Sejarah Ditemukannya Planet Kerdil

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tata Surya memiliki delapan planet dan lima planet kerdil. Apa yang membedakan keduanya? Kata “planet” berasal dari kata Yunani kuno yang berarti “bintang pengembara”. Hal ini lantaran selama ribuan tahun, manusia telah menyaksikan planet-planet berubah posisinya di langit malam. Begitulah cara orang dahulu menemukan lima planet: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Para astronom menggunakan teleskop menemukan Uranus pada tahun 1781 dan Neptunus pada tahun 1846, dan Pluto pada tahun 1930. Sifat planet yang berubah posisinya tidak seperti bintang, yang tampak diam dan tidak bergerak jika dilihat dengan mata telanjang. Seiring waktu dan perkembangan teknologi, ilmuwan kemudian menemukan lebih banyak objek di luar Neptunus, di suatu tempat yang disebut sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper adalah tempat di luar angkasa yang menyimpan “sisa-sisa” tata surya, khususnya benda-benda es kecil. Ilmuwan lantas menemukan tiga objek kecil yang diberi nama Eris, Haumea, dan Makemake yang ditemukan pada awal hingga pertengahan tahun 2000-an. Objek-objek ini cukup besar untuk dianggap sebagai planet. Tiga objek ini semuanya berukuran kira-kira sama dengan Pluto. Para astronom kemudian menduga bahwa kemungkinan terdapat lebih banyak benda es di sabuk Kuiper. Mereka mulai bertanya-tanya: berapa banyak planet yang bisa diidentifikasi di tata surya kita? Dua puluh? Tigapuluh? Seratus? Definisi planet kerdilPada tahun 2006, dan setelah banyak perdebatan, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menghasilkan definisi baru untuk sebuah planet. Pada tahun 2006 itulah istilah planet kerdil pertama kali digunakan. Menurut kesepakatan IAU, Sebuah planet harus mengorbit matahari secara langsung. Planet juga harus cukup besar untuk memiliki bentuk fisik bulat atau bulat. Selain itu, planet ini harus “membersihkan lingkungannya”. Artinya, selain bulan-bulan yang biasanya mengikutinya, planet tidak boleh berbagi orbit dengan objek lain yang berukuran sebanding. Objek yang hanya memenuhi dua kriteria pertama, namun tidak memenuhi kriteria ketiga kini disebut planet kerdil. Pluto diturunkan dari planet menjadi planet kerdilPada 2006 Pulo kehilangan statusnya sebagai planet dan kini tergolong sebagai planet kerdil. Pluto tidak memenuhi persyaratan ketiga karena ada benda-benda es lainnya di sabuk Kuiper yang berada dalam jalur orbit Pluto. Keputusan kontroversial itu masih diperdebatkan oleh para ilmuwan hingga hari ini. Pada saat yang sama Pluto diturunkan statusnya, ada objek-objek lain yang mendapat status baru. Ceres, yang dulunya dianggap sebagai asteroid, kini diklasifikasikan sebagai planet katai. Ceres berada di sabuk asteroid utama, mengorbit antara Mars dan Jupiter. Jika dijumlahkan Pluto, Ceres, Eris, Haumea, dan Makemake maka jumlah planet kerdil di tata surya kita menjadi lima. Namun kemungkinan daftar planet kerdil itu akan bertambah. Ada ratusan kandidat, hampir semuanya berada di sabuk Kuiper, berpotensi memenuhi kriteria sebagai planet katai. Karakteristik planet kerdil Planet kerdil tidak seperti Bumi. Sesuai dengan namanya, ukurannya jauh lebih kecil. Pluto dan Eris meruakan planet kerdil terbesar, memiliki diameter kurang dari seperlima Bumi. Massanya juga lebih sedikit. Bumi memiliki massa sekitar 6.400 kali lebih besar daripada Ceres. Karakteristik lain, planet kerdil memiliki sifat dingin. Suhu rata-rata Pluto sekitar minus 240 Celcius. Mungkinkah ada kehidupan di planet kerdil?Ada tiga hal yang dibutuhkan untuk kehidupan: air cair, sumber energi, dan molekul organik atau molekul yang mengandung karbon. Berdasarkan penelitian, lebih dari 161 kilometer di bawah permukaan Pluto, mungkin terdapat lautan air cair yang sangat besar. Hal ini juga mungkin ada di planet-planet kerdil di sabuk Kuiper lainnya. Ceres juga memiliki air bawah permukaan, sisa-sisa lautan global kuno. Molekul organik, yang berlimpah di seluruh tata surya kita, telah ditemukan di Ceres dan Pluto. Satu-satunya unsur yang hilang dari semua planet kerdil untuk menampung kehidupan adalah sumber energi. Sinar matahari tidak akan berfungsi, khususnya bagi planet-planet kerdil di sabuk Kuiper. Lokasi itu mereka terlalu jauh dari matahari. Untuk mencapai sabuk tersebut, cahaya harus menempuh jarak lebih dari 4,4 miliar km. Pada saat sinar matahari tiba di dunia yang jauh ini, sinar matahari sudah terlalu lemah untuk memberikan panas yang diperlukan. Selain itu, semua planet kerdil terlalu kecil untuk menampung panas dalam yang tersisa dari pembentukan tata surya. Namun, hingga saat ini para ilmuwan masih mencari kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi. Lima planet kerdil, apa saja? Ada lima planet kerdil yang diakui oleh IAU. Ilmuwan memperkirakan mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan planet kerdil mungkin ada di tata surya. PlutoPluto adalah planet kerdil yang terbesar. Ketika ditemukan pada 1930, Pluto disebut sebagai planet kesembilan. Pluto memiliki lima bulan. Orbit Pluto tidak melingkar seperti planet lain. Pluto sebenarnya melintasi orbit Neptunus. Artinya bahwa Pluto terkadang lebih dekat ke Matahari daripada Neptunus. Pluto membutuhkan waktu hampir 250 tahun untuk menyelesaikan satu perjalanan mengelilingi Matahari. ErisEris terletak di luar orbit Neptunus. Eris menyelesaikan orbit mengelilingi Matahari setiap 557 tahun.Eris berukuran lebih kecil dari Pluto namun mengandung sekitar 25 persen lebih banyak materi. Penemuan Eris pada tahun 2005 mungkin merupakan titik balik yang memaksa para astronom untuk mempertimbangkan kembali klasifikasi Pluto sebagai sebuah planet. CeresCeres merupakan objek terbesar di sabuk asteroid antara orbit Mars dan Jupiter. Awalnya Ceres dianggap sebagai asteroid. Namun, bentuknya yang hampir bulat berarti bahwa benda berbatu dan es ini tidak dianggap sebagai asteroid. Ceres membutuhkan 4,6 tahun untuk menyelesaikan orbit mengelilingi Matahari. Para ilmuwan menduga bahwa planet kerdil yang unik ini bahkan mungkin memiliki lautan air cair yang tersembunyi di bawah lapisan es. MakemakeMakemake ditemukan hanya beberapa bulan setelah Eris ditemukan oleh tim astronom yang sama. Makemake terletak di Sabuk Kuiper. Astronom mengatakan bahwa Makemake kemungkinan berwarna kemerahan, mirip dengan Pluto. HaumeaHaumea ditemukan pada 2004 di Sabuk Kuiper di luar orbit Neptunus. Butuh waktu 285 tahun bagi Haumea untuk menyelesaikan perjalanan mengelilingi Matahari, Haumea berotasi dalam waktu kurang dari empat jam. (har) Baca juga :

Read More

Hampir Seluruh Warga Gaza Terserang Penyakit Karena Tidak Berfungsinya Beberapa Rumah Sakit

Gaza — 1miliarsantri.net : Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk Tepi Barat dan Gaza, Richard Pepperkorn mengatakan intensitas pengeboman Israel di wilayah selatan Palestina terus meningkat usai gencatan senjata berakhir. Dia menyanpaikan, rumah sakit banyak yang tidak berfungsi dan warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. “Situasinya semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman intensif yang terjadi di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah,” terang Pepperkorn, Jumat (08/12/2023). Ia menambahkan, sebanyak 18 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza berfungsi dalam kapasitas yang amat terbatas. Sementara tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar, sedangkan sisanya memberikan layanan parsial. Lalu 12 dari 18 rumah sakit itu berada di selatan. Hanya sekitar 1.400 tempat tidur rumah sakit yang masih tersedia di Jalur Gaza. Pepperkorn mengatakan bahwa sejak dimulainya perang, warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. Sebanyak 120.000 orang dilaporkan mengalami infeksi pernapasan akut; hampir 26.000 orang dengan kudis. Kemudian ada 86.000 kasus diare, termasuk 44.000 di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, yang 20 hingga 30 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sementara itu, terdapat sekitar 1.150 kasus penyakit kuning bersama dengan kasus cacar air, ruam kulit, dan meningitis. Dalam laporan WAFA, Juru Bicara UNICEF James Elder mengatakan bahwa penampungan korban perang kian padat. “Dalam dua jam ada 5.000 orang, di mana tidak ada seorang pun sebelumnya. Secara kritis di tempat-tempat ini, tidak ada sanitasi,” imbuhnya. Ia mengatakan bahwa di satu tempat penampungan di Gaza dengan jumlah 30.000 pengungsi, hanya memiliki satu toilet untuk kira-kira setiap 400 orang, yang berarti antrean hingga lima jam. Menurutnya, Israel mengarahkan warga sipil ke wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona aman, tetapi yang tidak memiliki toilet atau air bersih. Hal ini menciptakan badai yang sempurna untuk wabah penyakit. Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) mencatat lebih dari 16.508 orang meninggal dunia dengan sebagian besar korban tercatat di kalangan perempuan dan anak-anak. Sebanyak lebih dari 46 ribu orang luka-luka, 1,6 juta warga sipil mengungsi. (zul) Baca juga :

Read More

Tercatat Wakaf Rakyat Indonesia Capai Rp2,361 Triliun, Tanah Wakaf 57.263 Hektare

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, mengungkapkan angka fantastis terkait wakaf masyarakat Indonesia berdasarkan catatan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Wakaf tanah seluas 57.263 hektare dan 440.512 bidang, rata-rata pertumbuhannya 8% dalam tiga tahun terakhir. Di samping itu, sertifikasi tanah wakaf telah mencapai 236.511 ribu sampai dengan 2023. “Juga telah terhimpun wakaf uang yang dilaporkan ke BWI senilai Rp2,361 triliun di tahun 2023, naik dari posisi tahun 2021 senilai Rp1,04 triliun,” terang Ma’ruf saat membuka Rakornas BWI, Senin (04/12/2023). Wapres menjelaskan kemajuan dan pencapaian di bidang wakaf juga ditandai dengan terbentuknya standar kompetensi nadzir, dengan jumlah nadzir serta stakeholder perwakafan yang telah tersertifikasi sebanyak 3.855 orang asesi dengan pilihan 10 skema kompetensi yang diujikan. Selain itu, terbentuknya 113 asesor, dan 83 batch pelaksanaan sertifikasi yang diselenggarakan di 64 tempat uji kompetensi di seluruh Indonesia sampai bulan November 2023. BWI menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Jakarta pada 4 sampai 6 Desember 2023, sebagai upaya memperkuat pengelolaan wakaf di Indonesia. “Perwakafan sudah menjadi perbincangan publik. Dulu suaranya hanya sayup-sayup, tapi kini anak muda sudah tidak asing dengan istilah perwakafan. Literasi wakaf memang masih rendah tapi terus bergerak,” ujar Ketua Pelaksana BWI M Nuh Nuh mengatakan BWI telah menyiapkan peta jalan transformasi pengelolaan wakaf, dengan tujuan akhir menciptakan wakif-wakif baru atau pemberi manfaat dari sebelumnya hanya sebagai mauquf alaih (penerima manfaat wakaf). Langkah pertama menuju hal tersebut, kata dia, yakni memperbanyak wakif serta menambah aset wakaf. Nuh mengatakan potensi wakaf di Indonesia sangat tinggi seiring dengan populasi masyarakat yang besar. Setelah wakif dan aset wakaf bertambah, langkah berikutnya yakni pengelolaan aset yang lebih profesional dan produktif. Saat ini wakaf hanya dipahami sebagai tanah makam, madrasah, maupun masjid, padahal cakupan wakaf sangat luas. Wakaf bisa berupa aset pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi. “Kita ingin mentransformasi, pengelolaan aset yang lebih profesional dan lebih produktif. Karena yang diberikan ke penerima manfaat yaitu hasil dari pengelolaan wakaf. Beda dengan zakat, zakat dikumpulkan, terus dibagikan. Tapi kalau wakaf yang dibagikan itu hasil pengelolaan produksinya,” kata dia. Menurut Nuh, pengelolaan aset yang profesional dan produktif menjadi kunci dari pendayagunaan wakaf. Maka dari itu langkah berikutnya yakni sertifikasi nadzir (pengelola aset wakaf). Para Nadzir harus profesional sehingga aset-aset yang telah dikumpulkan bisa dikelola dengan baik dan menghasilkan nilai manfaat ekonomis demi kemaslahatan bersama. Para Nadzir harus bisa mengubah masyarakat yang tadinya sebagai penerima, lalu menjadi pemberi manfaat, lewat berbagai upaya pemberdayaan. “Cara menyalurkan ke penerima manfaat benar-benar memiliki dampak yang maksimal. Sehingga kalau itu bisa dilakukan, maka wakaf akan mudah ditransformasikan ke 4.0. Yaitu yang tadinya penerima manfaat jadi pemberi manfaat,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Perpustakaan Bayt Al Hikmah Bukti Islam Menguasai Pendidikan, Berdiri Pada Masa Khalifah Al-Ma’mun

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pada saat Dinasti Abbasiyah masih berdiri, salah satu keberhasilannya ditunjukkan dengan pendirian perpustakaan terbesar dalam sejarah Islam, yaitu Bayt Al Ḥikmah. Lalu, apa saja Fakta sejarah tentang Bayt Al Ḥikmah? Islam pernah mengalami sebuah masa kejayaan. Di mana Islam memiliki semuanya, mulai dari kerajaan yang berpengaruh dan besar, pemeluk yang banyak, dan ilmuwan dengan pengetahuan jenius mereka. Salah satu bukti sejarah bahwa Islam pernah menjadi pusat pendidikan atau pemimpin dalam bidang ilmu pengetahuan, adalah didirikannya perpustakaan terbesar bernama Bayt Al Ḥikmah. Dinasti Abbasiyah pernah mengalami puncak kejayaannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sains. Yakni pada masa khalifah ketujuh, Khalifa Al-Ma’mun yang berkuasa pada tahun 813-833 M. Hal ini sebagaimana dinukil dari buku Filsafat Sains: Menurut Ibn Al-Haytham karya Usep Mohamad Ishaq. Kejayaan ini ditandai dengan didirikannya perpustakaan bernama Bayt Al Ḥikmah atau sering disebut juga sebagai “House of Wisdom.” Kemudian, ini adalah perpustakaan terbesar yang dimiliki dunia Islam saat itu. Sebagai perpustakaan terbesar yang berisi lebih dari 601.000 buka, tentu saja Bayt Al Ḥikmah menyimpan banyak sekali buku-buku dan kitab berbagai ilmu. Lalu, apa saja isinya? Bayt Al Ḥikmah mengoleksi setidaknya 200.000 volume buku di dalamnya. Bahkan, sumber-sumber yang lain menyebutkan, Bayt Al Ḥikmah memiliki buku dengan 601.000 volume dan ditambah dengan mushaf Al-Qur’an sebanyak 2.400 buku. Selain menyediakan buku yang lebih beragam daripada perpustakaan-perpustakaan di Basrah, Bayt Al Ḥikmah juga memiliki balai pengamatan untuk pencerapan astronomi, biro penerjemahan, penyalinan manuskrip, dan lembaga penelitian ilmuah. Ada banyak sekali koleksi terjemahan karya sarjana Yunani di Bayt Al Ḥikmah, termasuk di bidang filsafat, geometri, mekanika, musik, aritmatika, dan pengobatan. Bahkan, dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya Akhmad Saufi dan Hasmi Fadillah menyebutkan, di dalam Bayt Al Ḥikmah yang besar ini juga disediakan tempat ruangan untuk belajar. Usaha penerjemahan buku berbahasa asing ke bahasa Arab sudah ada sejak zaman pemerintahan Abdullah Al-Muqaffa. Namun, puncak pencapaiannya baru berjalan lebih teratur dan meluas pada pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun. Mengutip buku Kelestarian Bidang Penterjemahan yang diedit oleh Hasuria Che Omar dan Rokiah Awang, pembangunan Bayt Al Ḥikmah berdampak pada pesatnya gerakan penerjemahan buku-buku bahasa asing, seperti Greek dan Parsi ke bahasa Arab. Gerakan penerjemahan berbagai buku ke bahasa Arab bertujuan agar masyarakat Islam bisa memahami ilmu pengetahuan dari berbagai sumber walaupun mereka tidak mahir dalam bahasa asing tersebut. Tokoh yang saat itu banyak melahirkan banyak buku terjemahan antara lain adalah Al-Masajuwaih, Al-Baktisyu’, dan Al-Hunain Ishak yang merupakan seorang Kristian. Tak hanya itu, ada banyak pula rakyat jelata yang turut andil dalam bidang penerjemahan buku di Bayt Al Ḥikmah. Tokoh-tokoh itu contohnya Musa Syakir Al-Munajjim atau Muhammad, Ahmad, dan Al-Hasan. Para penerjemah bukanlah melakukan pekerjaan ini tanpa imbalan apa pun, melainkan digaji oleh khalifah saat itu. Hunai Ishak saat itu mendapatkan upah dari Khalifah Al-Ma’mun emas seberat buku-buku yang ia terjemahkan ke dalam bahasa Arab. Selain itu, khalifah Al-Ma’mun juga mendorong golongan hartawan untuk memberikan upah dan hadiah kepada penerjemah yang menyumbangkan karyanya. Saat itu, anak-anak Musa Al-Munajjim membayar para penerjemah sebanyak 500 dinar sebulan. (yus) Baca juga :

Read More

Indonesia Memiliki 8 Masjid Terbesar Yang Wajib Disinggahi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari total 273 jutaan penduduk Indonesia, sekitar 86 persen beragama Islam. Tak heran, jika masjid atau rumah ibadah umat Muslim tersebar di Indonesia, baik kota hingga pelosok. Dengan keanekaragam budaya yang ada, gaya arsitekturnya juga sangat indah. Selain itu, ukuran masjid di Tanah Air bukan hanya standar, melainkan ada yang besar hingga bisa menampung hingga puluhan bahkan ratusan ribuan jamaah. Berikut adalah deretan masjid terbesar di Indonesia. Ide pembangunan Masjid Istiqlal dilontarkan Menteri Agama Pertama yang sekaligus ayahanda Presiden RI KH Abdurrahman Wahid yakni, KH Wahid Hasyim. Masjid Istiqlal ini merupakan simbol manifestasi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena berhasil memperjuangkan kemerdekaan dan terbentuknya negara Republik Indonesia. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961, tak lama setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sedangkan untuk arsitek dari bangunan Masjid Istiqlal adalah seorang Nasrani, Frederich Silaban. Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare dengan kapasitas jamaahnya sendiri mencapai sekitar 100.000 orang. Selain terkenal dengan kemegahannya, masjid ini memiliki ciri khas bergaya arsitektur Islam modern. Lantai, dinding hingga kubah didominasi dengan marmer dan besi anti karat. Lokasi Masjid Istiqlal sangat strategis karena berada di pusat kota. Letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral di Kecamatan Sawah Besar untuk menunjukkan bentuk kerukunan beragama. Lokasinya berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Bangunan masjid sangat mudah dikenali karena kubahnya yang besar dan megah berwarna kebiruan. Dikutip dari situs resmi MAS, berdirinya masjid ini tercetus karena keinginan warga Surabaya untuk memiliki masjid dengan skala nasional. Sebab, Surabaya yang merupakan kota terbesar nomor dua di Indonesia, memiliki populasi Muslim sekitar 90 persen dari total penduduk 4 juta jiwa. MAS dibangun pada 4 Agustus 1995 atas gagasan mantan Walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro. Sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. MAS diresmikan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000. Daya tarik dari masjid ini terletak pada kubahnya yang berbentuk oval. Kubah besar dan megah ini berwarna kebiruan ditambah aksen diagonal yang saling menyilang berwarna hijau muda. Selain kubah, adapun menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna. Sementara, bangunan mihrab memiliki motif batik pada bagian sisinya. Selain sebagai tempat ibadah, MAS memiliki fasilitas yang lengkap. Di antaranya seperti taman, green house, urban farming, edu park, dan grand ballroom. Masjid Islamic Centre juga masuk ke dalam salah satu daftar masjid terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, dengan luas sekitar 43.500 meter persegi menjadikan Masjid Islamic Centre mampu masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Masjid Islamic Center di Kecamatan Samarinda Ilir ini diresmikan pada Juni 2008. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut dapat menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang. Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda sangat detail. Terdapat tujuh buah menara yang terdiri atas satu menara utama dan enam anak menara lainnya. Induk menara memiliki tinggi 99 meter yang menyimbolkan Asmaul Husna. Selain itu, ketika memasuki bangunan utama masjid, jamaah akan melewati 33 anak tangga yang sama seperti jumlah biji tasbih. Bahkan dari sisi dinding saja sudah memiliki sentuhan bernuansa Haghia Sophia. Jika dilihat sekilas, bentuk kubah dari Masjid Islamic Centre hampir menyerupai Haghia Sophia yang berada di Istanbul, Turki. Berkunjung ke Aceh yang memiliki julukan negeri Serambi Mekkah rasanya kurang afdol jika tidak berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh ini, arsitekturnya bercorak eklektik dan mampu menampung sekitar 30.000 jemaah. Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636 itu menjadi saksi bisu pahit getirnya warga Aceh melawan Belanda, pergolakan pasca kemerdekaan, bencana gempa dan tsunami, hingga perjanjian damai GAM-RI. Masjid yang berdiri sekarang merupakan pengganti dari masjid raya yang telah Belanda bakar saat menaklukkan Aceh. Kapten de Bruijn, Komandan Zeni Angkatan Darat Tentara Kerajaan Belanda merupakan arsitek masjid ini. Ia berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje, orientalis kepercayaan pemerintah Belanda dan penghulu masjid Bandung, Jawa Barat. Saat ini, dengan berlakunya syariat Islam, Masjid Baiturrahman dinyatakan sebagai kawasan terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat, sesuai hukum syariat yang boleh masuk ke dalam masjid. Masjid Al-Jabbar, Bandung adalah masjid baru yang diresmikan pada Desember 2022. Dilansir situs resmi Kota Bandung, Masjid Al Jabbar terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Masjid yang dibangun di tanah seluas 25 hektare ini mampu menampung 30.000 jemaah, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Proses perancangan dimulai pada 2015 oleh Ridwan Kamil yang semasa itu menjabat sebagai Walikota Bandung. Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa. Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Keindahan danau memiliki fungsi penting lain, sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air. Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Kelak, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat. Masjid Dian Al-Mahri mungkin lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas. Menariknya selain menjadi salah satu masjid terbesar di Indonesia, Masjid Kubah Emas Depok juga masuk ke dalam daftar masjid termegah di kawasan Asia Tenggara. Kubah masjid ini bukan sembarang kubah karena dilapisi oleh emas sungguhan. Lapisan emas pada bagian kubah tersebut kurang lebih 2 sampai 3 milimeter lengkap dengan mozaik kristal. Masjid seluas 8.000 meter persegi itu berdiri di atas tanah 5 hektare dengan daya tampung sekitar 20.000 jamaah. Proses pembangunan Masjid Kubah Emas Depok dimulai dari tahun 2001 hingga 2006. Setiap bagian masjid selalu memiliki filosofi. Mulai dari 5 kubah yang mendapatkan filosofi dari rukun Islam. Lalu untuk jumlah menara adalah 6 mengambil filosofi dari rukun iman. Keseluruhan jumlah pintu Masjid Kubah Emas Depok adalah…

Read More

Keluarga Sandera Israel Marah dan Kecam Netanyahu

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu dengan keluarga sandera yang telah kembali pada Selasa (5/12/2023). Pertemuan ini digambarkan oleh beberapa dari mereka yang hadir sebagai pertemuan yang keras dan penuh kemarahan. Pertemuan itu terjadi ketika pertempuran kembali terjadi di Jalur Gaza setelah jeda tujuh hari yang mengakibatkan kembalinya lebih dari 100 sandera dari daerah kantong tersebut. Nasib 138 sandera lain yang masih tertinggal di Gaza belum jelas. “Saya mendengar cerita yang membuat hati saya patah, saya mendengar tentang rasa haus dan lapar, tentang kekerasan fisik dan mental. Saya mendengar dan Anda juga mendengar, tentang kekerasan seksual dan kasus pemerkosaan brutal yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya. Namun, nyatanya, dalam pertemuan itu, beberapa kerabat yang menghadiri pertemuan tersebut sangat kritis terhadap pemerintah. Dani Miran yang putranya Omri disandera pada 7 Oktober bersama dengan sekitar 240 warga Israel dan orang asing lainnya mengatakan, dia merasa intelijen Israel telah dihina oleh pertemuan tersebut dan keluar di tengah-tengah pertemuan. “Saya tidak akan menjelaskan secara perinci apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, tetapi keseluruhan kinerja ini buruk, menghina, berantakan,” kata Miran kepada Channel 13 Israel. Miran mengatakan, pemerintah telah membuat “lelucon” mengenai masalah itu. “Mereka bilang ‘kami sudah melakukan ini, kami sudah melakukan itu.’ (Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya) Sinwar adalah orang yang mengembalikan rakyat kami, bukan mereka. Saya marah karena mereka mengatakan bahwa mereka mendikte sesuatu. Mereka tidak mendikte satu langkah pun,” ujarnya. Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai forum bagi para sandera yang dibebaskan untuk menceritakan kepada para menteri tentang pengalaman mereka selama disandera. Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera mengeluarkan serangkaian kutipan tanpa nama yang dikatakan diambil dari pernyataan beberapa mantan sandera pada pertemuan tersebut. Kutipan tersebut menceritakan penganiayaan yang dilakukan Hamas terhadap para tawana. Namun pertemuan tersebut dibayangi oleh emosi keluarga yang khawatir dengan nasib kerabat mereka yang masih ditahan. “Itu adalah pertemuan yang sangat bergejolak, banyak orang berteriak,” kata Jennifer Master yang rekannya Andrey menjadi sandera di Gaza. Israel mengatakan, sejumlah perempuan dan anak-anak masih berada di tangan Hamas. Sementara keluarga yang memiliki kerabat laki-laki dewasa yang disandera telah menyerukan agar mereka tidak dilupakan. “Kami semua berusaha memastikan orang-orang yang kami cintai pulang ke rumah. Ada yang menginginkan perempuan yang ditinggalkan atau anak-anak yang ditinggalkan, dan ada pula yang mengatakan kami menginginkan laki-laki,” kata Master kepada Channel 12. (yud) Baca juga :

Read More

Sandiaga : Jakarta Halal Festival Diharapkan Bisa Perkuat Ekosistem Halal Nasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung Jakarta Halal Festival pada 22-25 Desember 2023 di JCC, Jakarta. Event ini merupakan salah satu pameran terbesar di Indonesia sebagai wujud penumbuhan ekosistem halal nasional. Menparekraf Sandiaga saat The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta, Senin (04/12/2023) menjelaskan event ini diinisiasi oleh Global Entrepreneurs Profesional bersama Syakaa Islamic Event Organizer, menjadi puncak dari penyelenggaraan roadshow Halal Fest di Yogyakarta, Surabaya, dan Padang. “Hingga 30 November 2023, terdapat total 157 booth yang akan menyemarakkan JHF, dengan target pengunjung sebanyak 50 ribu orang. Saya mengajak masyarakat untuk memeriahkan dan turut berpartisipasi. Bersama sukseskan Jakarta Halal Festival 2023,” terangnya. Menparekraf berharap, Jakarta Halal Festival ini menjadi momentum berharga bagi semua pihak untuk menggarap potensi besar industri halal yang kuat dan berdaya saing tinggi. “Serta terus meningkatkan kolaborasi dengan para stakeholder demi terwujudnya kebangkitan ekonomi negeri,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Alquran Menjelaskan Tentang Perilaku Orang-orang Munafik yang Menipu Allah SWT

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam beberapa ayat Alquran dijelaskan tentang perilaku orang-orang munafik yang menipu Allah SWT, seperti dalam surah al-Baqarah ayat 9. “Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari.” Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa orang munafik telah melakukan penipuan, sementara yang hendak mereka tipu adalah Allah SWT dan orang-orang beriman. Penipuan yang dilakukan oleh orang-orang munafik adalah pengakuan keimanan kepada Allah SWT, kepada Nabi Muhammad SAW, dan segenap rukun iman lainnya. Hanya saja pengakuan itu dusta belaka. Karena pada hakikatnya, justru mereka mengingkari semua perangkat rukun iman itu. Bahkan, dengan pengakuan itu mereka mengira telah menipu Allah SWT. Mungkinkah orang-orang munafik itu bisa menipu Allah SWT? Jawabannya jelas mustahil, karena orang-orang munafik pada hakikatnya adalah manusia biasa yang notabene adalah makhluk Allah SWT. Bagaimana mungkin makhluk yang diciptakan Allah SWT bisa menipu penciptanya? Oleh karenanya, di pengujung ayat ditegaskan bahwa senyatanya orang-orang munafik itu menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari. Senyatanya orang-orang munafik itu menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari. Dalam ayat yang lain ditegaskan bahwa Allah SWT membalas tipuan mereka. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Jika mereka melaksanakan shalat, mereka melaksanakannya dengan perasaan malas, mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan orang lain, dan mereka tidak menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS an-Nisa’ [4]: 142). Orang-orang munafik menipu Allah SWT dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Artinya, orang-orang munafik itu membaca syahadat layaknya orang beriman. Tetapi, kesaksian itu nyatanya merupakan kesaksian palsu. Di bibir, mereka membaca syahadat, tapi di hati mereka mengikrarkan kekufuran. Allah Mahatahu kebohongan mereka, kemudian Allah menyampaikan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW, dan Nabi Muhammad SAW menyampaikannya kepada para sahabat Orang munafik mengira Allah SWT tidak tahu kebohongan mereka. Begitu juga dengan Nabi Muhammad dan para sahabatnya, sehingga orang-orang munafik itu tetap berpendirian pada perkiraan palsu mereka. Terbongkarnya tipu daya mereka merupakan bagian dari cara Allah SWT membalas tipuan mereka, di samping siksa yang Allah SWT janjikan untuk mereka di akhirat kelak. Sebagai bukti atas keimanan palsu mereka, orang-orang munafik melaksanakan shalat sebagaimana orang-orang beriman shalat. Tetapi bedanya, shalat orang-orang beriman dilaksanakan dengan penuh kekhusyuan dan penghayatan, sementara orang-orang munafik melaksanakan dengan rasa malas. Begitu pun dengan ibadah-ibadah yang lain. Mereka melaksanakannya dengan penuh kemalasan, hanya saja karena mereka sudah terlanjur menyatakan keimanan, mau tidak mau mereka terpaksa melaksanakan ibadah-ibadah itu. Oleh karenanya, “Orang-orang munafik itu dalam keadaan ragu-ragu antara iman dan kafir, tidak masuk ke dalam golongan orang-orang beriman, dan tidak pula masuk pada golongan orang-orang kafir. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidak akan mendapat jalan petunjuk baginya.” (QS an Nisa’ [4]: 143). Pengujung ayat ini juga merupakan cara Allah SWT membalas tipuan orang-orang munafik. (yat) Baca juga :

Read More

95 Persen Umat Islam Taati Fatwa MUI tentang Dukungan Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pusat Studi Fatwa dan Hukum Islam (Pusfahim) UIN Jakarta merilis hasil riset terkait dengan Fatwa MUI dan Pengaruhnya di tengah masyarakat, dengan studi kasus pada Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina. Hasil survei tim Riset Pusfahim UIN Jakarta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Fatwa MUI terkait Palestina. Sebanyak 95 persen menyatakan bersedia untuk menaati dan melaksanakan fatwa MUI. Survei dilakukan terhadap 1.014 responden yang diperoleh secara acak melalui google form. Dengan metode ini, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, sedangkan margin of error lebih kurang 1,79 persen. “Riset ini menemukan bahwa fatwa MUI memiliki daya terima yang sangat tinggi di tengah masyarakat. 95 persen responden menyatakakan menaati dan melaksanakan fatwa MUI”, terang Muda Wardi, Peneliti PUSFAHIM UIN Jakarta, dalam Launching Riset dan Seminar Nasional Fatwa dan Tanggung Jawab Kemanusiaan di Auditorium UIN Jakarta, Selasa (05/12/2023). Hadir juga dalam forum akademik tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Ahmad Tholabi Kharli, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Muhammad Maksum, para guru besar dan dosen, para peneliti dan pengurus PUSFAHIM serta ratusan peserta seminar nasional. Di akhir acara, Pusfahim memberikan beasiswa bagi dua mahasiswa yang menulis karya ilmiah tentang fatwa Lebih lanjut riset ini menjelaskan, 367 orang yang menyatakan menaati adalah dengan rentang usia 45 tahun ke atas, 297 orang dengan rentang usia 35-45 tahun, 165 orang dengan rentang usia 25-35 tahun, dan 138 orang dengan rentang usia 15-25. Alasan menaati fatwa MUI, sebanyak 47% responden menaati karena panggilan keagamaan, 46% karena panggilan kemanusiaan, dan 7% karena alasan lainnya. Mengenai pengetahuan terhadap fatwa, sebanyak 97% responden mengetahui keberadaan fatwa ini dan 3% tidak mengetahui. Terkait pengetahuan isi fatwa, 94% responden mengetahui dan 6% tidak mengetahui isinya. 94% responden menyatakan memahami isi fatwa, dan 6% menyatakan tidak memahami isi fatwa. Sumber informasi yang diperoleh responden untuk mengetahui fatwa ini adalah dari media massa online dan offline sebesar 34% responden, postingan di media sosial sebesar 34% responden, membaca langsung salinan fatwa 15% sebesar responden, obrolan orang sebesar 7% responden, website resmi MUI Pusat sebesar 6% responden, dan dari pimpinan atau pengurus MUI sebesar 4% responden. “Temuan riset berikutnya menyatakan, Ekspresi ketaatan terhadap fatwa MUI bisa beragam; mulai dari sosialisasi hingga aksi. Ketiga, Fatwa MUI memiliki pengaruh nyata dan berkontribusi dalam memberikan solusi masalah kemanusiaan”, lanjut Musa. Launching Hasil Riset ini dilakukan langsung oleh Ketua Pusfahim Asrorun Niam Sholeh. Paparan hasil riset tersebut mengawali Seminar Nasional tentang Fatwa dan Tanggung Jawab Kemanusiaan. Hadir sebagai narasumber Seminar Nasional, Dubes Palestina untuk Indonesia HE Zuhair Alshun, Ahli Hukum Tata Negara Prof Jimly Assiddiqi, CEO Haus! Indonesia Ghufron Syarif, dan Co-Inisiator BDS Indonesia Muhammad Syauqi. Dalam presentasinya, Dubes Palestina menyampaikan apresiasinya atas Fatwa MUI yang sangat mendukung perjuangan Palestina. “Fatwa MUI sangat bermanfaat bagi komitmen Perjuangan Palestina, dan sekaligus dukungan luar biasa, bahwa Palestina tidak sendiri dalam perjuangannya”, tegas Dubes. Sementara itu Ahli hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqi, dalam kesempatan seminar tersebut menjelaskan, salah satu pihak yang bertanggung jawab atas agresi Israel adalah Amerika Serikat. “Makanya sangat bisa dipahami kalau ada gerakan untuk memboikot produk-produk Amerika, dan diasosiasi sebagai pihak yang terafiliasi dengan agresi Israel”, tegasnya. Co-inisiator BDS Indonesia menegaskan, inisiasi boikot atas beberpa produk yang terlibat agresi Israel muncul dari Tepi Barat, berikutnya meluas menjadi gerakan sosial yang bersifat global. “Kita terus lakukan inisiasi untuk mendukung Palestina dengan cara menyajikan data valid agar boikot bisa efektif dengan target sasaran yang secara nyata mendukung agresi Israel. Data dikaji dan disampaikan kepada masyarakat. Kita sangat berterima kasih dengan fatwa MUI, yang bisa menjadi pijakan dalam mengedukasi masyarakat”, tegas syauki. Di bagian akhir, CEO Haus! Ghufron Syarif menyatakan dengan tegas komitmen kepatuhannya terhadap fatwa MUI, dengan mengganti bahan baku produksi dari yang selama ini terafiliasi dengan agresi Israel ke produk yang aman. “Ada salah satu produk andalan kami, yang memberikan kontribusi lebih 30 persen penghasilan kami, yang harus kami ganti. Alhamdu lillah, langkah ini didukung orang tua dan karyawan. Karyawan kami lebih 1.500 orang”, tegasnya. Mengimomentari Lanching Pusfahim sebagai Pusat Studi Baru di lingkungan UIN Jakarta, Prof Jimli berharap semoga PUSFAHIM menjadi lokomotif keilmuan dalam membuat sejarah kajian hukum Islam yang dipelopori oleh UIN untuk kebaikan bangsa. (Iin) Baca juga :

Read More

Prof Quraish Shihab Puji Gus Baha Sebagai Orang Alim Besar yang Bersembunyi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Quraish Shihab melemparkan pujian kepada Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3iA KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Ia menyebut Gus Baha sebagai sosok alim yang rendah hati. “Ini (Gus Baha) orang alim besar, tapi sembunyi diri,” ungkap Prof Quraish, Rabu (06/12/2023). Momen Prof Quraish Shihab memuji Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu terekam saat sedang mengisahkan Syekh Muhammad Rasyid Ridha ketika menuliskan tafsir Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 15 dalam tafsir Al-Manar. “Saya teringat itu Syekh Muhammad Rasyid Ridha di dalam Tafsir Al-Manar, dia menulis tafsirnya untuk majalah Al Manar. Sering kali dia tidak dapat merujuk ketika menulis,” terangnya. Ketika hendak menyebutkan satu ayat yang berkaitan, Prof Quraish sempat lupa dan terhenti. “Maka ketika dia menulis tentang itu, sepanjang ingatan saya, e… ya’tina, e… subhanallah,” ucap dia. Mendapati itu, Gus Baha yang berada di sebelah Prof Quraish, spontan melanjutkan ayat yang hendak diucapkan Prof Quraish. “Walla ya’tina al-fahisyata min nisa’ikum,” kata Gus Baha, lirih. Mendengar jawaban itu, Prof Quraish spontan menimpali, “Ini orang alim besar tapi sembunyi diri,” ujar dia. “Dia (Syekh Muhammad Rasyid Ridha) katakan itu untuk sesuatu yang buruk. Ya’tina al-fahisyata sesuatu yang buruk. Rasyid Ridha kita hormat, tapi karena tidak hati-hati, dia salah,” sambungnya. Prof Quraish menyebut bahwa Gus Baha sebagai pewaris keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani. Hal ini disampaikannya ketika sedang menerangkan tentang superioritas dalam bidang agama yang tidak hanya milik orang Arab. Ia memberikan contoh kehebatan Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama Indonesia yang mendapat kedudukan tinggi dalam keilmuan agama. “Syekh Nawawi Al-Bantani ini orang sangat istimewa. Jangan pernah menduga bahwa yang superior dalam bidang agama itu orang Arab. Beliau gurunya orang Arab sampai dikenal Sayyidu Ulama’ al-hijaz, beliau diminta mengajar di Al-Azhar. Orang dari mana? Dari serang. Ini pewarisnya (menunjuk Gus Baha),” ungkap Prof. Quraish. Ia mencatat, keinginan belajar adalah kunci untuk melebihi bangsa-bangsa lain, dan menegaskan bahwa Indonesia mampu menjadi contoh toleransi. Bahkan, mendapat perhatian dari ulama-ulama dari luar negeri. Ia membanggakan keragaman di Indonesia, di mana orang luar mempelajari Pancasila dan menghargai toleransi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. “Kita mampu, yang penting kita mau untuk itu. Orang mempelajari Pancasila, terkagum-kagum. Bukan negara agama, bukan juga negara sekuler, itu ulama-ulama kita. Kita mampu yang penting kita mau untuk itu,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More