Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, memberi izin untuk menggelar nobar film Jejak Langkah 2 Ulama di Kampus PMDG,” kata Ketua Marhalah Laviola 2000, David Rusdianto kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/09/2023). David menambahkan, alumni Gontor lintas marhalah sengaja mengajukan pemutaran film Jejak Langkah 2 Ulama karena isi film tersebut sesuai dengan motto PMDG “Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan”. “Spiritnya kami ingin memperkuat nilai-nilai yang diajarkan Gontor. Kami juga ingin menambah wawasan adek-adek santri supaya mereka mengetahui sejarah pendiri Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang dikisahkan dalam film tersebut,” imbuhnya. Lalu apa yang istimewa dari film Jejak Langkah 2 Ulama ini? Salah satu keistimewaannya menurut Zakiyanto Arief, yang merupakan representasi dari Alumni Marhalah Spinker (1999) karena film tersebut disutradarai oleh Sigit Ariansyah yang merupakan lulusan Gontor 1990. “Film Jejak Langkah 2 Ulama sudah diputar di banyak pesantren. Tentu jadi sebuah kebanggaan tersendiri bisa diputar di Gontor, pondok tercinta. Sutradara film ini juga seorang santri, diharapkan bisa menjadi inspirasi dan pendidikan bagi santri,” kata Zakiyanto Arief. Humas Gontor, Riza Ashari menyampaikan bahwa film ini syarat nilai pendidikan sehingga perlu untuk ditonton oleh para santri. “Dari film ini, santri bukan hanya akan belajar tentang sejarah, namun juga belajar tentang bagaimana para ulama menyampaikan dakwahnya ke masyarakat,” kata Riza Ashari. Sementara Sutradara Film Jejak Langkah 2 Ulama, Sigit Ariansyah, telah sowan ke Pimpinan PMDG pada Agustus lalu. “Saat sowan ditemani Husain Sanusi dan Salman Budi Setiawan dari Marhalah 2000 bersama Ust Freddy dari Solo. kami menyampaikan perihal film dan riset-riset tentang ulama-ulama Nusantara, Alhamdulillah, Kiai Hasan, Kiai Amal dan Kiai Akrim gembira dengan kegiatan ini,” kata Sigit Sigit Ariansyah berterima kasih kepada Kiai Hasan Abdullah Sahal, Kiai Amal Fathullah Zarkasyi, Kiai Akrim Mariyat dan Panitia 100 tahun Gontor karena telah memberikan izin pemutaran film Jejak Langkah 2 Ulama di kampus PMDG pusat. Tak lupa Sigit Ariansyah meminta doa dan dukungan kepada semua pihak terutama seluruh alumni dan Walisantri Pondok Modern Gontor untuk kelancaran dan kesuksesan nobar film Jejak Langkah 2 Ulama di Kampus PMDG pusat. “Selayaknya seorang santri, takdzim kami kepada Kiai-Kiai Gontor tak pernah padam. Semoga kontribusi sederhana dalam rangka peringatan 100 tahun Gontor memberikan manfaat,” pungkas Sigit. (fir) Baca juga :

Read More

Visit my Mosque Digelar Untuk Menampung Seluruh Komunitas Muslim di Inggris

London — 1miliarsantri.net : Sebuah acara bertajuk Visit my Mosque yang diselenggarakan di Inggris sangar menarik perhatian selama delapan tahun terakhir. Visit My Mosque merupakan acara open day masjid terbesar di Inggris. Tahun ini acara tersebut akan digelar kembali pada tanggal 23 dan 24 September 2023. Kampanye nasional yang difasilitasi oleh Muslim Council of Britain (MCB) ini mendukung lebih dari 250 masjid di seluruh Inggris untuk menyelenggarakan acara open day bersama. Saat ini sudah memasuki tahun kedelapan, Visit My Mosque memfasilitasi ratusan masjid di seluruh Inggris, membuka pintu bagi komunitas lokal, membina hubungan, dan memperkuat ikatan yang mengikat. Tema tahun ini adalah ‘Faith, Food, and Friendship (Iman, Makanan dan Persahabatan)’ dengan Masjid dan pusat-pusat Islam yang berpartisipasi menyatukan komunitas untuk minum teh, tur, dan diskusi. “Masjid lebih dari sekadar tempat beribadah; masjid merupakan pusat komunitas tempat berkumpulnya beragam komunitas Muslim, lembaga yang dapat menyediakan berbagai layanan penting bagi masyarakat setempat – mulai dari klub pemuda dan ruang yang hangat hingga bank makanan, yang terbuka untuk semua yang membutuhkan,” ungkap Sekretaris Jenderal MCB, Zara Mohammed, dalam acara peluncuran. Zara menambahkan, melalui Visit My Mosque ini diharapkan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dapat terhubung dengan masjid dan komunitas Muslim setempat, mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan fungsi masjid, serta menjalin persahabatan yang langgeng. Dia berharap Visit My Mosque bertujuan untuk bersatu demi kebaikan bersama. “Masjid, Bagian Penting dari Sejarah InggrisMasjid telah menjadi bagian integral dari struktur Inggris, yang mencerminkan identitas multi-agama dan keragaman budaya yang telah lama ada di negara ini,” lanjutnya. Di antara masjid yang berpartisipasi adalah masjid pertama di Inggris, Abdullah Quilliam Society dan masjid pertama yang dibangun khusus di Inggris, Masjid Shah Jahan di Woking. Selain itu, Cambridge Central Mosque yang terkenal sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa juga akan dibuka, yang telah mendapatkan penghargaan RIBA Awards 2021. Kunjungan ini akan memungkinkan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk belajar lebih banyak tentang sejarah masjid dan komunitas Muslim setempat. “Ini adalah inisiatif penting. Saya menantikan pencapaian tonggak sejarah 10 tahun dan saya juga menantikan 250+ (Masjid yang berpartisipasi) berubah menjadi 1000. Visit My Mosque adalah skema yang sangat penting, dalam hal pengembangan dan kepemimpinan yang patut dipuji oleh MCB,” kata Naz Shah MP, pada acara peluncuran Visit My Mosque 2023. Pada acara tersebut, Harriet Crabtree, Direktur Eksekutif Interfaith Network for the UK (IFNET), membeberkan kegembiraan nya. Kesempatan bagi orang-orang dari berbagai agama dan kepercayaan untuk mengalami dan belajar tentang tempat ibadah orang lain dan membuat hubungan yang positif sangat penting. (nia/AP) Baca juga :

Read More

Kecemburuan Permaisuri Majapahit Terhadap Ibunda Raden Patah

Demak — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak kenal dengan Radeb Patah, putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit terakhir. Berkat dukungan dari Walisongo, Raden Patah akhirnya bisa menjadi raja pertama di Kesultanan Demak Bintoro. Namun demikian, diketahui Raden Patah bukan lah berasal dari garis permaisuri raja Majapahit. Berdasarkan Babad Tanah Jawi, ibunda Raden Patah adalah seorang perempuan Cina yang menjadi selir Prabu Brawijaya. Karena kurang disukai oleh permaisuri Brawijaya yang berasal dari Campa, selir Cina itu lantas dibuang ke Palembang, Sumatera. Karena permaisuri Prabu Brawijaya yang berasal dari Campa sangat cemburu dengan perempuan Cina yang dikisahkan sehari bisa berganti rupa tiga kali,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016). Serat Carita Purwaka Caruban Nagari menyebut nama selir Cina Raja Majapahit yang dibuang ke Palembang itu adalah Siu Ban Ci. Ia adalah putri Tan Go Hwat yang menikah dengan Siu Te Yo, seorang muslim Cina asal Gresik Jawa Timur. Tan Go Hwat dikenal sebagai saudagar sekaligus ulama dengan nama Syekh Bantong. Trah Raden Patah sebagai cucu Tan Go Hwat juga dikuatkan pengembara Portugis Tome Pires dalam catatan Suma Oriental. Di istana Majapahit, Siu Ban Ci merupakan salah satu selir kesayangan Prabu Brawijaya. Selain elok rupawan Siu Ban Ci juga terkenal cerdas. Karenanya keberadaannya telah membakar api cemburu permaisuri Brawijaya yang berasal dari Campa. Saking cemburunya, permaisuri Majapahit meminta raja menjauhkan Siu Ban Ci dari istana. Seperti diketahui, permaisuri asal Campa tersebut merupakan bibi Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Sunan Ampel merupakan Wali Songo yang mula-mula menyebarkan Islam di tanah Jawa, khususnya di wilayah Surabaya. Sementara karena desakan sang permaisuri, Prabu Brawijaya mengabulkan permintaan. Meski dalam keadaan mengandung (hamil), yakni kelak si jabang bayi bernama Raden Patah, Siu Ban Ci tetap dijauhkan dari istana Majapahit. Siu Ban Ci tidak kuasa menolak apa yang menjadi kehendak raja. “Selir yang dalam keadaan hamil itu dihadiahkan kepada putra sulungnya (putra Prabu Brawijaya), Arya Damar yang menjadi Raja Palembang”. Raden Patah lahir di Palembang. Pendiri Kerajaan Demak itu pertama kali mengenal ajaran Islam dari ibunya. Untuk pengetahuan ilmu pemerintahan ia banyak belajar dari Arya Damar yang saat itu masih mengikuti keyakinan lama. Dalam Serat Kandaning Ringgit Purwa disebutkan Raden Patah dengan Arya Damar sempat berselisih paham. Tumbuh sebagai remaja gagah yang haus pengetahuan, Raden Patah dan Raden Kusen, yakni putra Arya Damar, memutuskan mengembara untuk menuntut ilmu. Keduanya berlayar ke Jawa. Setiba di Jawa keduanya bertemu dengan Sunan Ampel dan memutuskan berguru di Ampeldenta Surabaya. Raden Patah kemudian menikahi putri Sunan Ampel, yakni Dewi Murtoshimah. Sedangkan Raden Kusen yang kelak diangkat sebagai Adipati Terung oleh Raja Majapahit, menikah dengan Nyai Wilis, cucu Sunan Ampel. Dari seorang adipati, Raden Patah yang didukung kekuatan Wali Songo pada akhir abad ke-15 kemudian mendirikan Kesultanan Demak, yakni Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Dalam perjalanannya Kesultanan Demak berani melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, yakni bahkan berani berselisih hingga mengakibatkan runtuhnya Majapahit. Keruntuhan Majapahit membuat Kesultanan Demak semakin jaya. Seiring dengan pergantian kekuasaan itu, Islam berkembang pesat. Sebagai sultan atau raja Demak, Raden Patah bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabudurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. (hud) Baca juga :

Read More

PWNU Jatim Himbau Pemerintah Memperketat Pengawasan Konten Sosial Media

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar mengingatkan content creator mengedepankan nilai agama dan moral. ia menambahkan, sebagai organisasi kegamaan dan sosial (diniyah ijtima’iyah) bukan hanya berkonsentrasi dalam memikirkan soal agama, tapi juga sosial kemasyarakatan. Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Timur juga mendesak pemerintah harus memperketat pola pengawasan pada konten yang didistribusikan melalui ranah sosial media. Sekretaris LBM PWNU Jawa Timur Muhammad Anas SPdI menuturkan, pengawasan bisa dilakukan dengan membentuk aturan mengikat agar para konten kreator mengedepankan moral dan norma pada isi atau muatan karyanya. “Pemerintah supaya mengedepankan kode etik, seperti di dalam jurnalis dan sampai saat ini sepertinya belum ada. Secara umum konten kreator pekerjaan halal dan baik, namun beberapa ada yang melakukan pelanggaran syariat,” ujar Muhammad Hamim kepada 1miliarsantri.net di Kantor PWNU Jawa Timur, Jumat (15/09/2023). Menurutnya, pelanggaran syariat bisa dalam bentuk penyebaran hoaks, caci maki, hingga ujaran kebencian. Tiga hal itu masih didapati di dalam banyak unggahan, salah satunya konten video di sosial media. Muhammad Hamim menyebut keberadaan kode etik atau aturan baku juga sebagai upaya menjamin kejujuran seorang konten kreator dalam menyampaikan informasi, seperti saat melakukan promosi suatu barang atau produk. “Kalau konten ada unsur merugikan orang secara materi tidak diperbolehkan. Manfaatnya tidak seimbang dengan kerugiannya,” imbuhnya. Selain itu, pihaknya menyatakan pembuatan suatu konten harus didasari tujuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya terpaku pada upaya meningkatkan rating. “Seperti makan sabun itu tidak bermanfaat dan tidak berhubungan dengan apapun, semata-mata demi meningkatkan trafik ini tidak dibenarkan. Syariat salah satunya untuk menjaga nyawa kami, keselamatan kami, sekecil apapun harus dilindungi,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Ketika Perusahaan Asuransi Syariah Sudah Berkembang di Inggris

London — 1miliarsantri.net : Masyarakat muslim di Inggris memang bisa dibilang minoritas. Namun geliat kehidupan berislam di negara tersebut kian berkembang. Saat ini bukan hanya sektor makanan halal yang mengalami banyak perkembangan, asuransi syariah pun sudah ada. Mengutip Islam Channel, asuransi adalah salah satu masalah pelik bagi umat Islam. Sulit untuk menavigasi dunia Barat tanpa mengambil asuransi. Sebagian besar ulama sepakat bahwa asuransi konvensional tidak sesuai dengan syariah karena mengandung dua unsur utama yang dilarang dalam Islam, yaitu riba (bunga atau riba) dan gharar (ketidakjelasan atau ketidakpastian). Namun, ada alternatif halal yang sudah lama ada dan dapat digunakan oleh umat Islam, takaful. Takaful adalah sistem asuransi yang sesuai dengan Syariah yang didasarkan pada kerja sama, bantuan, dan berbagi risiko. Sistem ini telah ada dalam bentuknya yang modern selama lebih dari 40 tahun. Pasar takaful mencapai $30 miliar pada tahun 2022, didorong oleh negara-negara Muslim seperti Turki, Iran, Arab Saudi, dan Asia Tenggara. Namun, tidak ada layanan yang setara di Barat, meskipun populasi Muslim terus bertambah. Satu organisasi berharap dapat mengubah hal itu dengan memperkenalkan asuransi takaful ke pasar Inggris. Perusahaan ini bernama Takaful Ltd. dan dipimpin oleh CEO Islam Channel, Mohamed Harrath. Saat ini, perusahaan ini sedang mengumpulkan pendapat dari umat Islam tentang asuransi halal untuk membantu menghadirkan solusi tersebut ke pasar. “Survei ini penting karena kami ingin mendukung proyek ini dengan dukungan dari masyarakat,” ujar Mohamed, CEO Takaful. Saat ini Takaful sedang berdiskusi dengan para regulator (Bank of England dan Financial Conduct Authority) untuk mendapatkan otorisasi, yang akan memungkinkan mereka untuk membawa produk ini ke pasar tahun depan. “Survei ini akan menjadi cara yang baik untuk memahami kebutuhan umat Islam di Inggris dan juga menunjukkan kepada para regulator tentang permintaan akan solusi tersebut,” tambah Mohamed. Permintaan Takaful di InggrisUmat Islam memilih asuransi konvensional karena tidak ada pilihan halal yang tersedia – dan organisasi ini ingin mengubah status quo tersebut. “Asuransi digunakan dalam banyak aspek kehidupan kita, mulai dari kendaraan bermotor hingga properti dan bisnis. Sementara beberapa orang memandangnya sebagai sesuatu yang bermasalah secara Islam, banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang haram. Umumnya, umat Islam mengikuti panduan para ulama dalam hal seperti ini, yang memandangnya haram,” ungkap Mohamed. Pada 1985, Dewan Besar Ulama Islam dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan bahwa asuransi konvensional tidak sesuai dengan Syariah. Hal ini juga secara resmi mengizinkan takaful sebagai alternatif Islam untuk asuransi tradisional. “Kami memiliki alternatif yang ada dan berfungsi dengan sangat baik di banyak negara Muslim. Jadi langkah selanjutnya yang wajar adalah mengatakan mengapa kita tidak memilikinya di Inggris, di mana kita memiliki populasi Muslim yang besar dan terus bertambah?” Penelitian oleh Pew memprediksi bahwa pangsa populasi Muslim di Inggris dan Wales akan mencapai 16,7% pada tahun 2050. Menurut Sensus 2021, Muslim di Inggris dan Wales mencapai 6,5% dari populasi. Total pendapatan premi pasar asuransi di Inggris adalah £230 miliar, sehingga potensi pangsa pasar Muslim adalah sekitar £15 miliar (berdasarkan 6,5% populasi). Industri keuangan syariah global telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir – dan Inggris adalah salah satu pemimpin dalam industri ini di luar dunia Muslim. Mengingat posisi Inggris dalam hal keuangan Islam, Mohamed tidak melihat alasan mengapa Inggris tidak dapat menjadi negara pertama di dunia Barat yang menawarkan takaful kepada warganya yang beragama Islam: “Asuransi dianggap haram, tetapi ada alternatif halal yang sudah mapan. Sebagai sebuah komunitas, kita bisa menuntut dan menciptakan pilihan halal untuk kebutuhan keuangan kita di Inggris – dan itulah yang kami harapkan dapat membantu pekerjaan kami.” Para nasabah (pemegang polis) bisnis Takaful setuju untuk menggabungkan kontribusi mereka dan membagi tanggung jawab masing-masing pemegang polis. Seperti halnya asuransi reksadana, para pemegang polis berbagi risiko asuransi dan keuntungan dan kerugian dari bisnis Takaful (risiko tidak dialihkan seperti yang terjadi pada perusahaan asuransi konvensional). Dana harus diinvestasikan pada aset yang sesuai dengan Syariah (misalnya investasi tidak dapat dilakukan pada aset yang membayar bunga atau yang dianggap haram, seperti tembakau, alkohol, perjudian, dll.) (syn/AP) Baca juga :

Read More

Memperingati 100 Tahun Pesantren Gontor, Adakan Kegiatan Pengibaran Bendera di Bawah Laut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor bersama wali santri akan mengadakan kegiatan pengibaran bendera logo 100 Tahun Gontor di bawah laut pada Sabtu, 16 September 2023. Hal tersebut disampaikan Ketua IKPM Gontor Maluku Utara, Donny Indrawan Sitompul. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Panitia Sujud Syukur peringatan 100 Tahun Gontor terkait pengibaran tersebut. “Alhamdulillah kami dibolehkan menggelar acara tersebut,” ucap Donny, dalam keterangan resmi yang disampaikan ke redaksi 1miliarsantri.net, Jumat (15/09/2023). Doni menambahkan, tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi keluarga besar Gontor yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia termasuk kawasan Kepulauan Maritim seperti di Maluku Utara. “Ada ratusan alumni dan wali santri Gontor yang saat ini berkhidmat untuk umat di pulau-pulau yang tersebar di Maluku Utara. Kami ingin memperluas syiar nilai-nilai Gontori khususnya di kawasan maritim Indonesia seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Bacan, Morotai, Sula dan Taliabu,” ungkapnya. Selain itu, Donny juga ingin mengenalkan Maluku Utara yang memiliki alam indah dalam bentuk gugusan pulau dan pegunungan, termasuk pesona keindahan alam bawah laut Ternate dengan kekayaan biota yang masih natural. “Ini bentuk kesyukuran yang tak ada batasnya. Kami diberi anugerah saat muda berkesempatan menuntut ilmu di lembaga pendidikan terbaik, Pondok Modern Gontor. Kini saat dewasa kami ditakdirkan tinggal di alam yang indah. Inilah anugerah dan kenikmatan dari Allah SWT yang harus selalu kami syukuri,” imbuhnya. Sementara itu pihak Panitia menunjuk M. Rahmi Husein, wali santri Pondok Modern Gontor, untuk memimpin pengibaran logo di bawah laut. Secara kebetulan Rahmi memiliki hobi menyelam. “Alhamdulillah, ide kegiatan ini muncul saat kami berdiskusi dengan Ustadz Husain Sanusi di Solo tentang kontribusi apa yang bisa diberikan keluarga besar Gontor yang ada di Maluku Utara. Muncullah ide tersebut, semoga kontribusi sederhana ini bermanfaat,” ujar Rahmi Husen. Rahmi Husen adalah wali santri yang dua putranya tengah mengenyam pendidikan di PMDG sebagai santri akhir KMI di kampus PMDG pusat, sementara seorang lagi di PMDG kampus dua. “Sebagai walisantri Gontor tentu kami sangat bahagia bisa terlibat memeriahkan momentum istimewa bagi Gontor dalam peringatan 100 tahun usianya. Kita semua beruntung menjadi saksi peringatan sebuah lembaga pendidikan Islam terbaik di Indonesia yang usianya sudah 1 abad dan menelorkan banyak tokoh bangsa lahir dari rahim Gontor,” kata Rahmi Husen. Selain wali santri Gontor, Rahmi Husen adalah penyelam profesional yang mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut pada peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2023 lalu. Beliau adalah aktivis yang menyuarakan kepentingan rakyat dengan mengabdikan hidupnya lewat jalur politik di kursi Parlemen DPRD Provinsi Maluku Utara. (tri) Baca juga :

Read More