Sayyidina Ali bin Ali Thalib Terlibat Perang Tanding dengan Jawara Kaum Musyrik

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sayyidina Ali bin Ali Thalib adalah tokoh penting dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai khalifah keempat setelah Nabi Muhammad SAW. Sayyidina Ali juga merupakan sepupu dan menantu Rasulullah serta suami dari Fatimah, putri Nabi. Dalam karyanya yang berjudul Al-Maktubat, ulama asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi, menceritakan peristiwa yang penuh ibrah (pelajaran) yang dialami Sayyidina Ali. Dalam suatu peperangan, Sayyidina Ali radhiyallahu anhu terlibat perang tanding dengan salah seorang jawara kaum musyrik. Ia berhasil mengungguli dan menjatuhkan lawannya. Ketika Sayyidina Ali hendak membunuhnya, ia meludahi wajah beliau. Akhirnya, Sayyidina Ali membebaskan dan meninggalkannya. Orang musyrik itu pun memandang aneh sikap Sayyidina Ali dan bertanya, “Mengapa engkau tidak membunuhku?” Sayyidina Ali menjawab, “Awalnya, aku ingin membunuhmu karena Allah. Namun, ketika engkau meludahiku, aku pun marah. Karena pengaruh nafsu telah menodai keikhlasanku, aku pun tidak jadi membunuhmu.” “Semestinya kelakuanku lebih memancing kemarahanmu sehingga engkau segera membunuhku. Jika agamamu begitu suci dan tulus, sudah pasti ia adalah agama yang benar,” ujar orang musyrik itu. Dalam peristiwa yang lain, Said Nursi juga menceritakan seorang penguasa yang adil memecat seorang hakim ketika melihatnya marah saat melakukan eksekusi potong tangan terhadap pencuri. Jika hakim itu memotong tangan pencuri demi tegaknya syariat dan hukum Ilahi, ia seharusnya menunjukkan rasa kasihan terhadapnya dan memotong tangannya tanpa menunjukkan kemarahan dan kasih sayang. “Karena nafsu mempunyai andil dalam keputusan tersebut, sementara nafsu menafikan kemurnian keadilan, sang hakim pun dicopot dari jabatannya,” kata Nursi. (yat) Baca juga :

Read More

Wanginya Jasad Para Syuhada Palestina Adalah Tanda-tanda Kekuasaan Allah SWT

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tercatat belasan ribu warga dan pejuang Palestina gugur sebagai syuhada dalam berjihad melawan penjajah zionis Israel. Sejatinya mereka mendapatkan kemuliaan dan derajat tinggi di sisi Allah SWT. Allah SWT bahkan menampakkan diantara tanda-tanda penghormatan dan kemuliaan yang diberikan pada para syuhada Palestina dengan menjadikan jasad mereka, diantaranya memunculkan wangi yang sangat harum dan raut wajah yang tersenyum gembira. Subhanallah. Setelah wafat, lalu apa yang terjadi dengan roh-roh para syuhada selanjutnya di akhirat? Ada satu riwayat yang cukup panjang yang menjelaskan keadaan roh para mujahid di akhirat. Riwayat ini dari Abu Abdullah Al Husain bin Husain bin Harb sahabatnya Ibnu Mubarak yang meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab ar raqiq yang disandarkan kepada Abdullah bin Umar. Dijelaskan bahwa ketika seorang hamba Allah mati syahid di jalan Allah, maka tetesan darah pertama yang menetes ke tanah menjadi kaffarah (penghapus dosa) baginya. Kemudian, Allah mengangkat roh para syuhada itu ke langit bersama para malaikat. ثم يعرج مع الملائكة كأنه معهم ، والملائكة على أرجاء السماء يقولون: قد جاءت روح من الأرض ، روح طيبة ، و نسمة طيبة فلا يمر بباب إلا فتح لها ، ولا ملك إلا صلى عليها ، ودعا لها ، ويشيعها حتى يؤتي بها الرحمن ، فيقولون : يا ربنا هذا عبدك توفيته فيسجد قبل الملائكة ، Artinya: Kemudian dia (roh mujahid) itu naik bersama malaikat seakan-akan dia bersama mereka, dan para malaikat yang berada di atas langit berkata: Telah datang roh dari bumi, roh yang baik, maka tidak ada pintu langit yang dilewati kecuali dibukakan bagi roh mujahid itu, dan tidaklah para malaikat yang berada di setiap pintu langit kecuali bersholawat atas roh mujahid itu, dan mendoakan roh mujahid itu, dan mengiringnya hingga roh mujahid itu bertemu dengan Allah Yang Maha Pengasih. Maka berkatalah para malaikat itu, Ya Tuhan kami, inilah hamba-Mu yang telah Engkau wafatkan dia di jalan-Mu, maka bersujudlah roh mujahid itu sebelum para malaikat bersujud. (Lihat kitab At Tadzkirah karya Imam Qurthubi, penerbit Maktabah Darul Minhaj, halaman 364). Lebih lanjut, dijelaskan dalam riwayat itu bahwa Allah SWT menyucikan dan mengampuni dosa Mujahid itu. Mereka disuruh pergi ke tempat para syuhada. Mereka pun bertemu dengan para syuhada lainnya. Ia diperlihatkan para syuhada lainnya itu berada di dalam kubah-kubah dari sutra di dalam taman-taman yang hijau. Para syuhada itu menikmati ikan yang berada di sungai-sungai surga yang dagingnya begitu harum. Setelahnya, roh mereka diperlihatkan bagaimana kondisi rumah di surga. ثم يعودان وينظرون إلى منازلهم من الجنة ويدعون الله عز وجل أن تقوم الساعة Artinya: Kemudian mereka kembali dan melihat rumah mereka di surga, dan berdoa kepada Allah Yang Maha Esa agar segera tiba Hari Kiamat. (At Tadzkirah, 364). Dalam penjelasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa wanginya jasad para syuhada adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada roh dan jasad para syuhada dan orang-orang beriman. Di dalam sebuah hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: كل كلم يكلمه المسلم في سبيل الله يكون يوم القيامة كهيئتها إذ طعنت تفجر دما اللون لون الدم والعرف عرف المسك “Setiap luka yang didapatkan seorang Muslim di jalan Allah, maka pada Hari Kiamat keadaannya seperti saat luka tersebut terjadi. Warnanya warna darah dan harumnya sewangi misik,” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Imam Qurthubi dalam kitab at Tadzkirah menukil beberapa hadits yang diriwayatkan dari Al Barra. Di mana dalam petikan hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan tentang bagaimana malaikat menyambut roh orang-orang beriman. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dan menyambut roh mukim yang keluar dengan lembutnya. وتنزل ملائكة من الجنة ، بيض الوجوه كأن وجوههم الشمس ، معهم أكفان الجنة ، وحنوط من حنوطها ، فيجلسون منه مد البصر ، فإذا قبضها الملك لم يدعوها في يده طرفة عين ، قال: فذلك قوله تعالى: توفته رسلنا وهم لا يفرطون ، الأنعام ٦١). Artinya: “…dan turunlah para malaikat dari surga yang putih bersinar wajah-wajahnya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dari surga serta wewangiannya. Para malaikat itu duduk di depannya sejauh pendangan. Maka ketika dicabut rohnya oleh malaikat maut, ia tidak akan menyiakannya sekejap pun. Beliau membaca firman Allah: Demikianlah firman Allah ta’ala, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya (at Tadzkirah, halaman 360 dalam pembahasan tentang hadits Al Barra) Roh orang mukmin itu keluar dengan bau yang sangat wangi. Lalu para malaikat membawanya ke langit, roh orang beriman itu pun disaksikan oleh malaikat-malaikat lainnya. قال : فتخرج نفسه كأطيب ريح وجدت ، فتعرج به الملائكة فلا يأتون على جند فيما بين السماء والأرض إلا قالوا: ما هذه الروح ؟ فيقال : فلان، بأحسن أسمائه حتى ينتهوا به أبواب السماء الدنيا ، يفتح له ، ويشيعه من كل سماء مقربوها حتى ينتهى بها إلى السماء السابعة ، فيقال: اكتبوا كتابه في عليين: وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا عِلِّيُّوۡنَؕ ، كِتٰبٌ مَّرۡقُوۡمٌ ، يَّشۡهَدُهُ الۡمُقَرَّبُوۡنَؕ ، المطففين ١٩-٢١). Artinya : ..nabi berkata: maka keluarlah rohnya seperti harum terwangi yang ditemukan, kemudian para malaikat membawanya naik, maka tidaklah melewati para malaikat yang berdiri di antara langit dan bumi, mereka bertanya: roh siapa ini? Dijawab: Fulan dengan kebaikan namanya, sehingga sampai ia ke langit ketujuh. Maka Allah berfirman: catatlah kitabnya pada illiyyin : “Tahukah engaku apakah illiyyin itu? Yaitu kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah. (Alquran surat Muthaffifin ayat 19-21). (At Tadzkirah, halaman 360). (yan) Baca Juga :

Read More

Surat Eks Sandera Israel Berterima Kasih kepada Hamas Atas Kebaikan Selama Menjadi Sandera

Gaza — 1miliarsantri.net : Dua warga Israel, Danielle Aloni dan putrinya Amelia (5), disandera Hamas selama 49 hari di Gaza. Keduanya dibebaskan pada Jumat (24/11/2023), sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel. Danielle dan Amelia dipertemukan kembali dengan kerabat mereka. Sebelum meninggalkan Gaza, Danielle Aloni menulis surat “terima kasih” untuk Hamas, yang berbunyi, “Saya berterima kasih dari lubuk hati yang terdalam atas rasa kemanusiaan luar biasa yang Anda tunjukkan terhadap putri saya, Emilia.” Brigade Qassam, yang merupakan sayap bersenjata Hamas, membagikan surat tersebut di akun Telegram resminya pada pukul 16.49 GMT pada Senin, 27 November 2023. Surat itu awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani dan disertai terjemahan bahasa Arab, bersama dengan foto ibu Israel dan putrinya. Dalam surat tulisan tangannya dalam bahasa Ibrani, Danielle berkata, “Dia (Emilia) mengakui bahwa Anda semua adalah temannya, bukan hanya teman, tapi benar-benar dicintai dan baik”. Danielle mengakui para sandera di Gaza mendapat perawatan yang baik dari Hamas. “Terima kasih atas waktu yang Anda habiskan sebagai perawat.” Lebih lanjut Danielle menyatakan putrinya tidak hanya terikat dengan Hamas tetapi juga merasa seperti seorang ratu. “Anak-anak seharusnya tidak disandera, namun terima kasih kepada Anda dan orang-orang baik lainnya yang kami temui selama ini, putri saya merasa seperti seorang ratu di Gaza. Dalam perjalanan panjang yang kami lalui, kami belum pernah bertemu dengan orang yang tidak baik padanya, Anda telah memperlakukannya dengan baik dan penuh kasih sayang.” ucapnya dalam surat tersebut. Danielle mengakhiri suratnya dengan belas kasih kepada Hamas, dengan menyatakan, “Saya akan mengingat perilaku baik Anda yang ditunjukkan meskipun dalam situasi sulit yang Anda hadapi dan kerugian besar yang Anda derita di sini di Gaza.” “Saya berharap di dunia ini kita benar-benar bisa menjadi teman baik,” tulisnya dan menambahkan ucapan selamatnya kepada warga Gaza. “Saya berharap Anda semua sehat dan sejahtera… kesehatan dan cinta untuk Anda dan anak-anak keluarga Anda.” Danielle dan Emilia Aloni termasuk di antara 24 sandera Israel yang dibebaskan oleh Hamas pada 24 November. Mereka mengunjungi saudara perempuan Danielle dan keluarganya di Kibbutz Nir Oz di Israel selatan sebelum disandera. (zul) Baca juga :

Read More

Biaya Haji 2024 Naik Jadi Rp93 Juta, Jamaah Haji Bayar Rp56 Juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah dan DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/2024 M sebesar Rp93.410.286, sedangkan biaya Ongkos Naik Haji (ONH) yang harus dibayar tiap jamaah Rp56 juta. Berkaitan dengn kesepakatan tersebut, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga ikut mendukung. Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyambut positif keputusan yang mempertimbangkan besaran BPIH lebih besar daripada subsidi nilai manfaat untuk menjaga nilai isthita’ah bagi jemaah haji. “BPKH juga siap memenuhi biaya, termasuk kuota tambahan 20.000 tahun ini sehingga dapat mempercepat waktu tunggu ibadah haji,” ungkap Fadlul dalam keterangannya, Selasa (28/11/2023). Dengan pengumuman biaya yang lebih awal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi calon jemaah untuk bisa melakukan cicilan setoran lunas agar saat keberangkatan jemaah tidak terbebani Bipih yang telah diputuskan. Penetapan tersebut menggunakan asumsi kurs USD sebesar Rp15.600, dan Kurs Saudi Arabian Riyal (SAR) sebesar Rp4.160. Biaya operasional menggunakan Saudi Arabian Riyal (SAR) dan Living Cost dalam bentuk SAR. Kuota haji 1445 H/2024 M ditetapkan 241.000 jamaah dengan rincian kuota untuk jamaah haji reguler 221.720 dan jemaah haji khusus sebanyak 19.280 orang. Masa tinggal jamaah haji di Arab Saudi disepakati selama 41 (empat puluh satu) hari. Sementara fasilitas makanan yang diterima jamaah berjumlah 27 kali makan di Madinah dan di Mekkah sebanyak 84 kali (termasuk pada hari menjelang dan sesudah Armusna). Menu katering untuk jamaah haji harus bercita rasa Nusantara dan dioptimalkan secara sungguh-sungguh berbahan baku serta juru masaknya berasal dari Indonesia. Dalam kesempatan itu, Panitia Kerja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panitia kerja BPIH Kementerian Agama RI menyepakati penggunaan nilai manfaat setoran BPIH Khusus untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji khusus tahun 1445 H/ 2024 M sebesar Rp.14.558.658.000. Selain itu Panja Komisi VIII DPR RI juga meminta Panja Kementerian Agama Republik Indonesia untuk bekerja sama dengan BPKH dan Bank penerima Setoran BPIH untuk memberlakukan kebijakan cicilan pelunasan biaya haji bagi jamaah haji yang berangkat di tahun 1445 H/ 2024 M sejak diputuskannya hingga akhir pelunasan BPIH. Disepakati pula Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk petugas haji Daerah (PHD) dan pembimbing KBIHU tidak mendapatkan dukungan dari dana nilai manfaat keuangan haji, sehingga besaran rata-rata Bipih untuk PHD dan pembimbing KBIHU Tahun 1445 H/ 2023 M adalah sebesar Rp93.410.286. BPKH menghimbau kepada jamaah haji Indonesia yang akan mendapatkan giliran berangkat tahun 2024 segera menyiapkan diri dan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan sesuai keputusan dan peraturan undang-undang yang berlaku. Adapun perincian BPIH biaya haji 1444 H/2023 M yang telah diputuskan antara Kementerian Agama dengan DPR dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/2024 M sebesar Rp93.410.286 per jamaah dengan rincian: a) Biaya yang bersumber dari Nilai Manfaat keuangan haji yang dibayarkan BPKH rata – rata per jemaah sebesar Rp37.364.111 atau sebesar 40% meliputi komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi dan komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji di dalam negeri. Secara keseluruhan penggunaan Nilai Manfaat sebesar Rp8.200.040.638.567, b) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jamaah haji rata-rata per jemaah sebesar Rp56.046.172 atau sebesar 60%, meliputi biaya penerbangan, akomodasi di mekkah, sebagian akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa. c) Terkait dengan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dibayarkan jemaah setelah dikurangi setoran awal dan besaran saldo nilai manfaat virtual account masing- masing jemaah.BPKH juga siap memberikan dukungan nilai manfaat dari BPKH yang diperlukan sebesar Rp8,2 triliun untuk penyelenggaraan haji tahun 2024. Proporsi yang telah disepakati sebesar 60% ditanggung oleh jamaah haji dan 40% ditanggung dari Nilai Manfaat BPKH. (wink) Baca juga :

Read More

Kaighla Berjuang Mempertahankan Hijabnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kaighla Um Dayo merupakan seorang muallaf dan terlibat dalam proyek penulisan buku The New Muslim’s Field Guide (Panduan Lapangan Muslim Baru) yang diterbitkan pada Februari 2018. Awalnya, Kaighla adalah seorang penganut Kristen dan memiliki gaya berpakaian serba terbuka. Namun, ada satu perasaan yang tidak bisa dia gambarkan saat ‘merasa dekat dengan Tuhan’. Dia memiliki dorongan untuk menutup kepala, meski kala itu masih berstatus sebagai penganut Kristen. Suatu ketika dia mendapat tugas dari seorang profesor dari World Religions 101 untuk mencoba eksperimen sosial tentang agama. Dia memutuskan untuk mengenakan “hijab”. “Tentu saja, saya tidak tahu aturannya, jadi saya hanya melilitkan syal jenis shayla (kain persegi panjang yang dililitkan dan disematkan) seperti yang saya lihat di internet, mengenakan t-shirt dan celana jins, lalu pergi ke kelas,” terang Kaighla melalui laman About Islam, Rabu (27/11/2023). Ketika eksperimen berakhir, anehnya Kaighla merasa tidak ingin melepas hijab. Namun kala itu, teman-teman Kaighla merasa tidak nyaman sehingga terpaksa melepas hijab. Pada Agustus 2009 dan Kaighla secara resmi memeluk Islam. Semua wanita yang dia kenal memberikan saya shalwar kameez dan abaya. Tak satu pun yang cocok dengan tubuh Kaighla yang tinggi dan gemuk. Tetapi, dia mencoba yang terbaik untuk menyesuaikan diri. “Pergelangan kaki saya terlihat dan lekuk tubuh saya juga,” tambahnya. Tak lama setelah muallaf, dia menikah dengan seorang pendakwah dari Al-Azhar Mesir dan menjadi imam masjid di Brooklyn. Pada saat itu, Kaighla mengaku kaget karena harus mengenakan model hijab layaknya orang Timur Tengah. Tidak ada lagi hijab warna-warni. Tidak ada lagi pakaian yang ketat. “Sekarang yang ada hanyalah abaya dan kain besar berbentuk persegi yang dilipat menjadi segitiga dan disematkan di bawah dagu,” sambungnya. Seiring berjalannya waktu, dia merasa nyaman dan bersemangat dengan penampilan barunya itu, seperti yang sering dilakukan oleh para mualaf. Pada saat kami pindah ke Mesir untuk lebih dekat dengan keluarganya, dia sudah mengenakan niqab. “Tetapi satu hal menjadi semakin jelas: Saya tidak merasa lebih dekat dengan Tuhan semakin saya menutup tubuh saya. Saya merasa lebih suci daripada Engkau, dan saya tidak bisa bernapas-secara harfiah,” ujarnya. Apalagi, dia tidak terbiasa dengan cuaca panas di Timur Tengah. Suatu ketika dia berangkat ke Madinah untuk membeli beberapa fool dan falafel (kacang fava rebus atau goreng) untuk sarapan. Seperti biasa, orang-orang di kios melongo dan tertawa satu sama lain tentang amrikiyya (orang Amerika) di balad (desa). Salah satu dari mereka mulai mengikuti dan memanggil dalam bahasa Arab, “Anda bukan dari sini? Anda orang asing yang cantik?” Awalnya dia merasa muak dengan diri sendiri lalu memutuskan mengenakan nigab besar. Tidak ada lagi yang terlihat, termasuk mata hijau-coklatnya. Kendati begitu, dia merasa tenang lantaran tidak ada lagi godaan-godaan dari orang sekitar. “Kepribadian saya akhirnya terhapus. Saya telah menjadi seperti yang dikatakan oleh semua buku yang diberikan oleh suami saya bahwa saya harus menjadi seorang Muslimah: tidak terlihat, diam, meluncur dengan tenang di dunia, menyembunyikan sifat asli saya sampai saya merasa aman di rumah saya yang nyaman, dengan jendela yang tertutup rapat dan gorden yang tertutup,” imbuhnya. Beberapa bulan kemudian, Kaighla kembali ke Amerika untuk melahirkan. Dia melepaskan niqab. Dia merasa senang karena para pria Amerika tidak banyak yang tersenyum kepadanya, apalagi mencoba menggoda. Tetapi dia masih mengenakan abayat saja, dan masih mengenakan warna-warna kusam dan menjemukan, agar tidak menimbulkan daya tarik dengan warna-warna cerah dan bahagia. “Ketika kami kembali ke Mesir nanti, saya tetap mempertahankan gaya tersebut dan berusaha mengabaikan para pria yang mengganggu saya,” ujarnya. Kaighla bercerai dengan suaminya dari Mesir. Dia akhirnya tak mengenakan lagi pakaian ala Timur tengah. Namun, mengenakan hijab seperti muslimah biasa dengan jilbab warna warni dengan fashion kekinian. “Saya melepaskan semua abaya saya dan mulai mengenakan gaun panjang selutut di atas legging, ditambah dengan hijab yang tidak terlalu ketat namun tetap cantik dan kardigan yang sesuai dengan cuaca. Seandainya saja saya menurunkan jilbab saya sedikit saja, saya akan menyatu dengan sempurna dengan tren mode hipster dengan pakaian longgar dan warna-warna kalem,” lugasnya. Kendati begitu, dia merasa tenang dan nyaman dengan hijab di kepala serta pakaian yang longgar. Dia bisa menunjukkan diri sebagai seorang muslimah yang bisa beradaptasi dengan budaya dan lingkungan sosial. “Ini adalah jalan yang panjang, dan saya yakin saya akan berkembang lebih jauh lagi di masa depan, tetapi saya sangat bersyukur bahwa saya dapat membiarkan diri saya beradaptasi dengan perasaan saya yang sebenarnya. Saya telah menemukan gaya hijab yang cocok untuk saya tanpa harus mengorbankan kepribadian atau budaya saya,” tutup Kaighla. (Iin) Baca juga :

Read More

Beberapa Tokoh Reformis Arab Saudi

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab Saudi merupakan sebuah negara kerajaan terbesar di Semenanjung Arabia. Secara geografis, negeri itu berbatasan dengan Laut Merah di barat; Yordania di barat laut; Irak dan Kuwait di utara; Oman di tenggara; Yaman di selatan; dan Teluk Persia, Qatar, dan Uni Emirat Arab di timur. Sekitar 75 persen penduduk kerajaan tersebut menetap di perkotaan. Hanya sebagian kecil masyarakat, yakni umumnya suku-suku Arab badui, yang hingga kini masih menjadi penggembala atau petani di daerah padang pasir. Selain Riyadh sebagai ibu kota, kota-kota pentingnya adalah Makkah al-Mukarramah, Madinah al-Munawwarah, Jeddah, dan Zahran. Seperti dijelaskan dalam Ensiklopedia Islam, sejarah panjang yang dilalui Arab Saudi dimulai ketika suku-suku bangsa keturunan Nabi Ibrahim AS tinggal di Semenanjung Arabia sejak ribuan tahun silam. Peran bangsa Arab Ismailiyah (keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim) semakin penting dalam percaturan dunia sesudah Nabi Muhammad SAW mengembangkan Islam. Ketika Rasulullah SAW wafat, syiar agama tauhid telah menyebar ke seluruh penjuru Jazirah Arab. Dalam tiga fase pertama masa Khulafaur rasyidin, Semenanjung Arab masih menjadi pusat pemerintahan. Kondisi berubah ketika Ali bin Abi Thalib menjabat khalifah. Demi menghindari Madinah dari kecamuk konflik politik, menantu Rasulullah SAW itu memindahkan ibu kota daulah Islam ke Kufah (Irak). Menyusul dengan berakhirnya masa Khulafaur rasyidin dan dimulainya era Dinasti Umayyah, pusat pemerintahan kian “menjauh” dari Jazirah Arab. Demikian pula keadaannya ketika Kekhalifahan Abbasiyah, yang beribu kota di Baghdad (Irak), tegak selama lebih dari lima abad. Ketika Kekhalifahan Turki Utsmaniyah berkuasa sejak abad ke-14 M, Jazirah Arab bisa dikatakan semata-mata menjadi pusat keagamaan, alih-alih politik-pemerintahan dunia Islam. Pada awal abad ke-16 M, Turki menguasai Semenanjung Arabia, terutama bagian utara dan barat laut. Memasuki akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 M, bangsa-bangsa Barat—utamanya Britania Raya—mulai menanamkan pengaruhnya. Menjelang Perang Dunia I, tidak ada kekuasaan politik yang benar-benar kokoh di Semenanjung. Sebab, para penguasa (amir) setempat saling berebut kekuasaan dan wilayah satu sama lain. Dari sekian banyak keamiran di Jazirah Arab, yang paling menonjol dan akhirnya bertahan lama ialah Bani Saud. Dinasti ini berpusat di Dariyah, daerah dekat Kota Riyadh kini. Sejak abad ke-17 M, dinasti yang didirikan oleh Saud bin Muhammad al-Muqrin (wafat 1726) ini mulai meluaskan wilayahnya sedikit demi sedikit. Ekspansi yang dilakukannya terutama ke arah timur sehingga kekuasaannya mencakup negeri-negeri Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan sebagian Oman kini. Anak keturunan Saud menarget perluasan wilayah hingga Hijaz, tempat dua kota suci berada. Pada 1744, Muhammad bin Saud menggalang persekutuan dengan Muhammad bin Abdul Wahab (wafat 1792), seorang tokoh agama yang hendak memurnikan keimanan umat Islam. Wahabisme, demikian nama gerakannya populer disebut, berupaya membasmi penyelewengan atau bidah dalam praktik-praktik beragama, semisal berdoa di kuburan dengan mengharap “berkah” dan pemujaan “orang-orang suci.” Bani Saud tertarik dengan gagasan Wahabisme yang dalam pandangannya mengusung pembaruan. Di samping itu, paham ini dapat menguntungkannya dalam konteks politik regional di Jazirah Arab. Bertemunya dua kepentingan itu ternyata mendatangkan manfaat ganda. Pada satu sisi, khususnya antara tahun 1773–1818, gabungan kekuatan Bani Saud dan Wahabisme dapat mempersatukan masyarakat Islam di Jazirah Arab untuk pertama kalinya sejak masa-masa awal Kekhalifahan. Pada sisi lain, bagi seluruh dunia Islam, gerakan pemurnian ini bergema dengan timbulnya gerakan perang terhadap bid’aah di berbagai negeri Muslim. Keberhasilan Dinasti Saud untuk memperluas wilayahnya di Semanjung Arab menyebabkan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah menerjunkan pasukan guna merebut daerah itu kembali. Serangan awal Turki sempat berhasil. Satu per satu daerah-daerah yang dikuasai Bani Saud dapat direbut kembali. Bahkan, pada 1818 Turki sukses merebut Dariyah walaupun tidak sampai lama. Hingga akhir abad ke-19 M, Dinasti Saud dilanda serangan dari luar, terutama Turki Utsmaniyah, dan juga dari dalam. Perpecahan internal dipicu intrik-intrik politik para bangsawan, terutama yang berambisi merebut kekuasaan tunggal. Pada 1891, tokoh-tokoh kunci Bani Saud bahkan terpaksa hijrah ke Kuwait untuk mempertahankan diri. Barulah pada fajar abad ke-20 M, situasi mulai menguntungkan Dinasti Saud. Kontrol Istanbul kian melemah atas Jazirah Arab karena semakin merebaknya hegemoni Barat. Kekhalifahan Turki Utsmaniyah tampak semakin tak berdaya menghadapi imperialisme dan kolonialisme, yang menggerogoti dunia Islam—terutama kawasan-kawasan yang jauh dari Turki. Pada 1910, Turki terpaksa menyerahkan satu kota penting di Hijaz, Jeddah, kepada Britania Raya. Hal itu memicu riak-riak “ketidakpatuhan” orang-orang Arab pada Istanbul kian membesar. Sementara, di Najd yakni pusat pengaruh Dinasti Saud, muncul pemimpin muda yang berbakat: Abdul Aziz bin Saud. Ia sukses menyusun kekuatan bersenjata yang berasal dari suku-suku Arab Badui di Najd. Mereka menamakan diri Ikhwan (saudara). Dan, waktu singkat Abdul Aziz dan pasukannya dapat menguasai Riyadh, Hasa (1913), dan Asir (1923). Tinggal “selangkah” lagi ambisinya merebut Hijaz dapat mewujud. Pada 23 September 1932, Abdul Aziz bin Saud memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi. Ia sendiri menjadi raja pertamanya. Kepemimpinan lelaki kelahiran Riyadh itu disambut negara-negara Barat—termasuk Inggris, Prancis, dan Belanda—yang langsung mengumumkan pengakuan resmi. Sebelumnya, antara Juli 1915 dan Maret 1916, Britania Raya melalui Letnan Kolonel Sir Henry McMahon telah berkorespondensi dengan penguasa (syarif) Makkah, Husain bin Ali. Disepakatilah bahwa Inggris akan mengakui kemerdekaan Arab setelah Perang Dunia I usai sebagai kompensasi dari gerakan revolusi yang melawan Utsmaniyah. Pada 10 Juni 1916 di Makkah, Husain bin Ali memproklamasikan kemerdekaan Arab. Lelaki keturunan Bani Hasyim ini mengeklaim diri sebagai pemimpin orang-orang Arab yang menghuni kawasan antara Halab (Aleppo) di Syam hingga Aden di Yaman. Tujuannya agar seluruh wilayah tersebut bebas dari kontrol Turki Utsmaniyah. Secara finansial dan persenjataan, ia dan pendukungnya ditaja Inggris melalui pangkalan militer yang berkedudukan di Mesir. Dalam konteks itulah, nyata bahwa Inggris bermain “dua kaki” dalam melemahkan pengaruh Turki Utsmaniyah di Jazirah Arab. Britania Raya bukan hanya mendukung Syarif Makkah, tetapi juga Dinasti Saud. Pada akhirnya, kedua kekuatan Arab (yang anti-Turki Utsmaniyah) itu saling berhadap-hadapan. Pada 1924, pecahlah perang antara pasukan Abdul Aziz bin Saud di satu sisi dan pasukan Husain bin Ali di sisi lain. Perlu waktu dua tahun untuk Abdul Aziz keluar sebagai pemenang sesungguhnya. Hijaz pun jatuh ke tangan Dinasti Saud. Momen itu ditandai dengan keberhasilannya merebut Jeddah pada 8 Januari 1926. Sesudah itu, Husain bin Ali diizinkan keluar dari Jeddah untuk menuju Aqaba. Namun, Inggris lalu mengintervensi sehingga (mantan) syarif Makkah itu diasingkan ke Siprus dan wafat di sana. Dinasti Saud memerintah Kerajaan Arab Saudi…

Read More

Membaca Ayat Ini Agar tidak Diganggu Setan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam menjalani kehidupan, kerap kali kita dihantui kecemasan atau ketakutan. Dan sering kita diberikan berbagai macam amalan bacaan, diantara nya doa yang dibaca untuk mengusir setan. Doa ini bersumber langsung dari Alquran yang terdapat dalam surat Al-Baqarah. Berikut doa untuk mengusir setan اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum, la ta’khuzuhu sinatuw wa la na’um, lahu ma fis-samawati wa ma fil ard, man zallazi yasyfa’u ‘indahu illa bi’iznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai’im min ‘ilmihi illa bima sya’, wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya ‘uduhu hifzuhuma, wa huwal-‘aliyyul-‘azim “Allah, tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya): tidak mengantuk dan tidak tidur, hanya milik-Nya apa saja yang di langit dan di bumi: tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa saja yang belum dikerjakan mereka dan apa saja yang telah dikerjakan mereka: dan mereka tidak mampu menjangkau ilmu Allah sedikitpun melainkan apa yang dikehendaki-Nya: Kursi Allah meliputi langit dan bumi: Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS Al-Baqarah ayat 255, HR Al-Bukhari no 2311) Di antara dalil yang menunjukkan keutamaan membaca ayat kursi, yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah menugaskan kepadaku untuk menjaga zakat di bulan Ramadhan. Kemudian seseorang datang kepadaku dan mencuri dari makanan (zakat) ….” Di akhir hadits, pencuri itu berkata, ”Bila engkau hendak tidur, maka bacalah ‘Ayat Kursi’ karena penjagaan dari Allah akan terus bersamamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai Subuh”. Kemudian Nabi berkata, “Ia telah berkata benar kepadamu, walau ia pendusta. Ia adalah setan.” (HR al-Bukhari 2311]. Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman. Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah ayat 186) Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al-Mumin ayat 60, Allah SWT berfirman: وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” Buya Alfis Chaniago menjelaskan, janganlah manusia berdoa kepada selain Allah SWT. Karena, tidak ada satu pun yang mengabulkan doa manusia selain Allah SWT. Dalam surat Al Ahqaf ayat 5, Allah SWT berfirman: وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئئِهِمْ غَٰففِلُونَ “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (yan)

Read More

Jeda Waktu Gencatan Senjata Yang Harus Dimanfaatkan Warga Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Tahani al-Najjar memanfaatkan jeda pengeboman Israel ke Gaza pada Sabtu (25/11/2023) untuk kembali ke rumahnya yang sudah menjadi puing-puing. Ia mengatakan, rumahnya hancur dalam serangan udara Israel yang menewaskan tujuh anggota keluarganya dan memaksanya tinggal di pengungsian. Selama 24 jam jeda pertempuran yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, ribuan warga Gaza melakukan perjalanan dari tempat pengungsian sementara ke rumah mereka. Mereka ingin melihat seperti apa rumah mereka setelah pengeboman berminggu-minggu. “Di mana kami akan tinggal? Di mana kami akan pergi? Kami mencoba untuk mengumpulkan kayu-kayu untuk membangun tenda kami tapi tidak berhasil, tidak ada apa-apa untuk keluarga melindungi satu keluarga,” kata Najjar sambil memilah-memilih puing-puing dan memelintir besi di rumahnya, Ahad (26/11/2023). Najjar yang merupakan ibu lima orang anak berasal dari Khan Younis di selatan Gaza. Perempuan berusia 58 tahun itu mengatakan, militer Israel juga meratakan rumahnya dalam dua konflik sebelumnya pada 2008 dan 2014. Ia mengambil beberapa cangkir yang masih utuh dari reruntuhan, di mana sebuah sepeda dan pakaian yang penuh debu tergeletak di antara puing-puing. “Kami akan membangun kembali,” katanya. Bagi sebagian besar dari 2,3 juta orang yang tinggal di Jalur Gaza yang kecil, jeda dalam serangan udara dan artileri yang nyaris konstan memberikan kesempatan pertama untuk bergerak dengan aman, memeriksa kerusakan, dan mencari akses untuk mendapatkan bantuan. Di pasar-pasar terbuka dan depot-depot bantuan, ribuan orang berdiri mengantre untuk mendapatkan bantuan yang mulai mengalir ke Gaza dalam jumlah yang lebih besar. Bantuan ini bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Di tenda-tenda darurat di luar Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Mohammed Shbeir mengatakan sangat ingin membawa keluarganya kembali ke rumah ke kamp pengungsi al-Shati di utara. Mereka memutuskan untuk tidak melakukannya setelah mendengar desas-desus orang-orang yang mencoba melakukannya ditembaki pasukan Israel. “Saya tidak bisa tinggal di tenda seperti ini. Saya dulu punya rumah dan merasa nyaman dengan anak-anak saya,” katanya, sambil menyuapi anaknya yang masih bayi dengan sup miju-miju karena tidak ada susu formula yang tersedia, Selasa (28/11/2023). Sementara itu, blokade menambah krisis kemanusiaan. Hanya ada listrik untuk rumah sakit, sedikit air bersih, bahan bakar untuk ambulans, atau makanan dan obat-obatan. Di sebuah pasar jalanan di Khan Younis, di mana tomat, lemon, terong, paprika, bawang, dan jeruk berada di dalam peti, Ayman Nofal mengatakan ia dapat membeli lebih banyak sayuran daripada yang tersedia sebelum gencatan senjata dan harganya lebih murah. “Kami berharap gencatan senjata ini akan terus berlanjut dan permanen, bukan hanya empat atau lima hari. Orang-orang tidak dapat membayar biaya perang ini,” katanya. Selama tujuh pekan, Hussam Saleem hidup di bawah suara bom yang terus berdentum di sekitar rumahnya di Kota Gaza. Ketika gencatan senjata sementara yang disepakati antara Israel dan Hamas dimulai pada Jumat (24/11/2023), salah satu prioritas pertama pria berusia 60 tahun ini adalah tidur. “Kami sangat membutuhkan istirahat ini. Kami ingin tidur, pergi ke pasar, mencari kebutuhan dasar yang tidak dapat kami berikan kepada anak-anak kami selama beberapa minggu terakhir,” ujar Saleem, Selasa (28/11/2023). Akhirnya, Saleem dan 2,3 juta warga Palestina lainnya di Jalur Gaza akan mendapatkan jeda beberapa hari. Saleem percaya bahwa jeda waktu tersebut terlalu singkat. Ia mengatakan bahwa ia dan keluarganya berharap Israel dan Hamas menggunakan waktu ini untuk merundingkan gencatan senjata yang lebih lama untuk mengakhiri perang ini. “Kami tidak ingin jeda saja, kami ingin perang ini berakhir apapun yang terjadi. Kami sudah lelah, Jalur Gaza sudah hancur, kami tidak bisa menerima lebih banyak pembunuhan dan kehancuran,” sambungnya. Rimas Muhammad adalah seorang gadis berusia 13 tahun yang tetap tinggal di Kota Gaza bersama keluarganya meskipun ada ancaman dari tentara Israel, yang kini menduduki sebagian besar wilayah kota tersebut. Dia mengatakan kepada MEE bahwa jeda waktu akan memberinya kesempatan untuk mengunjungi teman-teman dan kerabatnya yang masih tersisa di sana. “Saya akan berjalan di jalan-jalan Gaza karena saya rindu berjalan-jalan tanpa rasa takut. Saya akan pergi ke toko-toko jika mereka buka,” katanya. Sejak serangan mendadak Hamas pada pada 7 Oktober lalu, Israel membombardir Gaza dalam serangan paling mematikan dan merusak yang pernah terjadi di Gaza yang memiliki panjang 40 kilometer. Para pejabat kesehatan Palestina di Gaza mengatakan pengeboman telah menewaskan lebih dari 14.000 orang, 40 persennya di antaranya adalah anak-anak, dan meratakan sejumlah distrik permukiman. Mereka mengatakan ribuan mayat lainnya mungkin masih berada di bawah reruntuhan, yang masih belum tercatat ke dalam total korban tewas resmi. Gencatan senjata atas mediasi Qatar dan Mesir dilakukan sejak Jumat lalu. Kedua pihak yang bertikai sepakat akan menghentikan serangan dengan imbalan pertukaran sandera selama empat hari. Setelah empat hari berakhir, gencatan senjata dapat diperpanjang satu hari untuk setiap 10 tawanan yang dibebaskan, dengan batas waktu sepuluh hari. Sekitar 240 orang yang diculik oleh pejuang Palestina pada 7 Oktober diyakini masih berada di Gaza. Dengan jeda pertempuran selama empat hari tersebut, pertukaran 50 tawanan Israel dan 150 tawanan Palestina bisa dilakukan. Israel telah memutus sama sekali akses masuknya makanan, bahan bakar dan air ke daerah kantong pesisir tersebut, dan memaksa ratusan ribu warga Palestina di Gaza utara, termasuk Kota Gaza, untuk mengungsi ke daerah selatan. Perjanjian gencatan senjata akan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan serta kesempatan bagi warga Palestina untuk bergerak bebas lagi. Meskipun warga Gaza tidak dianjurkan kembali ke sektor utara yang diminta Israel untuk mengungsi. Meskipun jeda dari perang disambut baik, beberapa orang di Gaza merasa terganggu dengan persyaratan perjanjian tersebut. Seorang warga Gaza, yang tidak ingin disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata itu mengejutkan, karena tampaknya jelas-jelas lebih menghargai nyawa warga Israel daripada warga Palestina. “Empat hari gencatan senjata ini tidak sebanding dengan banyaknya orang yang terbunuh dan terluka, rumah-rumah yang hancur, dan banyaknya orang yang mengungsi atau kehilangan tempat tinggal,” urainya. Hamas mengatakan bahwa mereka mencapai kesepakatan tersebut karena “tanggung jawab” mereka terhadap rakyat Palestina, yang bertujuan untuk “meringankan penderitaan mereka, menyembuhkan luka-luka mereka” dan memperkuat tekad mereka untuk melawan Israel. Namun, warga Gaza itu mengatakan bahwa “sangat memalukan” mengetahui bahwa ia tidak dapat kembali ke rumahnya di utara sementara para pemimpin Hamas di luar daerah kantong dapat melakukan perjalanan dengan bebas antara Beirut dan Qatar. “Gencatan senjata ini hanyalah sebuah kebohongan besar. Ini akan memberi…

Read More

Pemerintah Sepakati Kenaikan Biaya Haji 2024 Sebesar Rp56 Juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia dan Komisi VIII DPR akhirnya menyepakati biaya haji 2024 naik menjadi Rp56 juta per jamaah. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445H/2024 M rata-rata Rp93.410.286 per jemaah haji reguler. Hal tersebut setelah dilaksanakan Rapat Kerja Komisi VIII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023). Angka ini terdiri atas dua komponen, yakni Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jamaah dengan rata-rata Rp56.046.172 (60%) dan penggunaan nilai manfaat per jamaah sebesar Rp37.364.114 (40%). Dengan skema ini, penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar Rp8.200.040.638.567. “Besaran rata-rata BPIH 1445H/2023 M sebesar Rp93,4 juta, jumlah ini terdiiri atas dua komponen Bipih per jamaah Rp56 juta atau 60% dan penggunaan nilai manfaat per jamaah sebesar Rp37 juta atau setara 40%. Dengan ini maka penggunaan dan nilai manfaat biaya haji sebesar Rp8 triliun,” terang Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, kebijakan untuk menopang sebagian biaya operasional perlu memperhatikan keberlangsungan dana haji. “Komposisi bipih harus lebih besar dari nilai manfaat. Kedepan skema baru pelunasan mulai harus diterapkan dengan cara dicicil sehingga sisa biaya haji tidak serasa lebih banyak,” ungkapnya. Sebelumnya, kesepakatan ini diperoleh setelah Panitia Kerja (Panja) BPIH 1445 H/2024 M melakukan serangkaian diskusi panjang, membahas usulan biaya haji pemerintah. “Ada satu fraksi menolak dan yang lainnya menyatakan setuju,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Selain itu, Komisi VIII DPR RI meminta Panja Kemenag untuk bekerja sama dengan BPKH dan Bank Penerima Setoran BPIH untuk memberlakukan kebijakan cicilan pelunasan biaya haji. Bagi jemaah haji yang berangkat di tahun 1445H sejak diputuskan hingga akhir pelunasan BPIH. (wink) Baca juga :

Read More

Otoritas Gaza Sebut Jumlah Korban Meninggal Sudah Tembus 15 Ribu Orang

Gaza — 1miliarsantri.net : Jumlah warga Palestina yang gugur sebagai syuhada akibat serangan mematikan Israel kini mencapai 15 ribu orang lebih. Otoritas Gaza mengatakan ribuan orang lainnya masih hilang belum ditemukan karena dipastikan masih di bawah reruntuhan bangunan pasca dibom bardir tentara zionis Israel. Pernyataan kantor media pemerintah yang berada di Gaza mengatakan jumlah korban wafat mencakup 6.150 anak dan 4.000 perempuan, ditambah lagi jumlah jasad yang berserakan di jalan-jalan. Menurut pernyataan kantor tersebut, ada sekitar 7.000 orang hilang di bawah reruntuhan, termasuk 4.700 anak dan perempuan. Disebutkan pula dari jumlah korban wafat, terdapat 207 staf medis, 26 anggota tim penyelamat pertahanan sipil, dan 70 jurnalis. Otoritas Gaza juga menyebutkan lebih dari 36.000 warga Palestina lainnya juga terluka, dengan 75 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Sementara itu, hampir 50.000 unit rumah hancur total dan 240.000 unit rumah lainnya rusak parah.Total 88 masjid juga hancur lebur dan 174 lainnya hancur sebagian akibat pengeboman Israel di seluruh wilayah Gaza. Selain itu, tiga gereja menjadi sasaran Israel. Berdasarkan aturan perang, rumah-rumah ibadah dan tempat tinggal dilarang untuk diserang. Israel mengklaim kelompok perlawanan Hamas memanfaatkan bangunan-bangunan tersebut sebagai markas, namun hingga kini bukti yang ditunjukkan Israel terkait klaim itu masih membuat sebagian besar pengamat tidak percaya. Pasukan Israel melancarkan aksi militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober lalu. Hingga saat ini, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.200 orang. (zul/AZ) Baca juga :

Read More