Kisah Zainab binti Jahsy Dinikahkan Langsung Oleh Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Nama aslinya adalah Barrah. Namun kemudian diganti namanya menjadi Zainab oleh Rasulullah SAW. Shahabiyah (sahabat perempuan) satu ini dilahirkan di kota Makkah, 33 tahun sebelum Nabi SAW menerima wahyu. Seperti dikutip dari buku The Wonderful Ummahatul Mukminim oleh Erlan Iskandar, Zainab binti Jahsy masuk Islam karena diajak oleh saudara kandungnya sendiri, yaitu Abdullah bin Jahsy, yang merupakan salah seorang seorang sahabat yang syahid pada perang Uhud. Ibunya Zainab binti Jahsy bernama Umaimah binti Abdul Muththalib adalah bibinya Nabi. Itu artinya Zainab binti Jahsy juga merupakan saudara sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki anak angkat yang bernama Zaid bin Haritsah. Karena telah cukup usia, Nabi mencarikan seorang yang pantas dinikahi oleh anak angkatnya ini. Beliau temui Zainab binti Jahsy, kemudian menawarkan pilihan supaya Zainab mau menikah dengan Zaid bin Haritsah. Zainab lantas menolak tawaran Nabi SAW. Zainab pun berkata, “Aku tidak tertarik menikah dengannya.” Rasulullah SAW kemudian secara tegas menyuruh Zainab untuk tetap mau menikah dengan Zaid bin Haritsah, “Hendaknya engkau menikah dengannya.” Mendengar ucapan Rasulullah tersebut, Zainab lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Anda benar-benar yang memerintahkanku?” Saat Nabi SAW dan Zainab tengah berbincang, Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ “Dan tidaklah patut bagi laki laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al Ahzab ayat 36). Zainab pun kemudian berkata, “Apakah Anda meridhai Zaid sebagai orang yang akan menikahiku, wahai Rasulullah?” Sejurus kemudian, Zainab berujar, “Jika demikian, aku tak akan bermaksiat (dengan tidak patuh pada perintahmu), wahai Rasulullah. Engkau telah menikahkan diriku denganya.” Akhirnya, Zainab binti Jahsy pun menikah dengan Zaid bin Haritsah. Meskipun rumah tangga mereka berdua tidak berlangsung lama, akan tetapi kita bisa melihat bagaimana Zainab begitu patuh menaati apa yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rumah tangga Zainab dan Zaid ternyata tak berlangsung lama. Diawali dengan sedikit perselisihan, lantas Zaid pun mengadukan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi, Nabi menahan Zaid dan memerintahkan Zaid untuk tetap menjaga rumah tangganya, “Bertakwalah kepada Allah dalam ucapanmu. Tetaplah bersama dengan istrimu.” Namun Allah Maha berkehendak. Zaid pun bercerai dengan Zainab. Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menikahi Zainab, dengan tujuan mematahkan anggapan tidak bolehnya menikahi mantan istri anak angkat yang mana keyakinan ini telah menjadi tradisi jahiliyah. Allah SWT Ta’ala berfirman: فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنٰكَهَا “Tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia.” (QS Al Ahzab ayat 37) Zainab adalah satu satunya istri Nabi SAW, yang dinikahi Nabi SAW karena Allah SWT langsung yang menyuruh. Bahkan di hari pernikahannya tersebut, Allah SWT uga menurunkan ayat tentang hijab. Hari pernikahan yang penuh berkah. Zainab dengan penuh rasa syukur dan bangga berkata kepada para istri Nabi yang lainnya, “Kalian dinikahkan oleh bapak-bapak kalian. Sedangkan aku langsung dinikahkan oleh Allah dari atas langit ketujuh.” (HR Bukhari). (yat) Baca juga :

Read More

Istilah dan Gambaran Santri Pesantren

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Santri adalah seseorang yang menuntut Ilmu dan memperdalam agama Islam di pesantren, mereka juga menetap di pesantren hingga lulus atau menuntaskan pendidikan nya. Ciri seorang santri identik dengan hidup sederhana dan menerima apa adanya (qonaah) seperti makan, berpakaian, tempat tidur. Dengan pola sederhana Ini seorang santri diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam kenikmatan dunia. Seorang santri biasanya diajarkan untuk saling berbagi, bertoleransi, empati, berakhlak, dan Budi pekerti. Tidak hanya itu saja, seorang santri juga diajarkan untuk belajar bersabar, terutama dalam bentuk mengantri, contoh nya seperti: antri mengambil makan, antri mandi, antri mengaji dan masih banyak lagi, dengan diajarkan nya mengantri kita dapat memahami bahwa semua hal itu harus di awali dengan proses dan kesabaran bukan secara instan. Sedangkan istilah santri itu sendiri terdapat dua macam pembagian kategori : Bedasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa santri kalong itu hanya mengikuti pelajaran dan tidak menetap sedangkan santri mukim itu mengikuti pelajaran dan menetap. Mereka pulang ke rumah setahun dua kali atau setahun sekali bahkan ada beberapa pesantren yang menerapkan peraturan untuk pulang tiga tahun sekali. Seorang santri yang menetap di pesantren tidak hanya mempelajari atau memperdalam ilmu agama saja, namun juga di didik untuk menaati dan menerapkan semua peraturan yang di buat oleh pesantren, biasanya peraturan yang di buat dari pesantren itu dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Setiap orang yang menuntut ilmu itu pasti ada cobaan terkadang ada rasa malas bahkan terlintas dalam pikiran untuk menyerah, terlebih seseorang yang memutus kan untuk menghafal Al-Qur’an atau seseorang yang terpaksa menghafalkan Al-Qur’an karena orang tuanya. Menghafal Al-Qur’an itu butuh perjuangan dan pengorbanan merelakan tidak tidur siang dan menunda tidur malam untuk menghafalkan Al-Qur’an. Dalam situasi ini lah seorang santri butuh semangat dan kekuatan yang tinggi untuk menghadapi itu semua dan menguatkan niat dalam hati untuk selalu bersabar dalam menghafal Al-Qur’an. Keadaan ini lah seorang santri selalu mengingat (nyengkal moto jiret weteng) artinya : perbanyak lah tirakat tahan lah lapar( puasa) atau bisa di simpulkan bahwa menuju kesuksesan yang sesungguhnya itu harus di landasi ketekunan dan kesabaran dalam menuntut ilmu. Menghafal kan Al Qur’an dan mempertahankan hafalan agar tidak hilang dari pikiran dan hidup kita menjadi lebih tenang, nyaman, dan tertata dalam menghadapi suatu hal. Ada pun hadist yang menjelaskan bahwa ” barang siapa membaca Al Qur’an kemudian mempelajarinya dan mengamalkannya. “Maka ia akan diberikan mahkota oleh Allah disurga kelak. Sinarnya lebih terang dari pancaran oleh seluruh makhluk hidup yang ada di sana”. Hadist di atas membuat kita semakin membangun semangat, tekat, dan niat untuk berjuang demi mendapatkan mahkota untuk orang tua kita nanti di surga. Dengan kata lain, kita bisa mengungkapkan rasa terimakasih atas pengorbanan, jasa kedua orang tua dalam mendidik dan membiayai kita dalam menuntut ilmu di pesantren. Jika seseorang yang khotmil Al Qur’an (selesai dalam menghafal Alquran) maka akan di turunkan nya Rahmat dari Allah SWT untuk para penghafal Al-Qur’an, sebagaimana dari ( H.R at- Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah dari Mujahid) yang artinya: ” Apabila di khatamkan Al Qur’an, maka turunlah Rahmat Allah”. Khatam Al Qur’an bukan berarti menghafal kan semua isi Al Qur’an di luar kepala tapi juga dapat diartikan bahwa Khatam Al Qur’an itu seseorang yang membaca semua isi Alquran. Dari deskripsi di atas dapat di simpulkan bahwa Gaya hidup santri itu di perlukan niat yang kuat serta semangat yang tinggi, karena seorang santri itu harus bisa qonaah ( menerima apa adanya) dan tirakat dalam menuntut ilmu atau menghafal kan Al Qur’an. Merelakan jauh dari keluarga terutama orang tua yang selalu menguatkan kita disaat kesulitan melanda. Menuju kesuksesan itu butuh pengorbanan, niat serta mental yang kuat, dengan tekat yang kuat menjadi kunci kesuksesan dalam meraih cita-cita. (mif) Baca juga :

Read More

Ini Penyebab Benjamin Netanyahu Menunda Gencatan Senjata

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Israel dan Hamas telah menyepakati adanya gencatan senjata selama empat hari. Kabinet Israel mendukung kesepakatan tersebut setelah pembicaraan yang dimediasi Qatar berlanjut hingga Rabu (22/11/2023) dini hari lalu. Media Israel melaporkan terjadi perdebatan sengit antarmenteri di pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pada akhirnya, hanya tiga dari 38 anggota kabinet yang memberikan suara menentang gencatan senjata, yaitu Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan dua anggota partai politik sayap kanan lainnya. Gencatan senjata ini sudah beberapa kali dibahas tetapi selalu ditolak Israel. Hamas menuding Israel sengaja terus menerus menunda pembahasan gencatan senjata tersebut. Lalu apa yang membuat Netanyahu berubah pikiran? Netanyahu diduga mendapatkan tekanan dari keluarga sandera. Terlebih lagi beberapa laporan yang dikonfirmasi Hamas menyebutkan bahwa sandera tewas bukan karena perlakuan para pejuang Palestina melainkan pengeboman Israel yang tak berhenti. Hamas bahkan sempat merilis video yang menunjukkan dua sandera dibawa ke RS Al Shifa untuk mendapatkan perawatan. Namun, mereka tewas saat pengeboman terjadi. “Keputusan yang sulit, tapi merupakan keputusan yang tepat,” ujar PM Israel, Benjamin Netanyahu kepada para menterinya, dikutip laman Al Arabiya. Media Israel membeberkan rincian perjanjian gencatan senjata. Menurut laporan stasiun televisi Channel 12, kesepakatan tersebut diperkirakan mulai berlaku Kamis atau Jumat pekan ini. Berdasarkan perjanjian yang ditengahi Qatar itu, 50 warga Israel yang ditahan Hamas akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan 150 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel. Kesepakatan itu juga meliputi jeda pertempuran selama empat hari dan masuknya 300 truk berisi bantuan kemanusiaan, termasuk bahan bakar, ke Jalur Gaza. Perjanjian tersebut juga memungkinkan gencatan senjata diperpanjang dan kemungkinan pembebasan anak dan perempuan yang ditahan oleh kedua belah pihak yang lebih banyak. Saluran TV tersebut melaporkan bahwa warga Israel yang akan dibebaskan meliputi 30 anak-anak, 8 ibu, dan 12 perempuan lainnya. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan tiga tahanan Palestina dengan imbalan setiap orang Israel yang dibebaskan. Sementara itu, menurut laporan Channel 13, antara 12 dan 13, sandera Israel akan dibebaskan setiap hari selama empat hari gencatan senjata. Sebanyak 20 sandera Israel lainnya bisa dibebaskan jika gencatan senjata diperpanjang selama dua hari, kata lembaga penyiaran itu. Israel memperkirakan 30 sandera lainnya dibebaskan dari tawanan Hamas. “Tentara Israel akan terus mengendalikan bagian utara Jalur Gaza. Bahan bakar hanya akan diizinkan masuk Gaza selama periode gencatan senjata,” lapor Channel 13. Channel 12 juga melaporkan bahwa 10 sandera Israel akan dibebaskan pada tahap pertama, yang akan diikuti dengan pembebasan kelompok tahanan Palestina yang pertama. “Ini adalah kesepakatan terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini,” demikian laporan saluran televisi tersebut, mengutip seorang pejabat keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya. Semua sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas adalah yang berkewarganegaraan Israel, kata sumber politik Israel kepada lembaga penyiaran publik KAN. “Jika Hamas melepaskan warga negara asing, itu di luar kesepakatan. Selama periode gencatan senjata, serangan udara akan dihentikan selama enam jam sehari,” tutup sumber tersebut. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Wajibkah Menjawab Salam Dari Tamu Ketika Kita Sedang Sholat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kita pasti sering mengalami, di saat sedang melaksanakan ibadah shalat, terutama sendirian di rumah atau di tempat lain, ada tamu yang berkunjung dan memberi salam. Apakah kita harus menjawab salam tersebut, ataukah kita harus membatalkan shalat, atau meneruskan shalat? Hadis berikut ini adalah contoh yang dilakukan Rasulullah SAW saat beliau sedang melaksanakan shalat dan salah seorang sahabat memberikan salam padanya. حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنْتُ أُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَيَرُدُّ عَلَيَّ فَلَمَّا رَجَعْنَا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ وَقَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ لَشُغْلًا “Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail dari Al A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari ‘Abdullah radhiallahu’anhu berkata, “Aku pernah memberi salam kepada Nabi SAW ketika beliau sedang salat maka beliau membalas salamku. Ketika kami kembali (dari negeri An-Najasyi), aku memberi salam kembali kepada beliau namun beliau tidak membalas salamku. Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya dalam salat terdapat kesibukan.” (HR. Bukhari 1140, Fathul Bari No. 1216). Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan: حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ لَهُ فَانْطَلَقْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ وَقَدْ قَضَيْتُهَا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَوَقَعَ فِي قَلْبِي مَا اللَّهُ أَعْلَمُ بِهِ فَقُلْتُ فِي نَفْسِي لَعَلَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَيَّ أَنِّي أَبْطَأْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَوَقَعَ فِي قَلْبِي أَشَدُّ مِنْ الْمَرَّةِ الْأُولَى ثُمَّ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ عَلَيَّ فَقَالَ إِنَّمَا مَنَعَنِي أَنْ أَرُدَّ عَلَيْكَ أَنِّي كُنْتُ أُصَلِّي وَكَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ مُتَوَجِّهًا إِلَى غَيْرِ الْقِبْلَةِ “Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits, telah menceritakan kepada kami Katsir bin Syinzhir dari ‘Atha’ bin Abu Rabah dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah SAW mengutusku untuk menyelesaikan keperluan beliau. Maka aku berangkat kemudian kembali setelah menuntaskan tugasku itu, lalu aku menemui Nabi SAW, Aku memberi salam kepada beliau namun beliau tidak membalas salamku. Kejadian itu menimbulkan kegusaran dalam hatiku yang hanya Allah sajalah yang lebih mengetahuinya. Kemudian aku berkata dalam hatiku, barangkali Rasulullah SAW menganggap aku terlambat menunaikan tugas dari beliau. Kemudian aku memberi salam kembali dan lagi-lagi beliau tidak membalasnya. Timbul lagi kegusaran dalam hatiku yang lebih besar dari yang pertama. Kemudian aku memberi salam lagi, lalu beliau membalasnya seraya berkata, “Sesungguhnya yang menghalangiku buat menjawab salammu adalah karena aku sedang melaksanakan salat.” Saat itu beliau sedang berada di atas hewan tunggangannya yang tidak menghadap ke arah kiblat.” (HR. Bukhari No. 1141, Fathul Bari No. 1218). Dalam riwayat lain dikatakan, ketika sedang shalat, lalu ada yang memberi salam, maka dia hendaknya mengeraskan bacaannya dalam shalat itu, sebagai isyarat kepada orang yang memberi salam. Hal ini dimaksudkan bahwa yang bersangkutan sedang melaksanakan shalat, dan tidak diperkenankan menjawab salam atau kegiatan maupun perbuatan apapun di luar dari shalat. (yat) Baca juga :

Read More

Lanjutan Sidang Panji Gumilang Ditunda Minggu Depan

Indramayu — 1miliarsantri.net : Sidang lanjutan perkara kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun Indramayu, Panji Gumilang, ditunda hingga pekan depan. Semestinya, sidang lanjutan digelar pada hari Rabu (22/11/2023). Sidang lanjutan tersebut seharusnya mengagendakan pendapat penuntut umum atas eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum Panji Gumilang. Eksepsi itu sebelumnya diajukan penasehat hukum pada sidang Rabu pekan kemarin. Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Arief Indra, menjelaskan, penundaan sidang Panji Gumilang itu diputuskan oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Indramayu. ‘’Agendanya kan sebenarnya seminggu sekali. Tapi karena dari PN ada agenda lain, sehingga ditunda sampai tanggal 27 November 2023,’’ terang Arief kepada 1miliarsantri.net, Kamis (23/11/2023). Arief mengatakan, setelah pembacaan eksepsi dari pihak penasehat hukum terdakwa, tim JPU telah mempelajari dan akan memberikan jawaban pada sidang tersebut. Namun dengan adanya penundaan itu, maka pihaknya bisa memiliki waktu yang lebih untuk memberikan pendapat atas eksepsi tersebut. Terkait dengan eksepsi dari penasehat hukum Panji Gumilang, Arief mengungkapkan, JPU dan penasehat hukum terdakwa sama-sama memiliki pandangan yang telah diatur dalam KUHP. ‘’Penasehat hukum pasti melakukan upaya apapun dalam tanda kutip memberikan haknya lah. Tapi kan pandangan kami juga ada. Jadi nantilah tanggal 27 November JPU akan menyampaikan keberatan tentang eksepsi dari penasehat hukum,’’ beber Arief. (den) Baca juga :

Read More

Momen Ketika Rasulullah SAW Ingin Menyendiri Dari Istri-istri nya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Betapa suka cita perasaan Rasulullah SAW. Sebab, beliau kala itu baru saja dianugerahi kelahiran seorang putra dari seorang istrinya, Mariyah al-Qibthiyyah. Beliau menamakan anaknya, yakni Ibrahim. Akan tetapi, kelahiran Ibrahim ternyata mengundang cemburu dari istri-istri Nabi SAW yang lain, utamanya ‘Aisyah dan Hafshah. Masing-masing merupakan putri para sahabat beliau, yang Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Beberapa waktu kemudian, ‘Aisyah di kediamannya mengatakan kepada Rasulullah SAW bahwa paras wajah Ibrahim tidak menyerupai beliau shalallahu ‘alaihi wasallam. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW menunjukkan wajah tidak suka. Alih-alih menenangkan, Hafshah juga menyampaikan hal yang sama kepada sang suami. Itu pun diucapkannya saat Rasulullah SAW menyambangi biliknya. Perasaan cemburu yang berlebihan, itulah yang ditunjukkan kedua ummahatul mu`minin ini. Mereka merasa tersaingi oleh Mariyah yang telah memberikan seorang anak laki-laki untuk Nabi SAW. Dalam menghadapi sikap keduanya yang diwarnai iri hati ini, Rasulullah SAW memilik sikap lemah-lembut. Bagaimanapun, beliau sebagai pemimpin umat tidak punya waktu untuk melayani perangai cemburu yang ekstrem. Demikian pula, beliau tak mau membiarkan dirinya dipermainkan istri. Keduanya dinilai harus mendapat pelajaran, yakni dengan sikap yang tegas. Akhirnya, selama sebulan penuh Rasulullah SAW mendiamkan keduanya. Dalam rentang waktu itu, Rasulullah SAW memusatkan perhatian pada upaya-upaya dakwah dan penyebaran Islam di Jazirah Arab. Pada saat demikian, Abu Bakar dan Umar sebagai para mertua Rasulullah SAW merasa gelisah sekali. Mereka khawatir, Rasulullah SAW tidak hanya akan menceraikan masing-masing putri mereka. Bukan tak mungkin perangai ‘Aisyah dan Hafshah yang menyulitkan Nabi SAW akan menyebabkan kemurkaan Allah SWT. Maka, kini keduanya menyesal. Mereka merasa khilaf lantaran telah terdorong rasa cemburu yang berlebihan sampai-sampai melukai hati sang suami yang tadinya sangat lemah-lembut itu. Kini, Rasulullah SAW menjauhi mereka. Lebih memilih menghabiskan sebagian waktu dalam sebuah bilik, alih-alih rumah keduanya. Selama beliau tinggal dalam bilik itu, ada pelayannya yang bernama Rabah. Dia selalu menunggu di ambang pintu, menjaga agar tidak ada orang yang masuk kecuali atas izin Rasulullah SAW. Desas-desus bahwa Rasulullah SAW akan menceraikan istri-istrinya itu mencuat. Alhasil, rasa cemas serta gundah gulana pun kian menggelayuti pikiran Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Bahkan, kedua sahabat senior itu sampai menegur keras putri mereka masing-masing, yang telah melukai hati Rasulullah SAW. Hingga pada suatu hari, Umar begitu ingin bertemu dengan Rasulullah SAW. Maka, dipanggilnya Rabah–yakni seorang pembantu beliau–agar memintakan izin baginya untuk bisa menemui Rasulullah SAW. Namun, Rabah tidak berkata apa-apa. Artinya, Rasulullah SAW belum mengizinkan. Sekali lagi, Umar mengulangi permintaannya. Namun, Rabah tetap tidak memberikan jawaban. Demikian seterusnya hingga sahabat bergelar al-Faruq itu meminta sebanyak tiga kali. Ketika Umar hendak beranjak pergi, Rasulullah SAW memberikan isyarat kepada Rabah agar mengizinkan sahabatnya itu masuk. Umar pun gembira. Setelah mengucapkan salam, dia memasuki bilik kecil itu. Ketika Umar sudah duduk dan membuang pandang ke sekeliling tempat itu, ia tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, ya Ibnul Khathab?” tanya Rasulullah SAW dengan nada lembut. Umar mengatakan, dirinya menangis setelah menyaksikan tikar tempat Rasulullah SAW berbaring begitu kasar, sampai-sampai meninggalkan bekas pada punggung dan dada beliau yang mulia. Selain itu, di dalam bilik sempit tersebut nyaris tak ada apa-apa kecuali segenggam gandum, kacang-kacangan, dan alas kusam. Setelah itu, Rasulullah SAW menasihatinya. Segala yang dilihatnya itu adalah perkara duniawi. Urusan dunia adalah sementara. Umar pun kembali tenang. “Wahai Rasulullah,” kata Umar, “Apakah yang menyebabkan tuan tersinggung adalah karena para istri itu? Kalau mereka itu tuan ceraikan, niscaya Allah mendukung engkau. Demikian juga para malaikat, Jibril dan Mikail, juga saya, Abu Bakar, dan semua orang-orang beriman. Mereka berada di pihakmu.” Umar terus berbicara. Rasulullah SAW mendengarnya dan kemudian tersenyum. Rasulullah SAW menyatakan kepadanya, beliau tidak akan menceraikan mereka. Mendengar itu, Umar merasa gembira. Dia pun meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk mengumumkan hal ini kepada orang-orang yang masih menunggu di luar masjid. (mif) Baca juga :

Read More

Catatan Kelam Jurnalis Peliput Perang Gaza dan Beberapa Bentuk Pembunuhan Terhadap Wartawan

Gaza — 1miliarsantri.net : Dalam unggahan di akun pribadinya, salah satu wartawan Palestina yang kerap mengabarkan kondisi terkini di Gaza, Palestina, menulis pesan mengharukan. Ia berpesan, “Dulu, saya selalu memakai rompi Press dan helm saya. Tapi, akhir-akhir ini saya merasa tidak aman di Gaza, bahkan saat tidur saya merasa tidak aman. Saya berharap mimpi buruk ini segera berakhir. Saya berharap kita tidak lagi kehilangan jurnalis,” tulisnya via @byplestia. Postingan itu disertai gambar rompi Press berwarna biru muda. Rompi Pers berdarah itu milik wartawan yang menjadi korban pemboman Zionis. Sebagaimana diketahui, Genosida tak hanya membunuh orang dewasa. Tapi juga paramedis, jurnalis, semua yang tak bersenjata, bahkan anak dan bayi-bayi tak berdosa. Genosida di Gaza mencatatkan sejarah kelam bagi dunia Barat. Genosida di Gaza, membuka topeng kemunafikan Barat. Begitu sindir Jubir Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah. Meski staf PBB, dokter sampai jurnalis pelbagai media tewas, tapi sampai detik ini tak ada sanksi apapun untuk Israel. Organisasi nonprofit Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di New York, Amerika Serikat menyebut bertambahnya kematian jumlah jurnalis dan pekerja media yang telah dikonfirmasi tewas di Gaza, menjadi 48 orang sejak 7 Oktober lalu. Namun, hanya selang hari, jumlah itu bertambah lagi menjadi 60 orang. Hal itu terungkap lewat laporan saluran berita Aljazirah yang berbasis di Qatar, pada Minggu (19/11/2023). Kementerian Luar Negeri Palestina menyampaikan lewat media sosial bahwa dua jurnalis Palestina, Sari Mansour dan Hassouneh Salim, telah dimakamkan pada Minggu. Mereka terbunuh dalam serangan udara Israel di kamp pengungsi Bureij yang terletak di bagian tengah Jalur Gaza, sehari sebelumnya. Sementara itu kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Kota Gaza menyebabkan beberapa warga Palestina gugur, termasuk jurnalis perempuan Alaa’ Taher al-Hasanat. Artinya, jumlah jurnalis tewas bertambah lagi, lebih dari 60 jiwa. Pembunuhan terhadap wartawan di Gaza, seakan menjadi hal biasa. Padahal dalam hukum internasional, wartawan perang yang meliput di area konflik, berhak mendapat perlindungan dan tidak boleh disakiti. Apalagi dibunuh. Tapi di Gaza, seakan itu semua tak berlaku. Bukan saja jurnalis yang dibunuh, tapi juga keluarga mereka. Beberapa kali dikabarkan, rumah-rumah jurnalis menjadi sasaran pemboman Zionis Israel. Para penjajah itu seakan ingin menutupi kekejian mereka dengan membunuh semua jurnalis yang meliput kondisi realtime di Gaza. Kalau dulu, kita hanya mendapat informasi dari media-media Barat, kini di Gaza berbeda. Para wartawan Palestina di sana, kerap menyiarkan siaran langsung melalui akun pribadinya. Ada pula yang membuat channel Telegram, mengabarkan waktu ke waktu apa yang baru saja terjadi di sana. Publik mendapat kabar terhangat tanpa sensor, langsung dari Gaza. Yang tentu saja, hal itu membuat Zionis Israel kesal. Kebiadaban mereka begitu telanjang di depan mata dunia. Bahkan dampak liputan dan unggahan-unggahan wartawan di Gaza, memantik aksi damai nyaris di seluruh dunia. Beberapa membawa poster berisi foto-foto wartawan Gaza, dan mengapresiasi mereka. Media pro Israel, menjadi bullyan karena kerap kali hanya menyiarakan narasi sesuai keinginan Zionis. Tapi, apa yang dilakukan wartawan di Gaza berbayar mahal. Mereka tak hanya kehilangan nyawa. Tapi juga nyawa keluarganya. Entah sampai kapan pembunuhan wartawan di sana terus terjadi. Entah siapa yang akan melindungi mereka. Entah kapan pula Zionis Israel mendapat sanksi atas segala kebiadabannya. Dulu, dunia sempat dikejutkan atas kabar kematian Caruana Galizia, jurnalis investigatif yang berpulang setelah mobilnya diledakan dalam satu insiden pada Oktober 2017. Ia dikenal kerap membongkar skandal politik dan kejahatan finansial yang dilakukan elit dan politisi. Usai insiden berdarah itu, Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengundurkan diri. Tewasnya Caruana, menambah daftar panjang pembunuhan terhadap jurnalis yang kritis. Meski kasusnya sudah lama, tetapi bukan berarti pembunuhan terhadap wartawan tidak ada. Di Denmark, bahkan seorang jurnalis ditemukan dalam kondisi tubuh dimutilasi. Kim Wall tewas setelah menghilang. Jasadnya ditemukan tanpa kaki, tangan dan kepala. Pembunuhan terhadap Caruana dan Wall, masih kalah mengerikan dibanding yang dialami jurnalis investigatif di Meksiko. Pada Maret 2017, di bulan itu pula empat jurnalis dibunuh. Sepanjang rentang 2000-2016, sedikitnya 99 jurnalis Meksiko tewas dibunuh. Bahkan, pembunuhan yang marak itu sampai menyebabkan surat kabar Norte, tutup. Media yang telah berdiri selama 27 tahun itu terpaksa ditutup lantatan awak medianya banyak yang dibunuh. Pembunuhan terakhir sebelum media itu ditutup, menimpa jurnalis Norte, bernama: Miroslava Breach. Ia tewas setelah ditembak delapan peluru saat berkendara. Usai tewas, ditemukan surat dalam kendaraan Breach. Sejak tahun 2000 sampai 2021, tercatat sedikitnya 150 kasus pembunuhan wartawan terjadi di Meksiko. Catatan hitam itu menunjukkan aksi pembunuhan wartawan terus berlanjut. Meksiko bisa dibilang menjadi negara terbesar dalam kasus pembunuhan terhadap jurnalis. Para wartawan di sana kerap menjadi sasaran aksi kekerasan kartel narkoba Meksiko, yang berusaha mengintimidasi dan memanipulasi liputan soal aktivitas dan saingan mereka. Bahkan impunitas dalam pembunuhan itu mencakup lebih 90% kasus. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Pemerintah Tetap Dorong Santripreneur Agar Bisa Tingkatkan Kemampuan Ekonomi DIgital

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong santripreneur atau gerakan kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren terus ditingkatkan agar mampu mendongkrak kemampuan ekonomi digital. Hal ini sejalan dengan pesan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat sambutan acara Santripreneur Award 2023 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (20/11/2023). Wapres berpesan agar santripreneur mampu meningkatkan inovasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan wirausaha syariah. “Kita memiliki 64,5 juta lebih UMKM yang saat ini tarafnya mikro dan ultra mikro, jadi arahan Bapak Wapres yakni agar penggunaan ekonomi digital ditingkatkan,” terang Sandiaga. Menparekraf menjelaskan Kemenparekraf/Baparekraf memiliki program prioritas dalam pengembangan santripreneur untuk go digital, yakni program Santri Digitalpreneur Indonesia. Santri Digitalpreneur Indonesia menjadi wadah bagi santri untuk meningkatkan kapasitas dan skill melalui pelatihan-pelatihan yang terukur dan tepat sasaran. Para peserta akan menerima pelatihan materi dasar, berdiskusi, serta serangkaian praktik yang akan membuat para santri memahami materi secara komprehensif. Materi pelatihan akan diberikan oleh para profesional yang berkompeten di bidang kreatif dan digital, serta animasi. “Kami menggagas bersama Pak Kyai, santri digitalpreneur ini, di mana santri-santri ini akan dibantu naik kelas sehingga UMKM yang terkonversi menjadi seorang entrepreneur akan mencapai angka 7 persen di tahun 2035, dan 12 persen di tahun 2045. Karena syarat menjadi negara maju ini adalah kita bisa memiliki jumlah entrepreneur dari jumlah populasi sekitar di atas 7 persen,” kata Menparekraf Sandiaga. Dia menilai para santri bisa menangkap peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kami melihat dari ekonomi kreatif, pariwisata dan kuliner ini sangat terbuka peluangnya untuk para santri, sehingga para santri bisa menjadi pengusaha-pengusaha andal di masa depan,” jelasnya. Dalam acara Santripreneur Award 2023, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan tiga pesan strategis untuk pengembangan santripreneur, yakni, yang pertama, para santri harus meningkatkan dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan kewirausahaan syariah. “Santripreneur dari kalangan generasi muda agar terus mengembangkan beragam bisnis syariah berbasis digital,” kata Wapres Ma’ruf. Tidak hanya itu, Wapres juga berpesan agar santripreneur bisa terus meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan beragam kompetensi agar mampu beradaptasi dengan dinamika dan perubahan tren dunia. Termasuk dengan mengikuti program inkubasi bisnis digital yang diselenggarakan kementerian/lembaga terkait. “Saya harap KemenKopUKM, serta Kemenparekraf bisa memfasilitasi hal ini. Perbanyak program pembelajaran dan pemberdayaan kewirausahaan yang dapat melahirkan santri-santri berjiwa wirausaha, inovatif, mandiri, dan tangguh,” kata Wapres Ma’ruf. Wapres berpesan kepada para santripreneur agar terus menggali, mengoptimalkan, dan mengembangkan potensi bisnis kewirausahaan baru untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Ketiga, Wapres Ma’ruf meminta agar para santripreneur terus memperluas jaringan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, guna mendorong pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Sehingga, mereka dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional dan daerah. “Tingkatkan sinergi, kolaborasi, dan integrasi beragam program Santripreneur Indonesia dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS) di tingkat pusat, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di tingkat daerah,” tutup Ma’ruf. (rid) Baca juga :

Read More

Sukses Event Pertama, Bengkel Hijrah Iklim 2.0 akan Digelar Awal Desember 2023 di Salatiga

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Setelah sukses pada penyelenggaraan event pertama nya, Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) kembali akan menggelar Bengkel Hijrah Iklim (BHI) 2.0 atau jilid kedua pada 4-9 Desember 2023 mendatang di Salatiga, Jawa Tengah. Sama seperti penyelenggaraan pertama yang berlangsung di Bogor, acara di Salatiga nanti juga menargetkan peserta sebanyak 20 orang. Sejumlah narasumber yang akan dihadirkan pada event tersebut di antaranya adalah Rubby Emir (AktivAsia), Rara Salsabila (aktivis), Gus A’ak (LPBI NU), M Rifandi (MLH Muhammadiyah), Kholida Anissa (IPM & Alumni BHI), serta Aldy Permana (Purpose). “Bengkel Hijrah Iklim adalah salah satu inisiatif dari MOSAIC yang bertujuan memberdayakan dan menyiapkan anak muda Islam untuk menjadi pemimpin dalam solusi iklim di Indonesia,” ujar Project Lead Bengkel Hijrah Iklim, Aldy Permana, di sela-sela acara Media Briefing – Bengkel Hijrah Iklim yang mengangkat tema ‘Anak Muda dan Aksi Perubahan Iklim di Akar Rumput’ di Yogyakarta, Selasa (21/11/2023). Aldy mengatakan, pendekatan keagamaan dirasa penting dikarenakan terdapat survei yang dilakukan Purpose yang menemukan bahwa mayoritas anak muda menyatakan bahwa agama merupakan hal yang penting bagi mereka. “Sebanyak 92 persen anak muda perkotaan menyatakan bahwa agama penting bagi mereka,” papar Aldy mengawali presentasinya. Setidaknya terdapat lima kurikulum yang diberikan saat penyelenggaraan BHI di antaranya kekuasaan dan non-violence, strategi kampanye, pengorganisasian komunitas, strategi komunikasi publik, serta krisis iklim. Kurikulum ini dikembangkan bersama oleh AktivAsia, Purpose, serta Pesantren Ekologis Miskyat Al-Anwar. Tahapan dari event BIH ini, kata Aldy, yakni MOSAIC memberikan program pelatihan, melakukan coaching dan mentoring, serta implementasi pilot project. “Waktu itu (penyelenggaran di Bogor), ada lima alumni BHI yang proyeknya kami danai serta kami berikan coaching and mentoring. Kelimanya adalah My Green Leaders, Salawaku Movement, Shankara Tani, Penanaman Mangrove, dan Sadari Bumi,” terang Aldy. Ketua Bidang Lingkungan Hidup di Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Kholida Annisa, pun menceritakan proyeknya yang didanai MOSAIC yaitu My Green Leaders pada acara Media Briefing di hadapan para wartawan. Youth Movement for Green Leaders adalah sebuah gerakan pemuda yang berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan sosial-ekologis di Indonesia. “Kami percaya bahwa isu lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari isu sosial, dan kedua isu ini harus menjadi prioritas utama bagi pemimpin Indonesia nantinya,” kata perempuan yang akrab dipanggil Lida ini. Kegiatan-kegiatan yang ada di Green Leaders ini di antaranya adalah Future Green Leader Camp, Coaching & Mentoring, Deklarasi Pemimpin Pro-Lingkungan, Pawai Budaya untuk Iklim, Aksi Pelajar untuk Iklim, Training of Trainer, serta Launching Buku ‘Menjadi Pemimpin Pembela Lingkungan’. Lida pun mengeklaim tidak mudah untuk menyebarkan gagasan mengenai perubahan iklim di kalangan anak muda. Hal tersebut dikarenakan meskipun terdapat survei yang menyatakan bahwa anak muda adalah kalangan yang paling tinggi kepeduliannya terhadap iklim, banyak di kalangan anak-anak muda tersebut yang tidak tahu harus berbuat apa. Ia pun menceritakan salah satu cara untuk menyampaikan gagasannya adalah dengan cara melalui pendekatan emosional. “Karena jika lingkungan di masa depan ini rusak maka yang paling merasakan adalah anak muda,” kata Lida. Sementara itu, alumni BHI 1.0 yang lain, Koordinator Program di Serikat Perempuan Kinasih & Salawaktu Movement, Aniati Tokomadoran, menceritakan pengalamannya melakukan advokasi iklim di kalangan pesantren dan masyarakat pedesaan. Ia juga mengungkapkan bahwa memunculkan kesadaran di kalangan tersebut juga tak kalah sulitnya. “Dalam beberapa kesempatan mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sudah merupakan bagian dari mitigasi iklim. Dari situ saya jadi menyadari bahwa isu krisis iklim ini terlihat eksklusif dan memakai bahasa yang terlalu tinggi, sehingga sulit diterima oleh masyarakat desa,” kata perempuan yang akrab dipanggil Ani tersebut. Peneliti Departemen Sosiologi dan Pusat Kajian Kepemudaan Fisipol UGM, Ragil Wibawanto, menyampaikan memang terdapat sejumlah tantangan dalam melakukan sosialisasi perubahan iklim di antaranya adalah sulitnya melibatkan generasi yang lebih senior mengingat mereka memiliki cara pandang tersendiri yang sangat berbeda dari generasi muda yang berusia di bawahnya. “Oleh karena itu keluarga saya kira menjadi lembaga sosial yang penting dalam isu ini,” kata Ragil. Selain itu, Ragil memaparkan bagaimana pengenalan isu lingkungan di ranah pendidikan masih dalam tahap sosialisasi. Sedangkan implementasi program dari pemerintah masih jauh dari kondisi ideal. “Masih terdapat gap dalam pengenalan isu lingkungan di ranah pendidikan yang perlu dikontekstualisasikan,” pungkas alumnus Australian National University (ANU) Australia itu. (yus) Baca juga :

Read More

Sifat Buruk Yahudi Yang Kerap Disebutkan Dalam Hadist Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sifat-sifat buruk Yahudi kerap disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Sifat buruk di dalam riwayat tersebut rupanya cukup familier di telinga umat Islam, apa saja? Dilansir di albetaqa, Rabu (22/11/2023), setidaknya terdapat tujuh sifat buruk yang terekam dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut penjabarannya: Pertama, Yahudi merupakan kaum yang dimurkai Allah SWT serta sesat. Hal ini sebagaimana hadits sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dari firman Allah SWT Al-Fatihah ayat 7: صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ Yang artinya, “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” عن عدي بن حاتم ، قال : سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قول الله : ( غير المغضوب عليهم ) قال : هم اليهود ( ولا الضالين ) قال : النصارى هم الضالون Diriwayatkan dari Addi bin Hatim, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang firman Allah SWT ( غير المغضوب عليهم ), beliau menjawab, ‘Mereka adalah yahudi’ dan ( ولا الضالين ), beliau menjawab, ‘Orang Nasrani adalah orang sesat.” (HR Tirmidzi) Kedua, kaum Yahudi kerap memutarbalikkan kalam Tuhan. Hal ini sebagaimana terekam dalam hadits riwayat Imam Bukhari: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ رَجُلًا مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَللَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الرَّجْمِ فَقَالُوا نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا الرَّجْمَ فَأَتَوْاا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ ففَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ ارْفَعْ يَدَكَ فَرَفَعَ يَدَهُ فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَقَالُوا صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ Telah bercerita kepada kami [Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Nafi’] dari [Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma] bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bercerita bahwa ada seseorang laki-laki dari kalangan mereka dan seorang wanita berzina. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Apa yang kalian dapatkan dalam Kitab Taurah tentang permasalahan hukum rajam?.” Mereka menjawab, “Kami mempermalukan (membeberkan aib) mereka dan mencambuk mereka.” Maka Abdullah bin Salam berkata, “Kalian berdusta. Sesungguhnya di dalam Kitab Taurat ada hukuman rajam. Coba bawa kemari kitab Taurat.” Maka mereka membacanya saecara seksama lalu salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya pada ayat rajam, dan dia hanya membaca ayat sebelum dan sesudahnya. Kemudian Abdullah bin Salam berkata, “Coba kamu angkat tanganmu.” Maka orang itu mengangkat tangannya, dan ternyata ada ayat tentang rajam hingga akhirnya mereka berkata; “Dia benar, wahai Muhammad. Di dalam Taurat ada ayat tentang rajam”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kedua orang yang berzina itu agar dirajam.” Abdullah bin ‘Umar berkata, “Dan kulihat laki-laki itu melindungi wanita tersebut agar terhindar dari lemparan batu.” Ketiga, kaum Yahudi kerap berbohong dan suka memfitnah. Hal ini juga disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari: بَاب حَدَّثَنِي حَامِدُ بْنُ عُمَرَ عَنْ بِشْرِ بْنِ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا أَنَسٌ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَلَامٍ بَلَغَهُ مَقْدَمُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَأَتَاهُ يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ ثَلَاثٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا نَبِيٌّ مَا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ وَمَا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَمَا بَالُ الْوَلَدِ يَنْزِعُ إِلَى أَبِيهِ أَوْ إِلَى أُمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي بِهِ جِبْرِيلُ آنِفًا قَالَ ابْنُ سَلَامٍ ذَاكَ عَدُوُّ الْيَهُودِ مِنْ الْمَلَائِكَةِ قَالَ أَمَّا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُهُمْ مِنْ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوتِ وَأَمَّا الْوَلَدُ فَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الرَّجُلِ مَاءَ الْمَرْأَةِ نَزَعَ الْوَلَدَ وَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الْمَرْأَةِ مَاءَ الرَّجُلِ نَزَعَتْ الْوَلَدَ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْيَهُودَ قَوْمٌ بُهُتٌ فَاسْأَلْهُمْ عَنِّي قَبْلَ أَنْ يَعْلَمُوا بِإِسْلَامِي Bab. Telah menceritakan kepadaku [Hamid bin ‘Umar] dari [Bisyir bin Al Mufadlal] telah menceritakan kepada kami [Humaid] telah menceritakan kepada kami [Anas] bahwa telah sampai berita kepada Abdullah bin Salam tentang kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah, lalu dia menanyakan beberapa perkara kepada beliau. Katanya, “Aku akan bertanya kepada anda tiga perkara yang tidak akan dapat diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama hari kiamat?, dan apa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga dan bagaimana seorang anak bisa mirip dengan ayahnya dan bagaimana ia mirip dengan ibunya?” Beliau menjawab, “Jibril baru saja memberitahuku.” Abdullah bin Salam berkata, “Dia adalah malaikat yang menjadi musuh orang-orang Yahudi.” Beliau bersabda, “Adapun tanda pertama hari kiamat adalah api yang muncul dan akan menggiring orang-orang dari timur menuju barat. Dan makanan pertama penduduk surga adalah hati ikan hiu, sedangkan (miripnya) seorang anak, apabila sang suami mendatangi istrinya dan air maninya mendahului air mani istrinya, berarti akan lahir anak yang menyerupai bapaknya, namun bila air mani istrinya mendahului air mani suaminya, maka akan lahir anak yang mirip dengan ibunya.” Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata, “Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah.” Kemudian dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang sangat suka berbohong (menuduh). Untuk itu, tanyalah mereka tentang aku sebelum mereka mengetahui keIslamanku.” Keempat, Yahudi kerap menghalalkan yang haram. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Imam Ahmad dan Daud. عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمُ الشُّحُوْمُ فَبَاعُوْهَا وَ أَكَلُوْ أَثْممَانِهَا وَإِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْئٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ. – رواه أحمد و أبو داود Artinya: “Dari Ibnu Abbas Nabi SAW bersabda, Allah melaknat orang-orang Yahudi, karena telah diharamkan kepada mereka lemak-lemak (bangkai) namun mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya. Sesungguhnya Allah jika mengharamkan kepada suatu kaum memakan sesuatu, maka haram pula hasil penjualannya.” [HR Ahmad dan Abu Dawud]. Kelima, Yahudi menjadikan kuburan para Nabi sebagai tempat ibadah. Hal ini sebagaimana hadits Nabi riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: حَدَّثَنِي بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنِي مَعْمَرٌ وَيُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ…

Read More