Buya Yahya : 4 Cara Tumbuhkan Rasa Cinta Kepada Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kecintaan kepada Rasulullah SAW merupakan salah satu aspek penting dalam mengamalkan ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam, dan mengembangkan rasa cinta kepadanya adalah tugas yang penting. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menguraikan empat cara menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW: “Artinya hendaknya kita menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih khidmat dan bersungguh-sungguh, mengingat Rasulullah dalam setiap tindakan yang kita lakukan, seperti makan, tidur, berpakaian, dan lain-lain,” terang Buya Yahya dalam ceramahnya yang disiarkan secara daring, Kamis (21/09/2023). “Shalawat yang dipanjatkan dengan penuh ketaqwaan akan mengundang rahmat Allah kepada kita, dan ini merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Rasulullah,” ujar Buya Yahya. Buya Yahya menyarankan agar kita membaca sejarah Nabi dengan sungguh-sungguh dan tidak sekadar membaca rangkuman atau maulid saja. Sejarah Nabi Muhammad merupakan sumber inspirasi dan pengetahuan yang sangat berharga bagi umat Islam. “Kita juga harus berhati-hati dalam memilih kitab sejarah nabi yang akan kita baca,” tutur Buya Yahya. “Tidak hanya sebagai pemimpin dalam sejarah, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kita umat Nabi Muhammad SAW, dan dengan kesadaran tersebut, kita mempunyai kewajiban suci untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang diajarkannya,” ungkap Buya Yahya. Dia mengingatkan, mengabdi kepada umat merupakan wujud nyata kecintaan dan kasih sayang kepada Rasulullah. Dalam pengabdian ini, umat Islam bisa membantu sesama untuk mengenal Nabi Muhammad SAW dan ajarannya, membantu perjalanan spiritualnya, dan pada akhirnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Kita dapat menjadi bagian dalam upaya agar ajaran Rasulullah tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW serta mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Buya Yahya. (yan) Baca juga :

Read More

Gerakan Sadar Wakaf Ramaikan Festival Ekonomi Syariah 2023

Surabaya – 1miliarsantri.net : Untuk kesekian kalinya Bank Indonesia kembali menggelar kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) pada 29 September hingga 1 Oktober 2023 di Surabaya. Event ini sebagai rangkaian kegiatan menuju perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023. Advisor KPw Bank Indonesia Jatim, Muslimin Anwar mengatakan, FESyar merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi & keuangan syariah dunia.FESyar akan dibuka dengan kegiatan Gerakan Sadar Wakaf, Tabligh Akbar bersama Habib Syech Abdul Qadir pada 30 September dan semarak Fesyar Jawa 2023 sebagai penutup digelar pada 1 Oktober 2023. FESyar tahun ini digelar di 3 tiga kawasan yaitu Kawasan Jawa, Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia (Kalimantan Sulawesi Balinusra, Maluku dan Papua). Untuk regional Jawa yang terfokus di Surabaya, FESyar 2023 mengangkat tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa yang Inklusif”. “Pada Fesyar 2021 lalu berhasil mencatatkan transaksi business matching mencapai Rp 7 triliun. Pada Fesyar 2022 juga mencatatkan peningkatan transaksi menjadi sebesar Rp 9 triliun. Kami berharap pada gelaran Fesyar secara hybrid tahun ini akan terjadi peningkatan transaksi seiring dengan besarnya potensi sektor syariah yang ada,” ungkapnya. Dia menambahkan, dengan penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87 persen atau sekitar 230 juta, menempatkan meraih peringkat pertama Global Muslim Travel Index 2023 dalam EkSyar Global. “Indonesia juga menempati peringkat ke-7 aset keuangan Syariah Global (USD 99 Milyar) di belakang Iran, Saudi Arabia, Malaysia, UEA, Qatar dan Kuwait,” lanjutnya. Indonesia adalah negara pertama yang menerbitkan Green Sukuk yaitu instrumen keuangan inovatif berbasis syariah untuk mendukung komitmen dalam memerangi perubahan iklim. Dalam Global Islamic Fintech Index (GIFT) 2022, Indonesia naik 1 peringkat yaitu menempati posisi ke-3 dari 64 negara setelah Malaysia dan Arab Saudi. “Ada 3 topik utama yang akan dibahas dalam rangkaian kegiatan Fesyar Jawa tahun ini, di antaranya tentang inklusi, digitalisasi dan growth,” sambung Muslimin Anwar. Sejumlah seminar akan digelar, yaitu (seminar model bisnis usaha syariah bagi pesantren dan non pesantren, seminar literasi dan inklusi syariah, seminar model pembiayaan usaha syariah melalui dana Ziswaf, dan fasilitasi sertifikasi halal). Selain itu acara juga digelar seperti halal foodpreneurs, dan business matching financing baik dari bank dan lembaga keuangan non bank untuk mendukung UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, serta business matching trade baik melalui pameran maupun online. (har) Baca juga :

Read More

Kerajaan Saudi Berikan Ketetapan Berpakaian Bagi Jamaah Wanita

Jeddah – 1miliarsantri.net : Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi menetapkan aturan berpakaian bagi jamaah haji dan umrah wanita selama di Masjidil Haram, Mekkah. Melalui Otoritas kerajaan menegaskan jamaah perempuan berhak mengenakan pakaian yang disukai selama beribadah, asalkan tetap mematuhi aturan tertentu. Adapun aturan yang berlaku bagi jamaah perempuan antara lain, pakaian harus longgar, bebas hiasan, dan menutupi tubuh. Hal tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Aturan ini mulai disorot ketika musim umrah mulai meningkat di Arab Saudi setelah pelaksanaan musim Haji tahun 2023 dan pasca berakhir nya pandemi Covid19 yang selama 2 tahun melarang kegiatan pelaksanaan haji dan Umrah. Musim umrah sendiri dimulai sejak dua bulan lalu, setelah selesainya ibadah haji tahunan. Tahun ini, sekitar 1,8 umat Islam dari seluruh dunia menjalani ibadah haji untuk pertama kalinya setelah pembatasan pandemi dicabut. Arab Saudi menargetkan sekitar 10 juta jamaah dari luar negeri untuk umrah di Masjidil Haram. Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi juga telah meluncurkan sejumlah fasilitas kemudahan bagi jamaah umrah dari luar negeri. Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, makam Nabi Muhammad (SAW) yang terletak di Masjid Nabawi. Namun sebelumnya jamaah sudah memesan janji temu melalui aplikasi terdaftar. Pemerintah Saudi juga memperpanjang masa berlaku visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari. Kemudian mengizinkan pemegang visa umrah dari semua jalur, baik darat, laut, dan udara serta berangkat dari bandara mana pun. Kerajaan Saudi mengatakan bahwa ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya, dan dapat menunaikan umrah. Otoritas Saudi juga telah memperbolehkan jamaah haji perempuan tidak lagi diwajibkan didampingi oleh wali laki-laki. (dul) Baca juga :

Read More

Kisah Putra Abu Lahab Tewas Diterkam Macan, Setelah Hina Rasulullah SAW

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Abu Lahab memiliki putra bernama Utbah. Putra Abu Lahab ini tewas diterkam singa setelah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kisah ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya. Suatu kali, Abu Lahab dan Utbah melakukan persiapan untuk pergi ke Syam (Levant). Lalu Utbah berkata, “Demi Tuhan, aku akan menemui Muhammad.” Utbah pun pergi hingga menemui Nabi Muhammad SAW. Setelah bertemu, Utbah berkata kepada Nabi SAW, “Ya Muhammad, aku telah kafir terhadap Allah.” Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi) (QS. An Najm ayat 8-9). Utbah meledek Nabi Muhammad SAW dengan menyebut bahwa dia ingkar terhadap firman Allah, yang dalam hal ini adalah Surat An Najm ayat 8-9. Riwayat lain menyebutkan, setelah itu Utbah meludahi Nabi SAW dan menceraikan putri Nabi SAW yang dinikahkan dengan Utbah saat masih di masa jahiliyah. Kemudian Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT dengan ucapan berikut ini: “اللهم سلِّط عليه كلبًا من كلابك” “Ya Allah, kirimkan kepadanya salah satu dari anjing-anjing-Mu.” Utbah pun pulang dan kembali menemui ayahnya, Abu Lahab. Abu Lahab bertanya soal apa perkataan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad. Lalu Utbah menyebutkan apa yang dia katakan kepada Nabi SAW. Lantas Abu Lahab bertanya lagi, “Lalu apa yang dia katakan kepadamu?” Dijawablah oleh Utbah, “Dia (Nabi Muhammad) berkata, ‘Ya Allah, kirimkan kepadanya salah satu dari anjing-anjing-Mu.’” Abu Lahab berkata lagi, “Wahai anakku, demi Tuhan, doanya itu tidak akan membuatmu aman!” Mereka pun melakukan perjalanan menuju Syam dan berhenti di Sharat, sebuah daerah yang banyak singanya. Lalu Abu Lahab berkata, “Demi Tuhan, kalian tahu usia lanjutku, dan anakku telah didoakan dengan doa yang membuat dia tidak akan selamat. Maka, kumpulkan barang-barang kalian di sekeliling kita, dan lindungi anakku.” Di waktu malam, singa datang dan mengendus wajah orang-orang yang berada dalam kafilah bersama Abu Lahab dan Utbah, tetapi mereka tidak diterkam oleh singa tersebut. Utbah ada di atas tumpukan barang-barang, dan giliran dia yang diendus oleh singa. Saat itulah, singa menerkam Utbah hingga kepalanya terputus. Abu Lahab pun berkata, “Saya tahu dia tidak akan bisa menghindari doa Muhammad.” (mif) Baca juga :

Read More

Partai Demokrat Gelar Rapimnas Dan Deklarasi Capres 2024

Jakarta – 1miliarsantri.net : Partai Demokrat mewariskan sistem demokrasi yang matang bagi bangsa Indonesia melalui era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hal tersebut menjadi sisi positif bagi partai yang berpaham nasionalis dan religius untuk terus mewarnai dinamika politik tanah air. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan langsung memimpin Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat dan Deklarasi Capres Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis 21/9/2023. Acara direncanakan dimulai pada pukul 18.30 WIB malam ini. “Iya, Ketum AHY akan memimpin langsung pelaksanaan Rapimnas hari ini. Kamis, 21 September 2023. Pesertanya para pimpinan di tingkat pusat dan daerah. Ada peninjau juga. Ribuan petinggi dan kader dari seluruh Indonesia,” jelas Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat. Herzaky mengkonfirmasi kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Begitu pula dengan jajaran Ketum dan petinggi anggota Koalisi Indonesia Maju, seperti Partai Golkar, PAN, PBB, PSI, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima. “Kami undang semua, dan sebagian besar sudah mengkonfirmasi kehadirannya,” lanjut Herzaky. “Agenda utama hari ini Deklarasi Capres Partai Demokrat. Ketua Umum kami, Mas AHY, bakal memimpin deklarasi ini”, ungkapnya. Saat ditanya, apakah Prabowo akan berpidato malam ini, Herzaky meminta untuk menunggu malam ini. “Deklarasi akan disaksikan secara langsung oleh ribuan petinggi dan kader kami dari berbagai pelosok negeri, maupun jutaan rakyat Indonesia melalui live streaming. Rencananya bakal disiarkan juga di tiga stasiun televisi nasional,” pungkas Herzaky. (tah/red)

Read More

Dua Kali Kematian dan Dua Kali Kehidupan Yang Akan Dilalui Manusia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pertanyaan tentang misteri mati dan hidup yang terlontar sejak zaman filsuf Yunani hingga saat ini, masih saja relevan. Mengapa kita hidup? Dan, mengapa kemudian kita mati? Hidup dan mati, keduanya sama-sama misteri. Hari ini seseorang hidup. Tapi boleh jadi, hari ini juga, besok, atau lusa ia mati. Di beberapa ayatnya, Alquran membincangkan masalah hakikat hidup dan mati, serta tujuan dari keduanya. Masalah yang pertama dijelaskan bahwa pada hakikatnya manusia mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan. Ini dapat kita mengerti dari firman Allah SWT yang menggambarkan pertanyaan orang-orang kafir di akhirat kelak. ‘ قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ ‘Mereka berkata, ‘Wahai Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali. Sekarang kami mengakui dosa-dosa kami. Adakah jalan keluar (dari neraka)?” (QS Al-Mukmin [40]: 11). Para ahli tafsir menerangkan, mati pertama adalah fase ketika manusia masih berupa tanah, atau sebelum dilahirkan ke dunia. Sedangkan, mati kedua adalah kematian fisik sebagai akhir hidup di dunia untuk menapak ke kehidupan akhirat. Adapun kehidupan pertama manusia merupakan kehidupannya di dunia. Dan, kehidupan kedua berlangsung ketika kebangkitan kembali saat hari kiamat tiba. Penuturan ahli tafsir tersebut di atas menunjukkan, kematian bukanlah akhir dari kehidupan fisik manusia. Tetapi, kematian merupakan gerbang untuk memasuki kehidupan selanjutnya, yang menurut Alquran dan hadits, sebagai kehidupan yang sebenarnya. Konon, kehidupan itu sama sekali berbeda dengan kehidupan dunia saat ini. Sedangkan, masalah tujuan adanya hidup dan mati, Allah SWTberfirman: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا “Dia yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…” (QS Al-Mulk [67]: 2). Wahyu tersebut mengabarkan kepada manusia bahwasanya tujuan Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian adalah memberikan kesempatan kepada manusia untuk tampil sebagai makhluk moral. Yaitu, makhluk yang punya kemampuan untuk memilih, mau berbuat kebajikan ataukah keburukan. Pilihan-pilihan yang dijalankan akan kembali ditampakkan dalam kehidupan setelah kematian. Untuk itu, Islam menganjurkan hendaknya hidup ini dijalani dengan sungguh-sungguh, baik sungguh-sungguh dalam ketakwaan maupun dalam amalan. (yat) Baca juga :

Read More

Mowalola Menarik Koleksi Rok Mini Berbendera Saudi Usai Dikecaman Netizen

London — 1miliarsantri.net : Jenama fesyen Mowalola akhirnya memutuskan menarik rok mini berbendera Saudi dari koleksinya usai kecaman secara online dari berbagai pihak yang merasa keberatan dirinya menampilkan busana rok mini dengan gambar bendera Saudi. Sebelumnya, Mowalola memamerkan koleksi Spring 2024 di London Fashion Week, Sabtu (16/09/2023) waktu setempat. Koleksi tersebut menjadi viral dan menuai kontroversi karena merilis rok mini menggunakan desain bendera Arab Saudi. Pengguna media sosial sontak mengecam desain rok dengan tulisan kalimat syahadat tersebut. Mereka menilai rok koleksi Mowalola tersebut tidak sopan. Selain bendera Arab Saudi, rok yang dirilis Mowalola juga menampilkan bendera negara lain. Hanya saja, banyak yang mengatakan sebaiknya bendera Arab Saudi tidak perlu digunakan karena ada kalimat syahadat, pengakuan keimanan umat Islam, yang memiliki arti “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah”. “Saya sama sekali tidak beragama, tapi ini sangat tidak sopan. Mengetahui bahwa bendera Saudi bertuliskan kata Allah di atasnya dan mereka menggunakannya sebagai rok mini yang provokatif menunjukkan betapa tidak tahu malunya industri fesyen terhadap agama. dari segala jenis,” kata salah satu pengguna media sosial, dikutip dari Middle East Eye, Rabu (20/09/2023). Sementara warganet lain mempertanyakan maksud dari sang perancang busana. Mereka meminta untuk menghapus rok tersebut dari koleksinya. Semula sang desainer mencoba bertahan pada koleksinya itu, namun kecaman terus berlanjut. “Ada alasan mengapa Saudi tidak mengibarkan benderanya di seluruh negeri. Ini berisi Syahadat [pengakuan iman Islam]. Saudi memiliki serangkaian undang-undang hanya untuk bendera. Bendera harus dicetak di kedua sisi dan dilipat, dibersihkan. dan menghancurkan semuanya dengan cara tertentu. Mengenakannya pada rok adalah tindakan yang tidak sopan,” tulis salah satu pengguna media sosial sebagai tanggapan. Mowalola Ogunlesi, sang desainer, akhirnya meminta maaf atas koleksi rok yang menuai hujatan itu. Melalui media sosial X, semula bernama Twitter, ia berjanji untuk menghapus desain tersebut dari koleksinya. “Salah satu inspirasi utama saya untuk SS24 adalah penggunaan bendera nasional dari berbagai negara. Setelah pertunjukan, saya menemukan bahwa salah satu bendera ini – Arab Saudi – menampilkan kata-kata suci, dan penggunaannya telah menimbulkan kebencian yang besar. Sekarang saya belahar dari kejadian ini, saya dengan tulus meminta maaf,” tulisnya. “Saya akan memastikan desain ini dihapus dari koleksi. Saya sangat menyesali segala kerugian atau pelanggaran yang mungkin ditimbulkan oleh kelalaian saya. Terima kasih telah meminta pertanggungjawaban saya, dan saya menghargai pengertian Anda saat saya belajar dari pengalaman ini.” lanjutnya. Mowalola Ogunlesi adalah perancang busana kelahiran Nigeria yang tinggal di London. Ia dikenal sebagai perancang yang menggunakan berbagai macam tekstur dan bahan dalam desainnya, yang dipakai untuk menciptakan tampilan non-tradisional yang terinspirasi oleh budaya anak muda. Ogunlesi memiliki lebih dari 300.000 pengikut Instagram, tempat ia membagikan foto rol tersebut di ceritanya. Ini bukan pertama kalinya sebuah merek festen mendapat kecaman karena menampilkan teks keagamaan pada pakaiannya. Di awal tahun, PayPal Melbourne Fashion Festival mengeluarkan permintaan maaf setelah dikecam selebgram keturunan Eritrea-Australia karena menampilkan teks keagamaan pada pakaian mereka. Mona Khalifa, model dan influencer yang berbasis di Melbourne, melalui media sosial mengecam label fesyen Not A Man’s Dream atas pakaian tipis yang dicetak dengan tulisan “Tuhan berjalan bersamaku” dalam bahasa Arab. (hid/AP) Baca juga :

Read More

Keberadaan Santri Kalong di Tasikmalaya Sudah Mulai Terkikis

Tasikmalaya — 1miliarsantri.net : Keberadaan santri kalong di berbagai pondok pesantren wilayah Tasikmalaya mulai memudar. Namun, bukan berarti keberadaan santri kalong, terutama di wilayah Tasikmalaya sudah benar-benar menghilang. Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya KH Anwar Nashori mengatakan santri kalong itu merupakan anak-anak di sekitar lingkungan pesantren yang mengikuti kegiatan mengaji. Namun, tak seperti santri mukim yang mondok di pesantren, santri kalong biasanya makan dan tidur di rumahnya masing-masing setelah kegiatan mengaji selesai. Menurut dia, keberadaan santri kalong di pondok pesantren wilayah Kabupaten Tasikmalaya masih cukup banyak. Hanya saja, pola para santri kalong itu untuk mengikuti kegiatan mengaji mulai berubah. “Kalau dulu, santri kalong itu mengaji setiap waktu, tapi makan dan tidur di rumah. Seperti itu mungkin sudah jarang. Karena sekarang ada sekolah, jadi memang tergerus karena sistem pendidikan. Namun, masih tetap ada secara presentase, jadi ngajinya setelah sekolah, paling maghrib-isya,” kata dia saat dihubungi 1miliarsantri.net, Rabu (20/09/2023). Kiai Anwar mencontohkan, di pondok pesantren yang dipimpinnya di wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, keberadaan santri kalong masih ada. Para santri kalong itu biasanya akan ikut mengaji di lingkungan pondok pesantren setelah sholat magrib hingga isya bersama santri mukim lainnya. Ia menilai, keberadaan santri kalong itu juga masih banyak ditemui di pondok pesantren salafiyah dan pesantren kombinasi. Hanya saja, pihak pesantren tidak terlalu mengurus secara intens para santri kalong. “Jadi hanya mengaji saja. Santri kalong itu masuknya pendidikan nonformal. Tidak ada ijazahnya. Jadi seperti madrasah sepulang sekolah,” sambungnya. Menurut Kiai Anwar, keberadaan santri kalong itu juga bisa menjadi parameter keterkaitan masyarakat dengan pondok pesantren. Ia menilai, ketika di pesantren itu masih banyak santri kalong, artinya ikatan pesantren dengan masyarakat cukup kuat. Namun, apabila keberadaan santri kalong mulai tergerus, kemungkinan ada jarak antara pesantren dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya. “Bukan berarti bermusuhan, tapi seperti ada jarak. Sebab, kekuatan pesantren itu awalnya dari masyarakat. Berbaur. Santri kalong itu salah satu parameternya,” kata dia. Perwakilan Hubungan Masyarakat (Humas) Pesantren Idrisiyyah, Sandra Yusuf, di pesantrennya keberadaan santri kalong sudah mulai tergerus sejak 10 tahun terakhir. Saat ini, khusus untuk tingkatan SMP ke atas, seluruh santri di Pesantren Idrisiyyah diharuskan untuk mondok. “Sebelumnya masih ada yang ngalong. Datang ke pesantren hanya saat jadwal mengaji. Kalau sekarang masih ada, tapi hanya di tingkat SD,” terangnya kepada 1miliarsantri.net. Menurut dia, santri kalong itu biasanya akan belajar mengaji di lingkungan pesantren setelah pulang sekolah di luar pesantren. Para santri kalong itu akan mengaji bersama santri mukim lainnya. Pengajian untuk santri kalong juga biasa dilakukan pada setelah magrib. Sandra menjelaskan, santri kalong di pesantrennya itu hanya ada untuk tingkatan SD atau diniyah. Jumlahnya disebut bisa mencapai 150 orang. “Untuk tingkatan SMP ke atas, semua sudah full mondok atau 24 jam di pesantren,” ujar dia. Ia mengatakan, ada beberapa pertimbangan pesantrennya tidak menerima santri kalong untuk tingkatan SMP ke atas. Salah satunya, keberadaan santri kalong disebut bisa menjadi pengaruh santri mukim. “Ketika kita sudah bentuk karakter santri mondok, sementara anak-anak santri kalong membawa kebiasaan dari luar yang bisa tak terkontrol,” kata dia. Kendati demikian, Sandra menjelaskan tetap memfasilitasi anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan pesantren untuk mengaji. Salah satunya dengan membuat program magrib mengaji bersama DKM sekitar. “Kalau SMP, kami kerja sama dengan DKM sekitar. Kita punya program magrib mengaji bersama DKM setempat. Yang mengajar itu, santri tingkat akhir,” kata dia. Karena itu, ia menyebut, keberadaan santri kalong sebenarnya tidak menghilang. Hanya saja, saat ini santri kalong mengaji di masjid terdekat sekitar Pesantren Idrisiyyah, di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. “Sebenarnya santri kalong itu masih ada, tapi tidak di pondok langsung. Jadi santri kami yang keluar untuk mengajar ke masjid sekitar sebagai pengamalan,” kata dia. Di Pesantren Mahad Ihya As Sunnah, Kota Tasikmalaya, santri kalong tidak dikenal sejak awal pendiriannya. Ada beberapa pertimbangan Pesantren Mahad Ihya As Sunnah tidak menggunakan istilah santri kalong. “Kalau di kita tidak ada istilah santri kalong. Jadi yang namanya boarding school itu full 24 jam di pesantren,” kata Pimpinan Pesantren Mahad Ihya As Sunnah, ustaz Maman Suratman, kepada Republika. Ia menjelaskan, pembelajaran terhadap santri kalong dinilai kurang efektif. Lantaran para santri kalong itu tidak 24 jam ada di lingkungan pesantren. “Jadi kami dari awal fokus untuk santri yang mondok, agar pendidikan yang diberikan merata kepada semua santri,” pungkasnya. (lik) Baca juga :

Read More

Munas Alim Ulama Diharapkan Bisa Membantu Penanganan Masalah Isu Nasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Musyawarah nasional (munas) alim ulama dan konferensi besar (konbes) Nahdlatul Ulama (NU) sudah berakhir pada Selasa (19/09/2023). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengaku puas dengan penyelenggaraan kegiatan ini. Menurut Gus Yahya, munas dan konbes NU yang melibatkan para pengurus wilayah dari seluruh Indonesia dan ulama-ulama ini telah menghasilkan keputusan-keputusan yang bernas dan penting bagi kemajuan NU dan masyarakat Indonesia. “Alhamdulillah Musyawarah Nasional dan Konbes kita telah menghasilkan keputusan keputusan yang bernas dan berkualitas,” ucap Gus Yahya dalam penutupan Munas dan Konbes NU 2023 di Gedung Serbaguna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (19/09/2023). Gus Yahya menyatakan bahwa Munas Alim Ulama menjadi wadah yang sangat berharga untuk mendiskusikan isu-isu keagamaan dan sosial yang kompleks. Keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum ini mencerminkan pemikiran mendalam dan pertimbangan yang matang dari para ulama NU. “Ini bukan hanya akan menjadi dasar bagi kita untuk terus membangun jam’iyah ini menjadi jam’iyah yang koheren dan solid untuk menjadi strategi-strategi di dalam mengoperasionalisasikan apa yang sekarang kita rumuskan sebagai visi ‘Mendampingi Umat Memenangi Masa Depan. Selain itu juga akan sangat membantu khususnya pengurus besar Nahdlatul ulama untuk merancang dan mengeksekusi strategi lanjutan yang dibutuhkan,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Gus Yahya menambahkan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama telah menjadi wadah yang sangat penting dalam mempertimbangkan berbagai isu krusial yang dihadapi oleh NU dan masyarakat. Keputusan-keputusan yang diambil adalah hasil pemikiran yang mendalam dan mempertimbangkan kepentingan umat. “Munas alim ulama telah menghasilkan berbagai panduan panduan yang ditunggu masyarakat semoga ini semua menjadi sumbangan yang berarti dari kita kepada umat, kepada rakyat, kepada bangsa dan negara, kepada kemanusiaan,” ujarnya. Gus Yahya juga mengingatkan bahwa rampungnya perhelatan Munas dan Konbes NU bukanlah akhir, melainkan permulaan dari pekerjaan yang akan menanti di depan. Sebelum menutup pidatonya, Gus Yahya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia dan pengurus Nadhlatul Ulama yang telah menunjukkan tekad luar biasa dalam menuntaskan seluruh rangkaian acara. “Saya ingin ingatkan kepada teman-teman semua seluruh jajaran pengurus bahwa berakhirnya Munas dan Konbes ini berarti permulaan dari pekerjaan-pekerjaan yang akan cukup banyak ke depan nantinya,” pungkas Gus Yahya. (rid) Baca juga :

Read More

Mengetahui Suku Quraisy Sebagai Asal Usul Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Suku Quraisy adalah suku yang menjadi asal usul Nabi Muhammad SAW. Suku Quraisy dikenal sebagai salah satu suku terhormat di kalangan masyarakat Arab pada masa itu. KH Moenawar Chalil dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW (2001) menjelaskan beberapa hipotesis tentang itu. Sebuah riwayat menyebut, perkataan quraisy berasal dari qarisy yang berarti ‘hiu.’ Sebab, kakek ke-12 Nabi SAW, yakni an-Nadhar bin Kinanah dikisahkan pernah naik kapal bersama suatu rombongan. Dalam pelayaran itu, tiba-tiba seekor hiu besar muncul. Para penumpang kapal panik, tetapi putra Kinanah ini dengan gagah berani menombak hewan tersebut. Kepala ikan karnivor itu dipotong, lalu dibawanya ke Makkah. Sejak itu, Nadhar digelari al-Quraisy karena berhasil membunuh hiu yang berbahaya. Allah SWT memuliakan suku Quraisy sebagaimana disebutkan dalam Alquran, berikut ini sejumlah fakta terkait dengan kemuliaan Quraisy. عن واثلة بن الأسقع رضي الله عنه ، قال: قال رسول اللالله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ اللهَ اصْطَفى كِنانَة من وَلَد إسماعيل، واصْطَفى قُريشًا من كِنانة، واصْطَفى بَني هاشم مِنْ قُرَيش، واصْطَفاني مِنْ بني هاشم، فأنا سَيِّدُ وَلَد آدم ولا فَخْر، وأوَّلُ مَن تَنْشَقُّ عنه الأرض، وأوَّلُ شافع، وأوَّل مُشَفَّع Wāṡilah bin Al-Asqa’ -raḍiyallāhu ‘anhu- berkata, Rasulullah -ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sungguh Allah telah memilih Kinānah di antara anak keturunan Ismail, lalu Allah memilih Quraisy di antara kabilah Kinānah, lalu memilih Bani Hāsyim di antara kabilah Quraisy, lalu memilihku di antara anak keturunan Hāsyim. Aku adalah pemimpin anak keturunan Adam, tanpa ada kesombongan. Aku adalah yang paling pertama dibangkitkan dari kubur, pemberi syafaat pertama, dan paling pertama diterima syafaatnya.” Di tempat ini, mereka mengambil barang dagangan berupa kain sutera, barang pecah belah, rempah-rempah, bahan kapur barus, dan lainnya untuk kemudian dikirim ke Syam (Suriah sekarang) pada saat musim panas (ash-shaif) untuk dijual. Demikian sebaliknya, mereka mengambil barang dagangan berupa gandum untuk bahan membuat roti dan buah-buahan dari Syam kemudian dibawa ke Yaman untuk di jual. “Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda, ‘Para Imam (pemimpin) itu dari Quraisy. Jika mereka memerintah, mereka adil. Jika berjanji, mereka memenuhinya, dan jika mereka diminta belas kasihan, mereka akan berbelas kasih. Siapa saja di antara mereka yang tidak berbuat demikian, maka dia akan mendapatkkan laknat Allah, laknat para malaikat, dan laknat seluruh manusia. Tidak dapat diterima taubat dari mereka dan tidak diterima pula tebusan (azab) dari mereka’.” (HR Bukhari dalam Al-Anbiya’, Abu Dawud, dan Imam Ahmad). (yat) Baca juga :

Read More