Relawan Nusantara Bekasi Dan Alir Sehat Semesta Bagikan Air Bersih Di Tarumajaya Wilayah Terdampak Kekeringan Kabupaten Bekasi

Bekasi – 1miliarsantri.net : Beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan yang menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari. Kondisi tersebut disikapi oleh Relawan Nusantara bekerja sama dengan Yayasan Alir Sehat Semesta melaksanakan bakti sosial pendistribusian air bersih pada hari Ahad (Minggu-red) 10/09/2023. Mengantisipasi bencana kekeringan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 31 Agustus sampai dengan 13 September 2023. Hal ini disampaikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan di Command Center Gedung Diskominfosantik, pada Kamis (31/8/2023). Sebanyak 16.000 liter air yang dibawa oleh 2 mobil tangki air bergerak menuju Kecamatan Tarumajaya dengan sasaran Desa Samudera Jaya, tepatnya di Dusun 01, Kampung Tambun Tules RW. 01, dengan penerima manfaat masyarakat di RT.01, RT. 02 dan RT.03, ungkap Muhammad Gusti Guntara. Gusti, Tim Program Relawan Nusantara menambahkan, “4 orang relawan terlihat aktif dalam Aksi Berbagi Air Bersih di Kampung Tambun Tules”, wilayah yang mengalami kekeringan dalam kurun 2 bulan terakhir, karena ketiadaan curah hujan. “Terima kasih kepada Relawan Nusantara dan Alir Sehat Semesta, serta para donatur yang telah memberikan bantuan air bersih pada warga di sini,” ujar pak Parto, perwakilan warga. Kegiatan “Aksi Berbagi Air Bersih” ini dilaksanakan mulai Pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB, disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Senyum ceria terpancar dari wajah bapak-bapak dan ibu-ibu, generasi muda dan anak-anak, yang mendapatkan air bersih secara gratis, pungkas Gusti. (tah/red)

Read More

Penjelasan Terkait Hutang Bagi Fakir Miskin Yang Meninggal

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Dalam aturan Islam dijelaskan, setiap orang Muslim yang memiliki hutang, maka wajib hukum nya untuk melunasi hutang tersebut. Namun ketika telah meninggal, maka para ahli waris nya lah yang akan melunasi hutang orang yang meninggal. Namun bagaimana bila ahli waris tidak sanggup melunasinya, karena ahli waris juga tergolong orang tidak mampu. Lalu siapa yang terkena kewajiban menanggung utang yang meninggal itu dan apa konsekuensinya bagi almarhum bila utangnya tidak ada yang membayar? Selain itu bagaimana juga bila ahli waris memiliki ekonomi yang baik tetapi tidak bersedia melunasi utang orang tuanya yang telah meninggal? Pendakwah yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah Djalaluddin Pane Foundation (DPF), KH Rakhmad Zailani Kiki, mengatakan seseorang Muslim yang berutang, di dalam fiqih zakat diistilahkan dengan gharim yang merupakan salah satu golongan penerima zakat. Namun, kriteria gharim ini adalah seseorang yang berutang untuk menafkahi kebutuhan pokok hidupnya, dan Dia tidak memiliki harta untuk membayar utang tersebut. Kalaupun orang tersebut memiliki harta, harta itu hanya cukup untuk menopang kebutuhan pokoknya sehari-hari. Seperti pengertian gharim di dalam kitab Kifayatul Akhyar Jilid 1: الدين الذي لزمه لمصلحة نفسه فيعطى من الزكاة ما يقضي به دينه إن كان دينه في غير معصية Artinya, “(Pihak yang memiliki) utang dan diperuntuk kan untuk kemaslahatan diri sendiri. Orang atau pihak ini (boleh) diberi harta zakat sekadar untuk menutup utangnya jika utang tersebut dipergunakan bukan dalam rangka maksiat.” Pengertian dari kemaslahatan diri sendiri adalah untuk menafkahi kebutuhan pokok hidupnya sendiri sehari-hari. Dengan demikian, jika seseorang Muslim terlilit utang namun dia masih memiliki harta yang lebih dari kebutuhan pokok, seperti misalnya tanah, rumah kedua, properti, serta kendaraan di luar kebutuhan pokok, maka dia tidak disebut sebagai gharim atau tidak termasuk ke dalam golongan gharimin. “Maka, ketika seseorang Muslim yang berutang wafat namun utangnya belum dilunasi dan ahli warisnya juga tergolong orang tidak mampu dan dia memeneuhi kriteria sebagai gharim, maka baitul maal, badan atau lembaga amil zakat “dapat” dan boleh melunasi utang si gharim yang telah wafat ini. Pengertian dapat di sini bukanlah kewajiban karena yang berkewajiban membayar utang adalah almarhum sendiri yang kalau almarhum masih memiliki aset atau harta benda maka dapat digunakan oleh ahli waris untuk membayar atau melunasi utang almarhum,” terang Kiai Kiki kepada 1miliarsantri.net, Kamis (14/09/2023). Menurut Kiai Kiki, kebolehan membayarkan utang almarhum dengan zakat memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, ada yang membolehkan dan ada pula yang tidak membolehkan. Yang membolehkan karena sesuai arah ayat “al-gharim” dengan tanpa menyebut spesifikasi orang hidup atau mati. Seperti yang tertera di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab karya Imam An-Nawawi: ـ (فَرْعٌ) لَوْ مَاتَ رَجُلٌ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ وَلَا تِرْكَةَ لَهُ هَلْ يُقْضَى مِنْ سَهْمِ الْغَارِمِينَ فِيهِ وَجْهَانِ حَكَاهُمَا صَاحِبُ الْبَيَانِ (أَحَدُهُمَا) لَا يَجُوزُ وَهُوَ قَوْلُ الصَّيْمَرِيِّ وَمَذْهَبُ النَّخَعِيِّ وَأَبِي حَنِيفَةَ وَأَحْمَدَ (وَالثَّانِي) يَجُوزُ لِعُمُومِ الْآيَةِ وَلِأَنَّهُ يَصِحُّ التَّبَرُّعُ بِقَضَاءِ دَيْنِهِ كَالْحَيِّ وَلَمْ يُرَجِّحْ وَاحِدًا مِنْ الْوَجْهَيْنِ Artinya: “Jika ada orang meninggal, diamempunyai tanggungan utang sedangkan ia tidak mempunyai aset yang ditinggalkan. Apakah utang boleh dibayarkan dari jatah “gharimin” (orang-orang utang)? Di sini terdapat dua wajah (dua pendapat). Pertama, tidak boleh. Pendapat ini dilontarkan oleh As-Shaimariy, mazhab An-Nakha’iy, Abu Hanifah dan Ahmad. Kedua, boleh-boleh saja sesuai arah ayat “al-gharim” dengan tanpa menyebut spesifikasi orang hidup atau mati.” Kiai Kiki mengatakan dirinya lebih mengikuti pendapat yang membolehkan seperti pendapat Ad-Darimi yang membolehkan mengambil jatah zakat untuk melunasi utang almarhum jika memang tidak ada ahli waris yang membayarkannya. Sementara itu menurut kiai Kiki konsekuensinya bagi almarhum bila utangnya tidak ada yang membayarkan dan atau melunasi utangnya, jika semasa hidupnya dia memang punya niat kuat untuk melunasi utangnya, dia selamat dari hukuman Allah SWT dan Allah SWT sendiri yang melunasi utangnya. Namun sebaliknya, jika semasa hidupnya dia memang tidak mempunyai niat melunasi utangnya atau punya niat untuk merugikan orang yang mengutanginya, Allah SWT membinasakannya atau memberikan hukuman kepadanya karena merupakan perbuatan dosa. Hal ini sesuai hadits dari sahabat Abu Hurairah: مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ Artinya: “Barangsiapa yang mengambil harta-harta manusia (berutang) dengan niatan ingin melunasinya, Allah akan melunaskannya. Dan barangsiapa yang berutang dengan niat ingin merugikannya, Allah akan membinasakannya.” (HR Imam Bukhari). Lebih lanjut Kiai Kiki menjelaskan bahwa sudah menjadi kesepakatan ulama bahwa istilah warisan utang tidak ada dalam fiqih. Apabila almarhum meninggalkan tanggungan utang yang banyak dan dia tidak meninggalkan aset cukup, maka ahli waris tidak otomatis berkewajiban membayar utang-utang almarhum. Sehingga tidak ada konsekuensi apapun bagi ahli waris jika tidak mau membayarkan utang almarhum. “Dan konsekuensinya bagi almarhum, seperti yang dijelaskan di atas, bila utangnya tidak ada yang membayarkan dan atau melunasi utangnya, jika semasa hidupnya dia memang punya niat kuat untuk melunasi utangnya, dia selamat dari hukuman Allah SWT dan Allah SWT sendiri yang melunasi utangnya. Namun sebaliknya, jika semasa hidupnya dia memang tidak mempunyai niat melunasi utangnya atau punya niat untuk merugikan orang yang mengutanginya, Allah SWT membinasakannya atau memberikan hukuman kepadanya karena merupakan perbuatan dosa. Hukumannya adalah jiwa si mayat tertahan di alam barzakh sehingga tidak dapat masuk surga,” katanya. Hal ini Bedasarkan sebuah hadits; َبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ “Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: “Jiwa seorang mukmin itu tertahan oleh sebab uutangnya sampai utang itu dilunasi.” (yus) Baca juga :

Read More

DPR Sepakat dan Menyetujui Syarat Istithaah Bagi Calon Jamaah Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H/ 2023 M menghasilkan sejumlah rekomendasi, salah satunya menetapkan syarat istithaah kesehatan sebelum membayar biaya pelunasan haji. Nantinya, hasil rakernas evaluasi haji 2023 ini juga bertujuan menjadi peraturan menteri atau peraturan pemerintah (PP) agar menjadi regulasi yang kuat. Menanggapi keputusan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengaku sepakat dan mendukung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Karena menurutnya, ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan fisik sehat dan stamina yang baik. “Sebetulnya, konsep istithaah ini bukan hanya aspek kemampuan jamaah untuk berangkat haji karena finansial semata, namun juga harus dipertimbangkan aspek kesehatan. Haji itu kan ibadah fisik yang membutuhkan stamina dan energi yang prima,” terang pria yang akrab disapa Ace ini kepada media, Kamis (14/09/2023). Ace menambahkan, aspek kesehatan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam kriteria istitha’ah itu. Supaya ibadah haji di tanah sucinya tidak mengalami kendala kesehatan. “Saya mendorong Kementerian Agama untuk mengimplementasikan konsep istitha’ah ini dengan mengedepankan juga aspek kesehatan jamaah,” imbuhnya. Melakukan screening kesehatan sebelum pelunasan setoran haji bisa dilakukan. Sehingga jika jamaah tidak memenuhi syarat kesehatan, tidak perlu melanjutkan pembayaran pelunasan. “Isthita’ah kesehatan ini bukan semata-mata bertujuan menurunkan tingkatan kematian jamaah haji. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar kita agar jamaah bisa menunaikan ibadah haji dengan khusyu dalam beribadah,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

World Halal Food Festival Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan Pecinta Kuliner Dunia

London — 1miliarsantri.net : Perkembangan masyarakat muslim di Inggris terus mengalami peningkatan. Bukan hanya dari sektor rumah ibadah saja, tapi sudah merambah ke sektor kuliner. Tepatnya 23-24 September 2023 nanti, World Halal Food Festival kembali digelar di Stadion London, Queen Elizabeth Olympic Park, Inggris. Festival tersebut kini memasuki tahun kedelapan, dimana perayaan kuliner halal yang luar biasa ini menjanjikan kemeriahan yang luar biasa bagi para penggemar makanan dari seluruh dunia. Sebelumnya dikenal sebagai London Halal Food Festival, acara tahunan ini terus berkembang dalam skala dan popularitas. Dalam perhelatan acara akhir pekan ini nantinya direncanakan menyambut ribuan penggemar makanan halal, menawarkan berbagai hidangan halal internasional yang menggugah selera dan kesempatan untuk menikmati pengalaman berbelanja yang menyenangkan sepanjang akhir pekan. Diselenggarakan dan dikelola oleh Algebra Festivals, tim di balik beberapa acara konsumen Muslim yang paling penting di dunia, termasuk London Muslim Shopping Festival dan London Eid Festival, acara ini memiliki rekam jejak yang telah terbukti dalam menarik ribuan pengunjung yang beragam dan antusias. World Halal Food Festival dengan bangga memiliki Kepolisian Metropolitan London sebagai mitra komunitas mereka, dengan Western Union dan Asosiasi Perdagangan Islam Inggris sebagai mitra bersama, serta Tariq Halal Meats sebagai sponsor utama mereka. Waleed Jahangir, Managing Director, Algebra Festivals, mengungkapkan kegembiraannya, dengan menyatakan: “Festival Makanan Halal Dunia adalah kesempatan bagi anggota dari semua komunitas untuk datang dan merasakan cita rasa dunia dalam satu atap bersama keluarga dan teman-teman.” Sementara itu, Graham Gilmore, CEO, London Stadium, menyambut baik kembalinya festival ini ke tempat yang ikonik ini, dengan mengatakan: “Tempat kami sangat cocok untuk acara ini, yang menyatukan makanan, musik, dan budaya komunitas Muslim untuk dinikmati oleh semua orang di jantung kota London Timur.” Pencinta kuliner dapat menyaksikan demonstrasi memasak langsung oleh koki selebriti terkenal di dunia di Tariq Halal Cookery Theatre, pertunjukan menawan dari para seniman berbakat di panggung utama, serta kompetisi Halal Eat-Off yang penuh semangat dan sering kali kocak. Penawaran festival yang diperluas meliputi Zona Anak, Zona Pencuci Mulut, VIP Lounge, dan masih banyak lagi, memastikan festival ini menjadi acara yang tak terlupakan bagi keluarga. Dipandu oleh selebriti “Cooking With the Stars”, Shelina Permalloo, festival ini akan menampilkan demonstrasi memasak secara langsung oleh para bintang kuliner seperti Ali Rehman, blogger makanan internasional ternama, dan Omar Foster, runner-up kompetisi MasterChef tahun ini. Menambah keseruan, produser musik pemenang penghargaan Naughty Boy akan memperkenalkan “Naughty Boy Kitchen” miliknya yang terkenal ke World Halal Food Festival untuk pertama kalinya. Inklusivitas festival ini terlihat jelas karena festival ini menyambut semua orang, baik yang hanya makan makanan halal atau yang hanya ingin menikmati hidangan yang luar biasa. (may/AP) Baca juga :

Read More

Prof Joel Hayward, Sejarawan Militer yang Temukan Islam dalam Sejarah Perang

Birmingham — 1miliarsantri.net : Di dunia yang penuh dengan beragam suara dan individu-individu yang luar biasa, Profesor Joel Hayward menjadi bukti kekuatan pengetahuan bisa mengantarkan seseorang pada Islam. Perjalanannya dari seorang sejarawan militer menjadi otoritas tokoh yang dihormati tidak hanya menarik, tetapi juga sangat menginspirasi. Profesor Joel Hayward telah dimasukkan dalam The Muslim 500 edisi 2023, sebuah publikasi bergengsi yang menampilkan 500 Muslim paling berpengaruh di dunia. Berita itu mungkin mengejutkan, tetapi itu merupakan pengakuan yang layak atas kontribusinya yang luar biasa. Sebagai seorang keturunan Inggris-Selandia Baru, Profesor Hayward adalah seorang sejarawan perang dan strategi militer yang terkemuka, sebuah bidang yang dia minati karena latar belakang militer ayahnya. Dia melihat peperangan sebagai wadah di mana karakter manusia diuji di bawah kondisi yang paling ekstrem, mengungkapkan kualitas seperti pengorbanan diri, persaudaraan, dan keberanian. Setelah menyelesaikan gelar doktornya di University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru, dengan fokus pada operasi Luftwaffe selama Perang Dunia II, Profesor Hayward melanjutkan perjalanan akademisnya di Inggris. Dia mengajar secara ekstensif, termasuk di akademi militer, dan menulis buku-buku tentang sejarah militer. Namun, lintasan karirnya berubah secara tak terduga setelah serangan 9/11 ketika seorang perwira militer senior menyatakan kepadanya bahwa ada militerisme yang melekat dalam Islam. Pernyataan ini memicu ketertarikannya pada Islam, yang kemudian membawanya pada perjalanan pencarian jati diri. Mengutip Islam Channel, untuk memperdalam pemahamannya, Profesor Hayward mengambil kelas malam bahasa Arab, sehingga dia dapat membaca Al-Quran. Hampir dua dekade yang lalu, dia memeluk Islam. Transformasi ini tidak hanya mengubah kehidupan pribadinya, tetapi juga menjadi awal dari kontribusinya yang luar biasa dalam sejarah Islam. Pada awal 2010, Profesor Hayward pindah ke Uni Emirat Arab, dia menjadi anggota fakultas di berbagai institusi akademis, termasuk Rabdan Academy. Di sana, dia mengajar generasi muda Emirat yang ingin belajar. Latar belakangnya yang unik, memadukan metodologi sejarah Barat yang kritis terhadap sumber-sumber sejarah dengan keahliannya dalam bidang Islam, memungkinkannya untuk menawarkan perspektif yang tidak dimiliki oleh sejarawan lain. Buku-bukunya tentang sejarah Islam, termasuk buku pemenang penghargaan “Kepemimpinan Muhammad: Sebuah Rekonstruksi Sejarah,” telah membuatnya diakui sebagai otoritas terkemuka di bidangnya. Salah satu karya terbarunya, “The Warrior Prophet: Muhammad dan Perang,” mencerminkan penelitian yang cermat selama bertahun-tahun dan pemahaman yang mendalam tentang sejarah Islam. Saat ini, dia mengalihkan perhatiannya pada diplomasi Nabi, mengungkap wawasan tentang bagaimana pemahaman Nabi Muhammad (SAW) tentang motivasi dan keinginan manusia yang memungkinkannya untuk menavigasi tantangan diplomatik yang kompleks. Perjalanan Profesor Hayward ke dalam Islam juga telah mengungkapkan rasa kekeluargaan yang mendalam dengan sesama Muslim, melampaui latar belakang dan status sosial ekonomi. Dalam kata-katanya: “Itulah yang menarik dari Islam – Islam melampaui ras, melampaui etnisitas, Islam mengikat kita semua tanpa memandang latar belakang dan juga tanpa memandang status sosial ekonomi.” Tinggal di UEA, sebuah negara yang dengan anggun merangkul modernitas sekaligus melestarikan warisan Islam, Profesor Hayward menganggapnya sebagai rumah. Pengalamannya selama satu dekade di UEA telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, dan dia mengungkapkan rasa sayangnya yang mendalam terhadap negara ini. Di era yang ditandai dengan perpecahan dan kesalahpahaman, kisah Profesor Joel Hayward mengingatkan masyarakat akan kekuatan transformatif pendidikan, empati, dan pengejaran pengetahuan yang tiada henti. Kontribusinya dalam bidang sejarah dan diplomasi Islam berfungsi sebagai jembatan antar budaya, menumbuhkan rasa saling menghormati dan memahami di dunia yang semakin saling terhubung. Profesor Joel Hayward akan tampil di atas panggung pada Konferensi Kehidupan Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 30 September 2023 di ICC di Birmingham. Acara ini bekerja sama dengan ILM UK. (syu/AP) Baca juga :

Read More

MUI Secara Tegas Menolak Usulan Legalisasi dan Penarikan Pajak Judi Online

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menanggapi usulan penarikan pajak dari praktik perjudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak berbagai macam usulan terkait segala bentuk perjudian dikarenakan judi dalam bentuk apapun secara tegas dilarang di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua MUI KH M Cholil Nafis, usulan penarikan pajak dari judi online, menurutnya tidak masuk akal. Usulan tersebut secara tidak langsung akan membuka peluang generasi muda melakukan perjudian. Dia mempertanyakan cara berpikir bagaimana usulan ini muncul. Karena, kata dia, tidak mungkin memajaki hal (judi) yang keberadannya dilarang. “Kalau mau ditarikin pajaknya, kira-kira pajaknya apa yang mau ditarikan orang kalau judinya dilarang. Kan seharusnya ketika dilarang maka tidak ada perjudian. Maka ide memajak judi sebenarnya logikanya tidak nyambung,” ujar Kiai Cholil, Rabu (13/09/2023). Dia menegaskan, praktik judi tidak dapat dibenarkan, baik oleh ketentuan syariat maupun dalam perundang-undangan. Di samping itu, terdapat kerugian besar yang akan diterima dari praktik perjudian. “Saya pikir usulan pajak judi ini justru akan membuka ruang bagi anak-anak kita dan bangsa kita untuk berjudi. Usulan pajak judi berarti kan kita menyetujui anak-anak kita melintas untuk berjudi,” imbuhnya. Selebihnya, perjudian juga emngakibatkan suatu generasi bangsa tidak produktif dan profosional. Padahal, kata Kiai Cholil, bangsa Indonsia menjalankan visioning Indonesia emas pada 2045. “SDM kita diciptakan secara profesional tidak mungkin melalui perjudian, karena orang judi pasti malas kerja. Maka untuk itu, kami menolak usulan pelegalan judi atau usulan pajak judi,” tegas dia. Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI pekan lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Ari Setiadi sempat menyebut potensi kerugian Indonesia gara-gara judi online. Ini karena hanya Indonesia di negara ASEAN yang tidak melegalkan judi. Budi pun menyinggung usulan penerapan pajak judi online. “Kita satu-satunya negara di ASEAN yang abu-abu, sedangkan judi online lintas batas. Kalau kita begini terus, yang ada kita rugi menurut saya. Karena saya berdiskusi dengan banyak pihak, ada yang bilang, ya sudah dipajakin saja, misalnya. Dibuat terang, dipajakin,” kata Menkominfo. Namun belakangan, Budi meralat pernyataannya. Dia menegaskan pemerintah belum akan menerapkan pajak untuk judi online. Hal ini disampaikan Budi Ari saat ditanya wartawan perihal pernyataannya baru-baru ini yang membuka peluang memungut pajak dari ojek online. “Eggaklah, itu masih (wacana), tunggu ajalah, yang penting tugas kita diperintah untuk memberantas judi online,” ujar Budi Ari seusai ditemui di acara Rebranding Aplikasi e-Penyiaran Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran di Grand Ballroom Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (12/09/2023). Budi menegaskan, fokus Kementerian Kominfo saat ini adalah memberantas judi online yang merajalela di Indonesia. Dia juga menegaskan, sampai saat itu judi adalah tindakan ilegal di Indonesia. Budi menegaskan demikian karena jika wacana pajak direalisasikan artinya juga melegalisasi judi online. (wink) Baca juga :

Read More

Meninggalkan Sholat, Akan Menjadi Penghalang Terkabulkan nya Doa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap Muslim memiliki kewajiban terhadap Allah SWT. Salah satu kewajiban yang dilakukan adalah mengerjakan hal-hal yang diperintahkan dan menjauhi larangan-Nya. Tapi bagaimana jika seorang Muslim sangat rajin berdoa tapi hampir-hampir tak pernah sholat? Najmi bin Umar Bakkar dalam buku 50 Sebab Doa tidak Terkabul menjelaskan, meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT akan menjadi penghalang terkabulnya doa.  Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 186:  وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ  الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا  لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” Laits berkata bahwa Nabi Musa AS melihat seseorang yang menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Kemudian Nabi Musa berkata, “Rabbku, hamba-Mu berdoa kepada-Mu agar Engkau merahmatinya dan Engkau Zat Yang Paling Penyayang, lalu apa yang akan Engkau perbuat untuk memenuhi kebutuhan hamba itu?” Allah kemudian berfirman, ‘Wahai Musa, jika seandainya hamba tersebut menengadahkan kedua tangannya hingga selesai maka aku tidak akan melihat kebutuhannya hingga ia memperhatikan hak-Ku.” Seorang Muslim seharusnya merasa malu apabila ia terus-menerus berdoa kepada Allah SWT dan meminta kebaikan, tapi di sisi lain ia secara sadar telah meninggalkan kewajiban sholat.  Meninggalkan sholat fardhu merupakan dosa. Aun bin Abdullah bertanya kepada Abu Ishaq, “Apa yang kini tersisa pada dirimu, wahai Abu Ishaq?”  Dia pun menjawab, “Kini aku tinggal membaca Alquran dalam satu rakaat.” Aun pun berkata, “Yang tersisa pada dirimu saat ini adalah kebaikanmu, sementara keburukanmu lenyap.”  Maka dianjurkan bagi umat Islam untuk senantiasa tidak menyepelekan kewajibannya terhadap Allah SWT dan senantiasa meniru orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. (yan) Baca juga :

Read More

Mengapa Bangsa Romawi Sering Diabadikan dalam Alquran

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT menyebutkan Bangsa Romawi dalam Alquran surat ar-Rum ayat 2-4. Penyebutan ini tentu mempunyai sejulah rahasia.  غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ “Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.” (QS Ar-Rum [30]: 2-4)   Ayat di atas, sebenarnya mengungkapkan tentang kekalahan bangsa Romawi atas Persia. Ketika itu, peperangan antara kedua bangsa itu terjadi di masa Rasulullah SAW, yakni sekitar tahun ke-8 Hijriyah.  Seperti diungkapkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Bangsa Persia dipimpin oleh Raja Sabur, dan Romawi dipimpin Heraclius. Saat peperangan berlangsung, Sabur berhasil mendesak Heraclius hingga membuatnya berlindung ke Konstantinopel. Mendengar kekalahan bangsa Romawi, kaum Muslim bersedih, sebaliknya bangsa Persia bergembira. Sebab, bangsa Romawi memeluk agama Nasrani dan dikenal sebagai kelompok Ahlul Kitab, sedangkan Persia beragama Majusi, menyembah api dan berhala-berhala.  Maka, selama masa perlindungan itu, Romawi menyusun kekuatan untuk kembali melawan Persia. Hasilnya, tak berselang lama sejak kekalahan tersebut, kurang lebih 7-8 tahun (Bidh’i sinin), Romawi akhirnya mampu mengalahkan Persia, di negeri terdekat (Adna al-Ardhi), yakni di dekat Laut Mati.  Penyebutan nama Romawi ini tentu memiliki makna tersendiri. Berikut ini beberapa fakta terkait dengan alasan mengapa Romawi disebutkan dalam Alquran. 1. Bangsa ini dikenal memiliki peradaban yang sangat tinggi. Dan, bukan hanya itu, salah satu surah dalam Alquran juga dinamakan dengan surah Ar-Rum [30]. Ini menunjukkan bahwa bangsa ini memang dikenal hebat dan terkenal sejak dahulu kala. 2. Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat. Bangsa Romawi terletak di Semenanjung Apenina, yakni Italia sekarang ini. Pada bagian sebelah Utara semenanjung Apenina bersambung dengan daratan Eropa yang terdapat pegunungan Alpen sebagi batas alam yang memanjang. Di sebelah Utara memisahkan Italia dengan Swiss dan Austria. Sedangkan di sebelah Barat Laut memisahkan Italia dengan Prancis dan sebelah Timur Laut dengan Yugoslavia. 3. Entah siapa yang pertama kali menjadikan Kota Roma sebagai pusat pemerintahan Romawi. Sebuah legenda menyebut bahwa Kota Roma didirikan oleh dua orang bersaudara yang merupakan keturunan Aenas dari Yunani.  Kedua orang itu bernama Remus dan Romulus. Ada yang menyebutkan, keduanya mendirikan kota tersebut sekitar tahun 750 Sebelum Masehi. Remus dan Romulus adalah putra dari Rhea Silvam keturunan Aenas, seorang pahlawan Troya yang melahirkan diri sewaktu Troya dikalahkan oleh Yunani. 4. Bangsa Romawi sudah ada sejak abad ke-9 Sebelum Masehi (SM). Bangsa Romawi mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar Laut Tengah. Konon, kekuasan Romawi dulu, bertahan hingga 1000 tahun atau 10 abad. Yakni, 500 tahun sebelum kelahiran Isa Al-Masih dan 500 tahun sesudahnya. Namun, ada pula yang menyebutkan selama 12 abad. Sebagaimana disebutkan Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam Athlas Tarikh al-Anbiya wa ar-Rusul, negara ini dinamakan dengan Romawi karena dikaitkan dengan ibu kota dan tempat titik tolak peradabannya di Kota Roma, Italia. Pada abad keenam sebelum masehi, Roma mengadakan ekspansi hingga menguasai keseluruhan Italia. Masa ini disebut dengan masa Romawi Kuno. Kemudian, wilayahnya meluas hingga negeri-negeri Yunani, semenanjung Balkan, Asia Kecil, Syam, dan Mesir sampai Carthage di Tunisia. Namun, karena beberapa faktor, akhirnya kekuasaannya menyusut dan terpecah menjadi dua. Bagian barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, menjadi kerajan merdeka. Sedangkan kekaisaran Romawi timur diatur dari Konstantinopel. 5. Peradaban Romawi sering kali disandingkan dengan peradaban Yunani Kuno, Mesir Kuno, Persia, dan lainnya. Hal ini dikarenakan bukti-bukti peradabannya dalam bidang bangunan memiliki corak yang hampir sama. Dan memang, peradaban Romawi mengadopsi dan meniru bentuk-bentuk peradaban Yunani. Mereka membangun teater, mausoleum, arena pertunjukan, jembatan, taman-taman, hingga tempat tinggal. Mereka juga sangat mahir dalam seni ukiran patung dan gambar. Selain itu, sastra komedi juga berkembang dengan pesat dalam peradabannya. Namun demikian, peradaban Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar di dunia sekarang ini. (yat) Baca juga :

Read More

Pemerintah Menetapkan Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang tahun 2024. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 855 Tahun 2023, Nomor 3 Tahun 2023, Nomor 4 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy setelah memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas Penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2024. Rapat yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta ini dihadiri Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. “Untuk tahun 2024, pemerintah memutuskan libur nasional dan cuti bersama berjumlah 27 hari. Di mana, libur nasional sebanyak 17 hari dan cuti bersama sebanyak 10 hari,” ujar Menko PMK saat memberikan keterangan ke awak media, Selasa (12/09/2023). Penandatangan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2024 dilakukan oleh Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Agama yang diwakili oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki dengan disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi, Sekretaris KemenpanRB Rini Widyantini, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito. Menko PMK menjelaskan, penetapan jumlah Hari Libur Nasional dan Libur Cuti Bersama Tahun 2024 merujuk pada Keppres No. 251 Tahun 1967 Tentang Hari-hari Libur sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keppres No. 3 Tahun 1983 Tentang Perubahan atas Keppres No. 251 Tahun 1967. “Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2024 dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta yang lain agar bisa merancang aktivitasnya,” kata Muhadjir.Penetapan ini, juga menjadi rujukan bagi Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja selama tahun 2024. Menko PMK menyampaikan, selanjutnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan menyusun Rancangan Keputusan Presiden tentang Cuti Bersama Pegawai ASN Tahun 2024 dan menyiapkan peraturan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). “Dan untuk aturan terkait pelaksanaan libur dan cuti bersama pada sektor swasta akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Ketenagakerjaan,” terang. Dalam rapat koordinasi juga dibahas pengajuan perubahan nomenklatur hari libur nasional usulan dari Kementerian Agama yang berdasarkan usulan umat Kristen dan Katolik, yaitu: Wafat Isa Almasih menjadi Wafat Yesus Kristus, Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Raya Natal menjadi Kelahiran Yesus Kristus. “Untuk itu Kementerian Agama akan menyusun usulan Keppres (Keputusan Presiden) atas perubahan nomenklatur dimaksud,” tutup Menko PMK. Berikut daftar hari libur nasional tahun 2024 yang terdiri dari 17 hari, yaitu: – 1 Januari: Tahun Baru 2024 Masehi – 8 Februari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW – 10 Februari: Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili – 11 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 – 29 Maret: Wafat Isa Almasih – 31 Maret: Hari Paskah – 10-11 April: Hari Raya Idul Fitri 1445H – 1 Mei: Hari Buruh Internasional – 9 Mei: Kenaikan Isa Almasih- 23 Mei: Hari Raya Waisak 2568 BE – 1 Juni: Hari Lahir Pancasila – 17 Juni: Hari Raya Idul Adha 1445H – 7 Juli: Tahun Baru Islam 1446H – 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI – 16 September: Maulid Nabi Muhammad SAW – 25 Desember: Hari Raya Natal Sementara cuti bersama tahun 2024 sebanyak 10 hari, yaitu: – 9 Februari: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek – 12 Maret: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 – 8, 9, 12, 15 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1445H – 10 Mei: Cuti Bersama Kenaikan Isa Al Masih – 24 Mei: Cuti Bersama Hari Raya Waisak – 18 Juni: Cuti Bersama Idul Adha 1445H – 26 Desember: Cuti Bersama Hari Raya Natal. (wink)

Read More

Buya Yahya : Kesadaran Wali atau Orang Tua Santri Dalam Membantu Pengembangan Pesantren dirasa Sangat Kurang

Cirebon — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bahjah Cirebon, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menguraikan, pondok pesantren merupakan satu institusi pendidikan Islam yang telah lama berjasa dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai agama, pendidikan, dan budaya di Indonesia. Pesantren memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Akan tetapi, masih banyak pembangunan pondok pesantren yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Terlebih lagi, ketika mendengar cerita tentang wali santri yang tidak aktif dalam pembangunan pondok pesantren. Buya Yahya mengingatkan, sangat penting ikut serta dalam pembangunan pesantren. Dia menyontohkan wali santri yang mendengar berita tentang upaya pembangunan pesantren tempat anaknya menimba ilmu. “Namun, ketika diajak untuk turut serta dalam proses pembangunan, beberapa di antara kita mungkin merasa ragu atau bahkan menolak,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya yang disiarkan Al Bahjah TV, dikutip Selasa (12/09/2023). Menurut Buya Yahya, ada beberapa alasan orang enggan andil dalam pembangunan pondok pesantren. Biasanya mereka berfikir sudah membayar uang sekolah dan lain sebagainya. Dia menegaskan, hal itu merupakan pandangan yang tidak sepenuhnya tepat. “Sebagai umat Islam, kita seharusnya memiliki semangat kerja sama dalam membangun tempat-tempat pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai agama dan pendidikan yang baik,” tutur Buya Yahya. Padahal ada orang yang rela menggelontorkan dana sampai ratusan juta untuk pembangunan pondok pesantren, padahal anaknya tidak berada di pondok pesantren tersebut. Ini mengingatkan bahwa hidup tak sekadar kewajiban pribadi saja, tapi juga tentang kontribusu secara lebih luas untuk masyarakat dan agama. Buya Yahya mengingatkan, setiap orang memiliki peran dalam masyarakat dan agama. Setiap tindakan kecil yang dilakukan untuk membantu pembangunan pondok pesantren atau proyek yang serupa merupakan bagian dari amal baik. “Selama kita memiliki kemampuan untuk berbuat baik, kita seharusnya melakukannya. Kita sebagai umat Islam perlu membentuk sikap kerja sama, sukarela, dan solidaritas dalam membantu pembangunan pondok pesantren,” lanjutnya. Dengan begitu, para orang tua bisa memastikan para generasi muda akan mendapatkan pendidikan yang baik dan terarah sesuai dengan nilai-nilai agama. Dari situ pula para orang tua dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis. “Jadi, mari kita ambil bagian dalam pembangunan pondok pesantren dan proyek-proyek sejenisnya. Dengan begitu, kita dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan agama di negeri ini dan menjaga warisan budaya Islam yang berharga. Sebagai umat Islam, hendaklah kita selalu siap dan bersedia untuk berbagi dan membantu sesama,” tutup Buya Yahya. (rya)

Read More