Tujuh Rekomendasi Mitigasi Risiko Haji Khusus Yang Dihasilkan Kemenag

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji khusus 1445 H/2024 M. Kegiatan bertajuk Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus itu dilaksanakan di Depok, Jawa Barat. Dalam materinya, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin menyampaikan perlunya persiapan ibadah haji khusus lebih awal. Menurut dia, mitigasi ini dipersiapkan karena akan ada kebijakan baru yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini. “Saat ini ada banyak kebijakan baru dari Arab Saudi yang harus diketahui. Pemerintah dan PIHK harus segera merespons, menyiapkan diri agar dalam pelaksanaan haji tahun 1445H dapat berjalan dengan lancar,” terang Nur Arifin dalam keterangan yang diterima 1miliarsantri.net, Jumat (06/10/2023) Nur Arifin menegaskan, kegiatan mitigasi risiko penyelenggaraan ibadah haji khusus penting dilaksanakan. Kepada para pimpinan asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), diharap dapat memberikan masukan sebagai bagian dari identifikasi masalah haji khusus. “Potensi masalah yang akan muncul segera kita petakan, agar dapat dipersiapkan alternatif solusinya. Sehingga, mitigasi risiko menjadi bagian penting dari penyelenggaraan ibadah haji khusus,” lanjutnya. Kegiatan tersebut diikuti 11 pimpinan asosiasi PIHK, perwakilan PIHK, kementerian lain terkait, serta peserta internal Kementerian Agama (Kemenag). Adapun narasumber berasal dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang disampaikan oleh Staf Teknis Haji, Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, serta Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus. Kegiatan diskusi kelompok terarah ini lantas menghasilkan tujuh rekomendasi pokok, yaitu: Surat tersebut lantas dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Kementerian Agama, Asosiasi PIHK, KUH Jeddah dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Baca juga :

Read More

Kemenag Imbau Masyarakat Tidak Melaksanakan Umrah Backpacker

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menghimbau kepada masyarakat agar tidak melaksanakan umrah secara mandiri atau umrah backpacker. Pasalnya, umrah backpacker adalah kegiatan nonprosedural yang dibuat oleh pihak yang diduga tidak bertanggung jawab. Kegiatan tersebut berisiko karena tidak di bawah pantauan pemerintah. Mereka yang mengadakan umrah backpacker tidak memiliki izin dari Kemenag sehingga minim keamanannya. “Oleh karena itu kami juga mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan perundang-undangan. Karena peraturan perundang-undangan bersifat memaksa siapa pun baik dia tahu atau tidak tahu, sudah membaca atau tidak membaca. Begitu undang-undang sudah disahkan, maka mengikat semua warga, semua masyarakat,” terang Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin kepada 1miliarsantri.net, Jumat (06/10/2023). Arifin menambahkan, imbauan ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada warga negaranya. Karena, perjalanan umrah bukanlah perjalanan yang ringan, melainkan sebuah perjalanan ke negara yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeda. “Kalau ada kasus misalnya permasalahan kesehatan, permasalahan hukum, permasalahan keamanan, siapa yang bertanggung jawab? Nah DPR juga pemerintah telah merumuskan undang-undang,” lanjutnya. Arifin menegaskan, dalam undang-undang tersebut orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri harus ada jaminan. Jaminan layanan ibadah, jaminan layanan transportasi, jaminan layanan keamanan, hukum dan sebagainya, dan itu akhirnya ditetapkan melalui PPIU. “Jadi kalau melalui travel PPIU maka pemerintah mudah menuntut kalau ada permasalahan di masyarakat. Yang di mana, di sana ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan sebagainya. Hingga jelas jaminannya. Tetapi kalau umrah mandiri atau umrah backpacker tidak ada jaminan. Nanti kalau ada masalah siapa yang menjamin? Negara punya kewajiban untuk melindungi masyarakatnya. Seluruh rakyat yang keluar negeri dalam tanggung jawab negara,” katanya. Arifin menjelaskan, Kemenag yang merupakan bagian dari unsur pemerintah memiliki tugas dan fungsi untuk menegakkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan umrah. Hal itu dapat dilihat pada UU No. 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Antara lain dinyatakan bahwa di pasal 122 bahwa seseorang atau kelompok orang yang menyelenggarakan umrah tapi tidak berizin PPIU maka diancam denda Rp 6 miliar atau hukuman penjara 6 tahun,” ungkap Arifin. Di sini ditegaskan memang umrah harus melalui PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Maka dari itu Kemenag memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengikuti perundang-undangan. Sesuai dengan tugas nya, antara lain diatur dalam peraturan Kementerian Agama no.5 tahun 2021 tentang standar kegiatan usaha PPIU PIHK disebutkan bahwa tugas Kemenag adalah memberikan bimbingan, perlindungan, pengawasan kepada travel-travel yang berizin menjadi PPIU. “Ketika ada travel yang tidak berizin, maka kami limpahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan tindakan,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Sertifikasi Halal Melalui Gamifikasi

Surabaya – 1miliarsantri.net : Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan aplikasi Sistem Informasi Pembantu Sertifikasi Halal (SIPHalal), untuk meningkatkan kinerja fasilitator halal melalui implementasi fitur gamifikasi yang inovatif. Hal ini karena Indonesia dihadapkan pada tuntutan yang mendesak untuk mengakselerasi transformasi pelayanan jaminan produk halal. Pertumbuhan industri yang melesat mencapai angka 20% setiap tahunnya dan tekad Indonesia untuk memiliki 10 juta produk berlabel halal pada tahun 2024 mendatang juga menjadi pendorong utama. Tim Fafife, yang terdiri dari tiga mahasiswa ITS ini telah mengembangkan perangkat lunak SIPHalal dari aplikasi SIHalal yang sebelumnya dikembangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kemudian, pengembangan ini diinisiasi dengan sistem yang lebih interaktif lewat bantuan integrasi octalysis. Ketua tim Fafife ITS Muhammad Afif Dwi Ardhiansyah menjelaskan, kerangka ini disusun dengan tujuan untuk memotivasi fasilitator sertifikasi untuk lebih aktif dalam proses pendampingan melalui game yang menyenangkan. Dalam upaya meningkatkan kualitas sertifikasi, langkah ini juga ditargetkan akan memberikan dorongan yang positif bagi para pelaku halal dalam menjalankan tugas mereka dengan semangat dan kreativitas. Penggunaan kerangka kerja octalysis ini diharapkan bisa mempengaruhi perilaku pengguna saat menggunakan aplikasi lewat elemen yang telah diintegrasikan. Seperti, pic meaning and calling, development and accomplishment, empowerment of creativity and feedback, ownership and possession, influence and relatedness, dan unpredictability and curiosity. Pria yang akrab disapa Afif ini menyoroti pentingnya unsur unpredictability and curiosity dalam fitur sedekah ajuan sertifikasi yang memungkinkan fasilitator untuk memilih sesama fasilitator untuk membantu proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Selain itu, SIPHalal juga menyimpan riwayat permintaan sertifikasi halal di dashboard untuk memudahkan fasilitator dalam melacak status permintaan yang diajukan oleh para pelaku usaha. Beralih ke unsur development and accomplishment kerangka kerja octalysis, SIPHalal menerapkan sejumlah fitur menarik yang melibatkan pengguna dengan sistem poin, experience point (XP), dan ornamen yang diberikan sebagai penghargaan atas aktivitas yang mereka lakukan dalam aplikasi SIPHalal. “Ini bertujuan untuk meningkatkan semangat fasilitator dalam menyelesaikan pengajuan sertifikasi,” tambah Afif. Tak hanya berisikan game percepatan halal, aplikasi ini juga memiliki fitur surga kuliner yang memungkinkan pengguna dapat bermain game agar pengalaman menggunakan aplikasi tidak monoton. “Ornamen dalam permainan dapat dibeli dengan koin yang diperoleh dari hadiah untuk memenuhi unsur kerja ownership and possession,” tegas Afif. Menariknya lagi, dalam hal arsitektur aplikasi, Afif menyebutkan bahwa SIPHalal menggunakan berbagai teknologi, termasuk Next.JS untuk frontend, NestJS untuk backend, dan teknologi lainnya yang mendukung pembuatan aplikasi SIPHalal. Selain itu, aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan database Pusat Kajian Halal (PKH) ITS. Lewat seluruh pengembangan aplikasi gamifikasi ini, inovasi gamifikasi dalam SIPHalal diharapkan dapat memberikan manfaat berupa peningkatan motivasi fasilitator, kualitas sertifikasi yang lebih baik, penggugah kreativitas pengguna. Dengan target utama, layanan jaminan produk halal di Indonesia juga selaras untuk meningkatkan kualitas produk halal. Aplikasi yang dikembangkan bersama dua temannya, Mohammad Fadhil Rasyidin Parinduri, dan Kurnia Cahya Febryanto ini berhasil meraih Juara 2 pada ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) XVI. Afif dan tim bertekad untuk terus melakukan pengembangan gamifikasi lebih lanjut berupa tycoon. (hp)

Read More

Quraish Shihab : Kemajuan Iptek Bisa Membawa Dampak Baik dan Buruk Untuk Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, bak pisau bermata dua, kemajuan tersebut juga memiliki potensi untuk menciptakan kenyamanan sekaligus bencana. “Dewasa ini, tidak jarang terasa bawa kemajuan ilmu pengetahuan kendati melahirkan kenyamanan dan kemudahan bagi manusia saat yang sama tidak jarang mengakibatkan bencana bagi manusia dan lingkungannya,” ungkap cendekiawan muslim Indonesia Prof Muhammad Quraish Shihab kepada 1miliarsantri.net, Kamis (05/10/2023). Ia menganalogikan, manusia serupa dengan kupu-kupu yang bisa terbakar atau dalam konteks ini adalah hancur akibat kemahirannya. “Manusia dewasa ini hampir-hampir mirip dengan kupu-kupu yang terbakar karena kepandaiannya terbang,” tutur Anggota MHM tersebut. Problematika tersebut menurutnya sebab manusia yang tidak memfungsikan hati dan melupakan nurani. Ketamakan manusia telah merebut apa yang bukan haknya sehingga memicu sikap boros yang berpotensi merugikan sesama manusia maupun lingkungan. “Ilmu yang kita kembangkan tidak jarang bukan saja tidak bermanfaat tapi justru merusak. Kita pun sampai hati tidak memfungsikan hati dan melupakan nurani. Di samping itu, ketamakan merebut apa yang bukan hak kita atau bersikap boros sehingga menganiaya pihak lain baik sesama kita maupun lingkungan,” bebernya. Mengamini hal yang sama, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa dunia sekarang penuh keprihatinan, tentunya karena dunia berarti seluruh umat manusia. Karena seluruh umat manusia artinya seluruh agama, penganut agama mengalami keprihatinan. Krisis lingkungan tersebut, kata ia, juga sangat berdampak kepada sektor ekonomi. Itu mengapa menjadi penting mengajak seluruh pihak untuk melakukan upaya konkret dalam penanganan perubahan iklim. Ditambahkan, biasanya banjir hanya di negara tropis, tapi sekarang di Amerika, Eropa banjir di mana-mana. Biasanya kebakaran hutan hanya terjadi di negara-negara khatulistiwa seperti Indonesia dan sebagainya, sekarang Eropa, Kanada juga kebakaran hutan. “Yang penting adalah bagaimana menjalankan apa yang kita sepakati bersama baik di banyak pertemuan dunia ini, di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sebagainya. Karena itulah tahap sekarang adalah tahap pelaksanaan,” tutupnya. (yan) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Perbaiki Layanan Perjalanan Jamaah Lewat Laut Merah

Riyadh — 1miliarsantri.net : Red Sea Global (RSG) merayakan penerbangan perdananya ke Bandara Internasional Laut Merah (RSI) yang baru diresmikan. Penerbangan maskapai SAUDIA, yang berangkat dari Bandara Internasional Raja Khalid (RUH) di Riyadh, menandai dimulainya layanan dua kali sepekan. Layanan penerbangan ini menghubungkan dua kota ramai di Arab Saudi dalam waktu kurang dari dua jam. Dilansir Saudi Gazette, Kamis (05/20/2023), dengan keberhasilan penerbangan perdana tersebut mendarat di landasan pacu RSI, Laut Merah bakal menjadi tempat untuk menikmati suasana kultural Saudi. “Kami berjanji menjadikan Laut Merah sebagai tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia dapat menikmati budaya terbaik Saudi, keramahtamahan, dan alam. Kini, dengan penerbangan pertama yang mendarat di Bandara Internasional Laut Merah, dan resor pertama kami yang menerima pemesanan, posisi Arab Saudi di peta pariwisata global sudah aman,” kata CEO Grup Red Sea Global John Pagano. Selain itu, layanan kedua akan lepas landas dari Bandara Internasional Raja Khalid setiap hari Sabtu pukul 12.50, dengan penerbangan pulang dari RSI pada pukul 15.35. Terletak dalam radius penerbangan delapan jam dari 85 persen populasi dunia, RSI siap menyambut penerbangan internasional di tahun mendatang seiring pembukaan resor fase pertama. Pengoperasian Bandara Internasional Laut Merah dipercayakan kepada daa International, yang berperan penting dalam mendukung visi Red Sea Global sejak tahun 2020. Saat penerbangan komersial pertama menghiasi RSI, tugas operasional daa International resmi dimulai. Bersamaan dengan penerbangan bersejarah ini, RSG meluncurkan identitas merek untuk RSI, sebuah simbol keajaiban arsitektur bandara yang unik. Ikon tersebut, terinspirasi oleh pemandangan eksterior bandara dari udara, mewujudkan kreativitas, inovasi, dan kecanggihan yang mendefinisikan merek tersebut. Pengunjung dapat menemukan merek khas ini di berbagai titik kontak, mulai dari terminal bandara hingga seragam staf dan kendaraan mobilitas listrik yang memfasilitasi transisi mulus antara udara dan darat. Selain bandara, Red Sea Global telah membuat kemajuan signifikan dalam proyek infrastruktur lainnya, memastikan bahwa Laut Merah siap menyambut pengunjung sambil mematuhi prinsip-prinsip pembangunan yang bertanggung jawab dan pariwisata regeneratif. Pembangunan lima pembangkit listrik tenaga surya, yang dilengkapi dengan lebih dari 760 ribu panel surya, telah memungkinkan tahap pertama Laut Merah beroperasi secara off-grid, dan seluruhnya ditenagai oleh sinar matahari. Kawasan ini telah memelihara lebih dari empat juta pohon, tanaman, dan semak belukar. Sementara Pembibitan Mangrove yang canggih bertujuan untuk menanam 50 juta bakau pada tahun 2030. Setelah selesai dibangun pada tahun 2030, Laut Merah akan terdiri dari 50 resor, memiliki lebih dari 8.000 kamar hotel dan lebih dari 1.000 properti hunian di 22 pulau dan enam lokasi pedalaman. Destinasinya akan berupa marina mewah, lapangan golf, tempat hiburan, tempat makan, dan fasilitas rekreasi, yang menggarisbawahi komitmen Red Sea Global terhadap era baru pariwisata berkelanjutan dan berkelas dunia. (dul) Baca juga :

Read More

Baznas Berharap Pengelolaan Dam Jamaah Haji Indonesia Terdistribusikan Tepat Sasaran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KH Noor Achmad mengatakan, Baznas akan mencoba ikut serta dalam ekosistem perhajian, khususnya dalam hal pengelolaan dan pendistribusian daging hewan Dam jamaah haji Indonesia untuk para mustahik di berbagai wilayah. “Kita akan mencoba untuk bersama-sama dalam ekosistem perhajian ini karena potensi ekonomi haji ini luar biasa, baik itu untuk makanan jamaah haji di sana, maupun yang lain-lain,” terang Kiai Noor kepada awak media usai penutupan Rakornas Baznas 2023 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kiai Noor menjelaskan, makanan untuk jamaah haji Indonesia, termasuk makanan pokok untuk mereka mereka dan buah-buahan, itu rata-rata memang tidak dari Indonesia. “Kemarin sudah dicoba dari Indonesia dan belum maksimal. Dan kita harapkan Baznas juga ikut serta di situ karena kami juga membina beberapa mustahik binaan di mana kemarin sudah kita awali dengan ekspor produk mustahik yang semoga nanti bisa kita ekspor ke Saudi juga,” ujarnya. Daging dam ini bisa dikembalikan ke Indonesia setelah dilakukan penyembelihan di Saudi, lalu dikirim ke Indonesia dalam bentuk hibah. “Tidak disembelih di sini tetapi di sana (Saudi). Kemudian kita kirim ke Indonesia dalam bentuk hibah dari Saudi ke sini (Indonesia),” tambahnya. Dalam pendistribusian tersebut, Kiai Noor memaparkan, diperlukan kerja sama lintas kementerian, yaitu dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Terutama dalam rangka pengelolaan dan pendistribusian daging dam itu. “Sehingga perlu diskresi dari Kementerian Perdagangan, karena itu hibah, bukan perdagangan daging Dam. Kita tahu bahwa daging Dam yang dikirim ke Indonesia itu dalam rangka bersama-sama untuk mengentaskan kemiskinan khususnya untuk stunting. Jadi itu harapan kami,” paparnya. Kiai Noor mengungkapkan, ketika jumlah daging Dam dari jamaah haji Indonesia itu banyak, dan dilakukan pengelolaan oleh Kepala Daerah Kerja (Kadaker) melalui kerja sama dengan rumah potong hewan di Saudi, maka kemudian dihibahkan ke Baznas untuk didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu atau mustahik di Indonesia. “Kemarin baru sedikit, ke depan kalau banyak berarti itu hibah dari jamaah haji Indonesia di sana, yang dikelola oleh Kementerian Agama dalam hal ini Kadaker (Kepala Daerah Kerja), dan kerja sama dengan RPH sana (Saudi), lalu dihibahkan ke Baznas untuk masyarakat miskin di Indonesia,” tuturnya. Karena pengiriman daging Dam dari Saudi ke Indonesia itu bentuknya hibah, Kiai Noor melanjutkan, maka diperlukan diskresi Kementerian Perdagangan untuk meringankan bea masuk. Sebab jika tidak ada diskresi atas hibah tersebut dan dihitung sebagai kegiatan ekspor impor, maka biaya yang harus ditanggung terlalu besar. “Ini membutuhkan diskresi dari Kementerian Perdagangan. Kalau tidak ada diskresi, dibuat dalam bentuk ekspor impor, kita terlalu berat menanggung biayanya,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Begini Sifat Rasulullah SAW ketika Menjenguk Orang Sakit

Yogyakarta — 1miliarssntri.net : Menjenguk orang sakit merupakan hal terpuji dan juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Menjenguk orang sakit juga termasuk ke dalam adab dan etika menurut Islam. Dikutip dari buku Nabi Muhammad Sehari-Hari karya Muhammad Ismail Al-Jawisy, Rasulullah SAW jika mengetahui ada salah seorang sahabat yang sedang menderita sakit, maka beliau selalu menjadi orang pertama yang bergegas untuk menjenguk. Beliau akan masuk menjenguk dan berkata kepadanya, “Dengan izin Allah tersucikan.” Maksudnya adalah bahwa sakit yang sedang menimpanya adalah cara Allah mensucikan seseorang dari dosa. Posisi beliau ketika menjenguk selalu mendekat kepada orang sakit tersebut, dan duduk dekat kepala, kemudian berkata, “Bagaimana keadaanmu?” Setelah bertanya beliau lantas mengusap kepala si sakit dengan tangan kanannya dan berkata, “Sembuhkanlah sakit ini wahai Tuhan sekalian manusia yang menyembuhkan penyakit. Tiada yang bisa menyembuhkan terkecuali Engkau.” Atau juga beliau membaca, “Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha menyembuhkan dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas.” Doa kesembuhan itu dibacakan sebanyak tiga kali, sebagaimana beliau contohkan ketika menjenguk Saad bin Abi Waqqash, “Ya Allah, sembuhkanlah Saad. Ya Allah, sembuhkanlah Saad. Ya Allah, sembuhkanlah Saad.” Tidak hanya mereka yang datang menjenguk, orang yang sakit pun bisa turut berdoa untuk saudara-saudara Muslimnya yang menjenguk, sebagaimana sabda beliau, “Jenguklah oleh kalian orang yang sakit dan suruhlah mereka pula untuk mendoakan kalian, karena doa orang yang sakit akan dikabul selain dosanya akan diampuni.” Rasulullah juga suka bertanya tentang sesuatu yang disukai orang yang sedang sakit, beliau berkata, “Apakah kamu menghendaki sesuatu?” Jikalau ternyata beliau mendapati sesuatu yang sangat disenangi orang sakit dan tidak membahayakannya, para sahabat disuruh segera menghadirkannya. Rasulullah SAW tidak pernah mengkhususkan waktu tertentu untuk menjenguk orang sakit, melainkan disunnahkan menjenguk di setiap kesempatan, untuk meringankan penderitaannya dan keluarganya. Bahkan bila perlu dianjurkan juga untuk bisa menjenguk kembali, tentunya dengan izin orang sakit tersebut yang menghendaki kedatangannya. Rasulullah SAW gemar menjenguk setiap orang sakit tidak terbatas hanya di kalangan kaum muslimin saja, namun orang-orang yang tidak beliau kenal pun dijenguknya. Beliau pernah menjenguk seorang Yahudi yang sedang sakit, termasuk beliau pernah menjenguk pamannya yang seorang kafir, yaitu Abu Thalib. Rasulullah SAW sangat mendorong kita semua untuk bisa saling menjenguk jikalau ada yang sedang sakit, beliau berkata, “Tidak ada seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang muslim terkecuali Allah akan mengutus tujuh puluh ribu malaikat kepadanya untuk mengucapkan doa atasnya, pada waktu siang sampai datang waktu sore; kemudian pada waktu malam sampai datang waktu pagi” Beliau berkata, “Barangsiapa yang datang menjenguk orang sakit atau menziarahi seseorang yang gugur di jalan Allah, seorang penyeru akan menyerunya untuk memberinya kebaikan, dan ia pun akan diberi kebaikan dan akan dibangunkan sebuah rumah (dengan izin tuhan) kelak di akhirat.” Sangat dianjurkan sekali bagi orang yang datang menjenguk untuk menasehatinya (orang sakit) dengan kesabaran, sebagaimana Rasulullah SAW pernah menjenguk seseorang dari kaum Anshar yang mengeluh (karena sakitnya), ia berkata, “Wahai Rasulullah, sudah tujuh hari tujuh malam aku sakit, tapi tidak ada seorang pun yang menjengukku.” Beliau berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, bersabarlah. Sampai kamu ‘dikeluarkan’ dari dosa-dosamu setelah kamu terjerumus masuk ke dalamnya.” Bahkan lebih jauh, beliau mengajarkan untuk menghibur orang yang sakit dengan senantiasa memberikan kabar gembira, seperti pujian dan doa panjang umur. Rasulullah berkata, “Jika kalian menjenguk orang yang sedang sakit, berilah mereka semangat hidup, kendati hal itu tidak akan mengobati penyakitnya, namun setidaknya akan menghibur jiwa orang yang sedang sakit.” (yus) Baca juga :

Read More

Gaya Hidup Halal Haram Menurut Aturan Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Istilah Halal dan haram sudah melekat erat dalam kehidupan sehari-hari. Anjuran mengonsumsi dan menjalankan segala sesuatu yang halal sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Begitupun menjauhi perkaran haram merupakan perintah yang harus dipatuhi. Zaman semakin berkembang, kian banyak varian bisnis yang berlandaskan hukum dan prinsip Islam. Meski terlihat mengedepankan unsur religius, tapi implementasi bisnis bersifat universal dan dapat diterapkan pada siapapun. Hal ini juga yang membua tren bisnis halal dalam tren gaya hidup halal (halal lifestyle). يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْ‌ضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168). Pimpinan AQL Islamic Centrer, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, ayat memuat perintah memakan makanan halal lagi baik. Ayat itu pun melarang manusia terjerumus ke tindakan yang mengikuti setan, karena bisa menjerumuskan pada kedurhakaan pada Allah SWT. Masalah halal dan haram merupakan batasan-batasan Allah SWT bagi manusia sebagai bentuk ujian keimanan dan penghambaan diri kepada-Nya. Dalam menyikapi perintah Allah SWT ini, sebagian umat Islam tidak lagi memperdulikan aspek halal dan haram, karena sudah dikuasai oleh hawa nafsu. “Sehingga tidak lagi memikirkan hak Allah SWT untuk ditaati dan disembah dengan segala macam ibadah,” kata UBN dalam ceramahnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (04/10/2023). UBN menegaskan, hak menentukan halal dan haram merupakan hak Allah SWT. Manusia sama sekali tidak berhak menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Begitu juga sebaliknya, mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya. Dalam Islam, wilayah halal sangat luas. Sedangkan, wilayah haram sangat sempit. Maka itu, umat Islam tidak perlu merinci satu-persatu yang halal. Hal yang perlu diketahui adalah perkara haram, karena selain yang haram pasti halal. “Dalam kaedah fiqihnya disebutkan bahwa hukum asal segala sesuatu itu adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya. Oleh karena itu selama tidak ada dalil dari al-Qur`an dan Sunnah Nabi SAW yang menegaskan bahwa sesuatu itu haram, maka ia adalah halal,” ujar UBN. Allah SWT tidak menghalalkan kecuali yang baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Sebaliknya, Allah tidak mengharamkan kecuali yang buruk dan merugikan bagi manusia. Ini bisa ditemukan dalam Surah Al-A’raaf ayat 157. Harus dipahami, niat baik tidak selamanya menjadikan sesuatu yang haram menjadi baik. Perkara haram tetap haram. Dalam Islam ada dua jenis yang diharamkan. Pertama, dilarang karena substansinya. Artinya, asal makanan tersebut sudah haram, seperti bangkai, darah, babi, anjing, minuman keras, dan sebagainya. Kedua, dibanned karena cara mendapatkannya. Makanan tersebut pada mulanya halal, namun menjadi haram karena sebab-sebab yang tidak berhubungan dengan makanan tersebut. Misalnya, makanan hasil korupsi, upah zina, hasil kecurangan, hasil riba dan lain-lain. “Kesadaran kita akan halal dan haram sudah seharusnya menjadi gaya hidup kita karena itu adalah wujud ketaatan kita kepada Allah SWT. Dan tentunya menjadikan halal sebagai gaya hidup akan memberikan manfaat bagi kita. Karena Allah SWT hanya mengijinkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi kita,” pungkas UBN. (yan) Baca juga :

Read More

Masjid Rani Sipri India Dibangun Oleh Tokoh Hindu

Gujarat — 1miliarsantri.net : Masjid Rani Sipri atau Masjid-e-nagina merupakan sebuah masjid abad pertengahan di kota bertembok Ahmedabad, Gujarat, India. Masjid ini diresmikan pada 1514 oleh Ratu Sipri, istri Hindu dari Mahmud Begada, seorang sultan yang memerintah Gujarat. Mengutip The Great Mosque, Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid-e-Nagina (Permata Masjid). Itu karena ukiran jali yang rumit di dinding masjid tersebut. Masjid ini dinamai sesuai dengan nama ratu Hindu Sultan Mahmud Begada, Rani Sipri. Sang ratu menugaskan pembangunan masjid ini pada 1514. Dia memerintahkan pembangunan tersebut saat suaminya mengeksekusi putranya karena suatu pelanggaran. Setelah kematiannya, ratu dimakamkan di masjid ini. Di dalamnya juga terdapat jenana, sebuah area terpisah untuk wanita beribadah. Masjid ini memiliki konstruksi yang indah, yang mewakili arsitektur kesultanan pada puncak pencapaiannya. Tetapi pada 2006, empat tahun setelah kerusuhan Godhra menghancurkan beberapa monumen kota, Perusahaan Kota Ahmedabad mengusulkan pembongkaran Masjid ini untuk memperluas jalan di sekitarnya. Badan Wakaf Sunni yang menyelamatkan bangunan ini. Sebuah kasus pengadilan diajukan, dan pembongkarannya ditunda, cukup lama hingga pencalonan Ahmedabad sebagai Kota Warisan Dunia mengubah sikap perusahaan terhadap monumen-monumen medeival. Saat ini, masjid ini menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO. (dim) Baca juga :

Read More

Membaca Al Quran Termasuk Salah Satu Cara Meruqiyah Diri Kita

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ruqiyah ukan sekadar ritual keagamaan, namun juga bisa merupakan langkah preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit fisik maupun non fisik. Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ruslan Fariadi. Menurunya secara bahasa, ruqiyah dipahami sebagai upaya pencegahan untuk perlindungan terhadap berbagai penyakit. Manusia, katanya, bisa tertimpa penyakit fisik, tetapi juga penyakit non-fisik. Ruslan menguraikan, ruqiyah dapat diartikan sebagai upaya memohon perlindungan dengan menggunakan ucapan atau doa untuk menjaga kesehatan dan menghindari sakit. Dengan definisi ini, menurut dia, membaca Al Quran merupakan salah satu langkah preventif yang sangat efektif dalam mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk yang bersifat non-fisik. “Membaca Al Quran itu sesungguhnya bagian dari langkah-langkah preventif untuk terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk yang bersifat non-fisik. Ini juga bisa kita sebut sebagai ruqiyah,” ungkap Ruslan. Selain memberikan pahala spiritual, membaca Al Quran juga dapat menjaga kesehatan tubuh dan jiwa seseorang. Dalam pandangan Ruslan Fariadi, ini adalah bentuk keselarasan antara keimanan dan kesejahteraan fisik serta mental. Masyarakat diharapkan untuk memahami bahwa rukiah, termasuk membaca Al Quran, bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan sarana efektif untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Ruslan menekankan, meskipun langkah-langkah preventif seperti membaca Al Quran dapat memberikan manfaat, kesembuhan tetap berada di tangan Allah. Membaca Al Quran hanyalah salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan oleh individu dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka. “Kesembuhan tetap Allah yang mengatur. Membaca Al Quran sebagai sebuah rukiah dapat menjadi ikhtiar agar kita terhindar dari penyakit sekaligus dapat memelihara kesehatan,” tutup Ruslan. (yus) Baca juga :

Read More